Teknologi
( 1200 )Dongkrak Daya Saing Maritim, INSA Dorong Penggunaan Teknologi Informasi
Indonesian National Shipowers’ Association (INSA) mendorong peningkatan pemanfataan teknologi informasi guna memperkuat daya saing industry maritime dalam negeri. Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menjelaskan, di era digitalisasi saat ini dan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), industry maritime mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan memanfaatkan teknologi informasi serta mengubah pola pikir dan cara kerja di sector maritim.
“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di insutri maritime diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di sector maritime,” ungkap Carmelita dalam konferensi pers acara Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021 secara daring, Kamis (28/10). Selain itu, lanjut dia, penerapan digitalisasi pada system layanan online disektor maritime perlu terus dikembangkan sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan cepat pada akhirnya mampu menekan biaya logistik.
Carmelia menyebutkan, pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan analisa. Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan dan peluang bisnis di sektor maritim, misalnya mengenai informasi mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas. "Sinergitas, kolaborasi, dan inovasi disektor maritim, perlu terus dilakukan untuk kemajuan industri maritim kita," papar Camelia. (Yetede)
Gurih Saham Juragan Menara
Tempo, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten baru di pengujung tahun ini. PT. Dayamitra Telekomunikasi (Miratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), akan menggelar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Mitratel memiliki peluang merebut investor, apalagi saat ini telah ada dua investor institusi yang berkomitmen untuk masuk. Mitratel dinilai bakal menjadi pesaing berat emiten telekomunikasi yang lebih dulu melantai di BEI. Mitratel bakal menggelar IPO dengan target perolehan dana US$ 1-1,4 miliar atau sekitar Rp 14-19,6 triliun. Wakil Menteri BUMN mengatakan Mitratel siap melepas 25 persen saham ke publik. Pengumuman penawaran saham perdana Mitratel layak dicermati investor karena memiliki prospek valuasi yang menarik di masa depan.
Dukungan Telkom sebagai induk usaha turut menambah kekuatan Mitratel. Pada September lalu, aset menara telekomunikasi Mitratel bertambah 4.000 unit yang berasal dari anak usaha Telkom lainnya, yaitu PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Kesepakatan alih aset tersebut dituangkan dalam perjanjian jual-beli yang dilakukan kedua perusahaan. Dengan pengalihan tersebut, Mitratel memiliki lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertumbuhan menara telekomunikasi Mitratel mencapai 45 persen secara tahunan dengan tenancy ratio 1,57 kali. Angka ini naik dari Juni 2020 yang mencapai 1,54 kali.
Telkom Berencana Gabungkan Bisnis Data Center
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berencana menggabungkan bisnis data center dari tiga entitas usaha, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), PT Sigma Cipta Caraka, (Telkomsigma), dan Data Center Telkom. Vice Presiden Investor Relation Indonesia Andi Setiawan, perseroan kini dalam proses pendalaman atau mempelajari potensi konsolidasi bisnis data center atau pusat data tersebut untuk dikelola dalam satu entitas. "Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan," kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10)
Menurut dia, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi, sehingga akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi Group Telkom secara keseluruhan apabila dilakukan unlocking value. Konsolidasi bisnis data center juga digarapkan dapat berkontribusi terhadap operasional dan kinerja perseroan di masa mendatang. Langkah penggabungan bisnii data center sekaligus sebagai transformasi Terkom menuju digital telcom company. Sebab data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital telkom atas berbagai digital services.
Sebelum data center, Telkom lebih dulu menjalankan strategi konsolidasi dan unlocking value pada bisnis menara telekomunikasi. Dua anak usaha perseroan telah melakukan transaksi pengalihan menara. Sebanyak 10.050 menara telekomunikasi milik PT Komunikasi Selular (Terkomsel) dialihkan ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Miratel). Menurut Andi Setiawan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan menara pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian, Telkomsel mengalihkan 4.000 unit menara pada 31 Agustus 2021. (yetede)
Indonesia Serukan Ekonomi Indonesia Yang Lebih Insklusif
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menilai ekonomi yang inklusif, digitalisasi yang semakin luas, dan ekonomi yang berkelanjutan relevan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Ia menyampaikan hal ini dalam Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-15 UNCTAD pada 4-7 Oktober 2021 berlangsung secara hybrid dengan lokasi pertemuan fisik secara terbatas di Jenewa. Swiss, dan Bridgetown, Barbados, kegiatan mengusung tema "From Inequality and Vulnerability to Properity for All" Dan diikuti oleh 195 negara anggota UNCTAD. Pada sesi debat umum ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Wamenlu Negeri RI mengajak seluruh anggota UNCTAD untuk mengarahkan perhatian kepada 3 elemen utama untuk mengatasi dampak Covid-19.
"Pertama pembangunan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan ekonomi kreatif," ujar Wamenlu, Rabu (6/10). Ia menyampaikan pengembangan kreatif ekonomi dapat membantu negara-negara untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan juga membantu transformasi ekonomi. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), wanita, maupun pemuda harus diberdayakan untuk memaksimalkan manfaat peluang-peluang yang diciptakan oleh ekonomi kreatif. Hal ini bertepatan dengan Momentum 2021 yang ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (Res/A/74/198)."Kedua memberi dukungan terhadap perluasan digitalisasi." lanjut Wamenlu.
Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil pada pandemi ini bahwa adalah kegiatan bisnis dapat bertahan dari keterpurukan ekonomi apabila dapat beradaptasi dan menggunakan ekonomi digital, sebagai sarana memasarkan produk dan memperluas jaringan konsumen. Oleh sebab itu, perlu perhatian khusus untuk menjembatani digital antar negara dan antar wilayahnya dengan harga yang terjangkau. Selain itu, akses terhadap infrastruktur digital harus dapat diandalkan, khususnya di negara berkembang. "Ketiga, transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan." imbuhnya. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan perdagangan dan investasi untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan lingkungan dari Agenda 2030. (yetede)
Facebook : Gangguan Layanan Berdampak Luas
Teknologi membuat jarak dan sekat semakin menipis. Matinya jaringan untuk mengakses Facebook, Whatsapp, dan Instagram di Amerika Serikat bisa dirasakan dampaknya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Facebook Inc telah mengidentifikasi gangguan yang mengakibatkan terhentinya akses ke layanan platform dalam grup tersebut selama beberapa jam. Gangguan ini berdampak luas karena banyak pengguna platform Facebook, Whatsapp, dan Instagram yang memanfaatkan platform tersebut untuk memasarkan usaha, selain sebagai media komunikasi. Di Indonesia, warganet tidak bisa mengakses media sosial Facebook, Whatsapp, dan Instagram pada Senin (4/10/2021) sekitar pukul 22.30 hingga Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 05.00. Gangguan aktivitas digital dari perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu dialami penggunanya di negara-negara.
Layanan tiga media sosial dalam grup Facebook Inc ini tepatnya dilaporkan terjadi sekitar 11.30 waktu Eastern Daylight Time (EDT) atau waktu bagian timur Amerika Serikat. Layanan baru beroperasi lagi sekitar 18.00 waktu EDT, setelah sekitar tujuh jam terganggu. Vice President Facebook Santosh Janardhan dalam unggahan situs resmi Facebook, Selasa (5/10/2021) waktu Indonesia, menjelaskan, para insinyur dan teknisi grup ini telah menemukan penyebab terganggunya akses media sosial grup Facebook. Permasalahan ini dikarenakan adanya perubahan konfigurasi dari backbone routers yang mengordinasikan lalu lintas jaringan antara pusat datanya, sehingga komunikasi jadi terganggu.
Bank Digital, Bank Dalam Genggaman Tangan
Masyarakat saat ini sangat menikmati berbagai bentuk layanan penyediaan barang mau pun jasa yang berbasis teknologi digital. Dengan hadirnya teknologi digital tersebut, masyarakat tidak perlu lagi mendatangi tempat dimana penjual barang atau jasa berada, namun cukup melakukan nya secara daring dari tempat mereka tinggal. Degan dukungan jaringan internet yang semakin meluas, semakin banyak wilayah Indonesia yang mendapatkan akses internet. Saat ini diperkirakan ada sekitar 202,6 juta penduduk Indonesia yang telah mengakses internet di berbagai pelosok Tanah Air.
Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa transformasi digital sebenarnya bukan hanya terjadi di industri jasa keuangan saja, melainkan juga terjadi dalam perilaku masyarakat. Kondisi tersebut didukung dengan fakta bahwa 89% dari penduduk Indonesia telah memiliki smartphone. Sehingga penggunaan aplikasi maupun transaksi yang berbasis digital bukan lagi menjadi suatu impian bagi masyarakat, namun telah menjadi sebuah kebutuhan yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Masyarakat bisa memilih aplikasi bank apa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.
Dengan melakukan pembukaan rekening secara daring dari tempat mereka tinggal, menjadikan kebutuhan layanan keuangan masyarakat tersebut makin menjadi terpenuhi. Bagi bank sendiri, adopsi pembukaan rekening secara daring tanpa harus melalui kantor fisik bank akan memperluas jaringan nasabah tanpa harus berdomisili dekat dengan kantor bank tersebut. Disinilah kita bisa melihat bahwa bank digital mampu mendongkrak inklusi keuangan bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses terhadap layanan perbankan. (yetede)
Erick Thohir Sebut Sejumlah BUMN Investasi di Belasan Startup
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan sejumlah perusahaan pelat merah berinvestasi di startup. Hal ini seiring dengan perkembangan prospek bisnis sektor digital di Indonesia. Erick mengatakan salah satu BUMN yang berinvestasi di startup adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Perusahaan itu berinvestasi di 15 startup. "Kami melihat BUMN itu punya investasi di startup," ungkap Erick kepada media, Kamis (23/9). Selain BRI, ada pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang juga menanamkan dana di 15 startup. Kemudian, Telkomsel berinvestasi di 15 startup dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di 54 startup. Erick tak merinci identitas startup yang menjadi ladang investasi sejumlah perusahaan pelat merah. Hanya saja, ia menyebut beberapa startup sudah berstatus unicorn. "Sebagian sudah unicorn, mereka investasi di Bukalapak, salah satu yang kemarin go public," terang Erick.
Sebelumnya, Direktur Digital Business Telkom Indonesia Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan pihaknya siap mengakuisisi startup dalam waktu mendatang. Hal ini khususnya startup yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. "Telkom terbuka untuk berinvestasi atau semacamnya, apakah itu akuisisi terhadap perusahaan startup atau pihak-pihak yang memang dapat menambah value added Telkom," ungkap Fajrin dalam Telkom Talks-Akselerasi Digital untuk Kemajuan Bangsa Indonesia, Selasa (6/7). Ia mengatakan pihaknya baru-baru ini berinvestasi di Gojek. Investasi itu dilakukan oleh anak usaha mereka, Telkomsel. Selain itu, Telkom Indonesia memiliki venture capital bernama MDI Ventures. Fajrin mengatakan perusahaan itu sudah cukup banyak menanamkan dana di sejumlah startup. (yetede)
Bisnis Data Center, Persaingan Harga Pusat Data Bakal Ketat
Indonesia Digital Empowering Community memproyeksikan perang harga di industri pusat data pada masa mendatang seiring dengan pesatnya pembangunan pusat data di Indonesia. Ketua Indonesia Digital Empowering Community (Idiec) M Tesar Sandikaputra mengatakan munculnya pusat data-data baru di Tanah Air akan mendorong persaingan dari sisi harga. Menurutnya, pemain pusat data menawarkan harga murah untuk merebut pasar yang terbatas. "Makin banyak pemain tentu harga makin murah, terlebih tidak semua sektor menggunakan layanan pusat data," katanya, Selasa (21/9)
Kesenjangan antara suplai pusat data dan kebutuhan yang tidak terlalu besar kemudian beresiko membuat para penyedia pusat data saling bersaing menawarkan layanannya dengan harga murah. Berdasarkan pengalaman Tesar pusat data diatas 10 juta atau satu rak. Makin banyak yang tersimpan, imbuhnya, makin besar rak yang di sewa. "Itu hanya sewa rak dan bandwith saja. Belum termasuk operasi atau isi," kata Tesar. Saat ini beberapa perusahaan mengebut pembangunan pusat data seperti PT Telkom Indonesia Tbk, Biznet, DCI Indonesia dalam jalur pembangunan pusat data skala hiper.
"Bisnis pusat data saingannnya adalah para pemain pusat data besar-besar untuk teknologi komputasi awan, misalnya AWS," kata Tesar. Ditengah pembangunan pesat pusat data di Tanah Air, para pemain pusat data mengalami pertumbuhan yang signifikan di bisnis pusat data. Pada kuartal II/2021, PT Telkom Indonesia Tbk, mencatat pendapatan senilai Rp713 miliar dari bisnis pusat data dan komputasi awan. Jumlah pendapatan tersebut meningkat 11,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (yetede)
Strategi Digitalisasi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membeberkan sejumlah langkah strategis digitalisasi yang perlu dilakukan oleh perusahaan di Tanah Air untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini perlu dilakukan karena Indonesia masih di landa pandemi Covid-19. Dirjen Aptika Kemkominfo Samuel A Pangerapan mengatakan, karena situasi pandemi yang masih terjadi, pemerintah berharap perusahaan mau mempersiapkan tiga strategi terkait digitalisasi agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2022. "Di era digital, terlebih saat pandemi, platform digital telah menjadi salah satu strategi bagi pelaku bisnis besar maupun UMKM untuk bertahan, meningkatkan, dan proses pengembangan bisnis," ujar Semmy, panggilan akrab Samuel, dalam acara virtual Lintasarta Cloudeka Conference, ICT7Business Outlook 2022, Rabu (15/9).
Di sisi lain, Semmy juga menyampaikan, pemerintah sekarang sudah mendorong pemanfaatan komputasi awan (cloud) di lingkungan internalnya. Pasalnya, spending pemerintah untuk membangun server dan pusat data guna penyimpanan data juga dinilai sudah terlalu besar. "Itu dihitung, kalau kita bisa menggunakan cloud, penghematan bisa Rp20 triliun setahun. Ini tentu pemerintah mendorong, karena surat edaran juga memastikan semua pemerintah tidak lagi membeli server, tetapi menggunakan cloud. Artinya, ada suatu peluangan bisnis yang besar," ungkapnya.
"Teknologi itu malah yang paling cepat. Kenapa, bahkan ketika awal pandemi justru sektor informasi dan telekomunikasi itu justru yang trennya naik," ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance Aviliani. Dia menjelaskan, berdasarkan study McKinsey, ditengah pandemi saat ini, hampir semua sektor, seperti pendidikan, travel, belanja, hingga pekerjaan, mulai beralih dengan memanfaatkan teknologi. "Hampir di semua sektor, tidak hanya keuangan, tapi juga kesehatan, tourism, itu juga akan menggunakan teknologi, dan sekarang sudah dimulai. Industri sekarang sudah memakai robot dengan menggunakan teknologi," imbuhnya. (YTD)
Astra Perkuat Digitalisasi, termasuk Dompet Elektronik
PT Astra International Tbk (ASII)
terus memperkuat digitalisasi untuk meningkatkan
kemajuan perusahaan. Astra juga melakukan inovasi
terkait digitalisasi dengan melibatkan seluruh anak
usaha melalui Moxa Financial dan Astrapay.
Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro
menjelaskan, dalam dua tahun terakhir, Astra fokus dalam memperkuat
digitalisasi. Pasalnya, perusahaan
menyadari digitalisasi ini yang mendukung kesuksesan perusahaan di
masa mendatang.
“Dalam memperkuat digitalisasi ini,
kami melibatkan semua unit bisnis Astra karena perusahaan ini berbentuk
konglomerasi dan harus menyesuaikan dengan karakteristik unit bisnis,”
jelas dia dalam konferensi pers Public
Expose Live 2021, Kamis (9/9).
Dalam penguatan digitalisasi ini,
Astra menggunakan tiga pendekatan.
Pendekatan pertama adalah dengan
melakukan modernisasi keseluruhan proses bisnis dan cara bekerja.
Kemudian, Astra menekankan
kolaborasi di dalam ekosistem.
Djony menyebutkan, selama berpuluh tahun, Astra sudah membangun
ekosistem offline melalui unit usahanya dan mitra usahanya. Ekosistem
ini yang kemudian disatukan dalam
satu platform di bawah Astrapay
yang merupakan produk dompet
digital dari Astra.
Direktur Astra International Suparno Djasmin menambahkan, Astra
memang memiliki ekosistem yang
besar. Oleh karena itu, Astra akan
memanfaatkan ekosistem itu untuk
melakukan transformasi digital.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









