;

Instrumen Investasi Baru Penyerap Likuiditas

Ekonomi Hairul Rizal 13 Sep 2023 Kontan (H)
Instrumen Investasi Baru Penyerap Likuiditas

Pekan ini, Bank Indonesia bakal meluncurkan instrumen operasi moneter baru bernama Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Ini instrumen dengan aset dasar surat berharga negara (SBN) milik BI dalam mata uang rupiah, sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek. Menurut BI, instrumen ini jadi salah satu strategi untuk menggenjot aliran modal asing masuk ke pasar keuangan Indonesia serta untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional di tengah belum stabilnya perekonomian global. Tapi, instrumen ini juga bisa jadi sarana investasi, lo. BI akan melelang SRBI pertama kali pada Jumat (15/9). Menurut kalender operasi moneter BI, selanjutnya BI akan kembali melelang instrumen ini pada Rabu (20/9). Dalam lelang perdana nanti, BI akan melepas SRBI dengan jangka waktu 6 bulan, 9 bulan serta 12 bulan. Setelah lelang perdana, BI akan terus melakukan lelang setiap dua kali dalam sepekan, yakni pada hari Rabu dan Jumat. "Lelang dibuka pukul 13.30 dan berlangsung 30 menit,” papar Edi Susianto, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI kepada KONTAN, kemarin. Jadwal dan hasil lelang akan diumumkan melalui situs BI. Besaran imbal hasil juga akan menyesuaikan tenor. Catatan saja, hasil lelang RR SBN pada Selasa kemarin untuk tenor 7 hari dengan jatuh tempo 19 September 2023, memberikan imbal hasil sebesar 5,75%. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Erwindo Kolopaking menimpali, SRBI diharapkan bisa menarik modal asing masuk pasar keuangan Indonesia. Sejumlah bank menyambut antusias atas peluncuran SRBI ini. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja bilang, pihaknya tertarik menyerap SBRI. "Kami akan serap kalau ada kelebihan likuiditas," ujar dia.

Download Aplikasi Labirin :