;
Kategori

Ekonomi

( 40707 )

Suap Rp 4,4 Miliar Perbesar Kuota Rokok

12 Aug 2023

Eks Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan (BP Bintan) Wilayah Kota Tanjung Pinang Den Yealta diduga menerima suap Rp 4,4 miliar dari sejumlah perusahaan rokok, terkait kebijakannya semasa ia bertugas pada 2015, yakni memperbesar kuota rokok secara sepihak. Tindakannya itu membuat sejumlah perusahaan dan distributor rokok diuntungkan karena tak membayar cukai dan pajak akibat kebijakannya menambah kuota rokok tersebut. Akibatnya, keuangan negara dirugikan hingga Rp 296,2 miliar. Terungkapnya penerimaan suap ini merupakan hasil pengusutan yang dilakukan KPK atas surat teguran Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu terhadap BP Bintan dan BP Tanjung Pinang, Kepri.

Surat itu terkait penetapan barang kena cukai ke kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berisi, antara lain, teguran pada BP Bintan terkait jumlah kuota rokok yang diterbitkan BP Bintan termasuk BP Tanjung Pinang pada tahun 2015 yang melebihi dari yang seharusnya. Sesuai ketentuan, besaran kuota rokok di wilayah BP Bintan dan BP Tanjung Pinang hanya 51, 9 juta batang. Namun, dalam realisasinya, besaran kuota rokok yang diterbitkan 359,4 juta batang atau 693 % kuota semestinya. Direktur Penyidikan sekaligus Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/8) malam, mengungkapkan, selama menjabat sebagai Kepala BP Tanjung Pinang, ditemukan bahwa Den Yealta melakukan realisasi kuota rokok melebihi dari kebutuhan wajar setiap tahun dengan ditandatanganinya 75 SK (surat keputusan) kuota,” katanya. (Yoga)


Selaraskan Pendidikan Vokasi dan Ekonomi Daerah

12 Aug 2023

Pendidikan vokasi di daerah dapat dioptimalkan mendukung agenda ekonomi daerah. Kolaborasi pemda, institusi pendidikan vokasi, dan kalangan industri dibangun mempersiapkan sumber daya manusia yang selaras perkembangan ekonomi. Plt Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Ditjen Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Uuf Brajawidagda mengatakan, pendidikan vokasi di daerah intens menyepakati penyiapan SDM bersama dunia usaha dan industri untuk  memenuhan dunia kerja.

”Pembangunan, ada di daerah. Karena itu, pendidikan vokasi perlu tahu agenda pembangunan daerah sehingga energinya sama-sama dihabiskan untuk agenda yang sama,” kata Uuf di Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Jumat (11/8). Uuf, yang juga Direktur Polibatam, akan membuat program ekosistem kemitraan bersama pemda dan politeknik di Indonesia, untuk menyelenggarakan pendidikan sesuai kebutuhan, bukan lagi dari sisi penyedia. Pembukaan program studi dan perencanaan talenta pekerja sesuai agenda pembangunan ekonomi di daerah menjadi selaras. Di Polibatam,  pembukaan prodi dicoba selaras dengan pengembangan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. (Yoga)


Belanja Iklan Televisi Belum Pulih

12 Aug 2023

Tingkat kepemirsaan siaran televisi digital secara nasional sesuai pengukuran Nielsen Indonesia berangsur-angsur pulih seperti sebelum terjadi migrasi penyiaran dari analog ke digital terestrial. Kendati demikian, belanja iklan televisi belum pulih. Migrasi penyiaran dari analog ke digital terestrial (analog switch off/ASO) merupakan program pemerintah yang berlangsung secara bertahap dari 11 kota besar yang biasa menjadi pengukuran Nielsen Indonesia per 2 November 2022 di sekitar Jakarta. Adapun 1 Agustus 2023 merupakan jadwal penerapan ASO mandiri secara nasional. Direktur Client Lead Nielsen Indonesia Selly Cahyani mengatakan, populasi pemirsa televisi terestrial secara nasional diperkirakan mencapai 129,85 juta sebelum ASO atau tanggal 1 November 2022. Dari hasil pengukuran Nielsen Indonesia, per 31 Juli 2023, tingkat kepemirsaan siaran televisi digital mencapai 80 % dari total populasi, ujarnya saat menghadiri diskusi ”Kaleidoskop Digitalisasi Penyiaran: Tren Penyiaran Pasca Analog Switch Off”, Jumat (11/8) di Jakarta.

Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Janoe Arijanto menyampaikan, televisi terestrial masih menguasai alokasi belanja iklan, 60 % total belanja iklan nasional diarahkan ke televisi terestrial. Dengan demikian, kebijakan pemerintah terkait ASO menjadi sangat strategis meskipun pada saat bersamaan penetrasi internet berada dalam fase pertumbuhan tinggi dan merata. Pada semester I-2023 terjadi penurunan belanja iklan ke televisi terestrial. Akan tetapi, Janoe meyakini, penyebabnya bukan hanya kebijakan ASO dari pemerintah. Tuntasnya migrasi penyiaran akan memancing pertumbuhan kanal-kanal siaran baru sehingga memberikan kesempatan munculnya segmen pemirsa baru. Jadi, pemasang iklan yang biasanya memasang iklan di televisi terestrial akan kembali. (Yoga)


Korporasi Nelayan Berbasis Koperasi Perlu Dipercepat

12 Aug 2023

Pengembangan kelompok usaha nelayan berbasis koperasi modern perlu terus dipacu guna mendukung pengembangan skala usaha perikanan yang bernilai tambah lebih besar. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Riza Damanik, mengemukakan, sebagian besar pelaku usaha perikanan tangkap di Indonesia merupakan nelayan kecil. Skala usaha mikro dan kecil kerap terganjal masalah pemenuhan kebutuhan melaut, yaitu aspek hulu seperti permodalan dan BBM serta aspek hilir seperti pemasaran hasil perikanan, standardisasi, dan keberlanjutan.

”Pembentukan korporasi nelayan berbasis koperasi di Indonesia dinilai perlu dipercepat. Korporasi nelayan meliputi penguatan kapasitas koperasi yang sudah ada, ataupun pembentukan koperasi baru untuk bisa masuk ke dalam model pengembangan ekonomi perikanan berbasis koperasi modern,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (11/8) di Jakarta. Hingga tahun 2024, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pembentukan 500 koperasi modern, meliputi koperasi pertanian, peternakan, dan perikanan. Proyek percontohan sudah diterapkan, yaitu di Aceh, Sumut, Jabar, Jateng, dan NTB. (Yoga)


Penerimaan Pajak yang Melambat Perlu Diwaspadai

12 Aug 2023

Harga komoditas yang melemah dan kinerja ekspor-impor yang menurun mengakibatkan penerimaan perpajakan dalam realisasi APBN periode Januari-Juli 2023 melambat. Situasi tersebut menjadi alarm kewaspadaan bagi kinerja APBN. Penerimaan perpajakan periode Januari-Juli 2023 terealisasi Rp 1.258,9 triliun atau tumbuh 3,7 % secara tahunan. Nilai itu diperoleh dari penerimaan pajak sebesar Rp 1.109,1 triliun atau tumbuh 7,8 % secara tahunan serta penerimaan kepabeanan dan cukai Rp 149,8 triliun atau tumbuh 19,1 % secara tahunan. Menkeu Sri Mulyani, Jumat (11/8) mengatakan, penerimaan pajak tetap tumbuh positif karena kinerja ekonomi yang baik pada semester I-2023. Namun, pertumbuhan penerimaan pajak periode Januari-Juli 2023 tidak setinggi periode sama tahun 2022 yang menembus 58,8 %.

”Kita tetap harus waspada karena kalau kita lihat pertumbuhan bulanan penerimaan pajak, terutama pada bulan Juni dan Juli, mengalami pertumbuhan bulanan negatif. Ini adalah koreksi untuk menuju normalisasi,” ujarnya. Sri Mulyani memproyeksikan penerimaan pajak akan termoderasi mengikuti fluktuasi variabel ekonomi makro, seperti harga komoditas, konsumsi dalam negeri, dan belanja pemerintah. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics andFinance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, surplus APBN itu menjadi tanda bahaya dan harus diwaspadai. Ini karena belanja pemerintah belum optimal di tengah kondisi perlambatan penerimaan perpajakan akibat turunnya kinerja ekspor-impor. (Yoga)


Festival Pasar Terapung Kembali Digelar

12 Aug 2023

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Festival Wisata Budaya Pasar Terapung untuk memeriahkan Hari Jadi Ke73 Provinsi Kalsel. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, Jumat (11/8/2023), mengatakan, festival berlangsung 9-13 Agustus 2023, menampilkan atraksi kampung banjar, pawai budaya, karnaval busana, perahu hias, balap jukung, dan pameran aneka produk UMKM. (Yoga)

Tantangan Berat Capai Target Pendapatan 2024

12 Aug 2023

Kinerja pendapatan negara yang moncer tahun ini, menjadi modal bagi pemerintah untuk mencapai target tahun depan. Sayangnya, jalan pemerintah tak mulus lantaran beberapa tantangan yang harus mereka hadapi untuk mengejar target 2024. Dalam pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024 yang pemerintah dan Badan Anggaran DPR sepakati, rasio pendapatan negara 2024 dipatok sebesar 11,88% hingga 12,38% atas produk domestik bruto (PDB). Secara nominal, batas atas target pendapatan negara 2024 dipatok Rp 2.865,3 triliun. Angka ini naik 11,69% dari target 2023 dengan nominal sebesar Rp 2.463 triliun. Dari catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), realisasi pendapatan negara hingga akhir Juli 2023 tercatat mencapai Rp 1.614,8 triliun atau 65,6% dari target. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi pendapatan negara secara total masih tumbuh positif, yakni 4,1% year on year (yoy). Meskipun, pertumbuhannya sedikit melambat dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2023 yang menanjak 5,4% yoy. Meski demikian, pemerintah optimistis, pendapatan negara tahun ini bakal melampaui target. Berdasarkan outlook yang pemerintah sampaikan ke Komisi XI DPR beberapa waktu lalu, pendapatan bisa mencapai Rp 2.637,2 triliun, 107,1% dari target. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat, masih banyak tantangan yang harus pemerintah hadapi untuk mengejar target pendapatan negara di 2024. Utamanya, potensi perlambatan ekonomi. Ini akan memengaruhi setoran pendapatan, terutama dari sisi pajak.

MSCI Kocok Ulang Small Cap Index

12 Aug 2023

Morgan Stanley Capital International (MSCI) melakukan penyesuaian atau rebalancing terhadap para penghuni indeksnya. Susunan anyar ini akan berlaku 1 September 2023. Dalam rebalancing minor ini, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) bergabung ke dalam MSCI Small Caps Index. Ketiganya menggeser posisi PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX), PT Temas Tbk (TMAS), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Masuknya AUTO tak lepas dari kinerja anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) itu. Laba bersihnya per Juni 2023 sebesar Rp 801,55 miliar, melesat 85,33 % dibandingkan periode sama tahun lalu.  (Yoga)


Kilau Laba dari Emas dan Tembaga

12 Aug 2023

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) punya segudang rencana usai mencatatkan sahamnya di papan bursa. Tujuannya, emiten yang terafiliasi dengan Grup Medco ini ingin terus mendorong produksi emas dan tembaga miliknya. Amman Mineral adalah perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia. Ini berkat pengoperasian Tambang Batu Hijau di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, Amman Mineral sedang fokus pada proyek penambangan tambang Batu Hijau fase ketujuh. Pada saat bersamaan, perusahaan ini juga menggarap pengembangan tahap kedelapan yang diperkirakan dapat memperpanjang usia Tambang Batu Hijau hingga tahun 2030. Setelah itu, Amman Mineral akan menyiapkan proyek eksplorasi Elang untuk memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046. Fasilitas pengolahan ini memiliki kapasitas input mencapai 900.000 ton konsentrat tembaga per tahun. Direncanakan smelter tersebut bakal menghasilkan 222.000 ton katoda tembaga dan 830.000 ton asam sulfat dengan konsentrasi 98,0%. Lalu pemurnian logam mulia akan menghasilkan 18 ton emas batangan, dengan kemurnian emas 99,9%, 55 ton perak batangan, dan logam mulia lainnya. Kartika Octaviana, Vice President Corporate Communications & Investor Relations Amman Mineral mengatakan, pihaknya tengah mengebut pengerjaan smelter. Batu Hijau juga memiliki cadangan tembaga terbesar kelima di dunia jika dikombinasikan dengan Cebakan Elang. Tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbuka konvensional. Bijih dari tambang diproses menjadi konsentrat tembaga, yang juga mengandung emas dan perak sebagai mineral pengikutnya. Belum lama ini, anak usaha Amman Mineral Internasional, yakni PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga mendapatkan persetujuan ekspor konsentrat tembaga dari Kementerian Perdagangan. Izin ekspor yang diberikan sebesar 900.000 wet tons konsentrat tembaga.

Transaksi Bank dari Agen Laku Pandai Melejit

12 Aug 2023

Perbankan terus mengoptimalkan agen laku pandai untuk menjangkau potensi pasar yang selama ini belum tersentuh. Hasilnya transaksi perbankan lewat agen aku pandai melesat. Ini di alami Bank MAndiri Tbk. Dengan kode saham BMRI, yang memiliki 100.000 agen laku pandai, dengan 22.400 agen aktif. Terutama berkaitan dengan program pemerintah seperti Bansos, PKH, bantuan sembako dan kartu tani SEVP Micro & Consumer Finance Bank Mandiri Josephus K Tripakoso mengatakan, sampai Juli 2023, frekwensi Mandiri Agen, sebutan Agen Laku Pandai Bank Mandiri, mencapai 47 juta transaksi, naik 10% secara tahunan dengan volume penjualan Rp 53 triliun.  (Yoga)