Yuan Melawan Tekanan Dollar Amerika Serikat
People's Bank of China (PBOC) terus berjuang menjaga nilai tukar yuan terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kemarin, bank sentral China ini mematok kurs tengah yuan sebesar 7,2054 yuan per dollar AS.
Angka tersebut lebih besar dari posisi sehari sebelumnya, yakni 7,2098 yuan per dollar AS. Pekan ini, PBOC terus mematok kurs tengah lebih tinggi ketimbang eksepektasi pasar di setiap sesi perdagangan valuta asing.
Kebijakan bank sentral China ini memberi keyakinan kepada pelaku pasar bahwa negara tembok besar China ini tidak akan menoleransi penurunan nilai tukar lebih jauh terhadap dollar AS. Kendati begitu, yuan tetap tidak bisa naik tinggi karena investor mewaspadai potensi penerbitan stimulus moneter.
Sebelum ini, nilai tukar yuan terhadap dollar AS terjun bebas menuju level terendah 14 tahun terakhir. Jumat (30/6) lalu, kurs spot yuan sempat jatuh ke 7,2537 yuan per dollar AS. Namun, pada pukul 17.06 WIB kemarin, kurs spot yuan sudah kembali naik ke 7,2362 yuan per dollar AS.
Lead Strategist
makro Asia Societe Generale Kiyong Seong memprediksi, sampai pengumuman stimulus, yuan akan bergerak stabil di kisaran 7,2-7,3 per dollar AS. Alasannya, PBOC diyakini akan terus menetapkan kurs tengah lebih tinggi.
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023