KERETA RINGAN : JOKOWI SETUJU SUBSIDI LRT JABODEBEK
Pemerintah mempertimbangkan subsidi kewajiban pelayanan umum atau public service obligation untuk LRT Jabodebek guna menarik minat pengguna kendaraan pribadi. Presiden Joko Widodo mengatakan pemberian subsidi public service obligation (PSO) menjadi bagian tak terpisahkan sebagai upaya mendorong masyarakat beralih menggunakan moda transportasi publik. Menurut Kepala Negara, subsidi diperlukan bagi setiap transportasi massal agar jumlah penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan, sehingga bisa mengurangi kemacetan lalu lintas. “Oleh sebab itu perlu PSO, ada subsidi, baik yang namanya kereta bandara, Transjakarta, KRL, kereta api, LRT, MRT, kereta cepat, semuanya harus ada subsidinya. Karena itu bisa menarik orang dari mobil pribadi masuk ke moda transportasi massal,” katanya saat mencoba LRT Jabodebek di Jakarta, Kamis (10/8). Presiden tidak menjawab ketika ditanyakan berapa nominal PSO yang akan dipatok pemerintah untuk LRT Jabodebek. Menurutnya, urusan teknis merupakan tugas dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Tarif tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 67/2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jabodebek untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik. Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa telah ditetapkan tarif LRT Jabodebek, yakni Rp5.000 untuk 1 km pertama, dan selanjutnya masyarakat dikenakan Rp700 setiap km berikutnya. Tarif LRT dari Stasiun Jatimulya menuju Stasiun Dukuh Atas dengan jarak 27,3 km diperkirakan Rp23.200 per penumpang.
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023