;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

OECD: Tingkatkan Keterampilan Digital dengan Fokus ke Pembelajaran

21 Feb 2022

Pandemi Covid-19 memaksa para pekerja berhenti beraktivitas karena virus Corona telah memukul sektor perekonomian. Hal ini dapat mengancam kehidupan generasi mendatang, ekonomi dan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi  Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economics Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann mengajak semua pihak untuk fokus pada elemen-elemen penting, yakni terus meningkatkan pembelajaran, meningkatkan produktivitas dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang sama pentingnya dalam investasi modal. "Namun kunci keberhasilan dalam penerapan teknologi digital adalah ketrampilan atau skill yang dimiliki. Oleh karena itu, ketrampilan harus menjadi fokus dalam  program pembelajaran jangka panjang bagi kalangan orang dewasa," ujarnya.(Yetede)

Akses Kesehatan, Digitalisasi dan Kecepatan Internet Perkuat Layanan

18 Feb 2022

Digitalisasi dan kecepatan jaringan internet merupakan beberapa faktor penting dalam mempercepat transformasi sekaligus membantu memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi daring tentang cara jaringan 5G dan konektivitas internet (IoT) dapat mentransformasikan layanan kesehatan, Kamis (17/2, yang diinisiasi Asosiasi Sistem Global untuk Komunikasi Seluler-Asia Pasifik (APAC-GSMA).

Kepala Komunitas Industri 5G APAC-GSMA Terrence Wong menyampaikan, digitalisasi dalam layanan kesehatan telah dicanangkan oleh WHO sejak 2005, sebagai strategi mempromosikan akses layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan universal. Menurut Terrence, digitalisasi layanan kesehatan dapat mengatasi sejumlah permasalahan, seperti  kesenjangan sumber daya dokter atau perawat di setiap wilayah. Bahkan, pada masa pandemi yang menuntut pembatasan sosial, digitalisasi layanan kesehatan sangat diperlukan karena dapat mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Terrence menyatakan, digitalisasi layanan kesehatan yang semakin menjadi pilihan ini harus didukung fasilitas jaringan internet yang memadai, seperti 5G. Jaringan berkecepatan tinggi ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk membangun rumah sakit pusat dan ruang operasi, ambulans terkoneksi, klinik, hingga fasilitas penelitian dan pengembangan farmasi atau obat-obatan. (Yoga)


Huawei Dorong Peningkatan Keamanan Siber Indonesia

15 Feb 2022

Huawei, perusahaan Tbk Global asal Tiongkok, terus mendorong kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan mengkampanyekan standar keamanan siber di Tanah Air. Terakhir, Huawei mendukung gelaran Cyberhub Fest 2022  dengan melibatkan penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. "Keamana siber merupakan tantangan  yang kompleks dan terus  berubah, sehingga menuntut kolaborasi yang erat  dan pertukaran informasi secara intensif dari seluruh bagian  atau ekosistem," ujar Cyber Security & Privacy Protection Officer Huawei Indonesia Syarbeni. Menurut dia, kepercayaan merupakan fondasi bagi lingkungan digital yang sehat. Karena itu, kepercayaan maupun ketidakpercayaan harus dibangun didasarkan oleh fakta, bukan pada perasaan, spekulasi, dan bukan desas-desus. (Yetede)

Telkom dan Telkomsel Bangun Jaringan 5G di Kawasan Jababeka

11 Feb 2022

PT Telkom Indonesia Tbk bersama anak usahanya Telkomsel serta PT Jababeka Infrastructur menjalin kolaborasi strategis untuk pengembangan teknologi jaringan seluler 5G. Telkom dan Telkomsel akan membangun jaringan di Kawasan Jababeka, Cikarang, Executif Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Teuku Muda  Nanta mengatakan, melalui penandatanganan nota kesepahaman  kerja sama itu, Telkom Group dan Jababeka  diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan dan memiliki manfaat bagi para pihak yang terlibat. "Kami berkomitmen untuk mendukung upaya percepatan pengelolaan digitalisasi kawasan Jababeka menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem," ujar Teuku Muda Nanta, Kamis (10/2). Menurut Tjahadi semua area Kawasan Jababeka  seluas 5,600 hektare saat ini juga  sudah tersedia infrastruktur telekomunikasi fiber optik guna mendukung implementasi industri. (Yetede)

2025, Kemenkominfo Berharap Implementasi 5G Merata

08 Feb 2022

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan Kemenkominfo telah menelaah bahwa pengalaman dari implementasi 4G di Indonesia membutuhkan waktu enam sampai tujuh tahun hingga relatif  merata seperti sekarang. "Jadi implementasi 5G merupakan sebuah keniscayaan. Tapi harus kita atur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bangsa dan negara," jelasnya. Dibandingkan generasi teknologi sebelumnya, lanjut Ismail, perkembangan 5G memberikan nuansa berbeda. Ketika Indonesia berimigrasi dari teknologi 3G ke 4G, sebagian isu hanya persoalan kecepatan transformasi informasi data, atau koneksi melalui internet menggunakan teknologi mobile broadband. "Tapi perkembangan 4G ke 5G agak berbeda. Karena,5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekedar masalah user experience," jelas Ismail. (Yetede)

Metaverse Masa Depan Perbankan di Indonesia

27 Jan 2022

Implementasi platform metaverse di sektor perbankan Indonesia sangatlah mungkin dilakukan, bahkan, menjadi masa depan yang tak terelakkan. Aktivitas fisik dan transaksi perbankan pada saatnya bisa dipindahkan ke dunia virtual baru, yakni metaverse, dan momentumnya tinggal menunggu waktunya tiba. Metaverse, atau meta semesta, merupakan bagian dari ruang realitas  virtual bersama bagi manusia yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata, atau dunia tiga dimensi yang menjadi bagian dari perkembangan dunia internet tahap kedua. "Oh, itu sangat bisa (aktivitas perbankan bisa dipindah ke metaverse). Bahkan, transaski perbankan nantinya bisa lebih efisien. Perbankanpun akan makin bisa mengurangi jumlah kantor cabangnya karena menimbulkan biaya tinggi seperti disarankan BI dan OJK," ungkap  Doctor Transformasi Digital pertama di Indonesia Bayu Prawira Hie. (Yetede)

Masa Depan Bisnis NFT

24 Jan 2022

Nama Ghozali tiba-tiba menjadi buah bibir pada awal tahun ini. Pemuda asal Semarang ini sukses memunculkan inovasi dengan menjual foto selfie menggunakan non-fungible token (NFT) di beberapa marketplace, seperti Open Sea. Dia mengumpulkan kolase selfie tersebut secara telaten sepanjang 2017—2021 dan berhasil menjualnya dengan omzet penjualan sekitar 284 Ethereum atau setara dengan Rp13 miliar hingga saat ini. Bagaimana menjelaskan fenomena ini bagi masyarakat awam? Fungibility adalah sifat suatu aset yang dapat dipertukarkan dengan aset lainnya berjenis sama. Jika suatu aset bersifat fungible, proses pertukaran akan berjalan mudah.

NFT menggunakan buku besar digital berbasis teknologi blockchain yang memberikan sertifikat kepada publik tentang keaslian dan bukti kepemilikan dari karya tersebut tetapi tidak membatasi pembagian atau penyalinan data digital dalam berbagai bentuk untuk para pembeli dan penikmat karya. Di luar apa yang dipahami masyarakat secara umum, blockchain tidak hanya sekadar digunakan sebagai basis teknologi uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Teknologi blockchain memungkinkankan pendaftaran peer-to-peer digital yang mencatat dan menyimpan transaksi antar pihak. Berapa lama bisnis NFT akan bertahan? Dunia seni digital yang banyak menggunakan NFT sebagai media transaksi semakin menjamur. Sebuah studi awal oleh David Evans dari University of Chicago pada 2014 menunjukkan betapa berfluktuasinya harga kripto. Pada saat studi itu dilakukan, jika dibandingkan dengan mata uang tradisional seperti Euro, Bitcoin memiliki fluktuasi 18 kali lipat yang membuat motif spekulasi lebih menonjol dalam kepemilikannya. Pada periode yang hampir sama, studi dari Erik Bohlin dari Chalmers University menunjukkan bahwa negara-negara yang pertama kali melakukan lelang teknologi seluler 3G, yaitu Jerman dan Inggris mengalami winner curse.


Indeks Literasi Digital Indonesia di Level Sedang

21 Jan 2022

Kemenkominfo bersama Katadata Insight Center dan Siber Kreasi melakukan survei terkait indeks literasi digital Indonesia pada 2021. Hasilnya, indeks literasi digital di Tanah Air hanya sedikit membaik, atau masih di level sedang. Skornya hanya naik tipis menjadi 3,49 pada 2021 dari tahun sebelumnya 3,46, dari potensi angka skor maksimun 5,00. 

Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pengukuran indeks literasi digital dilakukan untuk mengetahui status literasi digital di Indonesia. "Saat ini semua kegiatan terintegrasi semua ke ruang digital. Perkembangan digital yang  dibarengi dengan teknologi harus diimbangi oleh literasi  digital yang memadai. 

Pengguna ruang digital pun dapat mengoptimalkan ruang digital untuk kegiatan yag lebih produktif," imbuhnya. Sementara itu, Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi menyebutkan, pengetahuan tentang metaverse dan web 3,0 dan perlu mulai dikenalkan dalam program dan kurikulum Gerakan Literasi Digital Nasional. "Dulu kita bicara website, media sosial, sekarang kita harus berhadapan dengan metaverse. Padahal kita belum selesai menanggulangi konten negatif di ruang digital." ujar Dedy. (Yetede)

Akuisisi Microsoft atas Activision Tidak Akan Dihalangi Regulator

20 Jan 2022

Kesepakatan Microsoft senilai US$ 69 miliar untuk mengakuisisi perusahaan video game Activision Blizzard diperkirakan mendapat lampu hijau dari regulator. "Dari perspektif regulasi,Microsoft tidak berada dibawah pengawasan yang sama seperti pendukung teknologi lainnya. (CEO Microsoft Satya Nadella) melihat peluang di segmen konsumen, sementara yang lain terjebak dalam sorotan peraturan dan tidak dapat mengejar aset seperti ini," kata analis Wedbush Dan Ives pada Rabu (19/1). Ada kekhawatiran bahwa Microsoft mungkin membuat Activision dimasa depan menjadi eksklusif untuk konsol Xbox dan komputer Windows. Jika demikian ini akan menyulitkan bagi perusahaan perangkat keras PlayStation saingan yang dibuat oleh Sony yang berbasis di Jepang. (Yetede)

Grab Dukung BIG untuk Wujudkan Kebijakan Satu Peta

18 Jan 2022

Grab, aplikasi terkemuka di Asia Tenggara, menjalin kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), untuk mendukung Kebijakan Satu Peta (One Map Policy/OMP) yang digagas pemerintah, untuk mewujudkan tata kelola hutan dan pertanahan yang lebih baik. Grab mengumpulkan lebih dari 10.000 titik koordinat (Point of Interest/Pol) di 3 kota dan kabupaten yang menjadi pilot project, yaitu Sukabumi, Sumedang dan Tasikmalaya. Pengumpulan Pol didukung Mitra Grab dengan teknologi pengumpulan data, lalu dimasukkan dalam peta dasar BIG yang dijadikan acuan dasar pembangunan ekonomi daerah. Data tersebut juga dimasukkan ke peta Grab sehingga memudahkan pelaku ekonomi seperti UMKM, diakses masyarakat melalui layanan Grab.

Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan, suatu kehormatan bagi Grab menjadi superapp pertama yang dipercaya BIG untuk turut mensukseskan OMP melalui pengumpulan data Pol di kota dan kabupaten yang ditargetkan. Kepala BIG Muh Aris Marfai menambahkan, kerjasama itu merupakan kontribusi bersama BIG dan Grab memajukan perekonomian Indonesia, khususnya dalam investasi dan perencanaan pembangunan melalui penyediaan data spasial yang andal, cepat dan akurat. (Dini)