;

Menjaga Surplus Neraca Pembayaran

Ekonomi Hairul Rizal 08 Jul 2023 Bisnis Indonesia
Menjaga Surplus Neraca Pembayaran

Menjelang paruh kedua tahun ini, posisi cadangan devisa Indonesia kembali melorot ke level US$137,5 miliar pada Juni 2023, turun US$1,8 miliar dari US$139,3 miliar pada periode Mei 2023. Penurunan cadangan devisa ini menjadi yang ketiga kalinya secara berturut-turut dalam 3 bulan terakhir setelah sempat mencapai level tertinggi tahun ini pada Maret di level US$145,18 miliar. Bank Indonesia menyebut penurunan cadangan devisa pada Juni tahun ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, BI menilai bahwa cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Cadangan devisa periode Juni sebesar US$137,5 miliar sejatinya bisa mencukupi pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pasalnya, kenaikan posisi cadangan devisa tentu memberikan sinyal yang lebih positif ketimbang penurunan karena dapat memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa Indonesia mampu memenuhi kewajibannya. Selanjutnya, pada 2020, saat pandemi Covid-19 tengah merangsek, di mana pertumbuhan ekonomi terkontraksi 2,07%, cadangan devisa mampu terjaga di level rata-rata US$135,89 miliar. Pada 2021, rata-rata cadangan devisa RI bertengger di level US$144,9 miliar.Untuk itu, jika dilihat dari rata-rata pada 2021, cadangan devisa Indonesia periode Juni ini melorot 5,11% atau sebaliknya melonjak 71,45% jika dibandingkan dengan level pada 2008. Bank Indonesia mencatat kenaikan cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2023 menjadi US$145,2 miliar, dari US$137,2 miliar pada Desember 2022, ditopang oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan yang diiringi oleh surplus transaksi modal dan finansial.

Tags :
#Devisa
Download Aplikasi Labirin :