Penangkapan Karbon Jadi Daya Tarik Investasi
Teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS dinilai akan dibutuhkan ke depan, bahkan menjadi bagian dari daya tarik investasi. Apalagi, Indonesia memiliki potensi penyimpanan hingga 400 gigaton CO2. Pemerintah kini tengah menyusun Perpres yang akan mengatur tentang CCS. Carbon capture and storage (CCS) ialah teknologi penangkapan dan penyimpanan emisi karbon sehingga tidak terlepas ke atmosfer. CO2 dari industri minyak dan gas bumi atau lainnya ditangkap untuk diinjeksikan ke dalam reservoir atau saline aquifer (reservoir air bersalinitas tinggi) sehingga CO2 akan larut ataupun tersimpan secara permanen. Adapun dalam carbon capture, utilization, and storage (CCUS), karbon yang ditangkap dimanfaatkan salah satunya untuk peningkatan produksi migas.
Saat ini ada 15 studiterkait CCS/CCUS di Indonesia. Sementara yang sudah mulai berjalan dan terdepan ialah CCUS Tangguh di Papua Barat, oleh perusahaan migas global bp, yang ditargetkan diimplementasikan pada 2027. Direktur Eksekutif Indonesia CCS Center Belladonna Troxylon Maulianda, di sela-sela International & Indonesia CCS Forum 2023 di Jakarta, Senin (11/9) mengatakan, sejumlah perusahaan yang hendak berinvestasi di Indonesia tak lagi sebatas membicarakan profit. Lebih jauh, terkait apakah CCS dapat diterapkan atau tidak. ”Sebab, mereka tidak mau menambah lagi emisi dalam portofolio mereka. Sudah ada di tahap: bisa atau tidak CCS dilakukan di Indonesia? Kalau tidak, mereka enggak mau investasi,” kata Belladonna. (Yoga)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023