;

Otot Rupiah Melemah Menjelang Pemilu

Ekonomi Hairul Rizal 12 Sep 2023 Kontan (H)
Otot Rupiah Melemah Menjelang Pemilu

Otot rupiah mengendor menjelang pesta demokrasi Indonesia. Dalam sebulan rupiah melemah 0,72% dari Rp 15.219 per dollar Amerika Serikat menjadi Rp 15.330 per USD. Jika dihitung selama setahun, rupiah turun 3,28% dari Rp 14.842 per dollar AS. Namun kurs sekarang lebih baik dibanding posisi rupiah di awal tahun ini, yaitu Rp 15.573. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana menilai, rupiah akan cenderung lebih stabil menjelang pemilihan umum (Pemilu). Rupiah akan lebih bergejolak seusai pemilu. Pergerakan itu mencerminkan harapan pasar terhadap pemerintahan baru dan kabinet. Ambil contoh pada Pemilu April 2019. Menjelang bulan pencoblosan, rupiah melemah terbatas ke kisaran Rp 14.229 hingga Rp 14.257. Pada bulan berikutnya, rupiah melemah cukup tajam hingga menjadi Rp 14.525 per dollar AS. Setelah itu, rupiah melandai hingga menutup tahun 2019 di level Rp 13.866.   Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengamati nilai tukar rupiah cenderung melemah di sela Pemilu legislatif dan Presiden dalam empat gelaran terakhir. Kecuali pada pemilu 2009, di mana rupiah justru mencatatkan tren penguatan. Josua menilai pelemahan rupiah pada periode itu dipengaruhi dinamika politik hingga ketidakpastian di pasar keuangan domestik yang meningkat. "Antara lain terkait penentuan calon presiden dan calon wakil presiden. Utamanya pada 2004 dan 2014," jelasnya, Senin (11/9). Rupiah bersama mata uang Asia lain berpotensi menguat terhadap dollar AS, terutama ketika Fed sudah memberikan sinyal mempertahankan suku bunga. Selain itu implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor (DHE) juga diperkirakan akan membuat rupiah cenderung lebih stabil ke depan. Direktur PT Laba Foreindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi menambahkan, meski Fed masih akan menaikkan suku bunga acuan di kuartal keempat 2023, stabilitas nilai tukar rupiah diperkirakan tetap terjaga sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian Indonesia dan inflasi yang rendah. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Budi Frensidy cukup yakin rupiah bisa menuju Rp 15.000 di akhir tahun, didorong efek kebijakan DHE dan lancarnya pemilu pada Februari mendatang.

Download Aplikasi Labirin :