;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

SERBA TOTAL TARIK PEMODAL

11 Sep 2023

Tak cukup dengan beragam insentif fiskal, upaya pemerintah menarik investasi ke dalam negeri dilakukan dengan menyiapkan regulasi nonfiskal. Kebijakan yang diharapkan menjadi terobosan untuk menjaga iklim bisnis di Tanah Air. Salah satu kebijakan nonfiskal yang dihadirkan melalui penerbitan golden visa bagi investor luar negeri yang tertarik menanamkan modal di Tanah Air. Regulasi itu memungkinkan bagi investor asing tahan lama di Indonesia apabila menanamkan dananya ke berbagai instrumen investasi, baik di sektor riil maupun pasar keuangan. Inovasi baru regulasi menarik investasi tentunya butuh kerja sama banyak pihak. Jangan sampai, minat investasi yang mengalir dari berbagai pertemuan dan konferensi terhenti karena gagapnya birokrasi dalam beradaptasi dengan aturan-aturan baru.

Menanti Realisasi Kesepakatan KTT Asean

11 Sep 2023

Beragam kesepakatan dan terobosan berhasil dilahirkan melalui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean yang digelar di Jakarta 5—7 September 2023. Mulai dari upaya bersama untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia, pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, hingga percepatan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi alias local currency transaction (LCT). Ada pula kesepakatan senilai US$38,2 miliar yang mencakup 93 proyek dan 73 proyek potensial senilai US$17,8 miliar, hasil dari Asean Indo-Pacific Forum (AIPF). Melalui KTT tersebut, anggota Asean juga memperkuat kerja sama bidang ekonomi dengan sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang. Tak hanya soal ekonomi, dari perspektif geopolitik, Asean pun sepakat untuk mewujudkan perdamaian kawasan melalui kolaborasi antarnegara serta terus menyuarakan kepentingan negara berkembang di tingkat global. Salah satu langkah terdekat adalah membawa beragam hasil KTT ke-43 Asean tersebut ke forum G20 yang tengah berlangsung di India. Pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik misalnya, menuntut kolaborasi aktif sesuai kompetensi masing-masing negara sesuai ketersediaan sumber daya alam dan maupun industri. Kesepakatan Asean Plus Three yakni kerja sama antara negara anggota Asean dengan Korea Selatan, Jepang, dan China, mengenai pembangunan ekosistem kendaraan listrik, harus dijadikan momentum untuk mengakselerasi perkembangan sektor ini di tingkat regional. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi perihal kesamaan visi dan misi untuk menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Digital economy framework agreement (DEFA) yang digadang-gadang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi Asean di masa mendatang, membutuhkan penjabaran lanjutan sehingga dapat menjadi perjanjian nyata antarnegara anggota. Hal itu penting agar masterplan tersebut benar-benar dapat memacu ekonomi digital Asean yang diramal tembus US$2 triliun pada 2030.

Strategi Pengendalian Inflasi Pangan Nasional

11 Sep 2023

Baru saja Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi tahunan pada Agustus 2023 sebesar 3,27% (year-on-year/YoY) atau berada di kisaran target pemerintah 3±1 persen sehingga patut kita syukuri bersama. Kemampuan Pemerintah untuk mengendalikan inflasi pascapandemi merupakan prestasi yang luar biasa karena termasuk rendah dan stabil di dunia. Beberapa negara anggota G20 yang inflasinya masih di atas Indonesia pada Agustus 2023 misalnya Prancis 4,8% (YoY), Eropa 5,3% (YoY) dan Jerman yang masih di angka 6,1% (YoY). Pemicu utama inflasi di negara tersebut masih bersumber dari komoditas pangan dan energi.Keberhasilan dalam pengendaian inflasi di Indonesia merupakan hasil sinergi dan inovasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga. Hal ini diperlukan karena fenomena inflasi di Indonesia didominasi oleh fenomena volatile food sehingga tidak sertamerta dapat diantisipasi dengan kebijakan moneter. Mengutip pidato Presiden Joko Widodo pada Rakornas Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah pada 31 Agustus 2023 disampaikan bahwa, Pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut secara eksplisit menegaskan upaya pengendalian inflasi di Indonesia mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan negara lain. Eksistensi TPIP/TPID yang diperkuat dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang dicanangkan Bank Indonesia untuk menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi telah berhasil menorehkan prestasi melalui pencapaian angka inflasi yang rendah dan stabil pasca pandemi Covid-19. Berdasarkan laporan The Economist Intelligence Unit (2023), dinyatakan bahwa el nino di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara pada kuartal II/2023 sampai dengan kuartal III/2023 akan berdampak negatif pada sektor pertanian dan perikanan. Hal ini terkonfirmasi dari pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pertengahan Juli 2023 sebanyak 63% zona musim di Indonesia telah memasuki kemarau dan diprakirakan puncak el nino terjadi pada Oktober—November 2023. Selain itu, strategi jangka pendek yang perlu disiapkan saat ini adalah integrasi data neraca pangan daerah sebagai early warningsystem adanya supply shock komoditas pangan antardaerah. Neraca pangan yang terintegrasi akan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data untuk melakukan kerja sama antar daerah (KAD) dalam pemenuhan pasokan pangan dari daerah surplus ke wilayah defisit.

KEBIJAKAN NONFISKAL : INOVASI PENGUNGKIT INVESTASI

11 Sep 2023

Inovasi kebijakan untuk menarik investasi dilakukan oleh kementerian dan lembaga. Tantangan yang dihadapi dari berbagai terobosan kebijakan adalah di level implementasi, agar regulasi yang disusun tidak sekadar manis di atas kertas. Pemerintah belum lama ini mengumumkan postur rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2024. Dalam postur itu, pemerintah menyiapkan alokasi insentif fiskal yang tergambar dalam belanja perpajakan atau tax expenditure pada tahun depan mencapai Rp374,5 triliun. Industri manufaktur, transportasi, hingga pergudangan menjadi sektor dengan pendampingan fiskal prioritas. Beberapa jenis perpajakan yang dapat dinikmati antara lain Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), hingga bea masuk dan cukai. Pemberian insentif fiskal itu merupakan satu strategi mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2024 dengan sasaran 5,2%, lebih tinggi dibandingkan dengan outlook pada tahun ini yang hanya 5,1%. Selain insentif fiskal, sejumlah kementerian dan lembaga menyusun berbagai regulasi untuk menggenjot aktivitas ekonomi, terutama mendorong arus investasi.Di sektor properti misalnya, kalangan pengembang menilai hadirnya UU Cipta Kerja memberi kemudahan bagi investor asing untuk memiliki hunian dengan syarat yang lebih mudah. Aspek kebutuhan lahan juga diterobos oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kementerian yang dipimpin Hadi Tjahjanto itu memastikan kebutuhan lahan investasi bagi investor dengan pengendalian dan penertiban tanah. 

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah (Dirjen PHPT) Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana mengatakan bahwa kementerian sudah melakukan beberapa perubahan peraturan bidang pertanahan, salah satunya memberikan kemudahan kepemilikan rumah tinggal atau hunian untuk warga negara asing. Inovasi kebijakan meningkatkan investasi juga dilakukan oleh Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). Imigrasi lewat penerbitan golden visa dengan memberikan masa tinggal bagi warga negara asing tinggal lebih lama setelah melalui syarat melakukan kegiatan penanaman modal. Menurut Direktur Jenderal Imigasi Kemenkumham Silmy Karim, Indonesia merupakan negara yang menarik bagi investor karena memiliki pasar besar dari sisi jumlah penduduk. Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin menjelaskan dari kacamata pengembang, pemerintah sudah maksimal dalam memberikan kemudahan investasi melalui insentif, seperti perpajakan. Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menuturkan pemerintah mesti memberikan terobosan kebijakan seperti perizinan, jalur rantai pasok untuk investor industri, hingga infrastruktur, sebagai pengungkit investasi.

Awas soal Potensi Gejolak Beras

11 Sep 2023

Harga rata-rata bulanan gabah dan beras nasional menggapai rekor tertinggi baru dalam kurun 15 tahun terakhir. Indeks harga beras dunia pada Agustus 2023 juga menyentuh titik tertinggi dalam kurun yang sama. Selain faktor iklim, dinamika perdagangan di tingkat global dinilai berperan mendongkrak harga. Kini, negara-negara importir berebut sisa beras yang dapat dikapalkan melintasi negara. Harga beras di negara-negara pengekspor utama, termasuk Thailand dan Vietnam, menurut laporan Reuters, telah naik 20 % sejak India mengumumkan larangan ekspor beberapa jenis beras produksinya pada 20 Juli 2023. Kebijakan dari negara pengekspor beras terbesar dunia itu memperketat pasokan beras global.

Departemen Pertanian AS (USDA) pada Proyeksi Beras edisi Agustus 2023 memperkirakan, perdagangan beras global untuk tahun kaender 2023 dan 2024 turun secara tajam pada bulan lalu. Hal itu merupakan respons atas larangan ekspor beras non-basmati dan non-pratanak (parboiled) oleh India. Akibatnya, ada pembelian yang mendesak oleh beberapa importir dan peningkatan harga beras dengan cepat di Asia. Laporan itu menyebut harga perdagangan di Asia naik tajam sebulan terakhir. Tahun depan, ekspor beras global diperkirakan turun 3,4 juta ton menjadi 52,9 juta ton. Khusus ekspor beras dari India diperkirakan turun 4 juta ton menjadi 19 juta ton.

Sayangnya, produksi padi di dalam negeri tahun ini juga terganggu oleh situasi iklim. Kementan memperkirakan, kekeringan akibat fenomena El Nino bisa membuat Indonesia kehilangan produksi beras 380.000 ton hingga 1,2 juta ton tahun ini, bergantung tingkat keparahan paparannya. Kenaikan harga beras tentu bukan perkara sepele, terutama bagi warga menengah bawah yang sebagian besar penghasilannya harus dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Situasi itu menjadi ujian berat bagi pemerintah untuk memastikan stok mencukupi kebutuhan dan warga miskin tetap bisa mengakses pangan pokok dengan harga terjangkau. Terlebih pada periode akhir tahun hingga awal tahun yang biasanya merupakan siklus paceklik. (Yoga)


Transaksi Keuangan Digital Terus Naik

11 Sep 2023

Nilai transaksi uang elektronik tumbuh 10,5 persen per Juli 2023 menjadi Rp 39,21 triliun. Adapun nilai transaksi QRIS naik 84,5 persen menjadi Rp 18,01 triliun dengan 38,24 juta pengguna, yang 70 persennya didominasi UMKM. ”Bank Indonesia terus mendorong  akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama antarnegara,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Erwindo Kolopaking di Labuan Bajo, Sabtu (9/9/2023). (Yoga)

Tahun Politik Tak Signifikan Dorong Inflasi

11 Sep 2023

Tahun politik diperkirakan tak terlalu berpengaruh terhadap angka inflasi Indonesia. Namun, setiap jelang pemilu sejak beberapa periode terakhir, terjadi sejumlah fenomena yang tak menguntungkan Indonesia. Menurut Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro, inflasi diperkirakan tak akan terlalu terpengaruh pada tahun politik. Konsumsi masyarakat masih relatif stabil. ”Konsumsi rata-rata masih relatif terjaga stabil pada 5 % (Bagian) yang turun adalah investasi,” ujar Asmoro dalam dialog dengan wartawan yang diadakan Bank Indonesia di Labuan Bajo, NTT, Sabtu  (9/9). Ia menilai, pergerakan inflasi cenderung melambat karena dalam satu tahun sebelum pemilu, kondisi ekonomi cenderung terdampak peristiwa global yang tak menguntungkan Indonesia. Hal ini terjadi dalam Pemilu 2009 hingga jelang 2024. Saat Pemilu 2009, setahun sebelumnya dunia terdampak oleh krisis ekonomi global yang terjadi di AS. Saat itu, dampaknya mulaiterasa pada semester II-2008 hingga semester I-2009.

Kemudian, jelang Pemilu 2014,terjadi taper tantrum pada 2013 ketika bank sentral AS atau The Fed akan mengurangi kebijakan moneter ekspansif seiring meningkatnya perekonomian negara  itu. Pada Pemilu 2019, perekonomian global juga dinilai tak stabil, ditengarai perang dagang antara AS dan China. Akibatnya, harga komoditas saat itu turun. Disusul kemudian pandemi Covid-19 pada 2020 yang masih menyisakan imbas bagi perekonomian global, termasuk Indonesia. Negara ini memiliki pekerjaan rumah agar tingkat inflasi terkendali. ”Jadi, memang tantangannya, bagaimana membuat investasi tetap bisa tumbuh, tak turun dengan tajam seperti pola-pola yang kita temui pada pemilu-pemilu sebelumnya,” kata Asmoro. (Yoga)


Ketergantungan pada Impor Perlu Dikurangi

11 Sep 2023

Indonesia kian penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah ataupun BBM. Salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan bahan bakar nabati. Pasalnya, saat ini harga minyak mentah sudah menyentuh level 90 USD per barel atau yang tertinggi sejak November 2022. Kenaikan harga minyak mentah dunia itu menjadi alarm bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah dan BBM. Dari total konsumsi BBM nasional, sebanyak 60 % dipenuhi lewat impor dalam bentuk minyak mentah ataupun bahan bakar. Padahal, kebutuhan akan energi (BBM) di Indonesia terus meningkat.

”Tentu akan ada koreksi harga (BBM eceran) akibat hal tersebut. Sebagai antisipasi, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Program biofuel (bahan bakar nabati) seperti biodiesel dan bioetanol dapat mendukung haltersebut secara jangka panjang,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Daymas Arangga saat dihubungi di Jakarta, Minggu (10/9). Dalam mengoptimalkan pemanfaatan BBM, untuk gasoil, saat ini solar B35 atau pencampuran solar murni dengan biodiesel sebanyak 35 % sudah diterapkan di tingkat nasional. Sementara pencampuran gasolin (bensin) dengan bioetanol 5 % (E5) sudah diperkenalkan ke pelanggan, tetapi baru tersedia di 17 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta dan Surabaya, Jawa Timur. (Yoga)


Nestapa Petani Jateng Dililit Kekeringan

11 Sep 2023

Selama beberapa waktu terakhir, Widodo (52) harus mendatangi dua mata air dan satu sumur desa setiap hari. Hal itu dia lakukan untuk mencari air guna mengairi sawahnya yang berlokasi di Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jateng. ”Saya harus mencari air dari mana saja karena sawah saya sudah pecah-pecah dan kering. Padahal, padi di sawah itu akan panen minggu ini,” kata Widodo, Kamis (7/9). Luas area tanaman padi Widodo itu 1.000 meter persegi. Dari tiga sumber air di sekitar lahannya, ada satu mata air yang telah mengering selama sebulan terakhir. Sementara itu, masih ada satu mata air yang selalu mengalirkan air. Namun, pasokan air dari mata air tersebut tidak mencukupi.

Apalagi, Widodo juga harus berbagi dengan petani lain. dari sumur desa. Pasokan air dari sumur desa berkedalaman 12 meter juga tidak bisa diandalkan. Ketika sumur terlihat mengering, Widodo harus menunggu hingga ketinggian air naik. Dia mesti telaten menengok kondisi air di dalam sumur. Selain padi, Widodo juga masih merawat 250 tanaman pepaya yang ditanamnya sekitar sebulan lalu. Masalahnya, di sekitar lahan pepaya itu tidak ada sumber air yang bias diandalkan untuk pengairan. Sekretaris Desa Deyangan Ahmad Fauzi Farkhan mengatakan, total luas lahan pertanian di desa itu 200 hektar. Memasuki musim kemarau, aliran air irigasi sudah diatur bergiliran sehingga Desa Deyangan hanya mendapat pasokan air seminggu sekali, sehingga 40 % lahan terpaksa dibiarkan menganggur. (Yoga)


Sawah di Denpasar Hasilkan 2.717 Ton Gabah

11 Sep 2023

Di tengah ancaman kemarau dan dampak El Nino, sawah di Kota Denpasar, Bali, diperkirakan masih mampu menghasilkan 2.717,99 ton gabah pada musim panen September 2023. Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gusti Ayu Ari Puspayeni, Sabtu (9/9/2023), mengatakan, jenis padi yang umum dibudidayakan petani di Kota Denpasar adalah padi Ciherang, Pandan Wangi, dan Inpari 32. (Yoga)