Ekonomi
( 40512 )Penghasilan Masyarakat Rawan Tergerus Inflasi
Konsumen semakin optimistis terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ke depan. Namun, ada kekhawatiran konsumen terhadap penghasilannya dalam jangka pendek, terutama akibat inflasi alias lonjakan harga-harga.
Peningkatan optimisme konsumen terindikasi dari hasil Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Agustus 2023 tercatat sebesar 125,2. Angka ini naik 1,4 poin dari bulan sebelumnya 123,5.
Optimisme konsumen yang meningkat didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang pada Agustus lalu di level 115,5. Indeks ini meningkat 1,7 poin dibandingkan dengan Juli lalu yang berada di posisi 113,8.
Berdasarkan hasil survei bank sentral tersebut, semua indeks pembentuk IKE meningkat. Baik indeks penghasilan, indeks pembelian barang tahan lama (
durable goods
), maupun indeks ketersediaan lapangan kerja.
Analisis Senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P, Sasmita menduga, penurunan ekspektasi konsumen terhadap penghasilan jangka pendek lantaran faktor kenaikan harga kebutuhan pokok terutama harga beras. Lalu, potensi pergantian bahan bakar minyak jenis Pertalite ke Pertamax Green dalam enam bulan ke depan, yang harganya juga terpaut jauh.
Menurutnya, memang, pengaruh kenaikan harga komoditas pokok dan BBM terhadap inflasi tidak akan terlalu besar. Namun, akan berdampak langsung terhadap
Personal Consumption Expenditures Price Index
(PCE-PI). Yakni, tekanan terhadap daya beli personal atas tingkat konsumsi konsumen. Tekanan ini yang tidak terhitung oleh Indeks Harga Konsumen (IHK) maupun inflasi inti.
Senada, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Teuku Riefky mengatakan, selama enam bulan ke depan, ketidakpastian masih tinggi. Salah satunya, dipengaruhi oleh lonjakan harga pangan.
Sediakan Jasa Manajemen Fasilitas
PT Hoffmen Cleanindo Tbk merupakan perusahan jasa alih daya atau
outsourcing. Kita bisa dengan mudah menemukan wujud bisnis yang dijalankan Hoffmen Cleanindo dalam kehidupan sehari-hari. Produk dan jasa Hoffmen bisa dilihat ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga kawasan perumahan.
Emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham KING ini menyediakan sumber daya jasa manajemen fasilitas untuk memenuhi kebutuhan klien.
Hoffmen Cleanindo yang telah berdiri sejak tahun 2008 memiliki fokus kegiatan usaha seperti sistem kebersihan toilet dan sanitasi. Setelah 10 tahun berdiri, perusahaan ini memperluas lini pelayanan, yaitu jasa kebersihan (cleaning service), jasa penyedia pengharum ruangan, jasa keamanan, jasa ketenagakerjaan, dan jasa manajemen parkir.
Presiden Komisaris Hoffmen Cleanindo, Eddy Japarto memandang, industri jasa kebersihan dan bisnis terkait lainnya sangat potensial. Sebab, belum banyak perusahaan yang memanfaatkan potensi industri ini dengan sungguh-sungguh.
Hoffmen memandang persaingan industri jasa kebersihan cukup berbeda karena masih terbentuknya kompetisi yang menggunakan sistem relasi. Praktik pemasaran belum memasuki mekanisme perdagangan bebas.
Oleh karena itu, perusahaan di industri kebersihan seharusnya memiliki segmen yang tidak hanya satu, melainkan berbagai diversifikasi pelayan jasa yang bervariasi sebagai nilai tambah bagi calon pelanggan.
Hoffmen menyediakan
one stop service
mulai dari depan pintu (petugas keamanan atau
security
), di dalam ruangan (
cleaning service
) hingga sampai di luar pintu (jasa parkir).
Hoffmen Cleanindo memasang target optimistis pada tahun ini. Target pendapatan perusahaan dibidik meningkat hingga Rp 230 miliar pada tahun 2023. Sementara laba bersih dipatok bisa meningkat pesat pada tahun ini.
Pilih Investasi yang Mendukung Bisnis
Memadukan antara tradisi dan bisnis menjadi jalan hidup yang ditempuh oleh Ida Bagus Rai Budarsa. Pendiri sekaligus Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk (WINE) ini mencurahkan daya upaya mengembangkan bisnis yang telah dirintis oleh orang tuanya.
Pria yang akrab disapa Gus Rai ini mengenang, selepas lulus kuliah dia langsung berkecimpung di dunia usaha bersama sang ayah. Rai pernah menggarap berbagai bidang, mulai dari bisnis garmen hingga tambak bandeng.
Dari sederet bisnis yang dia geluti, brem, menjadi produk paling laris yang punya prospek menjanjikan. Brem merupakan minuman tradisional Bali yang umumnya terbuat dari fermentasi beras ketan atau tapai.
Sebagai tangan kanan sang ayah, Rai sudah paham betul bagaimana proses bisnis pembuatan brem. Mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga pemasaran. Setelah bisa menjalankan usaha sendiri, Rai tak ingin bisnis yang stagnan.
Sebagai sarjana pertanian lulusan Universitas Brawijaya yang belajar teknologi industri dan pangan, Rai mengangkat bisnis brem. Dengan modal keilmuan dari bangku kuliah dan praktik wirausaha dari sang ayah, Rai memantapkan langkah untuk merintis bisnis
Dus, Rai lebih memilih menggulirkan uangnya dalam bentuk aset-aset produktif. "Jadi kalau investasi di industri finansial, saya
nggak
terlalu. Karena lebih tertarik ke bisnis, dan bagaimana nanti investasi yang saya lakukan itu bisa ikut mengembangkannya," ujar Rai.
Selain itu, di tengah kesibukan berbisnis, Rai mengaku tidak punya cukup waktu untuk mengulik instrumen investasi di industri keuangan. "Saya mungkin juga kurang tekun. Jadi saya lebih suka (beli) yang langsung terlihat dan bisa digunakan, terutama properti dan lahan," terang Rai.
Rai yakin investasi properti dan lahan di Bali tetap memberikan keuntungan di masa depan. Jadi tak heran jika 90% portofolio investasi Rai saat ini ada dalam bentuk properti dan tanah. Sedangkan 10% sisanya berada di instrumen investasi lain, termasuk saham. Rai memilih saham-saham berfundamental apik yang cocok untuk investasi jangka panjang.
Deal Proyek & Kesepakatan Tercapai di Forum ASEAN
Harapan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan
(epicentrum of growth)
ekonomi global masih terganjal sejumlah tantangan. Ada sederet isu yang mesti dicermati, mulai dari gejolak pasar global, konflik geopolitik kawasan, hingga eskalasi harga energi dan pangan dunia.
Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun ini berkisar 4,5%-4,6%. Angka itu di atas estimasi pertumbuhan global sebesar 3%.
Presiden Joko Widodo mengklaim KTT kali ini memberi manfaat ekonomi terhadap ASEAN. Ada sejumlah keputusan yang dihasilkan. Misalnya, deklarasi East Asia Summit (EAS) mengenai epicentrum of growth, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan percepatan pelaksanaan Regional Cross Border Payment dan Local Currency Transaction.
KTT ASEAN 2023 yang berakhir kemarin dihadiri para pemimpin 11 negara anggota ASEAN dan sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, China, Rusia, Kanada, Jepang, India, Korea Selatan, Australia hingga Bangladesh.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menambahkan, sebagian besar yang dihasilkan dibutuhkan masyarakat ASEAN. Misalnya masalah proteksi pekerja migran, anak buah kapal (ABK), membuat jejaring desa dan
one health iniciative.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bilang, salah satu andalan epicentrum of growth adalah Digital Economy Framework Agreement. Ini merupakan masterplan yang dirancang pada kepemimpinan Indonesia, yang mencakup perjanjian digitalisasi termasuk
digital talent, digital ID, cyber security, retraining, reskilling,
infrastruktur
interoperability
di ASEAN.
Capital Outflow Mengikis Cadangan Devisa
Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus senilai US$ 137,1 miliar. Jumlah tersebut menurun US$ 600 juta dibandingkan akhir Juli tahun ini yang tercatat US$ 137,7 miliar.
Pemicu terkikisnya cadangan devisa,
pertama, lantaran pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Kedua,
kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
Di sisi lain, kewajiban eksportir untuk memarkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam negeri, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 dan berlaku mulai 1 Agustus 2023, tampaknya belum berdampak terhadap cadangan devisa.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat, penurunan cadangan devisa kali ini didorong oleh keluarnya arus modal asing alias
capital outflow, baik dari pasar saham maupun dari pasar obligasi. Catatan Josua, outflow dari pasar saham tercatat sebesar US$ 1,32 miliar pada bulan Agustus. Sementara
outflow
dari pasar obligasi senilai US$ 535 juta.
Namun demikian, "Capital outflow dari pasar keuangan berdampak lebih terbatas terhadap cadangan devisa di bulan Agustus 2023," ucap Josua kepada KONTAN, Kamis (7/9). Hal tersebut, menurut dia, sejalan dengan mulai masuknya DHE pasca revisi aturan oleh pemerintah.
Ekonom Senior Bank Mandiri Faisal Rachman mengatakan, meski ada
capital outflow, hasil kebijakan anyar terkait DHE valas mulai tampak lantaran volume transaksi operasi pasar terbuka lewat instrumen term deposit valas meningkat signifikan selama Agustus 2023. Faisal mencatat, DHE TD valas Agustus mencapai US$ 535 juta, lebih dari dua kali lipat dibanding rerata volume transaksi bulanan pada periode Maret hingga Juli 2023 yang hanya US$ 228,45 juta.
Target APBN 2024 Naik Rp 21 Triliun
Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati kenaikan target pendapatan dan belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. Kenaikan tersebut merupakan imbas dari terkereknya sejumlah asumsi makro dibandingkan usulan awal Presiden Joko Widodo pada Agustus 2023.
Sejumlah asumsi makro yang mengalami perubahan antara lain harga minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) 2024 menjadi US$ 82 per barel. Angka itu naik dari usulan dalam Nota Keuangan sebesar US$ 80 per barel. Bukan hanya itu, asumsi lifiting minyak disepakati 635.000 barel per hari, dari usulan Jokowi sebesar 625.000 barel per hari.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah dan Banggar DPR RI menyepakati untuk mengerek target pendapatan negara sebesar Rp 21 triliun, dari usulan awal Rp 2.781,3 triliun menjadi Rp 2.802,3 triliun.
Meningkatnya proyeksi tersebut berasal dari kenaikan target penerimaan pajak sebesar Rp 2 triliun menjadi Rp 1.988,9 triliun. Sejalan dengan meningkatnya target tersebut, Menteri Sri Mulyani ingin Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terus meningkatkan rasio pajak alias
tax ratio dan
tax buoayancy.
Adapun belanja negara juga meningkat sebesar Rp 21 triliun, dari usulan dalam Nota Keuangan yang sebesar Rp 3.304,1 triliun menjadi Rp 3.325,1 triliun. Tambahan belanja negara tersebut dialokasikan untuk belanja kementerian dan lembaga (K/L) Rp 3,8 triliun, tambahan subsidi energi Rp 3,2 triliun, kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik Rp 10,1 triliun, serta cadangan pendidikan Rp 3,9 triliun.
Menadah Berkah dari Saham Bank Syariah
Pilihan saham bank syariah di bursa saham bakal bertambah. Akhir tahun ini, Bank Muamalat bakal ikut mencatatkan sahamnya di bursa saham.
Secara tidak langsung, masuknya Bank Muamalat di pasar saham memberikan sentimen pada saham-saham bank syariah. Selain rencana listing Bank Muamalat, industri bank syariah juga diramaikan rencana divestasi saham Bank Syariah Indonesia (BRIS).
Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang saat ini jadi pemegang saham BRIS akan mendivestasi saham bank ini. Aksi korporasi ini juga membuka pintu masuk bagi investor baru, yang konon adalah investor asing.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengakui BSI akan melakukan aksi korporasi. Ini ditandai dengan proses audit terhadap laporan keuangan. "Harus diaudit karena ada rencana divestasi. Pemegang saham yang divestasi, bukan kami,” ujar Hery, Rabu (6/9).
Dari empat emiten bank syariah yang saat ini ada di bursa saham, hanya saham BRIS yang masih mencatat pertumbuhan tahun ini. Harga BRIS berada di level Rp 1.640 pada penutupan perdagangan kemarin, naik 27,13% sejak awal tahun ini.
Sementara performa paling jeblok dicatat saham Bank BTPN Syariah (BTPS), yang terjun 29,21% sepanjang tahun ini. Saham Bank Aladin Syariah (BANK) juga turun 16,96%.
Investment Analyst
Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian melihat rencana divestasi BRIS akan menambah kekuatannya untuk menyamai bank-bank konvensional. Alhasil, ini bisa mendorong performa sahamnya.
Associate Director of Research & Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, prospek perbankan syariah sejatinya bagus. Hanya saja, ia melihat bank-bank yang ada belum begitu berkembang. Baru BRIS dan BTPS yang sudah punya basis nasabah. "Target harga BRIS di Rp 1.900.” ujarnya.
Asean Episentrum Konektivitas Pembayaran Regional
Negara-negara Asean selangkah lebih maju dalam hal konektivitas sistem pembayaran beberapa tahun terakhir, melalui pengaturan multilateral lima bank sentral Asean-5 (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina). Kekonektivitasan sistem pembayaran tersebut dinamakan Konektivitas Pembayaran Regional (Regional Payment Connectivity/RPC). Dalam KTT Asean 2023 di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo menekankan agar implementasi konektivitas pembayaran digital antarnegara dan transaksi mata uang lokal sepakat untuk terus diperkuat. Sejalan dengan hal tersebut, Bank Indonesia (BI) telah memformulasikan tiga kunci transformasi konektivitas sistem pembayaran Asean. Pertama, melanjutkan RPC yang telah disepakati oleh 5 negara Asean serta menyambut bertambahnya partisipasi negara lain. Kedua, memperkuat kerangka pengaturan dan pengawasan, khususnya terhadap aset uang digital. Ketiga, kerja sama lintas batas untuk meningkatkan efektivitas pengaturan dan pengawasan, implikasi RPC terhadap makroekonomi, serta pengembangan infrastruktur pendukungnya. Bentuk kesepahaman ini diturunkan melalui beberapa kerja sama, seperti misalnya perluasan pembayaran menggunakan Quick Response (QR), keterkaitan fast payment melalui Nexus Project, standarisasi Application Programming Interface (API), serta keterkaitan Real Time Gross Settlement (RTGS). Sesuai penekanan Presiden tersebut, seluruh kerja sama itu ditunjang mekanisme Local Currency Settlement (LCS) atau istilah di mana penyelesaian transaksi (settlement) dilakukan dalam mata uang dan yurisdiksi wilayah masing-masing negara, serta Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA) atau swap bilateral antarnegara dalam mata uang lokal. QRIS Antarnegara memudahkan konsumen dan pedagang di antarnegara melakukan dan menerima pembayaran barang dan jasa melalui aplikasi berbasis QR Code. Indonesia mengawali implementasi QRIS Antarnegara dengan Thailand pada 2022. Menyusul setelahnya yakni Malaysia (Mei 2023), Singapura (Agustus 2023), serta negara asia lainnya seperti Vietnam, Filipina, Korea, Jepang, India, dan China yang merupakan cerminan simpul koneksivitas Asia berikutnya. Bergabungnya kedua negara berpenduduk terbanyak ini (India dan China), dipastikan akan mendorong jumlah pemakaian QRIS Antarnegara. QRIS Antarnegara memiliki peran penting guna meningkatkan efisiensi transaksi, mendukung inklusi keuangan, digitalisasi perdagangan dan investasi, serta menjaga stabilitas makroekonomi dengan memperluas penggunaan penyelesaian transaksi atau settlement melalui mata uang lokal melalui LCS. Tidak berhenti pada QRIS Antarnegara, bank sentral negara Asean terus meningkatkan kerja sama fast payment. Asean-5 Retail Fast Payment menjadi langkah strategis sekaligus ikhtiar bersama untuk menjalin konektivitas sistem pembayaran yang lebih luas, cepat, murah, mudah, transparan dan inklusif. Kelima bank sentral tersebut menggandeng Bank for International Settlements (BIS) untuk menjajaki potensi konektivitas fast payment melalui Proyek Nexus.
RASIO NPL BANK : ARAH TERKENDALI KREDIT BERMASALAH
Bisnis perbankan di Indonesia masih mampu mengelola rasio kredit bermasalah dengan cukup baik. Nilai nonperforming loan atau NPL bisnis bank menyusut meski terjadi kenaikan jumlah kredit yang disalurkan.
Hampir sebagian besar lapangan usaha dengan porsi kredit besar, mampu mencatatkan penurunan NPL.Dari sisi nilai, NPL perbankan sampai dengan Juni 2023 sebesar Rp162,2 triliun atau lebih rendah dibandingkan dengan posisi Juni 2022 sebesar Rp176,64 triliun.Jika diukur secara persentase, rasio NPL pada Juni 2023 tercatat 2,44%; lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu sebesar 2,9%.Sementara, secara bulanan NPL terlihat stagnan. Terbukti, pada 2,57% pada Januari, lalu bergerak 2,58% pada Februari, dilanjutkan menjadi 2,49% pada Maret, kemudian 2,53% pada April, hingga besaran NPL menjadi 2,52% pada Mei 2023.
Direktur Risk Management PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. David Pirzada mengatakan bahwa perbaikan NPL ini sesuai dengan usaha perseroan dalam memperbaiki kualitas kredit. Dia optimistis sampai dengan akhir 2023, level NPL perseroan terjaga di posisi 2,2%—2,3%, lebih baik dibandingkan dengan Desember 2022 yang ada di level 2,8%.
Emiten bank pelat merah dengan kode BBNI itu mencatat rasio kredit bermasalah yang turun 71 basis poin (bps) pada semester I/2023.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga mencatatkan rasio kredit bermasalah sebesar 1,9% pada semester I/2023 atau turun dari 2,2% pada tahun sebelumnya.Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan penurunan NPL BCA utamanya didorong oleh pemulihan arus kas debitur seiring dengan perbaikan aktivitas perekonomian, serta BCA yang terus menerapkan disiplin manajemen risiko dalam penyaluran kredit.
Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. konsisten menjaga kualitas aset. Hal ini tecermin dari posisi NPL bank only yang melandai ke level 1,53% per Juni 2023. Posisi tersebut jauh lebih baik jika dibandingkan periode Juni 2022 di level 2,47%.Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi turut mengatakan dalam menjaga kualitas aset, Bank Mandiri terus membentuk pencadangan yang memadai.
Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan penurunan NPL secara year-to-date dibanding periode yang sama tahun sebelumnya merupakan kondisi lazim.
UMKM Berdaya lewat Seni Kerajinan Khas Papua
Langit cerah menyelimuti Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (26/8). Tampak Maryana Rumbiak (28) menyiapkan berbagai produk kerajinan tangan di galeri miliknya, Wadomu Art. Pukul 10.00 WIT, ia mulai berjualan 20 jenis produk. Ada gantungan kunci, lukisan kulit kayu, tas noken, gelang, kalung, hiasan mahkota, tas dengan motif khas Papua, dan baju adat. Harganya Rp 10.000 hingga Rp 3 juta. 30 menit kemudian, salah satu pengunjung membeli produk hiasan kepala dengan bulu berwarna kuning seharga Rp 150.000. Dalam sehari rata-rata ada lima pengunjung di Galeri Wadomu Art. Mayoritas produk di Wadomu Art merupakan buatan sendiri kecuali tas noken. Biasanya terdapat sejumlah perajin noken langganan memasok galeri itu.
Ia juga membuka jasa penyewaan baju adat yang dilengkapi aksesori, dengan batas waktu pengembalian tak boleh lebih dari sepekan. Untuk baju adat anak-anak, tarifnya Rp 300.000, sedangkan dewasa Rp 500.000. Maryana membuka Wadomu Art sejak 2021. Ia mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat (KUR) Bank BRI dan modal dari orangtua yang juga pelaku usaha kerajinan tangan. Total modal awal Rp 25 juta. Kini ia telah berdaya secara ekonomi lewat penjualan produk kerajinan khas Papua dengan omzet penjualan produknya berkisar Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per bulan. Pada momen tertentu, seperti ulang tahun Jayapura dan kemerdekaan RI, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 6 juta. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









