;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

Single Data Pajak Kendaraan

23 Jul 2022

Pemerintah tengah merancang pengelolaan secara terpusat (single data). Langkah ini ditempuh demi meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Inisiatif single data kendaraan didorong dengan melibatkan pemangku kepentingan di Kantor Bersama Samsat antara lain, Polri, Kemendagri, Pemda dan Jasa Raharja. Berdasar data Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, jumlah kendaraan bermotor tahun 2020 mencapai 110.445.615 unit, tapi yang membayar PKB baru 63.957.243 unit atau 58 %.

Adapun data PT Jasa Raharja (persero) seperti diungkapkan Dirut Rivan A Purwantoro menyebutkan terdapat 40 juta unit kendaraan atau 39 % total kendaraan belum membayar PKB, dengan potensi Rp 100 triliun yang belum tertagih. Kita sedang mengkonsepkan single data biar kita semua tahu,” kata Direktur Regident Koarlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus, Jumat (22/7). (Yoga)


Kreator Konten yang Mewarnai Kota

22 Jul 2022

Hari sudah malam, tetapi hiruk-pikuk aktivitas masyarakat belum surut di halaman Istana Maimun, Medan, Sumut, Selasa (19/7). Di sebuah kafe, Ibrahim Umar (47) yang di medsos akrab dipanggil ”Ketua Limpol” asyik mengobrol dengan sejumlah kreator konten medsos yang belakangan tumbuh pesat di Kota Medan. Malam itu, para kreator konten di Medan membahas berbagai hal, mulai dari sejarah Kota Medan, pengalaman mendapat konten promosi atau endorse, ketemu pejabat, hingga harga-harga bahan pokok yang mencekik leher rakyat kecil. Di sela-sela obrolan, ide membuat konten di medsos pun muncul dan langsung dieksekusi dengan shooting di tempat. Konten-konten itu memotret langsung realitas warga kota.

Berangkat dari profesi sebagai penyanyi dan MC pesta pernikahan, ia boleh dibilang menjadi artis medsos yang sangat digandrungi belakangan ini. Konten-kontennya mengangkat realitas kehidupan dengan menggunakan bahasa Indonesia dialek ”Medan” dengan ribuan istilah yang unik. Ibrahim alias Ketua Limpol, yang juga dipanggil Jack India itu, meraup penggemar yang banyak dari konten yang dibungkus cerita humor. Tidak hanya dari Kota Medan, tetapi juga dari sejumlah daerah hingga luar negeri. Di akun Tiktok @jackindia75, Ibrahim mempunyai pengikut lebih dari 213.000 dengan setiap video ditonton 100.000 hingga 3 juta penonton.

Sejumlah pejabat mengundangnya untuk membuat konten bersama, mulai dari Gubernur Sumut Edy  Rahmayadi, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, bupati, sejumlah wakil rakyat, pejabat kepolisian dan TNI, hingga Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. Malam itu, Ibrahim kedatangan tamu Profesor Umar Zein, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumut. Umar belakangan sangat produktif membuat video di Youtube, yang tidak hanya bertema kedokteran, tetapi juga sastra dan kebudayaan. Minat Umar di Youtube muncul setelah videonya tentang temuan cacing pita sepanjang 10,5 meter di Kabupaten Simalungun, 2018, viral di medsos. Ia pun mengulas berbagai topik keseharian yang kental dengan Sumut, mulai dari pantun Melayu, sastra, kapur barus, hingga kemenyan. (Yoga)


Jaga Akuntabilitas Penyaluran Bansos

20 Jul 2022

Penyaluran bansos ke masyarakat mesti memenuhi sejumlah aspek, yaitu akuntabel, transparan, dan melibatkan partisipasi publik. Akuntabilitas bisa dicapai melalui mekanisme umpan balik dari penerima manfaat dan pemanfaatan teknologi informasi. Menurut Chief Executive Officer of Islamic Relief Indonesia Nanang Subana Dirja, akuntabilitas lembaga pengelola bansos dapat dibangun dengan membuat prosedur standar operasi. Hal ini mencakup kebijakan internal yang antisuap, antikorupsi, anti-penipuan, anti-pencucian uang, hingga anti-terorisme. Selain itu, lembaga juga perlu menyusun mekanisme pengaduan dan umpan balik dari penerima manfaat. ”Umpan balik akan menguatkan akuntabilitas (lembaga),” kata Nanang dalam diskusi daring berjudul ”Meningkatkan Kepercayaan, Transparansi, dan Akuntabilitas dalam Penyaluran Bantuan Sosial Kemanusian Melalui E-Bansos dan Mekanisme Umpan Balik”, Selasa (19/7).

Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI) Avianto Amri mengatakan, mekanisme umpan balik menyediakan ruang komunikasi dua arah antara penerima bantuan donor dan pihak lain. Mekanisme umpan balik juga berperan menghilangkan hambatan yang mungkin terjadi di lapangan. Menurut pimpinan Loop Indonesia, Daris Fauzan, lembaga kemanusiaan dapat menggunakan platform digital untuk menerapkan mekanisme umpan balik dari penerima manfaat bansos. Penerima manfaat bansos dapat menyampaikan umpan balik melalui pesan singkat, Whatsapp, Facebook Messenger, dan laman mereka. (Yoga)


Daftar Dahulu Berbisnis Kemudian

20 Jul 2022

Menjelang batas akhir pendaftaran penyelenggara system elektronik (PSE) lingkup privat, platform teknologi raksasa global macam Facebook, Instagram, hingga Netflix telah mendaftarkan diri ke Kemenkominfo sebagai PSE lingkup privat pada Selasa (19/7). Terdaftarnya raksasa teknologi baik asing maupun lokal ke kemenkominfo tidak singkat, dimana kemenkominfo memperpanjang batas akhir pendaftaran PSE lingkup privat yang beroperasi di Indonesia dari paling lambat 24 Mei 2022 menjadi 20 Juli 2022.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Samuel Abrijani mengatakan, PSE lingkup privat seperti Google hingga WhatsApp harus mengikuti Permenkominfo No 5 / 2020.Dalam Pasal 2 (1) beleid itu setiap PSE lingkup privat di Indonesia wajib mendaftarkan sebelum layanannya bisa digunakan oleh masyarakat Indonesia, bila tidak, kemenkominfo akan memberikan sanksi administratif berupa pemblokiran.(Yoga)


Visi China di Dunia Siber

18 Jul 2022

China membuka World Internet Conference di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang, Kamis lalu. Konferensi Internet Dunia ini menandai visi negara di dunia siber. Pada acara pembukaan, China mengumandangkan semangat agar internet bisa diakses semua orang dan dikembangkan bersama-sama. World Internet Conference (WIC) dibuka dengan pembacaan surat Presiden China sekaligus Sekjen Partai Komunis China Xi Jinping. ”Kita harus menciptakan internet beserta segala teknologi digital yang kita kembangkan bersama-sama. Internet yang bisa diakses oleh semua, untuk kesejahteraan seluruh umat manusia,” demikian pidato itu, seperti dikutip oleh kantor berita nasional China, Xinhua (Kompas.id, 15/7).

China dengan berbagai perusahaan raksasa di industri digital telah menguasai pasar dunia, mulai dari peralatan, infrastruktur, perangkat lunak, fasilitas pusat data, hingga berbagai aplikasi. Produk mereka sudah dikenal berbagai usia di seluruh dunia, tetapi semua itu tidak cukup. WIC menjadi sarana China menggapai tujuan lebih besar. Forum itu  bertransformasi menjadi organisasi internasional meski baru diikuti 20 negara. Mereka juga mengundang sejumlah perusahaan dan lembaga internasional. intinya mereka akan menyosialisasikan visi China tentang dunia siber yang menekankan kerja sama global untuk pemanfaatan ruang siber dan juga peran masing-masing negara untuk pembangunan dunia siber. Upaya ini merupakan upaya alternatif setelah visi dunia maya global juga dikemukakan AS dan Uni Eropa. China ingin menempatkan diri menjadi bagian yang ikut mengedepankan visi global tentang ruang maya. (Yoga)


BUMN Siapkan Generasi Muda untuk Kembangkan Ekonomi Digital

16 Jul 2022

Kementerian BUMN menyatakan, generasi muda berperan besar dalam kemajuan teknologi dan pengembangan ekonomi. Oleh karena itu, BUMN mempersiapkan generasi muda untuk bisa berperan lebih besar dalam pengembangan  ekonomi digital. Sebab, ekonomi digital diyakini akan menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. "Sekarang BUMN-BUMN sedang  sedang melakukan transformasi digital untuk perubahan besar," ucap staff khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara Next Gen Fest 2022, Kamis(14/7). Arya mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia selama 2020-2030 hanya naik 1,5 kali. Namun, potensi ekonomi digital Indonesia bisa meningkat delapan kali lipat. Dia mencontohkan beberapa pekerjaan yang bisa tercipta melalui ekonomi digital yaitu data scientist, artificial intelegence, software game developer, analyst big data, block chain, digital marketing, dan digital content. "Di Telkom sekarang lagi di godok talenta-talenta digital yang akan disebar ke seluruh BUMN, baik itu dari BUMN  maupun dari luar untuk mempersiapkan talent-talent digital supaya mereka siap dibikin tender di BUMN," ujar dia.(Yetede)

MENIMBANG ”CHATBOT” UNTUK MENDONGKRAK TRANSAKSI

15 Jul 2022

Sudah lima tahun terakhir, PT Pegadaian (Persero) mengembangkan program komputer yang dirancang untuk  menyimulasikan percakapan dengan pengguna manusia, terutama melalui internet atau chatbot untuk layanan pelanggan. Chatbot bertugas menjawab pertanyaan fakta Pegadaian yang berulang ditanyakan, misalnya soal produk, lokasi kantor Pegadaian, dan promo. Menurut Franskel Wawan Ardiansyah, Senior Manager Contact Center Pegadaian, pemakaian teknologi ini mampu memangkas biaya operasional yang signifikan. Nama chatbot milik Pegadaian adalah Pevita. Kelebihan Pevita, klaim Franskel, adalah telah lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produk Pegadaian. Kemudian pada 2020, Pegadaian mencoba membuat Pevita bukan hanya punya kemampuan menjawab pertanyaan layanan pelanggan, melainkan juga kemampuan membeli, sistem akan secara otomatis mengarahkan ke agen/petugas terkait.

Berdasarkan pengalaman VP Corporate Marketing Taco Group Satria Utama, chatbot ternyata bisa dipakai di fasilitas layanan pelanggan di sektor perdagangan material bangunan. Perusahaan material bangunan seperti Taco Group telah menyediakan saluran aplikasi pesan instan, tetapi tidak beroperasi 24 jam. Padahal, konsumen yang rata-rata desainer interior dan pengembang bisa bertanya spesifikasi hingga harga material sampai larut malam. Tidak jarang, konsumen meminta gambaran contoh material. Sebelum memakai chatbot, petugas layanan pelanggan bisa menerima 50 pesan saat bisnis buka pagi hari. Satu kali pesan konsumen, petugas biasanya bisa merespons sampai satu jam. ”Setelah memakai chatbot, lama respons pesan berkurang menjadi hitungan menit. Kami tetap mempertahankan petugas fasilitas layanan pelanggan karena kami rasa tetap ada saja konsumen yang butuh berbincang langsung dengan petugas. Kami sudah mulai menghubungkan chatbot dengan sistem pergudangan sehingga bisa cepat memproses pesanan material,” ujar Satria.

CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Aditya (10/7) menjelaskan, adopsi chatbot semakin meluas di Indonesia, sudah 20 sektor industri di Indonesia yang aktif mengembangkan chatbot, antara lain e-dagang, ritel, serta makanan dan minuman. Secara umum, chatbot mampu melayani 20.000-30.000 pengguna aktif dalam satu bulan. Dalam satu hari chatbot yang dikembangkan oleh Kata.ai secara khusus mampu melayani lebih dari 200.000 percakapan pada waktu bersamaan. Ketika kini berkembang chatbot untuk menggaet transaksi atau conversation commerce, Irzan menjelaskan, pemiliknya cukup melatih dengan cara menyinergikan mahadata seluruh divisi di perusahaan, mulai dari stok, manajemen order, hingga logistik. Di Indonesia, potensi untungnya besar. Berdasarkan studi Boston Consulting Group, nilai transaksi conversation commerce di Indonesia, termasuk percakapan biasa di Whatsapp dan pesan langsung (direct message/DM) media sosial, diprediksi mencapai 17 miliar dollar AS pada 2025. (Yoga)


Smartfren Balikkan Rugi Rp397 M Jadi Laba Rp 25 Miliar

14 Jul 2022

PT Smartfern Telecom Tbk (Fren) mencetak lonjakan laba  bersih 106% dengan membalikkan posisi  rugi bersih Rp 397 miliar menjadi laba bersih Rp25  miliar pada kuartalI-2022 secara tahunan year on year (yoy). Pencapaian ini diraih setelah selama 14 tahun perseroan membangun bisnis investasi US$4,5-5 miliar. "Kalau kita bicara rugi laba, kita lihat kok smartfren rugi terus. Nah, pada kuartal I kemarin, untuk pertama kali selama kami menjalankan usaha ini memang masa pertumbuhan kami, bahwa kami bertumbuh. Berkat gizi yang baik, kami tumbuh," kata Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Merza Fachys. Dia berharap tahun 2022 menjadi awal pertumbuhan dan performa positif Smartfren masih terus mencetak laba, sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pengguna  produk perseroan. Merza mengungkapkan,  sejak 2018 hingga 2021, Smartfern masih merugi. Pada 2018, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp3,53 triliun, kemudian menjadi rugi Rp2,19 triliun pada 2019, lalu menjadi rugi Rp1,50 triliun pada 2020. Pada 2021, kerugian bersih perseroan menjadi Rp 410 miliar. (Yetede)

Memprediksi Dampak ”Metaverse”

12 Jul 2022

Para pemain besar berlomba-lomba masuk ke metaverse. Facebook akan berinvestasi 10 miliar USD dan mengubah nama menjadi Meta untuk menunjukkan keseriusannya. Microsoft membeli Activision Blizzard, pembuat gim online, senilai 70 miliar USD sebagai salah satu pintu masuk ke metaverse. Alibaba menyuntik 60 juta USD ke Nreal, perusahaan pembuat kacamata AR, untuk menyusul Tencent yang memimpin industri gaming di China. Metaverse akan mengakibatkan beberapa pergeseran signifikan terhadap kehidupan kita secara sosial ataupun ekonomi. Microsoft mulai membangun Mesh dan Facebook mengembangkan Horizon Workrooms sebagai platform meeting metaverse yang memungkinkan kolaborasi dengan interaksi fisik dan sosial secara imersif. Penggunaan metaverse di dunia kerja juga akan mendorong penggunaannya untuk keperluan pribadi. Metaverse akan mengubah e-dagang menjadi virtual commerce.

Nike dan Zara, menyadari bahwa mereka harus hadir di metaverse karena di situlah konsumen akan berkumpul. Dengan metaverse, konsumen dapat mencoba produk dan melakukan personalisasi tanpa harus datang ke outlet fisik mereka. Hal ini menghasilkan skalabilitas bisnis yang tinggi dan meningkatkan loyalitas konsumen. Dalam dunia metaverse, aset-aset seperti tanah, rumah, mobil, dan benda-benda lain, termasuk mata uang, akan berbentuk digital. Awalnya terjadi spekulasi sebelum akhirnya bergeser ke utilitas aset digital yang lebih fungsional. Misalnya, non-fungible token (NFT) akan bergeser ke utilitas yang lebih jelas di dunia virtual ataupun dunia nyata. Mata uang kripto bergeser dari spekulasi ke arah pendapatan pasif melalui proses staking. Pemilik tanah virtual bakal menyewakan tanah menggunakan smart contract. Didukung teknologi blockchain, metaverse akan mendorong decentralized finance (DeFi), yakni konsumen dapat bertransaksi tanpa intermediasi dari institusi keuangan tradisional. DeFi akan menghasilkan sistem ekonomi berbiaya rendah dan keuntungan yang lebih tinggi bagi semua pihak.

Model bisnis metaverse yang masih mencari bentuk memang membuat ketidakpastian tinggi bagi para investor awal. Namun, jika terlambat berinvestasi juga berbahaya. Oleh karena itu, untuk memitigasi risiko,  perusahaan yang berinvestasi di metaverse harus mencari keseimbangan seberapa besar dan kapan investasi harus dilakukan dengan kesempatan dan kompetisi yang ada. Kurangnya regulasi formal di dunia metaverse, bisnis model yang terdesentralisasi, serta utilitas baru yang bermunculan di metaverse akan menantang regulator untuk memahami dan mengantisipasi dampak sosial dan ekonominya. Pemerintah dan bank sentral akan kesulitan mengatur ekonomi di dunia metaverse karena kewenangan formal dunia nyata perlu ditransfer ke dalam dunia metaverse yang secara natural memiliki otonomi mandiri. Metaverse niscaya akan hadir dan berdampak terhadap dunia nyata. Tantangannya adalah bagaimana kita memastikan kedua dunia ini dapat hadir bersama demi kemaslahatan semua pihak (Yoga)


Flexing NFT Bukan Sekedar Pamer

08 Jul 2022

Ajang "flexing" atau unjuk koleksi kerap dilakukan kolektor non-fungible token (NFT) di media sosial. Ini ternyata bukan sekadar pamer, melainkan bentuk dukungan komunitas NFT pada proyek menarik di jaringan blockchain. Kini, flexing NFT menjadi fenomena yang marak di medsos beberapa tahun terakhir. Popularitas itu tumbuh bersamaan dengan makin dikenalnya blockchain dan aset kripto. Randy Nugraha (40) yang dikenal dengan akun @pixelizen di Twitter, misalnya, menunjukkan koleksi terkini dari "Indonesia dalam 57 Peristiwa" yang diterbitkan Kompas. Dalam unggahannya, Selasa (28/6/2022) lalu, dia memamerkan edisi "Operasi Seroja ke Timor Timur", arsip Kompas tahun 1975, seraya bilang "secara resmi telah memiliki kapsul waktu sejarah," dalam bahasa Inggris. Layaknya membeli karya seni, NFT para kolektor ini dipajang di akun medsos. Mereka menunjukkan ke khalayak bahwa mereka telah mendapatkan suatu benda digital yang langka dan unik. Bagi Randy, flexing di medsos adalah bentuk dukungan kolektor terhadap sebuah proyek NFT. Aktivitas ini pun sekaligus menjadi cara dirinya memperkenalkan proyek menarik di blockchain, terutama saat pasar NFT tampak lesu karena penurunan nilai aset kripto.