Ekonomi
( 40512 )Bangun Wirausaha Muda Berbasis Pangan Lokal NTT
Untuk meningkatkan nilai lebih pangan lokal, anak-anak muda di Kabupaten Flores Timur dan Lembata dilatih kewirausahaan. Selama empat hari, mulai Minggu sampai Rabu (6-9/8/2023), 38 anak muda dari enam desa di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, NTT, mengikuti pelatihan kewirausahaan di Sekolah Alam Agro Sorgum Flores di Desa Pajinian, Kecamatan Adonara Barat. Kegiatan ini digelar oleh Koalisi Pangan Baik, yang terdiri dari Yayasan Kehati, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Keuskupan Larantuka, dan Yayasan Ayu Tani.
Pada Selasa (8/8), anak-anak muda diminta mengolah beragam pangan lokal dari desa masing-masing. Hampir semua menampilkan aneka makanan nonberas, mulai dari jagung, sorgum, jewawut, hingga umbi-umbian dan pisang. Maria Loretha, pegiat sorgum dan pangan lokal di Flores Timur yang terlibat dalam pelatihan ini, mengatakan, banyaknya pangan nonberas yang ditampilkan menunjukkan pangan pokok di NTT masa lalu sangat beragam. Sebagian produk ini sudah diolah dan dikemas menarik.
Andika Kilog (26) dari Desa Tapo Bali, Kecamatan Wulandoni, Lembata, membuat produk olahan sorgum menjadi kopi sorgum, beras sorgum, sereal sorgum, dan tepung sorgum. Selain itu, anak-anak muda dari Tapo Bali juga menampilkan berbagai olahan protein laut yang difermentasi. Sementara itu, kelompok dari Desa Hokeng, Kabupaten Flores Timur, mengolah makanan mereka, seperti jagung bungkus dan ubi cincang, dengan cara memasukkan ke dalam bamboo kemudian dipanggang. (Yoga)
Daya Saing Dalam Ancaman
JAKARTA,ID-Daya saing perekonomian Indonesia yang dalam beberapa tahun mengalami perbaikan signifikan kembali menghadapi ancaman di masa mendatang. Ini dikarenakan oleh potensi penurunan kapasitas sumber daya manusia (SD) akibat hilangnya banyak kesempatan belajar para siswa di Tanah Air selama pandemi Covid-19 dari 2020 hingga 2022 silam. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sebagaimana ditunjuk oleh laporan Institute for Management Development (IMD), daya saing perekonomian Indonesia meningkat tajam hingga 10 posisi dari rangking 44 di 2022 menjadi 34 tahun ini. bahkan, dari laporan ini terungkap bahwa Indonesia menjadi negara dengan peningkatan peringkat daya saing tertinggi di dunia. "Tahun 2023 kita nomor 34 dari 63 negara dan yang menjadi kunci utama adalah economic performance kita. Itu yang tadinya nomor 42 meningkat jadi 29. Goverment effciency meningkat dari 35 menjadi 31. Yang menarik adalah business efficiency dari nomor 31 menjadi 20," ujar Airlangga dalam diskusi Investor Daily Roundtable (IDR) yang dielar Investor Daily dan B-Universe di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (08/08/2023). (Yetede)
Keyakinan Konsumen Kuat, Inflasi Perlu Dijaga
JAKARTA,ID- Ekpektasi konsumen terhadap kondisi ekonomidalam enam bulan terpantau tetap kuat, sehingga pemerintah perlu menjaga daya beli dan stabilitas harga. Sementara itu, mencapai 3,08% pada Juni 2023 yang berada dalam rentang target pemerintah yaitu 3%-1%. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan kedepan tersebut berdasarkan Survei Konsumen periode 2023 yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI), Selasa (8/8/2023). Survei BI mencatat ekspektasi konsumen tersebut tercermin dari IEK Juli 2023 yang tercatat dalam zona optimisme sebesar 133,2 (diatas 100), meskipun lebih rendah dari bulan sebelum 137,5. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap kuat terutama didukung oleh ekspektasi penghasilan yang tercatat dalam zona optimis sebesar 136,4 pada Juli 2023, meskipun menurun dibanding Juni 2023 sebesar 138,1. "Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Juli 2023 didorong oleh indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Juli 2023 masing-masing sebesar 113,8 dan 133,2, lebih rendah dari bulan sebelumnya 116,8 dan 137,5. IKE tetap terjeda antara lain didukung oleh optimisme Indeks Penghasilan Saat ini yang yang tetap kuat dan indeks Pembelian Barang Tahan Lama yang meningkat. Sementara itu, IEK tetap kuat terutama pada Indeks Ekspektasi Penghasilan," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis. (Yetede).
IPO Membludak Target BEI Terlampaui
JAKARTA,ID-Aktivitas penawaran umum perdana (Initial public offering) saham membludak sepanjang 2023. Hingga kemarin, jumlah IPO sudah mencapai 59, melampaui target Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini sebanyak 57 dan menyamai torehan tahunan lalu. Jumlah ini diyakini terus bertambah sampai akhir tahun. Sebab, sebanyak 34 perusahaan antre menggelar IPO sepanjang Agustus-Desember 2023 dan sudah masuk pipeline BEI. Maka tak heran, jika BEI menyebut IPO tahun 2023 akan memecahkan rekor sepanjang sejarah. Analis menilai, IPO kini menjadi primadona perusahaan untuk mencari pendanaan. Sebab, proses IPO lebih mudah ketimbang penerbitan obliasi. Alhasil, terjadi booming IPO tahun ini. Bahkan, per Juni 2023, nilai IPO di Indonesia menjadi terbesar di Asia Tenggara dan nomor empat dunia. Direktur Penilaian Perusahaan BEI I gede Nyoman Yetna mengatakan, tahun ini, BEI menargetkan pencataran 200 intrusmen baru di bursa, terdiri atas saham, obligasi, waran terstruktur, kontak investasi real estat (KIK), dana investasi real estat (DIRE), dana investasi infrastruktur (Dinfra), exchange traded fund (ETF) dan efek beragun aset (EBA). (Yetede)
Bulan Depan, Dubes Asean dan Masyarakat Bisa Jajal KA Cepat
JAKARTA,ID-Masyarakat dapat mencoba layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung tanpa dikenai biaya pada masa uji coba praoperasi mulai awal September 2023. Sementara itu, para duta besar (dubes) negara sahabat juga tertarik untuk menjajal layanan moda transportasi massal modern berbasis rel tersebut. Presiden jokowi menyampaikan bahwa para Dubes telah meminta untuk turut menjajal kereta cepat, dan Presiden pun siap memenuhi permintaan tersebut. "Tadi di dalam (MRT), para dubes minta (naik) Kereta Cepat, bulan depan nanti akan saya ajak juga," kata Presiden saat naik MRT Jakarta bersama para delegasi negara-negara sahabat menuju ke Gedung Sekretariat Asean di jakarta yang terletak tepat di samping Stasiun MRT Asean pada Selasa (08/08/2023). Adapun untuk memastikan program uji coba Kereta Cepat dapat berjalan dengan baik, saat ini PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus melakukan persiapan di berbagai sisi. "Sebagai moda transportasi KA cepat pertama di Indonesia maupun di Asia Tenggara, pengoperasian KA Cepat relasi Jakarta Bandung memerlukan persiapan yang sangat matang," kata General Manager. (Yetede)
Lumpuh Pertambangan Akibat Masalah Impor Ban
JAKARTA — Para pelaku industri jasa pertambangan mulai ketar-ketir dan terancam mengurangi aktivitas gara-gara perkara pengadaan ban alat berat. Dalam enam bulan terakhir, mereka kesulitan mendatangkan ban radial jenis off the road (OTR) yang biasa digunakan untuk berbagai kendaraan dan alat berat pertambangan. Jika kondisi ini berlanjut, kegiatan produksi pertambangan di Tanah Air diprediksi lumpuh dalam waktu tujuh bulan ke depan atau pada Maret 2024. Ketua Umum Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia, Rochman Alamsjah, menyatakan stok ban OTR pada setiap perusahaan jasa pertambangan sudah sangat menipis. Bahkan, ia memperkirakan stok itu bakal ludes setelah Agustus berlalu lantaran tak ada lagi pasokan dari produsen. Dampaknya, banyak alat berat yang terbengkalai. "Sekarang rata-rata setiap kontraktor pertambangan memiliki 25 unit truk yang standby karena tidak ada bannya," kata dia kepada Tempo, kemarin. Rochman menaksir jumlah alat berat yang stop beroperasi karena tak memiliki ban mencapai 5 persen dari populasi sampai Juni lalu. Menurut dia, jumlah alat berat yang terpaksa dikandangkan bakal terus bertambah. Bulan ini, dia memprediksi jumlahnya bertambah menjadi 20 persen. Pada awal 2024, seluruh alat berat tidak bisa beroperasi jika keran impor ban tak kunjung dibuka. Dengan kondisi tersebut, dia memperkirakan kegiatan di tambang berbagai komoditas terhambat. (Yetede)
Masih Melejit Laba Perbankan
JAKARTA – Perolehan laba perbankan nasional diprediksi masih melejit hingga akhir tahun ini. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa proyeksi itu didukung oleh tren penyaluran kredit yang diyakini masih terus bertumbuh. Di sisi lain, bank telah memiliki cadangan yang cukup atas potensi kerugian kredit dengan memenuhinya secara bertahap, bahkan sejak awal masa pandemi Covid-19 pada 2020, ketika kebijakan restrukturisasi kredit pertama kali diterapkan.
“Dengan demikian, pembentukan pencadangan tidak akan mengganggu tren peningkatan laba perbankan,” ujar Dian kepada Tempo, kemarin. Mitigasi risiko yang dianggap sudah berjalan baik membuat bank tak perlu menyisihkan cadangan secara berlebih, yang sering menggerus perolehan laba bersih. Dian mengatakan, di tengah pelemahan permintaan global, sektor perbankan dinilai tetap potensial dan berdaya tahan, dengan fungsi intermediasi (penghimpun dan penyalur dana masyarakat) yang terjaga, ditopang kekuatan likuiditas dan permodalan yang memadai. Pada Juni 2023, kredit perbankan tumbuh 7,76 persen secara tahunan menjadi Rp 6.656 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada segmen kredit investasi, yaitu sebesar 9,60 persen. (Yetede)
Jangan Main-main Investasi Dana Asuransi
ANJLOKNYA rasio kecukupan dana (RKD) perusahaan-perusahaan dana pensiun badan usaha milik negara (BUMN) amat mengkhawatirkan. RKD yang rendah mencerminkan rendahnya kemampuan perusahaan membayar premi peserta. Jika tidak segera diatasi, karyawan BUMN, terutama yang akan pensiun dalam waktu dekat, terancam tak menerima haknya secara penuh.
Seturut pantauan Kementerian BUMN saat ini, terdapat 22 perusahaan dana pensiun milik negara yang bermasalah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengidentifikasi rasio kecukupan dana mereka di bawah 100 persen. Bahkan, menurut Kementerian BUMN, empat di antaranya dalam keadaan sangat tidak sehat. Selain RKD di bawah standar tingkat imbal hasil, investasinya sangat rendah, kurang dari 4 persen. Padahal investasi di deposito dan surat berharga negara (SBN) saja saat ini bisa memberikan keuntungan 5-6 persen.
Masalah dana investasi umumnya muncul lantaran tidak ada transparansi dalam pengelolaannya. Manajemen yang tertutup melemahkan pengawasan dan membuka celah bagi korupsi serta penyelewengan. Jangan sampai pengalaman kelam Jiwasraya dan Asabri terulang. Kedua perusahaan yang mengelola dana pensiun BUMN dan anggota TNI/Polri itu merugi lebih dari Rp 40 triliun karena pengelolanya memain-mainkan aset serta simpanan nasabah. (Yetede)
Mencegah Bank Terlalu Royal
JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengatur mekanisme distribusi laba dan pembagian dividen bank. Otoritas mencermati bahwa selama ini rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio yang diberikan industri perbankan nasional kepada pemegang saham terlalu besar. Idealnya, bank memprioritaskan alokasi laba untuk memperkuat permodalan bank.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan pengaturan tersebut perlu dilakukan sehubungan dengan fungsi pengawasan otoritas. Distribusi laba, kata dia, seharusnya turut memperhatikan kebutuhan investasi, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi agar bank mampu bersaing di era digital serta untuk menjaga bisnis agar terus berkembang.
“Dengan demikian, bank memiliki kinerja yang terus meningkat dari waktu ke waktu, yang pada akhirnya juga berdampak pada peningkatan nilai yang diterima para pemegang saham,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. OJK bakal menerbitkan kebijakan ini dalam waktu dekat. Kebijakan itu disebut sebagai upaya memperkuat penerapan tata kelola bank umum. (Yetede)
Kemerosotan Dagang Mengancam Prospek Pemulihan Tiongkok
BEIJING-ID-Laju perdagangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), baik impor dan ekspor, pada Juli 2023 merosot sangat tajam lebih dari perkiraan sebelumnya. Eskpor merosot karena perlambatan ekonomi global, sedangkan impor anjlok karena lesunya permintaan di dalam negeri. Situasi ini mengancam prospek pemulihan ekonomi Tiongkok pasca-pandemi dan makin menekan pemerintah untuk mau menggelontorkan stimulus baru supaya pertumbuhan ekonomi stabil. Angka-angka dalam data perdagangan yang suram itu makin memperkuat ekspektasi bahwa aktivasi ekonomi dapat melambat lebih lanjut di kuartal ketiga. Di mana aktivitas konstruksi, manufaktur dan jasa, investasi asing langsung, dan keuntungan industri melemah. Data Bea Cukai yang dirilis pada Selasa (08/08/2023) menunjukkan impor turun 12,4% pada juli year on year (yoy), atau melesat dari perkiraan penurunan 5% dalam jajak pendapat Reuters dan dari penurunan 6,8% pada Juni. Sementara itu, ekspor mengalami kontraksi 14,5%, lebih curam dari pada proyeksi penurunan 12,4% di bulan sebelumnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









