;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Inovasi Bisnis, Jagat Laman 3.0

10 Mar 2022

Sekarang pengguna bisa memiliki dan mengelola data-data yang digunakan, tulang punggung teknologi ini adalah block chain. Dalam bentuk riil, publik nantinya akan mengenal sebagai teknologi laman (web) 3.0, dimana kita bisa membaca, menulis, memiliki, dan mengelola data. Pada laman 3.0, semua data di tangan pengguna atau dikenal dengan sistem terdesentralisasi. Transaksi uang kita tidak lagi membutuhkan bank atau lembaga keuangan lain karena dengan teknologi block chain semua jadi transparan. Laman 3.0 memecah kekuatan pasar dari para pemain yang selama ini memegang data dengan mengganti infrastruktur yang semula terpusat menjadi teknologi semacam buku besar di dalam akuntansi yang terdistribusi. Jadi, alih-alih semua data disimpan server terpusat, selanjutnya akan tersebar di jaringan komputer yang terdesentralisasi. Kedaulatan dan kepemilikan data ada di tangan pengguna. Kehebohan tentang aset kripto, NFT, metaverse, dan lain-lain hanyalah sebagian fenomena laman 3.0. Aset kripto sangat mungkin menggantikan mata uang fisik. NFT bisa menggantikan berbagai produk yang selama ini harus berbentuk fisik saat transaksi. Metaverse menjadi dunia lain di mana individu bisa terhubung satu sama lain. Data para pengguna tetap dimiliki mereka sendiri, tidak berada di perusahaan penyedia platform. (Yoga)


Industri Digitalisasi, Talenta Vs ”Metaverse”

09 Mar 2022

Obrolan soal metaverse makin riuh kala awal tahun ini kala PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mengumumkan kerja sama dengan WIR Group untuk secara bertahap menggarap segmen bisnis pada ekosistem metaverse yang dimasukkan dalam agenda Presidensi G-20 Indonesia. WIR Group merupakan perusahaan teknologi berbasis virtual reality/VR dan augmented reality/AR yang berdiri sejak 2009 di Indonesia.

Bila menyampingkan literasi keamanan digital, metaverse bisa menjadi mimpi buruk penggunanya. Kemenkominfo meluncurkan hasil riset bertajuk Survei Status Literasi Digital Indonesia pada Oktober 2021, yang menunjukkan indeks literasi keamanan digital Indonesia terhitung rendah, dari skala 1-5, Indonesia berada di kisaran nilai 3,1. Pemerintah dan entitas terkait sebaiknya tidak terburu-buru menggelar proyek metaverse Indonesia karena tebawa arus tren global. Banyak aspek yang harus dipenuhi pemerintah agar kehadiran metaverse bisa mengangkat ekonomi nasional secara nyata. (Yoga)


Presiden Resmikan Sea Labs di Indonesia

02 Mar 2022

Presiden Jokowi bersama Chairman & Group CEO Sea Forrest Li  meresmikan peluncuran Sea Labs Indonesia di Pacific Century Place Office Tower, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2020). Peluncuran diharapkan  bisa menarik dan memulangkan sekitar 1.000 para talenta digital Indonesia (RI) yang sekarang berkarier di luar negeri. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ekosistem yang kondusif di Tanah Air harus dibangun bersama-sama. Karena itu, talenta-talenta digital Indonesia, baik dibidang kecerdasan buatan, komputasi awan, hingga teknologi sistem penyimpanan data, yang kini berada di luar negeri diundang untuk kembali ke tanah air. "Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh  Sea dan Sea Labs Indonesia, yang sudah banyak mengundang digital talent kita untuk kembali ke Tanah Air, yang akan mengundang 1.000 orang yang bisa kembali ke Indonesia untuk masuk ke Sea Labs Indonesia," ujar Presiden Jokowi. Pada kesempatan ini Presiden sempat berbincang  melalui sambungan panggilan video langsung dengan para talenta digital Indonesia yang kini berkarier di luar negeri. (Yetede)

OECD: Tingkatkan Keterampilan Digital dengan Fokus ke Pembelajaran

21 Feb 2022

Pandemi Covid-19 memaksa para pekerja berhenti beraktivitas karena virus Corona telah memukul sektor perekonomian. Hal ini dapat mengancam kehidupan generasi mendatang, ekonomi dan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi  Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economics Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann mengajak semua pihak untuk fokus pada elemen-elemen penting, yakni terus meningkatkan pembelajaran, meningkatkan produktivitas dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang sama pentingnya dalam investasi modal. "Namun kunci keberhasilan dalam penerapan teknologi digital adalah ketrampilan atau skill yang dimiliki. Oleh karena itu, ketrampilan harus menjadi fokus dalam  program pembelajaran jangka panjang bagi kalangan orang dewasa," ujarnya.(Yetede)

Akses Kesehatan, Digitalisasi dan Kecepatan Internet Perkuat Layanan

18 Feb 2022

Digitalisasi dan kecepatan jaringan internet merupakan beberapa faktor penting dalam mempercepat transformasi sekaligus membantu memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi daring tentang cara jaringan 5G dan konektivitas internet (IoT) dapat mentransformasikan layanan kesehatan, Kamis (17/2, yang diinisiasi Asosiasi Sistem Global untuk Komunikasi Seluler-Asia Pasifik (APAC-GSMA).

Kepala Komunitas Industri 5G APAC-GSMA Terrence Wong menyampaikan, digitalisasi dalam layanan kesehatan telah dicanangkan oleh WHO sejak 2005, sebagai strategi mempromosikan akses layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan universal. Menurut Terrence, digitalisasi layanan kesehatan dapat mengatasi sejumlah permasalahan, seperti  kesenjangan sumber daya dokter atau perawat di setiap wilayah. Bahkan, pada masa pandemi yang menuntut pembatasan sosial, digitalisasi layanan kesehatan sangat diperlukan karena dapat mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Terrence menyatakan, digitalisasi layanan kesehatan yang semakin menjadi pilihan ini harus didukung fasilitas jaringan internet yang memadai, seperti 5G. Jaringan berkecepatan tinggi ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk membangun rumah sakit pusat dan ruang operasi, ambulans terkoneksi, klinik, hingga fasilitas penelitian dan pengembangan farmasi atau obat-obatan. (Yoga)


Huawei Dorong Peningkatan Keamanan Siber Indonesia

15 Feb 2022

Huawei, perusahaan Tbk Global asal Tiongkok, terus mendorong kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan mengkampanyekan standar keamanan siber di Tanah Air. Terakhir, Huawei mendukung gelaran Cyberhub Fest 2022  dengan melibatkan penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. "Keamana siber merupakan tantangan  yang kompleks dan terus  berubah, sehingga menuntut kolaborasi yang erat  dan pertukaran informasi secara intensif dari seluruh bagian  atau ekosistem," ujar Cyber Security & Privacy Protection Officer Huawei Indonesia Syarbeni. Menurut dia, kepercayaan merupakan fondasi bagi lingkungan digital yang sehat. Karena itu, kepercayaan maupun ketidakpercayaan harus dibangun didasarkan oleh fakta, bukan pada perasaan, spekulasi, dan bukan desas-desus. (Yetede)

Telkom dan Telkomsel Bangun Jaringan 5G di Kawasan Jababeka

11 Feb 2022

PT Telkom Indonesia Tbk bersama anak usahanya Telkomsel serta PT Jababeka Infrastructur menjalin kolaborasi strategis untuk pengembangan teknologi jaringan seluler 5G. Telkom dan Telkomsel akan membangun jaringan di Kawasan Jababeka, Cikarang, Executif Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Teuku Muda  Nanta mengatakan, melalui penandatanganan nota kesepahaman  kerja sama itu, Telkom Group dan Jababeka  diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan dan memiliki manfaat bagi para pihak yang terlibat. "Kami berkomitmen untuk mendukung upaya percepatan pengelolaan digitalisasi kawasan Jababeka menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem," ujar Teuku Muda Nanta, Kamis (10/2). Menurut Tjahadi semua area Kawasan Jababeka  seluas 5,600 hektare saat ini juga  sudah tersedia infrastruktur telekomunikasi fiber optik guna mendukung implementasi industri. (Yetede)

2025, Kemenkominfo Berharap Implementasi 5G Merata

08 Feb 2022

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan Kemenkominfo telah menelaah bahwa pengalaman dari implementasi 4G di Indonesia membutuhkan waktu enam sampai tujuh tahun hingga relatif  merata seperti sekarang. "Jadi implementasi 5G merupakan sebuah keniscayaan. Tapi harus kita atur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bangsa dan negara," jelasnya. Dibandingkan generasi teknologi sebelumnya, lanjut Ismail, perkembangan 5G memberikan nuansa berbeda. Ketika Indonesia berimigrasi dari teknologi 3G ke 4G, sebagian isu hanya persoalan kecepatan transformasi informasi data, atau koneksi melalui internet menggunakan teknologi mobile broadband. "Tapi perkembangan 4G ke 5G agak berbeda. Karena,5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekedar masalah user experience," jelas Ismail. (Yetede)

Metaverse Masa Depan Perbankan di Indonesia

27 Jan 2022

Implementasi platform metaverse di sektor perbankan Indonesia sangatlah mungkin dilakukan, bahkan, menjadi masa depan yang tak terelakkan. Aktivitas fisik dan transaksi perbankan pada saatnya bisa dipindahkan ke dunia virtual baru, yakni metaverse, dan momentumnya tinggal menunggu waktunya tiba. Metaverse, atau meta semesta, merupakan bagian dari ruang realitas  virtual bersama bagi manusia yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata, atau dunia tiga dimensi yang menjadi bagian dari perkembangan dunia internet tahap kedua. "Oh, itu sangat bisa (aktivitas perbankan bisa dipindah ke metaverse). Bahkan, transaski perbankan nantinya bisa lebih efisien. Perbankanpun akan makin bisa mengurangi jumlah kantor cabangnya karena menimbulkan biaya tinggi seperti disarankan BI dan OJK," ungkap  Doctor Transformasi Digital pertama di Indonesia Bayu Prawira Hie. (Yetede)

Masa Depan Bisnis NFT

24 Jan 2022

Nama Ghozali tiba-tiba menjadi buah bibir pada awal tahun ini. Pemuda asal Semarang ini sukses memunculkan inovasi dengan menjual foto selfie menggunakan non-fungible token (NFT) di beberapa marketplace, seperti Open Sea. Dia mengumpulkan kolase selfie tersebut secara telaten sepanjang 2017—2021 dan berhasil menjualnya dengan omzet penjualan sekitar 284 Ethereum atau setara dengan Rp13 miliar hingga saat ini. Bagaimana menjelaskan fenomena ini bagi masyarakat awam? Fungibility adalah sifat suatu aset yang dapat dipertukarkan dengan aset lainnya berjenis sama. Jika suatu aset bersifat fungible, proses pertukaran akan berjalan mudah.

NFT menggunakan buku besar digital berbasis teknologi blockchain yang memberikan sertifikat kepada publik tentang keaslian dan bukti kepemilikan dari karya tersebut tetapi tidak membatasi pembagian atau penyalinan data digital dalam berbagai bentuk untuk para pembeli dan penikmat karya. Di luar apa yang dipahami masyarakat secara umum, blockchain tidak hanya sekadar digunakan sebagai basis teknologi uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Teknologi blockchain memungkinkankan pendaftaran peer-to-peer digital yang mencatat dan menyimpan transaksi antar pihak. Berapa lama bisnis NFT akan bertahan? Dunia seni digital yang banyak menggunakan NFT sebagai media transaksi semakin menjamur. Sebuah studi awal oleh David Evans dari University of Chicago pada 2014 menunjukkan betapa berfluktuasinya harga kripto. Pada saat studi itu dilakukan, jika dibandingkan dengan mata uang tradisional seperti Euro, Bitcoin memiliki fluktuasi 18 kali lipat yang membuat motif spekulasi lebih menonjol dalam kepemilikannya. Pada periode yang hampir sama, studi dari Erik Bohlin dari Chalmers University menunjukkan bahwa negara-negara yang pertama kali melakukan lelang teknologi seluler 3G, yaitu Jerman dan Inggris mengalami winner curse.