Ekonomi
( 40512 )GAIRAH BURSA MEREKAH
Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menarik minat sejumlah perusahaan melantai di pasar modal. Dalam bulan ini, dapat dipastikan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) memecahkan rekor yang sudah tersemat selama lebih dari 3 dekade. Berdasarkan data BEI, sudah ada 65 emiten baru sepanjang tahun berjalan dengan total dana IPO mencapai Rp49,3 triliun. Adapun, rekor jumlah IPO terbanyak tercatat pada 1990 dengan 66 emiten yang melantai sepanjang tahun. Artinya, hanya butuh 2 emiten tambahan guna memecahkan rekor yang selama 33 tahun terakhir ini tak tersentuh. Menariknya, saat ini sudah ada dua perusahaan yang dalam proses bookbuilding yakni PT Kokoh Exa Nusantara Tbk. (KOCI) dan PT Lovina Beach Brewery Tbk. (STRK) sehingga jumlah IPO tahun ini segera pecah rekor pada bulan ini. BEI bahkan menyebut ada 25 saham yang sudah ada dalam antrean (pipeline) IPO, termasuk 2 emiten yang tengah bookbuilding. Apabila seluruhnya terealisasi, total emiten baru pada tahun ini bisa mencapai 90 emiten. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan di tengah tingginya tingkat suku bunga akibat inflasi, IPO merupakan salah satu alternatif pendanaan yang sering digunakan karena tingginya suku bunga pinjaman. Pasar IPO pun bakal semakin semarak seiring dengan kenaikan biaya dana (cost of fund) yang semakin tinggi. Hal ini tentu memberikan pilihan investasi yang semakin beragam bagi para investor di pasar modal. Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Djustini Septiana mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas emiten dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, meningkatkan fungsi enforcement, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik. “Perlu dipahami bahwa pada saat akan IPO, OJK memastikan agar informasi yang akan disampaikan ke publik dalam rangka IPO sudah cukup informatif bagi investor sebelum berinvestasi,” ujarnya, kemarin. Investment Analyst Infovesta Capital Advisory Fajar Dwi Alfian menyarankan kepada investor baru untuk memperhatikan rencana penggunaan dana IPO apakah alokasinya untuk kebutuhan belanja modal atau membayar utang. Selain itu, perhatikan juga prospek emiten apakah akan diuntungkan dengan kondisi ekonomi saat ini atau tidak.
PENYELENGGARA BURSA KARBON : BEI AJUKAN IZIN RESMI, ICX BERSIAP
Rencana peluncuran bursa karbon pada September 2023 tampaknya kian dekat terealisasi. Pasalnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengajukan permohonan resmi sebagai calon penyelenggara bursa karbon, sedangkan Indonesia Climate Exchange (ICX) terus bersiap menjadi calon lainnya. BEI secara resmi telah mengajukan permohonan sebagai penyelenggara perdagangan bursa karbon tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis (7/9). Hal itu disampaikan Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik. BEI, jelasnya, telah menyampaikan seluruh persyaratan yang ditetapkan dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) No.12/2023 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Karbon melalui Bursa Karbon. SEOJK tersebut diterbitkan sebagai aturan turunan dari Peraturan OJK (POJK) No. 14/2023 tentang Bursa Karbon yang telah diterbitkan sebelumnya. Kendati begitu, BEI tidak menjadi calon tunggal penyelenggara perdagangan bursa karbon. Pasalnya, ICX menyatakan akan segera mendaftar menjadi penyelenggara bursa karbon ke OJK. Sebagai informasi, ICX merupakan anak usaha Grup Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). ICDX sendiri menjadi salah satu penyelenggara bursa berjangka atau komoditas di Indonesia. CEO ICX Megain Widjaja mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan berbagai persyaratan untuk menjadi penyelenggara bursa karbon, sebagaimana tertuang dalam SEOJK No. 12/2023. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan, pihaknya akan melakukan seleksi untuk menentukan siapa yang menjadi penyelenggara bursa karbon. Kendati begitu, otoritas juga masih akan mengkaji kemungkinan adanya multi-penyelenggara dalam perdagangan karbon di Indonesia. Sementara itu, SEOJK No. 12/2023 yang dirilis Kamis (7/9), secara lebih terperinci mengatur pedoman terkait penyelenggara bursa karbon, termasuk operasional kegiatan usahanya. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Aman Santosa mengatakan, SEOJK 12/2023 diterbitkan untuk menindaklanjuti ketentuan tata cara penyelenggaraan perdagangan karbon di bursa karbon, termasuk operasional dan pengendalian internal penyelenggara bursa karbon.
PERSAINGAN BANK DIGITAL : Bank Jago Buka Lebar Ruang Kolaborasi
Penguatan kolaborasi menjadi salah satu strategi kunci yang dijalankan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) untuk mengakselerasi bisnis, sekaligus mengantisipasi persaingan di kalangan bank digital yang diramal bakal makin ketat tahun ini. Pionir bank digital di Indonesia itu pun bakal mengoptimalkan berbagai peluang kemitraan strategis dengan korporasi lain. Salah satunya adalah kolaborasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), termasuk GoTo Finansial. Apalagi, GOTO melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa juga tercatat sebagai pemegang saham Bank Jago dengan porsi 21,4%. Sejumlah fitur anyar tengah dirancang untuk oleh kedua korporasi itu guna memaksimalkan ekosistem GOTO yang terus berkembang. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan pertumbuhan perseroan dalam 3 tahun terakhir cukup bagus, baik dari dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit. Begitu pula dengan pertumbuhan jumlah nasabah yang terakselerasi, imbas dari kemitraan strategis dengan GOTO. Capaian positif juga terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah yang hingga tengah tahun ini telah mencapai 8,3 juta nasabah. Menurut Arief, ekosistem GOTO berkontribusi sekitar 35% dari jumlah nasabah tersebut. Menurutnya, perbankan digital akan terus tumbuh. Apalagi, bank-bank konvensional terus mendigitalisasi layanannya. Kendati demikian, dia optimistis Bank Jago mampu kompetitif dengan menyasar segmen khusus, salah satunya nasabah muda. Gayung bersambut, Direktur sekaligus Presiden Financial Technology GOTO Hans Patuwo mengatakan kerja sama dengan Bank Jago bersifat saling melengkapi. Peluang kolaborasi antara Gopay dan Bank Jago juga terbuka luas. Setali tiga uang, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan kolaborasi akan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan di industri bank digital.
INTERKONEKSI KELISTRIKAN : Indonesia Bersiap Pasok Listrik ke Singapura
Indonesia dan Singapura memperkuat kemitraan dalam perdagangan energi rendah karbon dan interkoneksi listrik lintas batas. Hal itu diwujudkan kedua negara melalui penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, MoU itu membahas kerja sama perdagangan listrik dan energi rendah karbon (low carbon energy). Menurut Dadan, melalui MoU dalam koridor government-to-government (G2G) tersebut, Singapura nantinya akan menyampaikan kebutuhan listrik dan sumber energi yang diinginkan. Indonesia akan memasok energi listrik ke Singapura sesuai permintaan tersebut. Dadan menambahkan, nota kesepahaman terkait perdagangan energi tersebut melengkapi MoU sebelumnya yang telah diteken antara Kementerian ESDM RI dengan Ministry of Trade and Industry (MTI) Singapura. Nota kesepahaman yang ditandatangani pada 21 Januari 2022 itu memuat kerja sama dalam pengembangan teknologi energi rendah karbon. Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu mengatakan implementasi dari nota kesepahaman tersebut akan lebih lanjut dikonsolidasikan dengan PT PLN (Persero) sambil menunggu kepastian permintaan dari Singapura.
32 Perusahaan Terindikasi Mencemari Lingkungan
Satgas Pengendalian Pencemaran Udara mengidentifikasi berbagai sumber pencemar udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Tangsel, dan Bekasi. Sampai saat ini, 32 perusahaan diawasi karena terindikasi kuat melakukan pelanggaran di bidang lingkungan dan menjadi penyebab pencemaran udara. Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani mengemukakan, pihaknya mengawasi 32 perusahaan atau industri di Jabodetabek. Meski perusahaan berada di daerah, pengawasan dapat dilakukan pemerintah pusat karena ada indikasi pelanggaran serius bidang lingkungan hidup.
”Sebanyak 32 perusahaan yang diawasi bergerak di bidang stockpile batubara, mengoperasikan boiler, manufaktur, semen, logam, dan sebagainya,” ujar Rasio yang juga Ketua Satgas Pengendalian Pencemaran Udara di Media Center KLHK, Jakarta, Jumat (8/9). Dari 32 perusahaan itu, 9 perusahaan tengah melalui proses sanksi administrasi, 8 perusahaan telah diberi sanksi administrasi, 2 perusahaan dalam pengumpulan bahan dan keterangan, serta 13 perusahaan dalam pengawasan. Dari 32 perusahaan ini, 13 perusahaan disegel dan dipasangi plang penghentian kegiatan usaha. (Yoga)
Manuver China, Saham Teknologi AS Rontok
Saham Apple, Qualcomm, TSMC, dan ASML terus terpangkas dalam beberapa waktu terakhir. Kabar larangan penggunaan ponsel Apple kepada seluruh pegawai pemerintah dan badan usaha milik negara China menjatuhkan nilai pasar Apple. Sementara penjualan ponsel terbaru Huawei memangkas saham perusahaan teknologi lainnya. Pada penutupan perdagangan Kamis (7/9) sore waktu New York, AS, atau Jumat pagi WIB, akumulasi penurunan saham Apple menyentuh 7 %, sehingga nilai pasar Apple berkurang 200 miliar USD.
Penurunan menyusul kabar China akan melarang penggunaan Apple pada seluruh pegawai pemerintah dan BUMN. Dalam laporan The Wall Street Journal dan Bloomberg disebutkan, Beijing melarang ponsel dan aneka produk Apple dibawa ke kantor atau dijadikan alat kerja. Larangan berlaku bagi pegawai pemerintah, BUMN, dan lembaga lain yang didanai APBN. Bersama Taiwan dan Hong Kong, China menyumbang 400 miliar USD pendapatan Apple. Pada triwulan II-2023, China menyumbangkan 15,7 miliar USD ke kantong Apple. Analis pada Bernstein Research, Toni Sacconaghi, mengatakan, larangan itu sebenarnya hanya akan memangkas 5 % penjualan Apple. Masalahnya, ada kekhawatiran larangan itu tidak berhenti di pegawai pemerintah dan BUMN. Bisa jadi, larangan itu akan mendorong warga China memprioritaskan penggunaan ponsel dalam negeri. (Yoga)
Kenaikan Harga Beras Operasi Pasar Picu Inflasi
Pemerintah meningkatkan harga beras operasi pasar dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan atau SPHP. Kenaikan harga beras tersebut berpotensi memicu inflasi. Berdasarkan pengamatan Badan Pangan Nasional (NFA) dan Perum Bulog di salah satu gerai ritel modern di Jakarta, pada akhir Agustus 2023, harga beras SPHP yang tertera Rp 47.250 per kemasan seberat 5 kg. Angka tersebut setara dengan Rp 9.450 per kg.
Pada Jumat (8/9) dalam peninjauan NFA dan Bulog,harga yang tertera di ritel modern naik menjadi Rp 54.500 untuk produk yang sama atau setara dengan Rp 10.900 per kg. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengonfirmasi kenaikan harga beras SPHP kemasan 5 kg sebagai bentuk penyesuaian peningkatan yang diatur lewat Peraturan NFA No 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras. Aturan itu diundangkan pada 24 Maret 2023. (Yoga)
Kontribusi Konsumsi Milenial Signifikan
Konsumsi oleh kelompok generasi milenial atau yang saat ini berusia sekitar 40 tahun berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Generasi milenial yang mendominasi kelompok usia penduduk juga semakin makmur. Optimalisasi hilirisasi di sektor pertanian dan perkebunan penting untuk memenuhi permintaan dari tingginya tingkat konsumsi tersebut. Hal itu disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo pada konferensi pers dalam rangka menuju Sidang Pleno Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXIII dan Seminar Nasional 2023, di Jakarta, Jumat (8/9). Salah satu acara dalam rangkaian kegiatan yang akan berlangsung di Bengkulu pada 15 September 2023 itu adalah pemaparan hasil survei terkait indeks indikator ekonomi dari sejumlah daerah.
Menurut Perry, survei dari sejumlah daerah menggambarkan stabilitas dan peningkatan ekonomi nasional. Selain dipengaruhi kinerja ekspor karena kenaikan harga sejumlah komoditas, perekonomian di daerah turut ditopang tingkat konsumsi rumah tangga, khususnya oleh para generasi milenial. ”Rupanya di sejumlah daerah, konsumsi rumah tangga, khususnya para milenial, untuk sektor jasa meningkat. Hampir 70 % penduduk kita, kan, milenial dan milenial semakin kaya sehingga ini menjadi daya dukung konsumsi,” ujar Perry. (Yoga)
Indonesia Siap Ekspor Listrik ke Singapura
Rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura setahap lebih maju setelah nota kesepahaman antar kedua negara ditandatangani. Dari target impor listrik rendah karbon Singapura sebanyak 4 gigawatt pada 2035, separuhnya atau 2 gigawatt akan berasal dari Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Menteri ESDM Arifin Tasrif dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura Tan See Leng di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/9). MoU itu meliputi kerja sama energi rendah karbon dan interkoneksi listrik Indonesia-Singapura.
Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, kerja sama tersebut sebagai kelanjutan dari pertemuan menteri-menteri energi ASEAN di Bali pada Agustus 2023. Juga kelanjutan dari MoU antar pemerintah kedua negara yang dilakukan pada 2022 serta awal 2023. MoU menyepakati adanya pertukaran informasi tentang kebijakan, persetujuan peraturan, serta kerangka kerja dalam mewujudkan perdagangan listrik lintas batas. ”Singapura akan menyampaikan ke kami, seperti kebutuhan listriknya berapa, kapasitas berapa, dan kualitasnya seperti apa. Kami juga akan sampaikan kemampuan dan potensi yang ada,” ujarnya. (Yoga)
Ekonomi Syariah Perlu Ditingkatkan
Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (8/9/2023), di Padang, Sumatera Barat, mengatakan, ekonomi dan keuangan syariah tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Untuk mendukung kinerja positif ini, literasi ekonomi dan keuangan syariah perlu ditingkatkan. ”Pasar ekonomi dan keuangan syariah Indonesia per Juni 2023 baru 10,9 persen dari total perekonomian Indonesia,” katanya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









