PERSAINGAN BANK DIGITAL : Bank Jago Buka Lebar Ruang Kolaborasi
Penguatan kolaborasi menjadi salah satu strategi kunci yang dijalankan PT Bank Jago Tbk. (ARTO) untuk mengakselerasi bisnis, sekaligus mengantisipasi persaingan di kalangan bank digital yang diramal bakal makin ketat tahun ini. Pionir bank digital di Indonesia itu pun bakal mengoptimalkan berbagai peluang kemitraan strategis dengan korporasi lain. Salah satunya adalah kolaborasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), termasuk GoTo Finansial. Apalagi, GOTO melalui PT Dompet Karya Anak Bangsa juga tercatat sebagai pemegang saham Bank Jago dengan porsi 21,4%. Sejumlah fitur anyar tengah dirancang untuk oleh kedua korporasi itu guna memaksimalkan ekosistem GOTO yang terus berkembang. Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan pertumbuhan perseroan dalam 3 tahun terakhir cukup bagus, baik dari dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit. Begitu pula dengan pertumbuhan jumlah nasabah yang terakselerasi, imbas dari kemitraan strategis dengan GOTO. Capaian positif juga terlihat dari pertumbuhan jumlah nasabah yang hingga tengah tahun ini telah mencapai 8,3 juta nasabah. Menurut Arief, ekosistem GOTO berkontribusi sekitar 35% dari jumlah nasabah tersebut. Menurutnya, perbankan digital akan terus tumbuh. Apalagi, bank-bank konvensional terus mendigitalisasi layanannya. Kendati demikian, dia optimistis Bank Jago mampu kompetitif dengan menyasar segmen khusus, salah satunya nasabah muda. Gayung bersambut, Direktur sekaligus Presiden Financial Technology GOTO Hans Patuwo mengatakan kerja sama dengan Bank Jago bersifat saling melengkapi. Peluang kolaborasi antara Gopay dan Bank Jago juga terbuka luas. Setali tiga uang, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah Redjalam mengatakan kolaborasi akan menjadi kunci dalam menghadapi persaingan di industri bank digital.
Postingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023