;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

Resiliensi di Tengah Turbulensi

11 Aug 2023

Menapaki usia yang ke-46, pasar modal Indonesia dapat dikatakan telah mencapai fase yang cukup matang. Kematangan itu ditandai oleh kemampuan pasar modal bertahan dalam menangkis segala volatilitas dan turbulensi ekonomi yang cukup menantang. Sejumlah ujian berat telah dihadapi pasar modal Indonesia dengan bekal langkah yang tetap tegar. Hasilnya dapat terlihat dengan pencapaian Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mencatatkan rekor baru kapitalisasi pasar modal sebesar Rp10.078 triliun pada 26 Juli 2023. Rekor baru lainnya juga dicatatkan dari sisi volume transaksi harian tertinggi yakni pada 31 Mei 2023 sebanyak 89 miliar saham. Sementara itu, aktivitas penghimpunan dana sepanjang 2023 juga terus meningkat. Hingga 9 Agustus 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan pernyataan efektif atas pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum sebanyak 141 dengan total emisi Rp165,22 triliun, yang 57 di antaranya adalah emiten baru. Adapun, rerata nilai transaksi harian mencapai Rp10,24 triliun dengan volume transaksi harian bursa 18,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi harian 1,24 juta kali. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah investor juga meningkat lebih dari 4 kali lipat dalam 5 tahun terakhir. Saat ini, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 11,46 juta atau meningkat 11,15% year-to-date (YtD). Pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor reksadana dan mayoritas masih didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun yang mencapai 57,26%. Harian ini terus mendorong perbaikan kinerja maupun regulasi pasar modal di Indonesia. Hal ini dirasa sangat krusial karena perbaikan adalah proses terus-menerus dalam menghadapi kian membesarnya turbulensi ekonomi global. Upaya perbaikan tak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi tetapi melibatkan banyak para pemangku kepentingan seperti pembuat regulasi, infrastruktur, dan partisipasi pelaku pasar untuk memastikan transparansi, likuiditas, perlindungan investor, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

PRODUKSI MINYAK NASIONAL : HARAPAN BARU DARI BANYU URIP

11 Aug 2023

Optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip memberikan harapan baru bagi industri minyak dan gas bumi nasional. Upaya memaksimalkan potensi minyak bumi yang terkandung di Blok Cepu itu diproyeksi mampu mendongkrak lifting. Percepatan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip yang dilakukan oleh ExxonMobil Cepu Ltd. diharapkan bisa menambah produksi minyak bumi nasional hingga 18.000 per barel. Awalnya, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd. menjadwalkan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip pada September tahun depan, tetapi perusahaan memajukannya menjadi Februari 2024. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip memiliki posisi yang sangat penting di tengah penyusutan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Blok Cepu yang telah lama jadi penopang produksi minyak nasional belakangan mengalami penurunan produksi alamiah yang signifikan. Berdasarkan catatan SKK Migas, produksi minyak dari ExxonMobil Cepu Ltd. saat ini sekitar 164.000 bph atau 114% dari target APBN 2023. Kegiatan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip yang disetujui pada September 2021 sendiri memuat rencana pengeboran lima sumur infill carbonate, dan dua sumur clastic yang ditargetkan first oil pada 2028. Sementara itu, Presiden ExxonMobil Indonesia Carole Gall mengakui bahwa pengerjaan optimasi pengembangan Lapangan Banyu Urip awal tahun depan memiliki tantangan yang serius. Prima K. Panggabean, Koordinator Pengawasan Eksploitasi Migas Kementerian ESDM, mengatakan bahwa pemerintah telah memberikan insentif kepada ExxonMobil Cepu Ltd. sejak 2021. Insentif tersebut berlaku efektif pada tahun lalu, karena pandemi Covid-19 turut memengaruhi keekonomian pengembangan sejumlah lapangan migas di dalam negeri.

KERETA RINGAN : JOKOWI SETUJU SUBSIDI LRT JABODEBEK

11 Aug 2023

Pemerintah mempertimbangkan subsidi kewajiban pelayanan umum atau public service obligation untuk LRT Jabodebek guna menarik minat pengguna kendaraan pribadi. Presiden Joko Widodo mengatakan pemberian subsidi public service obligation (PSO) menjadi bagian tak terpisahkan sebagai upaya mendorong masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik. Menurut Kepala Negara, subsidi diperlukan bagi setiap transportasi massal agar jumlah penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan, sehingga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. “Oleh sebab itu perlu PSO, ada subsidi, baik yang namanya kereta bandara, Transjakarta, KRL, kereta api, LRT, MRT, kereta cepat, semuanya harus ada subsidinya. Karena itu bisa menarik orang dari mobil pribadi masuk ke moda transportasi massal,” katanya saat mencoba LRT Jabodebek di Jakarta, Kamis (10/8). Presiden tidak menjawab ketika ditanyakan berapa nominal PSO yang akan dipatok pemerintah untuk LRT Jabodebek. Menurutnya, urusan teknis merupakan tugas dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Dalam kesempatan yang sama, Menhub menyatakan aspek kenyamanan LRT Jabodebek terus disempurnakan menjelang target operasi komersial atau commercial operation date (COD) pada 26 Agustus 2023. Budi Karya menjelaskan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian sebelum LRT Jabodebek beroperasi secara komersial. Dia mengungkapkan bahwa pengujian telah dilakukan setiap hari oleh tim Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan semua pihak terkait. Selain itu, LRT Jabodebek juga sedang menyempurnakan soft­ware sarana Traction Control Unit (TCU). Budi Karya mengatakan, perangkat lunak ini dinilai dapat meningkatkan keselarasan dengan prasarana.   Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartan­tyo menyatakan terus melakukan persiapan di berbagai sisi untuk memastikan operasional LRT Jabodebek bisa berjalan dengan baik sebelum 26 Agustus 2023. Adapun, progres pengerjaan proyek LRT Jabodebek hingga saat ini disebutkan telah mencapai lebih dari 98%.

KERETA RINGAN : JOKOWI SETUJU SUBSIDI LRT JABODEBEK

11 Aug 2023

Pemerintah mempertimbangkan subsidi kewajiban pelayanan umum atau public service obligation untuk LRT Jabodebek guna menarik minat pengguna kendaraan pribadi. Presiden Joko Widodo mengatakan pemberian subsidi public service obligation (PSO) menjadi bagian tak terpisahkan sebagai upaya mendorong masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik. Menurut Kepala Negara, subsidi diperlukan bagi setiap transportasi massal agar jumlah penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan, sehingga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. “Oleh sebab itu perlu PSO, ada subsidi, baik yang namanya kereta bandara, Transjakarta, KRL, kereta api, LRT, MRT, kereta cepat, semuanya harus ada subsidinya. Karena itu bisa menarik orang dari mobil pribadi masuk ke moda transportasi massal,” katanya saat mencoba LRT Jabodebek di Jakarta, Kamis (10/8). Presiden tidak menjawab ketika ditanyakan berapa nominal PSO yang akan dipatok pemerintah untuk LRT Jabodebek. Menurutnya, urusan teknis merupakan tugas dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Tarif tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 67/2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jabodebek untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa telah ditetapkan tarif LRT Jabodebek, yakni Rp5.000 untuk 1 km pertama, dan selanjutnya masyarakat dikenakan Rp700 setiap km berikutnya. Tarif LRT dari Stasiun Jatimulya menuju Stasiun Dukuh Atas dengan jarak 27,3 km diperkirakan Rp23.200 per penumpang.

Pasar Modal, Asa Besar Pendanaan Ekonomi

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Selain perbankan, pasar modal telah menjadi sumber pendanaan ekonomi dan pembangunan yang kian menjanjikan di Tanah Air. Bahkan, dengan nilai tambah yang diberikan, pasar modal bisa ikut berperan untuk melepaskan Inodonesia dari jebakan negara berpenghasilan menengah (minddle income trap)  yang merupakan persyaratan penting bagi  tercapainya status Indonesia sebagai negara maju pada 2045. Meski jumlah investor pasar modal ritel per Juli 2023 baru sekitar 11,42 juta orang atau hanya 4,1% dari total populasi Indonesia, nilai kapitalisasi pasar (market kapitalization) saham emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini telah mencapai lebih  dari Rp10.000 triliun atau sekitar US$ 660 miliar. Angka kapitalisasi pasar yang secara year to date  tumbuh 5,75% tersebut, setara dengan 51% produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Hingga 9 Agustus lalu, penghimpunan dana melalui pasar modal telah mencapai Rp 200 triliun hingga akhir tahun. Penghimpunan dana itu diantaranya diperolah  melalui pencatatan 57 emiten baru BEI. (Yetede)

Tekankan Keselamatan, Presiden Perkiraan LRT Beroperasi 26 Agustus

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan, pengoperasian Lintas Rel tengah (LRT)  Jabodetabek baru dilakukan pada 26 Agustus mendatang, Presidenpun menekankan, pentingnya aspek keamanan dan keselamatan dalam pengoperasian moda transportasi, termasuk LRT Jabodetabek. "Jadi di ricek sekali lagi Insya Allah akhir agustus sudah dioperasikan. Dan yang paling penting diutamakan keamanan dan keselamatan. Kemungkinan Insya Allah (diresmikan) 26 Agustus," kata Jokowi seusai meninjau LRT Jabodetabek pada Kamis (10/08/2023).  Terkait setifikasi keamanan LRT Jabodetabek, Jokowi menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen. Sementara itu, Menhub Budi  Sumadi Karya menjelaskan, aspek keselamatan memang menjadi perhatian sebelum LRT Jabodetabek beroperasi secara komersial. Ia mengungkapkan, pengujian telah dilakukan  setiap harinya oleh tim Kemenhub melalui Diretorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) bersama dengan PT KAI (Persero) dan semua pihak terkait. (Yetede) 

RI Bisa Raih Keuntungan Komparatif Perdagangan dan Investasi

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Pemerintah Indonesia sedang bersiap untuk menjadi anggota Organisasi  Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation/OECD). Dengan menjadi anggota OECD, Indonesia berpeluang memperoleh sejumlah keuntungan komparatif khususnya yang terkait dengan kinerja perdagangan dan investasi. OECD beranggota 38 negara, dengan proses menjadi anggota sekitar 4 sampai 8 tahun. Selama ini Indonesia sudah menjadi key partner dan akan terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan OECD. Bila Indonesia masuk ke OECD maka akan menjadi negara ketiga  di Asia setelah Jepang dan Korea. Setelah masuk menjadi anggota OECD dua negara tersebut naik kelas menjadi high income country. Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, dari sisi perdagangan, bila Indonesia menjadi anggota OECD Indonesia berpeluang lebih besar untuk mempererat hubungan dagang dengan beberapa anggota negara OECD karena Indonesia secara tidak langsung juga akan ikut meningkatkan standar dari sisi perdagangan ketika nanti sudah bergabung dalam organisasi ini. (Yetede)

Laba Emiten Bakal Tumbuh Pesat di Semester

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Laba emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama semester I-2023 melampaui konsensus. Analis meyakini, laba emiten bakal tumbuh pesat di semester II tahun ini, ditopang kenaikan konsumsi domestik dan kucuran dana pemilu. Demikian kesimpulan riset RHB Sekuritas Indonesia dan CGS CIMB Sekuritas Indonesia tentang hasil kinerja keuangan semester I dan proyeksi semester II 2023, dikutip Kamis (10/08/2023) CGS CIMB mencatat, secara keseluruhan, kinerja  emiten sebesar I-2023 sedikit melampaui konsensus analis. Ini ditopang oleh hasil mengesankan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Astra Internasional Tbk (ASII), dan PT United Tractors Tbk (UT/UNTR). Ini mampu mengompensasi penurunan kinerja PT Telkom Indonesia  Tbk (TLKM) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).  Laba bersih Mandiri semester I-2023 mencapai 53% dari proyeksi setahun penuh konsensus analis dan CGS CIMB dan konsensus analis, sedangkan UT 68% dan 64%. "Kami percaya perlambatan sejumlah sektor ekonomi menekan  kinerja emiten market cap menengah, sedangkan emiten big cap relatif lebih kebal," tulis broker itu. (Yetede)

Gelombang PHK Startup Masih Terus Berlanjut

11 Aug 2023

JAKARTA,ID-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan rintisan berbasis  terknologi (startup) di Tanah Air masih terus berlanjut pada Juli-Agustus 2023. Alasannya masih sama, mereka ada yang mengaku kesulitan pendanaan (Fundraising) untuk membiayai operasional dan  ekspansinya. Di sisi lain ada juga yang beralasan  harus menjalankan efisiensi demi menyebarkan dan menjaga potensi pertumbuhan bisnis ke depan. Catatan Investor Daily yang dirangkum dari berbagai sumber  dan pernyataan resmi manajemen startup menyebutkan, setidaknya ada lima startup yang mengaku terpaksa harus mem-PHK sebagian karyawannya pada Juli-Agustus 2023 dengan tujuan berkelanjutan bisnis. Group Modalku telah merumahkan 38 karyawannya di Indonesia. Ayoconnnect (Faas) memangkas 10% dari total karyawannya di Tanah Air, dan Qoala (insurtech) merumahkan 80 orang karyawan di Indonesia dan Malaysia. Langkah efisiensi juga ditempuh  oleh P2P Lending Akseleren dengan mem-PHK 60 karyawan dan startup proptech Lamudi Indonesia mengumumkan sebagai karyawan di berbagai divisi guna mencapai efisiensi bisnis dan berkelanjutan bisnis dalam jangka panjang. (Yetede)

Dua Jalan Tol Waskita untuk Hutama

11 Aug 2023

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) bersiap menyambung dua proyek jalan tol yang tak mampu diselesaikan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Kedua proyek tersebut, jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi III dan Kayuagung-Palembang-Betung tahap 2, bakal digarap Hutama dengan modal baru dari pemerintah.

Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, memastikan pekerjaan bisa dimulai setelah tahap hitung-hitungan kebutuhan biaya proyek. Perhitungan yang sama pun menentukan porsi saham yang akan dipegang Hutama dari proyek warisan Waskita Karya itu. "Ketentuannya akan difinalkan pada akhir September mendatang," ujarnya saat menjamu awak media di Jakarta, kemarin, 10 Agustus 2023.

Dua ruas jalan bebas hambatan tersebut nyaris terbengkalai akibat tekanan keuangan yang merundung Waskita pada masa restrukturisasi utang. Selain dua kali gagal melunasi tunggakan bunga obligasi, yang masing-masing jatuh tempo pada 5 Mei dan 5 Agustus lalu, emiten berkode saham WSKT itu dihantui utang. Liabilitas Waskita melambung dari Rp 83,98 triliun per 31 Desember 2022 menjadi Rp 84,31 triliun per Juni 2023. (Yetede)