Teknologi
( 1193 )Zuckerberg: Meta Akan Uji Coba Jualan Produk di Metaverse
CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan, perusahaannya sedang menguji coba perangkat baru yang akan membantu para kreator menjual aset dan pengalaman virtual dalam dunia-dunia yang mereka bangun di Horizon. "Kemampuan untuk menjual barang-barang virtual dan mengakses berbagai hal di dalam dunia itu adalah bagian baru dari persamaan dagang virtual secara keseluruhan. Kami mulai menguji coba bersama segelintir kreator dan akan melihat bagaimana hasilnya tapi saya bayangkan bagaimana akhirnya nanti akan lebih banyak implementasi," tutur Zuckerberg, dalam video yang akan dimuat pada Senin (11/4) malam waktu setempat, seperti dilansir CNBC. Horizon Worlds yang dulunya bernama Facebook Horizon ,adalah sebuah realitas virtual gratis. Sebuah video game daring yang membuat orang-orang dapat membangun serta menjelajahi dunia virtual. (Yetede)
Pusat Data AWS Bisa Serap 24.700 Pekerja
Penyedia layanan komputasi awan Amazon Web Services (AWS) mengklaim pengoperasian fasilitas pusat data AWS Asia Pasifik yang di Jakarta akan menciptakan 24.700 lapangan pekerjaan. Country Manager AWS Indonesia Gunawan Susanto, Kamis (7/4), menyatakan, AWS mengembangkan program pelatihan keterampilan bidang teknologi komputasi awan bekerja sama dengan lembaga pelatihan keterampilan Orbit Future Academy. (Yoga)
Foto Dibajak Untuk Menipu Hingga Tiba-tiba Ditagih Membayar Utang
Faiz (32)tersentak saat kawannya menghubungi dan menanyakan kabar orang tuanya, kawannya memberitahu ia memperoleh pesan dari nomor Whatsapp dengan foto profil Faiz tu berisi permintaan bantuan uang Rp 2 juta untuk pengobatan orangtua. Padahal, Faiz tidak pernah meminta bantuan itu. Modus kejahatan seperti ini disebut impersonisasi atau membuat akun palsu atas nama korban. Belakangan, modus ini kerap ditemukan. Faiz berharap pemerintah dan DPR selaku pembentuk UU dapat segera menghadirkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) untuk melindungi identitas dirinya.
Pencurian data lebih serius dialami Rachman (37). Mulai dari nama hingga NIK miliknya dipakai pihak lain untuk bertransaksi di Traveloka Paylater.Hal itu terungkap saat ia ditolak pihak bank untuk memperoleh layanan kartu kredit. Sebab, di aplikasi Traveloka Paylater itu terdapat identitas dirinya tercatat masih menunggak utang Rp 8 juta. Berangkat dari pengalamannya itu, kini Rachman membantu banyak orang yang mengalami kejahatan serupa, yang sama-sama data pribadinya dipergunakan pihak lain untuk memperoleh pinjaman uang atau kredit barang dan akomodasi. Rachman mengungkapkan, yang perlu dilakukan adalah meminta laporan transaksi ke Sistem Layanan Informasi Keuangan OJK (SLIK OJK) atau biasa disebut BI Checking. Laporan dari SLIK OJK tersebut bisa dipergunakan untuk membuktikan bahwa ia tak pernah melakukan transaksi sehingga menimbulkan utang hingga Rp 8 juta kepada pengelola Traveloka Paylater. Berkat laporan itu, Rachman memperoleh pemberiahuan bahwa ia bebas tunggakan. Cara itu kemudian Rachman tularkan kepada sejumlah orang yang mengalami kemalangan serupa dengannya.
Pada masa awal pembahasannya, di 2020,RUU PDP menuai harapan besar dari masyarakat. Apalagi, Indonesia sudah ketinggalan jauh dari negara lain. ”Kita sebenarnya ketinggalan jauh karena dorongan untuk merumuskan UU PDP ini sudah ada sejak 20 tahun lalu,” kata pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi K Sutedja. Namun, pembahasan RUU ini kini menghadapi kendala karena belum ada titik temu antara pemerintah dan DPR mengenai kelembagaan otoritas pengawas data pribadi. DPR menginginkan agar lembaga itu ada di bawah presiden, sedangkan pemerintah menginginkan agar lembaga ada di bawah Kemenkominfo. (Yoga)
Mitratel-Telkomsel Akses Kerja Sama Fiber Optik
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, atau Mitratel (MTEL) menandatangani kerja sama profesi desain, implementasi, sampai dengan operasional dan pemeliharaan jaringan fiber optik bersama dengan PT Telkom Akses. Bedanya, Mitratel selama ini lebih banyak berbisnis di menara telekomunikasi (tower provider). Sedangkan Telkom Akses merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan fiber optik. "Tentunya, penandatanganan kerja sama ini semakin memantapkan langkah Mitratel dalam mengembangkan portfolio fiberisasi yang merupakan bagian dari kesiapan Mitratel sebagai penyedia infrastruktur digital unggulan untuk mendorong tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia." ujar Theodorus Hartoko, dalam pernyataannya, dikutip Senin (4/42022). (Yetede)
Platform Digital Global Di Bisnis Telekomunikasi
Akhir Januari 2022, Google mengumumkan akan berinvestasi 1 miliar USD di Bharti Airtel, operator seluler terbesar kedua di India. Google akan memiliki kepemilikan 1,28 % di perusahaan telekomunikasi milik miliarder Sunil Mittal itu. Mengutip Aljazeera.com, langkah itu merupakan bagian dari Google for India Digitisation Fund yang diluncurkan tahun 2020. CEO Alphabet Inc Sundar Pichai mengatakan, kedua perusahaan juga berencana bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk standar 5G dan lainnya. Google sebelumnya memegang 7,7 % saham di Jio, perusahaan telekomunikasi milik Mukesh Ambani. Google dan Jio berkolaborasi pada pengembangan ponsel murah berkemampuan 4G yang diluncurkan November tahun lalu. Kiran Karanukaran, Partner Telecommunications Practice di Bain & Company, menyebutkan, perusahaan raksasa teknologi lainnya, seperti Meta, Microsoft, dan beberapa perusahaan ekuitas swasta, juga berinvestasi di Jio. Dia menilai investasi yang dilakukan perusahaan raksasa teknologi itu di perusahaan telekomunikasi bertujuan untuk memudahkan mereka memonetisasi bisnis.
Meta (yang dulu bernama Facebook) akhir Februari 2022, mengklaim telah berinvestasi dalam beberapa system komunikasi kabel laut (SKKL) di Asia Pasifik, melakukan diversifikasi rute, dan menghubungkan lebih banyak komunitas masyarakat. Dua SKKL telah beroperasi, yakni Asia-Pacific Gateway dan Jupiter. Meta juga telah mengumumkan investasi 8 SKKL baru yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2022-2025. Dua SKKL di antaranya, yakni Echo dan Bitfrost, melewati Selat Luzon dan menjadi SKKL pertama yang menghubungkan Jakarta, Indonesia, secara langsung ke AS. Di Indonesia, secara khusus, Meta telah bekerja sama dengan PT Alita Praya Mitra untuk memperluas pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi kabel optik di 56 kabupaten/kota di delapan provinsi pada 2021. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, fenomena perusahaan raksasa teknologi memiliki saham di perusahaan telekomunikasi di India dan membangun SKKL di Asia Pasifik menandakan infrastruktur telekomunikasi masih menjadi kebutuhan utama. Fenomena itu juga berarti potensi bisnis teknologi masa depan ada di Asia. (Yoga)
XL Axiata Naikkan Dua Kali Lipat Kapasitas Jaringan
PT Axiata Tbk telah memperkuat dan meningkatkan kapasitas jaringan telekomunikasinya dua kali lipat guna menyambut momen Ramadhan dan Idul Fitri 2022. Perseroan memperkirakan lonjakan trafik telekomunikasinya mencapai 10-15% pada dua momen tersebut dibandingkan hari biasa. Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, dengan adanya pelonggaran dimana pemerintah akan mengizinkan mudik lebaran, mobilitas masyarakat kemungkinan besar meningkat sangat signifikan dibandingkan tahun lalu ketika masih dibatasi secara ketat. "Penguatan jaringan menjadi kebutuhan yang harus kami lakukan, baik dipemukiman maupun area tujuan mudik. Secara umum, kami telah menyiapkan kapasitas jaringan yang lebih besar, hingga dua kali lipat dibandingkan hari normal," ujar Darmayusa, Senin (28/3)
Eropa Atur Google dan Kawan-Kawan
Parlemen Uni Eropa mengesahkan UU Pasar Digital yang akan mencegah monopoli raksasa teknologi terus berlanjut. Aturan ini akan menentukan kecepatan investigasi antimonopoli, pengaturan ketat soal perlindungan dan privasi data pengguna teknologi, serta aturan-aturan lain yang tengah digodok, termasuk soal kecerdasan buatan. Aturan ini disahkan Kamis (24/3) malam atau Jumat (25/3) WIB. Parlemen Uni Eropa (UE) juga akan memberlakukan aturan digital baru lainnya, yaitu UU Layanan Digital, pada Oktober mendatang, untuk menandai hingga menghapus konten dan layanan berbahaya, seperti ujaran kebencian. ”Apa yang kami putuskan kemarin akan memulai era baru regulasi teknologi,” kata Ketua Parlemen UE Andreas Schwab.
Beberapa substansi UU Pasar Digital tersebut mencakup soal pemanfaatan data pribadi pengguna dan kemungkinan pengguna aplikasi melakukan pembayaran menggunakan teknologi yang dikembangkan pihak ketiga. Dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi pengguna, misalnya, mesin pencari Google, Facebook, dan Instagram akan dipaksa mengungkapkan lebih banyak soal data ini kepada para pengiklan dan penerbit, terutama tentang cara kerja iklan serta efektivitas iklan sebenarnya. Situasi ini akan mengurangi monopoli iklan yang dilakukan Google dan Facebook, terutama karena para pelanggan mereka dan perusahaan lain akan mencari cara baru agar pesan itu tersampaikan.
Data pribadi pengguna juga tidak dapat digabungkan untuk iklan bertarget kecuali ”persetujuan eksplisit” diberikan oleh pengguna. Aturan baru ini mencegah Google melakukan penelusuran kebiasaan pengguna platform, mulai dari Youtube, Google Maps (riwayat perjalanan), hingga lalu lintas surat elektronik Gmail, juga mengunci monopoli perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan teknologi. Modusnya dengan membalutnya dengan slogan ”inkubator” atau teknologi rintisan. Otoritas menilai, akuisisi atau pembelian berbalut ”sosial” ini sebagai upaya para raksasa teknologi menggembosi atau mematikan calon pesaing potensial mereka sebelum menjadi ancaman. Aturan baru ini mewajibkan semua akuisisi, tidak hanya perusahaan, tetapi juga teknologi rintisan untuk dilaporkan kepada Komisi Eropa. (Yoga)
Konsumen Keluhkan Keandalan Jaringan Internet
Berdasarkan pengaduan yang diterima YLKI, keluhan terkait telekomunikasi yang menyangkut layanan internet termasuk 5 besar pengaduan terbanyak. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam webinar ”Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi?”, Kamis (17/3) menyampaikan, 53,4 % keluhan menyangkut keandalan infrastruktur jaringan, yaitu kecepatan lambat dan modem bermasalah.
Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Syachrial Syarif mengakui masih banyak blank spot atau area yang tak tersentuh sinyal komunikasi. Tantangan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi secara luas adalah adanya perda yang mengenakan sewa lahan mahal. Padahal, lahan itu tidak mendapatkan perlindungan. Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail berkata, pemerintah khawatir hanya 1 operator telekomunikasi penyedia layanan internet di daerah perdesaan karena mahalnya ongkos operasional dominan yang dimiliki operator berupa penggelaran dan perawatan infrastruktur jaringan. (Yoga)
Utak-Atik Frekuensi Kebut 5G
Operator telekomunikasi dan pemerintah tengah mengebut pemerataan jaringan telekomunikasi generasi kelima alias 5G di Indonesia. Langkah itu bukan tanpa sebab. Sejak peluncuran komersial 5G pada tahun lalu, baru ada 13 kota terkoneksi layanan telekomunikasi yang lebih cepat dan andal ketimbang teknologi 4G itu. Apalagi, kini pemerintah punya agenda penting yakni pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Keberadaan infrastruktur teknologi termasuk 5G pun sangat dibutuhkan untuk menunjang proyek itu.
Keberadaan jaringan 5G di IKN Nusantara juga amat dibutuhkan karena pemerintah mengarahkan Ibu Kota Negara baru menjadi kota pintar. Salah satu yang akan dikembangkan adalah transportasi modern berbasis kendaraan tanpa awak atau autonomous yang membutuhkan dukungan teknologi dan jaringan yang mumpuni seperti 5G. Hal itu diamini Koordinator Standar Telekomunikasi Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indra Utama. Menurutnya, Kemenkominfo mematangkan rencana lelang pita frekuensi 700 MHz untuk layanan internet bergerak. Saat ini, frekuensi tersebut masih digunakan siaran analog hingga 2 November 2022. Setelah tenggat itu, siaran televisi harus sudah beralih ke digital. Alhasil dari peralihan dari siaran analog ke digital, terdapat digital dividend sebesar 112 MHz yang bisa digunakan dalam penggelaran 5G.
Perindustrian, Habis Wabah, Terbit Perang
Dunia semakin diwarnai ketidakpastian. Baru menavigasi ketidakpastian pandemi, disrupsi lain muncul, yaitu ketegangan geopolitik akibat invasi Rusia ke Ukraina. Dunia industri harus menghadapi ujian baru di tengah rantai pasok yang semakin rentan. Dalam 2 minggu, risiko terbesar rantai pasok global bergeser dari dampak wabah Covid-19 menjadi perang Rusia-Ukraina, yang berimbas melonjaknya harga sejumlah komoditas, yang ikut meningkatkan harga bahan baku dan biaya produksi di beberapa sektor andalan, seperti makanan dan minuman (mamin), tekstil, besi, dan baja. Di sektor mamin, dampak langsung dirasakan karena Ukraina merupakan eksportir gandum terbesar kedua diunia setelah Australia. Pada 2021, impor gandum dari Ukraina 26,8 % total impor gandum Indonesia sebanyak 11,4 juta ton. Industri besi dan baja yang bergantung impor dari Rusia turut terdampak. Per 2021, impor terbesar Indonesia dari Rusia adalah ingot besi baja sebagai bahan baku senilai 326,63 juta USD. Selain besi baja, impor terbesar kedua dari Rusia adalah pupuk buatan pabrik senilai 326,03 juta USD, yang akan berdampak ke sektor pertanian dan mamin. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









