;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Visi China di Dunia Siber

18 Jul 2022

China membuka World Internet Conference di Kota Wuzhen, Provinsi Zhejiang, Kamis lalu. Konferensi Internet Dunia ini menandai visi negara di dunia siber. Pada acara pembukaan, China mengumandangkan semangat agar internet bisa diakses semua orang dan dikembangkan bersama-sama. World Internet Conference (WIC) dibuka dengan pembacaan surat Presiden China sekaligus Sekjen Partai Komunis China Xi Jinping. ”Kita harus menciptakan internet beserta segala teknologi digital yang kita kembangkan bersama-sama. Internet yang bisa diakses oleh semua, untuk kesejahteraan seluruh umat manusia,” demikian pidato itu, seperti dikutip oleh kantor berita nasional China, Xinhua (Kompas.id, 15/7).

China dengan berbagai perusahaan raksasa di industri digital telah menguasai pasar dunia, mulai dari peralatan, infrastruktur, perangkat lunak, fasilitas pusat data, hingga berbagai aplikasi. Produk mereka sudah dikenal berbagai usia di seluruh dunia, tetapi semua itu tidak cukup. WIC menjadi sarana China menggapai tujuan lebih besar. Forum itu  bertransformasi menjadi organisasi internasional meski baru diikuti 20 negara. Mereka juga mengundang sejumlah perusahaan dan lembaga internasional. intinya mereka akan menyosialisasikan visi China tentang dunia siber yang menekankan kerja sama global untuk pemanfaatan ruang siber dan juga peran masing-masing negara untuk pembangunan dunia siber. Upaya ini merupakan upaya alternatif setelah visi dunia maya global juga dikemukakan AS dan Uni Eropa. China ingin menempatkan diri menjadi bagian yang ikut mengedepankan visi global tentang ruang maya. (Yoga)


BUMN Siapkan Generasi Muda untuk Kembangkan Ekonomi Digital

16 Jul 2022

Kementerian BUMN menyatakan, generasi muda berperan besar dalam kemajuan teknologi dan pengembangan ekonomi. Oleh karena itu, BUMN mempersiapkan generasi muda untuk bisa berperan lebih besar dalam pengembangan  ekonomi digital. Sebab, ekonomi digital diyakini akan menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar. "Sekarang BUMN-BUMN sedang  sedang melakukan transformasi digital untuk perubahan besar," ucap staff khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam acara Next Gen Fest 2022, Kamis(14/7). Arya mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia selama 2020-2030 hanya naik 1,5 kali. Namun, potensi ekonomi digital Indonesia bisa meningkat delapan kali lipat. Dia mencontohkan beberapa pekerjaan yang bisa tercipta melalui ekonomi digital yaitu data scientist, artificial intelegence, software game developer, analyst big data, block chain, digital marketing, dan digital content. "Di Telkom sekarang lagi di godok talenta-talenta digital yang akan disebar ke seluruh BUMN, baik itu dari BUMN  maupun dari luar untuk mempersiapkan talent-talent digital supaya mereka siap dibikin tender di BUMN," ujar dia.(Yetede)

MENIMBANG ”CHATBOT” UNTUK MENDONGKRAK TRANSAKSI

15 Jul 2022

Sudah lima tahun terakhir, PT Pegadaian (Persero) mengembangkan program komputer yang dirancang untuk  menyimulasikan percakapan dengan pengguna manusia, terutama melalui internet atau chatbot untuk layanan pelanggan. Chatbot bertugas menjawab pertanyaan fakta Pegadaian yang berulang ditanyakan, misalnya soal produk, lokasi kantor Pegadaian, dan promo. Menurut Franskel Wawan Ardiansyah, Senior Manager Contact Center Pegadaian, pemakaian teknologi ini mampu memangkas biaya operasional yang signifikan. Nama chatbot milik Pegadaian adalah Pevita. Kelebihan Pevita, klaim Franskel, adalah telah lancar menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar produk Pegadaian. Kemudian pada 2020, Pegadaian mencoba membuat Pevita bukan hanya punya kemampuan menjawab pertanyaan layanan pelanggan, melainkan juga kemampuan membeli, sistem akan secara otomatis mengarahkan ke agen/petugas terkait.

Berdasarkan pengalaman VP Corporate Marketing Taco Group Satria Utama, chatbot ternyata bisa dipakai di fasilitas layanan pelanggan di sektor perdagangan material bangunan. Perusahaan material bangunan seperti Taco Group telah menyediakan saluran aplikasi pesan instan, tetapi tidak beroperasi 24 jam. Padahal, konsumen yang rata-rata desainer interior dan pengembang bisa bertanya spesifikasi hingga harga material sampai larut malam. Tidak jarang, konsumen meminta gambaran contoh material. Sebelum memakai chatbot, petugas layanan pelanggan bisa menerima 50 pesan saat bisnis buka pagi hari. Satu kali pesan konsumen, petugas biasanya bisa merespons sampai satu jam. ”Setelah memakai chatbot, lama respons pesan berkurang menjadi hitungan menit. Kami tetap mempertahankan petugas fasilitas layanan pelanggan karena kami rasa tetap ada saja konsumen yang butuh berbincang langsung dengan petugas. Kami sudah mulai menghubungkan chatbot dengan sistem pergudangan sehingga bisa cepat memproses pesanan material,” ujar Satria.

CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Aditya (10/7) menjelaskan, adopsi chatbot semakin meluas di Indonesia, sudah 20 sektor industri di Indonesia yang aktif mengembangkan chatbot, antara lain e-dagang, ritel, serta makanan dan minuman. Secara umum, chatbot mampu melayani 20.000-30.000 pengguna aktif dalam satu bulan. Dalam satu hari chatbot yang dikembangkan oleh Kata.ai secara khusus mampu melayani lebih dari 200.000 percakapan pada waktu bersamaan. Ketika kini berkembang chatbot untuk menggaet transaksi atau conversation commerce, Irzan menjelaskan, pemiliknya cukup melatih dengan cara menyinergikan mahadata seluruh divisi di perusahaan, mulai dari stok, manajemen order, hingga logistik. Di Indonesia, potensi untungnya besar. Berdasarkan studi Boston Consulting Group, nilai transaksi conversation commerce di Indonesia, termasuk percakapan biasa di Whatsapp dan pesan langsung (direct message/DM) media sosial, diprediksi mencapai 17 miliar dollar AS pada 2025. (Yoga)


Smartfren Balikkan Rugi Rp397 M Jadi Laba Rp 25 Miliar

14 Jul 2022

PT Smartfern Telecom Tbk (Fren) mencetak lonjakan laba  bersih 106% dengan membalikkan posisi  rugi bersih Rp 397 miliar menjadi laba bersih Rp25  miliar pada kuartalI-2022 secara tahunan year on year (yoy). Pencapaian ini diraih setelah selama 14 tahun perseroan membangun bisnis investasi US$4,5-5 miliar. "Kalau kita bicara rugi laba, kita lihat kok smartfren rugi terus. Nah, pada kuartal I kemarin, untuk pertama kali selama kami menjalankan usaha ini memang masa pertumbuhan kami, bahwa kami bertumbuh. Berkat gizi yang baik, kami tumbuh," kata Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk, Merza Fachys. Dia berharap tahun 2022 menjadi awal pertumbuhan dan performa positif Smartfren masih terus mencetak laba, sekaligus memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pengguna  produk perseroan. Merza mengungkapkan,  sejak 2018 hingga 2021, Smartfern masih merugi. Pada 2018, perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp3,53 triliun, kemudian menjadi rugi Rp2,19 triliun pada 2019, lalu menjadi rugi Rp1,50 triliun pada 2020. Pada 2021, kerugian bersih perseroan menjadi Rp 410 miliar. (Yetede)

Memprediksi Dampak ”Metaverse”

12 Jul 2022

Para pemain besar berlomba-lomba masuk ke metaverse. Facebook akan berinvestasi 10 miliar USD dan mengubah nama menjadi Meta untuk menunjukkan keseriusannya. Microsoft membeli Activision Blizzard, pembuat gim online, senilai 70 miliar USD sebagai salah satu pintu masuk ke metaverse. Alibaba menyuntik 60 juta USD ke Nreal, perusahaan pembuat kacamata AR, untuk menyusul Tencent yang memimpin industri gaming di China. Metaverse akan mengakibatkan beberapa pergeseran signifikan terhadap kehidupan kita secara sosial ataupun ekonomi. Microsoft mulai membangun Mesh dan Facebook mengembangkan Horizon Workrooms sebagai platform meeting metaverse yang memungkinkan kolaborasi dengan interaksi fisik dan sosial secara imersif. Penggunaan metaverse di dunia kerja juga akan mendorong penggunaannya untuk keperluan pribadi. Metaverse akan mengubah e-dagang menjadi virtual commerce.

Nike dan Zara, menyadari bahwa mereka harus hadir di metaverse karena di situlah konsumen akan berkumpul. Dengan metaverse, konsumen dapat mencoba produk dan melakukan personalisasi tanpa harus datang ke outlet fisik mereka. Hal ini menghasilkan skalabilitas bisnis yang tinggi dan meningkatkan loyalitas konsumen. Dalam dunia metaverse, aset-aset seperti tanah, rumah, mobil, dan benda-benda lain, termasuk mata uang, akan berbentuk digital. Awalnya terjadi spekulasi sebelum akhirnya bergeser ke utilitas aset digital yang lebih fungsional. Misalnya, non-fungible token (NFT) akan bergeser ke utilitas yang lebih jelas di dunia virtual ataupun dunia nyata. Mata uang kripto bergeser dari spekulasi ke arah pendapatan pasif melalui proses staking. Pemilik tanah virtual bakal menyewakan tanah menggunakan smart contract. Didukung teknologi blockchain, metaverse akan mendorong decentralized finance (DeFi), yakni konsumen dapat bertransaksi tanpa intermediasi dari institusi keuangan tradisional. DeFi akan menghasilkan sistem ekonomi berbiaya rendah dan keuntungan yang lebih tinggi bagi semua pihak.

Model bisnis metaverse yang masih mencari bentuk memang membuat ketidakpastian tinggi bagi para investor awal. Namun, jika terlambat berinvestasi juga berbahaya. Oleh karena itu, untuk memitigasi risiko,  perusahaan yang berinvestasi di metaverse harus mencari keseimbangan seberapa besar dan kapan investasi harus dilakukan dengan kesempatan dan kompetisi yang ada. Kurangnya regulasi formal di dunia metaverse, bisnis model yang terdesentralisasi, serta utilitas baru yang bermunculan di metaverse akan menantang regulator untuk memahami dan mengantisipasi dampak sosial dan ekonominya. Pemerintah dan bank sentral akan kesulitan mengatur ekonomi di dunia metaverse karena kewenangan formal dunia nyata perlu ditransfer ke dalam dunia metaverse yang secara natural memiliki otonomi mandiri. Metaverse niscaya akan hadir dan berdampak terhadap dunia nyata. Tantangannya adalah bagaimana kita memastikan kedua dunia ini dapat hadir bersama demi kemaslahatan semua pihak (Yoga)


Flexing NFT Bukan Sekedar Pamer

08 Jul 2022

Ajang "flexing" atau unjuk koleksi kerap dilakukan kolektor non-fungible token (NFT) di media sosial. Ini ternyata bukan sekadar pamer, melainkan bentuk dukungan komunitas NFT pada proyek menarik di jaringan blockchain. Kini, flexing NFT menjadi fenomena yang marak di medsos beberapa tahun terakhir. Popularitas itu tumbuh bersamaan dengan makin dikenalnya blockchain dan aset kripto. Randy Nugraha (40) yang dikenal dengan akun @pixelizen di Twitter, misalnya, menunjukkan koleksi terkini dari "Indonesia dalam 57 Peristiwa" yang diterbitkan Kompas. Dalam unggahannya, Selasa (28/6/2022) lalu, dia memamerkan edisi "Operasi Seroja ke Timor Timur", arsip Kompas tahun 1975, seraya bilang "secara resmi telah memiliki kapsul waktu sejarah," dalam bahasa Inggris. Layaknya membeli karya seni, NFT para kolektor ini dipajang di akun medsos. Mereka menunjukkan ke khalayak bahwa mereka telah mendapatkan suatu benda digital yang langka dan unik. Bagi Randy, flexing di medsos adalah bentuk dukungan kolektor terhadap sebuah proyek NFT. Aktivitas ini pun sekaligus menjadi cara dirinya memperkenalkan proyek menarik di blockchain, terutama saat pasar NFT tampak lesu karena penurunan nilai aset kripto.

”Flexing ” NFT Bukan Sekadar Pamer

08 Jul 2022

Istilah flexing dimaknai dengan showing off atau pamer di media sosial (medsos). Kini, flexing NFT menjadi fenomena yang marak di medsos beberapa tahun terakhir. Popularitas itu tumbuh bersamaan dengan makin dikenalnya blockchain dan aset kripto. Randy Nugraha (40) yang dikenal dengan akun @pixelizen di Twitter, misalnya, menunjukkan koleksi terkini dari ”Indonesia dalam 57 Peristiwa” yang diterbitkan Kompas. Dalam unggahannya, Selasa (28/6) dia memamerkan edisi ”Operasi Seroja ke Timor Timur”, arsip Kompas tahun 1975, seraya bilang ”secara resmi telah memiliki kapsul waktu sejarah”, dalam bahasa Inggris.

Hendra Maulana, pengurus akun @NFTIndonesia_, yang aktif mendorong kemunculan kreator selama setahun terakhir, memandang fenomena flexing kian lumrah di berbagai komunitas NFT lokal. Maknanya bisa beragam,  mulai dari dukungan komunitas. Ada pula yang murni sebagai promosi pemasaran proyek. Meski begitu, ajakan  mengoleksi NFT tetap harus diimbangi riset mandiri dari pengguna. Para pengguna perlu memastikan kejelasan proyek NFT, mulai dari tujuan, utilitas, hingga siapa orang-orang yang bekerja di balik proyek tersebut.

Euforia flexing di komunitas ini belakangan difasilitasi berbagai platform medsos. Twitter pun tampaknya memahami hal ini. Twitter memungkinkan pengguna layanan premiumnya, yakni Twitter Blue, untuk menggunakan NFT  berbentuk gambar statis sebagai foto profil pada Januari 2022 lalu. Akun Twitter yang menggunakan foto profil NFT akan memiliki tanda khusus. Foto profil pengguna akan berbingkai segi enam, berbeda dengan bingkai lingkaran yang digunakan pada umumnya. Jika foto profil ber-NFT itu diklik, akan muncul informasi yang menandakan kepemilikan aset dari sebuah koleksi NFT, bukan sekadar gambar JPG kartun yang diunduh dari Google Search.

Sang pembeli yang bisa jadi telah merogoh uang hingga miliaran rupiah untuk sebuah NFT (misalnya rata-rata  harga NFT Bored Ape dapat mencapai 115.000 dollar AS atau Rp 1,7 miliar) tentu ingin memamerkan bahwa ia sungguh membeli NFT bergambar kera kartun itu. Perusahaan media sosial terbesar, Meta, yang memiliki Facebook dan Instagram, juga ikut ambil bagian dalam mewadahi komunitas NFT untuk flexing. ”Kami melihat ada peluang memberi jalan miliaran pengguna kami bisa mengoleksi barang digital. Termasuk jutaan kreator yang juga bisa menjualnya via platform kami,” kata Stephane Kasriel, Head of Commerce and Financial Meta. (Yoga)


Telkom Siapkan Strategi Tingkatkan Laba

05 Jul 2022

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan laba dan  mengatrol harga saham. BUMN ini memanfaatkan terjadinya konsolidasi industri untuk meningkatkan pendapatan dengan melakukan diferensiasi layanan, serta mengoptimalisasi fixed broadband dan unlock pusat data (data center). Vice President (VP) Investor Relations Telkom Andi Setiawan menyampaikan bahwa secara fundamental, Telkom saat ini berada dalam kondisi yang baik. Namun begitu, perseroan terus berupaya meningkatkan laba. "Telkom memiliki dua bisnis yang besar. Pertama, di seluler, kami memilki anak usaha yang bergerak di bisnis mobile yaitu Telkomsel. Kedua, di segmen fixed broadbrand, Telkom punya Indihome," ujar Andi dalam interview dengan Majalah Investor, pekan lalu. Beruntung, kini sudah terjadi konsolidasi  industri dan menyadari bahwa perang harga membuat semua semua operator sulit bertahan.(Yetede) 

NFT: Seni, Simulakra, dan Kelangkaan Aset

03 Jul 2022

Fenomena crypto crash, sebagaimana diuraikan oleh Hizkia Subiyantoro (Kompas, 26 Juni 2022), membuat banyak pihak ”kena mental”, istilah generasi sekarang. Jatuhnya nilai tukar mata uang kripto ”Mother of Alt.coin’ (bitcoin) sebagaimana terpantau di sejumlah exchange (pasar jual beli koin kripto) sontak membuat kreator, kolektor, pengembang (developer) proyek non fungible token (NFT) mengalami tekanan dan adaptasi baru. Walau demikian, rantai blok (blockchain) internet tetaplah sebagai sistem pencatatan riwayat data canggih dan terkini yang kehadirannya telah nyata memengaruhi budaya produksi, distribusi, dan konsumsi saat ini.

Teknologi rantai blok akhirnya masuk ke ranah seni yang ditandai dengan munculnya lokapasar seni berbasis rantai blok yang   melahirkan inovasi NFT. Teknologi kriptografi (proses enkripsi data) dalam rantai blok memungkinkan suatu aset memiliki aspek kelangkaan, keunikan dan keotentikan. Pada titik ini karya dan peristiwa seni yang dinyatakan dalam serial number oleh rantai blok menemukan momentum otentisitas dan ekonomisnya sebagai sebuah aset NFT. Sejumlah lokapasar NFT telah hadir, dari yang bersifat pasar raya semisal Opensea, hingga yang memiliki kurasi ketat, seperti Superrare hingga Foundation. Lokapasar tersebut dan wahana berkurasi ketat sejenisnya telah menjadi titik temu antara kreator dan kolektor secara langsung (peer to peer).

Menurut filsuf posmodern, Jean Baudrillard, tentang simulakra, bahwa NFT dan metaverse adalah realitas baru yang ditentukan oleh ”mesin simulasi”. Apa yang telah, tengah, dan akan diubah oleh rantai blok ini seolah mengonfirmasi kekuatan simulakra dalam memengaruhi roda ekonomi dan menentukan jenis kesadaran di atasnya. Dengan keunggulan dan kerentanannya, rantai blok memberi solusi baru dalam ”mengeksklusifkan” data yang semula hampir tak bernilai oleh spirit keterbukaan (openness) pada babak awal revolusi digital. (Yoga)


”BEAR MARKET” ASET KRIPTO LUMRAH DAN HANYA SEMENTARA

01 Jul 2022

Pasar aset kripto saat ini memang sedang dalam bear market, kondisi pasar yang mengalami penurunan nilai terus-menerus. Penyebutan bear market mengambil analogi gerakan beruang (bear) yang digunakan pelaku pasar keuangan seluruh dunia untuk menggambarkan kondisi pasar yang sedang mengalami penurunan seperti halnya gerakan serangan beruang dari atas ke bawah. Sejak mencapai puncak tertinggi 2022 dengan nilai tukar 3.500 USD (Rp 50,6 juta) pada awal April, kini jaringan blockchain Ethereum yang menjadi basis NFT paling populer telah kehilangan nilai tukarnya hingga 70 % dalam waktu kurang dari tiga bulan. Kamis (30/6), nilai tukar 1 ETH setara 1.053 USD (Rp 15,7 juta).

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda menjelaskan, kondisi bear market tidak menjadi akhir dari pemanfaatan blockchain. Bear market, lanjutnya, adalah siklus yang sudah umum dan pernah terjadi sebelumnya. Teguh menjelaskan, bear market yang tengah melanda pasar aset kripto ini justru baik dan sehat untuk industri. ”Kondisi ini bisa menjadi seperti seleksi alam, mana proyek kripto yang baik dan tidak,  sehingga bisa menciptakan peluang yang lebih besar di masa mendatang,” ujar Teguh. Ia menambahkan, prospek industri kripto, blockchain, ataupun Web3 ke depan masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi yang semakin luas. (Yoga)