;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

KONSEP SENI NFT, Senyawa dalam ”Reconnection”

27 Jun 2022

Karya bertajuk ”Reconnection” dari Dewa Gede Raka Jana Nuraga (30), seniman asal Gianyar, Bali, menghiasi halaman 1 Kompas edisi Senin (27/6). Raka menggambarkan seseorang yang mengenakan kacamata realitas berimbuh (augmented reality) sembari merayakan keberagaman budaya Indonesia. Latar belakang kerja sama ini tak lain kesamaan semangat yang sama-sama ingin beradaptasi dengan perubahan sembari tetap berpijak pada budaya Nusantara. Intinya, teknologi kekinian dan orisinalitas budaya sepatutnya bersenyawa.

Raka memandang perkembangan dunia yang mengarah ke Web3 sekarang ini dapat berjalan beriringan tanpa meninggalkan identitas budaya. Filosofi itu pula yang diyakini Kompas, teknologi terkini semestinya menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin terhubung dan menjalin ajang silaturahmi antar individu. Ilustrasi ini akan hadir juga sebagai NFT yang dapat menjadi bagian dari koleksi publik pada jejaring blockchain ethereum. ((Yoga)


Pembelian Pertalite Dibatasi Agustus

24 Jun 2022

Pemerintah berencana membatasi penjualan BBM Pertalite dan LPG, mulai Agustus 2022. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan semua perangkat untuk mendukung kebijakan tersebut. Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati mengungkapkan, penggunaan teknologi memang menjadi salah satu strategi dalam memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. Penjualan oleh Pertamina hampir dipastikan bakal menggunakan aplikasi MyPertamina.

XL Axiata Sambungkan SKKL Echo Dari AS ke Indonesia

23 Jun 2022

Operator telekomunikasi XL Axiata  bekerja sama dengan Meta dan Google untuk membangun Sistem Komunikasi  Kabel Laut (SKKL) Echo yang akan menghubungkan California, Amerika Serikat (AS), melintasi samudera Pasifik, lalu ke Indonesia (Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat). Kemudian, SKKL masih akan  disambungkan ke negara Singapura. Hal ini juga selaras dengan upaya XL Axiata,  untuk mewujudkan visi operator konvergensi terdepan di Indonesia, termasuk mendukung penyediaan layanan internet tercepat bagi pelanggan dan masyarakat di Indonesia. Direktur dan Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, kedatangan Golden Buoy ke Tanjung Pakis merupakan bagian dari rangkaian pembangunan proyek SKKL Echo yang sangat panjang. Sebab, kabel fiber optik ditarik dari California, AS, melintasi samudera Pasifik, langsung ke Indonesia dan selanjutnya langsung ke Singapura. (Yetede)

Pengiriman Ponsel Pintar Turun 17,3 Persen pada Triwulan I-2022

20 Jun 2022

Pengiriman telepon seluler (ponsel) pintar dari produsen ke pasar pada triwulan I-2022, menurut riset analis pasar International Data Corporation/IDC, mencapai 8,9 juta unit, turun 17,3 % ketimbang triwulan I-2021. Menurut Head of Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Minggu (19/6), China sebagai produsen manufaktur ponsel besar dunia masih kekurangan pasokan cip. Hal itu berimbas ke pasar Indonesia yang lebih dari 50 % pasarnya diisi oleh ponsel produksi China. (Yoga)

BCA Meningkatkan Keamanan Siber

14 Jun 2022

Bank Central Asia (BCA) menganggarkan modal kerja (capex) senilai Rp 5 triliun untuk pengembangan teknologi informasi (TI) pada tahun ini. EVP Secretariat & Corporate Communication Bank BCA, Hera F. Haryn mengatakan, sekitar Rp 500 miliar dialokasikan untuk keamanan siber.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Talenta Digital

11 Jun 2022

Indonesia perlu memiliki banyak talenta digital untuk menghadapi dunia bisnis dengan daya saing digital yang ketat. ”Transformasi digital kini merupakan poin kunci yang menjadi concern semua pihak. Kami ingin menghadirkan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh transformasi digital,” ujar pendiri sekaligus CEO Binar Academy Alamanda Shantika, Kamis (9/6) di Jakarta. (Yoga)

Selisik di Balik Sensasi NFT

08 Jun 2022

Blockchain adalah teknologi yang menjadi dasar bitcoin, ether, dan NFT. Blockchain bisa dibilang adalah buku catatan transaksi yang terdistribusi. Pengajar ilmu komputer ITB, Budi Rahardjo, menganalogikan, blockchain bekerja dengan cara seperti sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di mana setiap pemilih juga mencatat hasil suara. Dalam konteks blockchain, setiap transaksi mata uang kripto akan dicatat pada jaringan ribuan komputer di seluruh dunia yang juga akan memvalidasi setiap transaksi. Alhasil, orang yang tidak memiliki akses sah tidak bisa memanipulasi informasi yang ada karena datanya tersimpan dan terdistribusi di ribuan ”buku catatan”. Selain itu, buku catatan ini bersifat publik, di mana setiap orang bisa melihatnya. Nah, selain transaksi aset kripto seperti bitcoin dan ether, status kepemilikan setiap aset NFT memiliki catatannya di blockchain. Dengan demikian, setiap aset NFT memiliki catatan unik di blockchain. Dengan pencatatan ini, setiap aset NFT bisa dilihat kepemilikannya dan juga terdeteksi apabila berpindah tangan.

NFT tidak selalu berbentuk file gambar. Memang, dua contoh besar kesuksesan penjualan NFT, seperti kolase karya Beeple (terjual dengan harga 69 juta USD atau Rp 1 triliun) dan kumpulan foto swafoto milik Ghozali (mencapai Rp 13 miliar), keduanya adalah file gambar. Aset NFT bukan berarti file gambar JPG-nya tidak bisa digandakan. Hal yang tidak bisa digandakan adalah rekaman catatan yang ada di blockchain. ”NFT mungkin bisa dianalogikan sebagai sertifikat keaslian yang Anda dapat ketika membeli sebuah patung mahal, misalnya. Patung itu memang bisa ditiru atau  digandakan, tetapi karena punya sertifikatnya, Anda bisa membuktikan kalau Anda adalah pemilik aslinya,” tutur kolumnis teknologi New York Times, Kevin Roose. Klaim kepemilikan NFT pada dasarnya sebuah cara mengklaim kepemilikan suatu benda digital. Kemampuan untuk meng-copy dan mem-paste membuat konsep scarcity atau kelangkaan menjadi semacam hal yang agak mustahil di dunia digital. Konsep kelangkaan terhadap aset digital inilah yang membuat harganya bisa melambung.

Dengan NFT, seorang seniman bisa menciptakan karya seni, baik itu visual maupun audio, yang langka secara digital. Dengan harga yang tinggi ini, Tidak ada yang bisa memberi garansi harga NFT dan nilai aset kripto. Semua tergantung  mekanisme pasar; makin tinggi minat dan permintaan, makin tinggi pula harganya. Namun, kini pasar NFT dan aset kripto pun sedang melandai. Dalam sebulan terakhir, volume penjualan NFT Ethereum di platform NFT terbesar, OpenSea, telah turun sebesar 68,4 %, menurut firma pelacak pasar NFT, DappRadar. Rerata harga jual NFT di sejumlah platform pun menurun. Di platform BloctoBay, misalnya, harga jual NFT turun 66 % menjadi setara 51,64 USD. Dengan mendinginnya pasar, pemanfaatan NFT sudah mulai bergerak ke fungsi utility atau kegunaan. Misalnya, NFT dijadikan sebagai tiket konser atau kegiatan tertentu. Bahkan, sejumlah platform NFT musik seperti Royal dan Opulous memungkinkan fans yang membeli NFT dari musisi kegemaran mereka turut mendapatkan bagian royalti. Hal ini dimungkinkan melalui sebuah smart contract yang terprogram pada kode setiap aset. (Yoga)


TEKNOLOGI NIRKABEL : PERLU KOLABORASI 5G BAGI INDUSTRI

08 Jun 2022

Pemerintah memperkirakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G bisa menjadi solusi dalam memacu produktivitas industri manufaktur. Namun, dalam menghadirkan 5G di Indonesia masih cukup menantang sehingga perlu kolaborasi berbagai pihak. Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Aju Widya Sari mengatakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G memiliki latensi rendah yang mendukung penggunaan internet of things (IoT) dan robotika dengan kontrol penuh oleh industri. Dia menjelaskan sektor industri khususnya di era 4.0 membutuhkan teknologi 5G dengan dukungan private network atau jaringan khusus. Oleh karena itu, Kemenkominfo mendukung teknologi 5G melalui penyiapan konektivitas melalui Palapa Ring. Industri yang membutuhkan 5G adalah mobile broadband yang memerlukan internet kecepatan tinggi. Selanjutnya, teknologi 5G dibutuhkan kawasan industri, pabrikasi, manufaktur, hingga pertambangan yang pasti dalam prosesnya membutuhkan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menyatakan teknologi 5G berpotensi mendukung sektor industri manufaktur dan kota pintar (smart city) di Indonesia. “Kata kuncinya adalah kolaborasi. Itu sangat penting sekali untuk mewujudkan kehadiran 5G baik dari sisi pemerintah, operator, hingga teknologi enabler,” tuturnya. Sementara itu, VP Network Architecture and Design Telkomsel Marfani menyatakan ada sejumlah tantangan dalam menghadirkan teknologi 5G private network di sektor industri. Menurutnya, tantangan yang mungkin muncul adalah Indonesia yang belum cukup siap secara ekosistem untuk mengadopsi teknologi 5G

EXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata

04 Jun 2022

PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan

Desa dan Sampah Makanan

31 May 2022

Kompas (19/5) menghitung nilai sampah makanan di Indonesia setara Rp 330 triliun per tahun. Masalah sampah pangan harus menjadi perhatian untuk dicari solusinya, dari hulu sampai hilir. Potensi sampah makanan berasal dari susut  pangan (food loss) dan limbah pangan (food waste). Susut pangan merujuk pada makanan atau bahan pangan yang terbuang sebelum diolah, sedangkan limbah pangan adalah sisa makanan yang (sebelumnya) layak konsumsi, tetapi (akhirnya) dibuang karena penyediaannya melebihi konsumsi atau makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsa.

Mendalami masalah sampah makanan kategori susut pangan dapat ditelusuri dari rantai pasok bahan pangan. Biasanya rantai pasok pangan terdiri dari: petani, pengumpul, grosir, pengecer (toko), dan konsumen. Desa menempati ujung paling hulu dalam rantai pasok pangan. Sebagian besar komoditas pangan diproduksi atau dibudidayakan di desa sehingga susut pangan (sampah bahan pangan) menjadi tantangan utama yang harus dihadapi desa. Secara kuantitatif, sampah bahan pangan terjadi ketika pasokan melebihi permintaan. Ketika panen tiba dan pasokan berlebih, sementara di sisi lain, pasar tidak dapat menyerap seluruh hasil panen.

Kunci utama mengurangi sampah bahan pangan adalah tindakan pascapanen. Pengolahan dan penanganan setelah panen, penyimpanan (gudang, cold storage), pengemasan, dan distribusi yang baik dapat menjaga kualitas pangan dalam jangka waktu lebih lama. Penanganan pascapanen dapat mencegah atau memperlambat pembusukan komoditas pangan sehingga mengurangi sampah bahan pangan. Teknologi informasi juga dapat berperan dalam mengurangi sampah bahan pangan. Di Indonesia muncul beberapa aplikasi yang menghubungkan produsen pangan dengan konsumen secara langsung. Selain memperpendek rantai pasok bahan pangan, aplikasi tersebut juga mempermudah produsen menemukan peminat produknya dan dengan demikian mengurangi potensi sampah bahan pangan. (Yoga)