;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

MIDI Agresif Ekspansi Gerai Baru

12 Aug 2023

Emiten pengelola gerai Alfamidi dan Lawson, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menargetkan pertumbuhan pendapatan di semester II ini tetap dobel digit, seperti yang dicapai pada semester I 2023. Untuk menopang target, MIDI masih gencar membuka jaringan gerai baru. "Kami terus melanjutkan ekspansi dengan menargetkan 150-200 gerai Alfamidi dan 500 gerai Lawson di 2023 (setahun penuh)," kata Suantopo Po, Corporate Secretary MIDI kepada KONTAN, Kamis (10/8). Pasalnya, jumlah gerai Lawson selama 10 tahun terakhir stagnan di angka 65 gerai. Hingga semester I-2023, Lawson mencatatkan pembukaan gerai terbanyak dibandingkan gerai MIDI lainnya, yaitu 250 gerai. Perinciannya, 102 gerai standalone alias berdiri sendiri dan 148 gerai store-in-store atau berada dalam gedung lain. Khusus untuk pembukaan gerai Lawson, MIDI menganggarkan belanja modal (capital expenditure /capex) sebesar Rp 600 miliar, dari total belanja modal Rp 1,6 triliun. Setiap satu gerai Lawson membutuhkan capex yang lebih kecil dibandingkan gerai Alfamidi, yaitu rata-rata Rp 2 miliar untuk standalone (Alfamidi rata-rata Rp 3 miliar) dan Rp 500 juta untuk store-in-store. Dari sisi merchandising, MIDI menyediakan produk yang lebih lengkap untuk memaksimalkan area penjualan dan optimalisasi margin dengan harga yang kompetitif. Dari sisi pemasaran, MIDI melanjutkan strategi pemasaran yang komprehensif. Sejatinya, aksi ekspansi MIDI yang agresif sepanjang tahun ini tak terlalu mengejutkan. Pasalnya, meski telah terjadi perubahan perilaku berbelanja masyarakat melalui online, namun faktanya belanja offline masih diminati, khususnya di kawasan yang dekat dengan tempat tinggal.

KREDIT KONSUMSI : MEGA Akselerasi Bisnis Kartu Kredit

12 Aug 2023

PT Bank Mega Tbk. (MEGA) bakal memperkuat ekosistem dagang elektronik atau e-commerce guna mencapai target pertumbuhan bisnis kartu kredit yang dipatok 15% hingga 20% pada tahun ini. Wakil Direktur Utama Bank Mega Diza Larentie mengatakan bahwa bisnis kartu kredit Bank Mega sempat jeblok saat pandemi Covid-19. Namun, imbuhnya, seiring berlalunya pandemi, pertumbuhan bisnis kartu kredit mulai kencang, meskipun masih belum sebesar praCovid-19. Oleh karena itu, perseroan kian mantap untuk meningkatkan bisnis kartu kreditnya pada tahun ini. “Tahun ini kami coba targetkan 15% sampai 20% pertumbuhan sales volume[kartu kredit],” katanya. Bank Mega sebagai bagian dari ekosistem CT Corp mengandalkan berbagai entitas bisnis dalam satu ekosistemnya, seperti integrasi transaksi di Transmart. “Behavior konsumen berubah, banyak saat ini yang berbelanja lewat platform e-commerce. Kita pun sediakan, e-commerce yang besar-besar kita ada,” jelasnya. Selain itu, Bank Mega menggelar event berkerja sama dengan PT. Antavaya Tour & Travel (Antavaya) bertajuk Mega Travel Fair bulan ini.

ANTISIPASI EL NINO : MITIGASI RISIKO ASURANSI PERTANIAN

12 Aug 2023

Pelaku industri asuransi terutama yang memiliki produk asuransi pertanian diminta untuk melakukan upaya mitigasi risiko menyusul potensi fenomena El Nino tahun ini yang berpotensi menyebabkan gagal panen. Hal tersebut diungkapkan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang menilai bahwalangkah mitigasi risiko harus dilakukan perusahaan asuransi dalam menghadapi fenomena El Nino. Apalagi, fenomena tersebut berpotensi memicu kemungkinan gagal panen yang dapat mengakibatkan klaim asuransi pertanian akan naik. Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwiyanto menjelaskan kesiapan asuransi untuk menanggungnya adalah melalui pengelolaan risiko yang salah satunya dilakukan dengan mengatur penempatan reasuransi. Hal ini, imbuhnya, diyakinai akan menurunkan potensi kerusakan/kematian tanaman. Selain itu, Bern memandang perlunya kedisiplinan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang benar sesuai arahan petugas penyuluh lapangan. Bern menilai bahwa fenomena El Nino tidak hanya berdampak pada asuransi pertanian. Namun juga meningkatkan kebutuhan akan asuransi kesehatan. Di sisi lain, penetrasi asuransi pertanian di Indonesia dinilai perlu ditingkatkan menyusul sektor ini yang tak terlepas dari risiko bencana alam yang kerap terjadi di Tanah Air, termasuk fenomena El Nino.Fenomena ini diproyeksi bakal memicu cuaca panas ekstrem di Indonesia pada Agustus hingga Oktober 2023. Fenomena tersebut diprediksi menimbulkan kemarau panjang yang akan berlanjut hingga awal 2024. Direktur Pengembangan Bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Diwe Novara mengatakan bahwa kebutuhan petani terkait asuransi pertanian saat ini sangat tinggi. Menurutnya, selain padi, beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah dan jagung juga membutuhkan perlindungan asuransi. Pada 2023, Asuransi Jasindo bersama Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian Kabupaten/Kota terus melakukan upaya percepatan realisasi AUTP sehingga petani dapat merasakan manfaat perlindungan asuransi khususnya dalam menghadapi El Nino.

Pasar Lesu, Eksportir Coba Beragam Cara

11 Aug 2023

Permintaan dari negara mitra dagang utama Indonesia masih lesu. Eksportir coba  mempertahankan usaha dengan beragam cara. Di sisi lain, pasar alternatif baru dan  perjanjian dagang belum sepenuhnya dapat menggantikan permintaan yang hilang. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani, Kamis (10/8) mengatakan, hampir semua industri manufaktur berorientasi ekspor masih terdampak pelemahan permintaan global, khususnya industri yang memproduksi barang konsumsi tahan lama, seperti pakaian, sepatu, dan furnitur.

”Dalam kondisi saat ini, mengalihkan pasar atau mengikat kontrak dengan pembeli baru dari luar negeri tidak mudah, yang bisa dilakukan untuk bertahan adalah meningkatkan efisiensi produksi dengan konsekuensi penurunan produktivitas atau kapasitas terpakai,” ujarnya. Selain itu, tak sedikit perusahaan pengekspor yang mengalihkan produksi untuk menyediakan produk yang bisa dijual di dalam negeri. Adapun yang tidak bisa umumnya terus berkoordinasi dengan pembeli dari luar negeri, terutama yang memiliki kontrak penjualan atau rantai pasok untuk meminimalkan potensi stop produksi. Ada juga yang mulai mendiversifikasi pasar ke negara yang permintaannya lebih baik meski daya belinya lebih rendah. Mereka yang semula ekspor ke AS dan Uni Eropa, memindah pasar ke China, India, dan beberapa negara di Afrika. (Yoga)


Citi Indonesia Bukukan Laba Rp 1,2 Triliun di Semester I-2023

11 Aug 2023

Citibank NA Indonesia atau Citi Indonesia membukukan laba bersih Rp 1,2 triliun pada semester I-2023. Perolehan itu naik 54 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Menurut CEO Citi Indonesia Batara Sianturi, Kamis (10/8/2023), di Jakarta, pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,17 persen pada triwulan II-2023. Hal ini menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah masih lemahnya kondisi ekonomi global. Pada semester I-2023, Citi Indonesia menerbitkan obligasi hijau (green bond) perdana. (Yoga)

STRATEGI PETANI TAMBAK PANTURA SIDOARJO MENGATASI KEMEROSOTAN EKONOMI

11 Aug 2023

Petani tambak di Sidoarjo terus memperluas pengembangan pola budidaya tumpang sari dengan komoditas unggulan rumput laut yang berorientasi pada pasar ekspor demi mengatasi kemerosotan ekonomi sekaligus mengembalikan produktivitas lahan di tengah sulitnya pupuk. Berdasarkan data KKP, total tambak tradisional di Indonesia 247.803 hektar, 70 diantaranya berada di pantai utara Jawa, termasuk di Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Ironisnya, 99 % sudah tidak produktif untuk budidaya komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti udang vaname dan windu yang berorientasi pasar ekspor.

Supari (50), petambak di Jabon, mengatakan, tumpang sari atau polikultur diterapkan pada komoditas bandeng, udang vaname dan mujaer/nila. Pola budidaya tersebut  menuai hasil menggembirakan dan memicu semangat petambak menggarap kembali lahannya. Namun, petambak di Sidoarjo tak pernah berhenti berinovasi demi mendapatkan nilai ekonomi tinggi. Salah satunya, memperluas pengembangan budidaya rumput laut yang sedang naik daun karena banyak diminati di pasar domestik dan pasar luar negeri. Di tingkat petani, harganya Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kg, yang dipanen setiap 45 hari dan baru menebar benih lagi setelah tiga kali masa panen sehingga biaya produksinya tergolong rendah. Perawatannya juga mudah serta tidak memerlukan banyak pupuk maupun obat-obatan pembasmi hama dan penyakit.

Menurut Supari, setelah menerapkan pola budidaya tumpangsari dengan komoditas utama bandeng, udang, dan rumputlaut, pendapatan petani mencapai Rp 110 juta setahun untuk setiap hektar tambak yang dikelola. Artinya, petani bisa menghasilkan Rp 9 juta-Rp 10 juta setiap bulan setiap hektar. Adapun rata-rata kepemilikan lahan petambak di Jabon mencapai 4-5 ha per petani. Pendapatan Rp 110 juta itu diperoleh dari hasil panen rumput laut Rp 45 juta. Selain itu, Rp 50 juta dari hasil panen bandeng dengan asumsi setahun panen dua kali, masing-masing Rp 25 juta. Untuk budidaya udang vaname, petambak bisa mendapat Rp 15 juta setahun dengan asumsi tiga kali dalam setahun, setiap kali panen dapat Rp 5 juta. (Yoga)


Awas, Lesu Ekonomi China Bisa Menekan Indonesia

11 Aug 2023

Laju ekonomi Indonesia bakal tersendat pada tahun ini. Ini lantaran kondisi ekonomi China masih lesu. Alih-alih Tiongkok berlari kencang saat kebijakan pembukaan kembali pasca Covid-19, ekonomi negeri itu malah terus merosot. Data terbaru, aktivitas perdagangan internasional China tampak menurun pada bulan Juli 2023. Bea Cukai China mengungkapkan, impor mereka turun sebesar 12,4% dan ekspornya pun menyusut 14,5% pada Juli 2023. Kondisi ini sangat berpengaruh ke banyak negara, termasuk Indonesia. Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati juga mewanti-wanti atas kelesuan ekonomi China yang menjadi pemberat pemulihan ekonomi Indonesia hingga tahun depan. Sejatinya kelesuan ekonomi China sudah terlihat di kuartal kedua tahun ini. "Dampaknya sudah dirasakan oleh Indonesia. Makanya kinerja ekspor menurun pada kuartal II-2023," ungkap Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual kepada KONTAN, kemarin. Badan Pusat Statistik (BPS) memang mencatat, ekspor Indonesia periode April 2023 hingga Juni 2023 memang turun 2,75% secara tahunan. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menyebutkan saat ini dampak kelesuan ekonomi China ke Indonesa belum seberapa. Hanya saja, masih ada kemungkinan perlambatan permintaan dari China akan lebih besar lagi, sehingga lampu merah bagi kinerja ekspor Indonesia.

Harapan Emiten Kimia di Domestik

11 Aug 2023

Emiten industri kimia mencetak kinerja yang bervariasi pada separuh pertama tahun ini. Harga komoditas yang melandai membawa sentimen berbeda pada emiten industri kimia. Tengok kinerja PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang bisa memperbaiki kinerja bottom line, meski top line mengalami koreksi. Pendapatan TPIA menyusut 19,54% secara tahunan alias year on year (yoy) menjadi US$ 1,07 miliar. Hanya saja, emiten petrokimia anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mengais berkah dari penurunan harga minyak mentah. Sehingga secara bottom line, TPIA memangkas rugi bersih signifikan dari US$ 64,62 juta menjadi US$ 586.000 per semester I-2023. Direktur SDM & Urusan Korporat TPIA, Suryandi mengatakan ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi akan rentan membawa volatilitas yang berlanjut di sisa tahun ini. Dus, permintaan di pasar domestik masih menjadi penentu. Suryandi meyakini, permintaan domestik akan jadi penopang lantaran produk TPIA menyokong sektor industri lainnya seperti otomotif, mesin, elektronika, konstruksi dan aplikasi rumah tangga. Analis Ekuator Swarna Sekuritas, David Sutyanto memperkirakan level pertumbuhan kinerja emiten kimia masih akan terbatas. David mempertimbangkan kondisi makro ekonomi dan posisi industri kimia sebagai sektor bahan baku untuk mendukung industri lainnya. Research Analyst Erdikha Elit Sekuritas Ika Baby Fransiska menambahkan, kinerja ekspor industri kimia dasar memang sedang tertekan. Ika memprediksi pelemahan ini masih belum pulih pada semester II-2023 di tengah penurunan permintaan global.

Hapus Tagih Kian Jelas, Bank Negara Sumringah

11 Aug 2023

Himpunan bank milik negara (Himbara) akan semakin leluasa melakukan penyelesaian terhadap kredit macet di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) berpotensi menyusut besar seiring dengan titik terang aturan hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, hapus buku dan hapus tagih kredit macet UMKM bisa dilakukan maksimal Rp 5 miliar. Tahap pertama maksimal kredit macet yang bisa hapus buku dan hapus tagih  Rp 500 juta dan diprioritaskan untuk kredit usaha rakyat (KUR). Setelah aturan turunan undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) ini dirilis, Himbara bakal bisa menghapustagih kredit UMKM yang sudah lama macet. Selama ini, bank BUMN tak bisa melakukan hapus tagih walau kredit sudah macet lama dan telah hapus buku, karena bisa dianggap merugikan negara. Kepala Pengawas Eksekutif Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyebut, secara umum rasio NPL UMKM memang lebih tinggi dibanding dengan NPL non UMKM. NPL UMKM per Juni 3,7%, sedangkan NPL kredit perbankan 2,44%. Mengacu laporan keuangan terakhir, total NPL segmen UMKM BRI, Bank Mandiri dan BNI mencapai Rp 35,2 triliun. NPL BRI mencapai Rp 23,1 triliun per Maret 2023. NPL UMKM Bank Mandiri mencapai Rp 2,77 triliun dan BNI Rp 9,36 triliun per Juni 2023. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menilai, implentasi hapus tagih perlu aturan yang mencakup kriteria nasabah yang bisa dihapus tagih. Ia yakin, kebijakan hapus tagih disebut tak berdampak signifikan terhadap kinerja BRI, karena kerugiannya telah diserap saat BRI hapus buku.

MENGURAI ARAL PASAR MODAL

11 Aug 2023

Genap 46 tahun pasar modal Indonesia diaktifkan kembali sejak 1977. Tak boleh terlena dengan sederet rekor positif yang telah dicapai, tumpukan pekerjaan rumah untuk meningkatkan kinerja pasar modal telah menanti di depan mata. Selain memacu inklusi pasar modal yang masih tergolong rendah, otoritas juga punya tugas untuk mengawal integritas pelaku pasar modal. Tren penurunan rata-rata nilai transaksi harian, dari Rp14,71 triliun pada 2022 menjadi Rp10,35 triliun saat ini, juga tak boleh luput dari perhatian. Demikian pula dengan inovasi regulasi yang dibutuhkan tak hanya untuk memompa kinerja, tetapi juga menguatkan jaring perlindungan konsumen. Faktanya, performa pasar modal saat ini memang sedang menanjak. Hal itu tecermin dari kinerja indeks acuan saham dan obligasi. Hingga Kamis (10/8), indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,62% year-to-date (YtD) dan parkir di level 6.893,27. Di pasar surat utang, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) lebih bertenaga dengan kenaikan 7,11% sepanjang tahun berjalan 2023. Lebih terperinci, Bursa Efek Indonesia mencatat 63 emiten baru sudah merampungkan initial public offering (IPO) dengan akumulasi dana mencapai Rp49,15 triliun. Iman Rachman, Direktur Utama BEI, menyebut telah terdapat 887 perusahaan tercatat saham dan 29 perusahaan dalam pipeline IPO. Jumlah investor di pasar modal juga meningkat 11,15% YtD menjadi 11,46 juta single investor identification (SID) per Juli 2023. Jumlah itu didorong oleh pertumbuhan investor ritel yang naik 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menegaskan integritas pasar modal harus terus ditingkatkan. OJK terus meningkatkan upaya-upaya pelindungan investor dan masyarakat. “Kata kuncinya adalah kita terus tingkatkan integritas." Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan ARB tahap II akan diterapkan mulai September 2023 sembari memperhatikan kondisi pasar saham. BEI juga menyatakan kesiapannya menjadi penyelenggara Bursa Karbon Indonesia.