;
Kategori

Teknologi

( 1200 )

Telkom Sambut IPO Kredivo

10 Aug 2021

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyambut positif terkait keinginan Kredivo untuk menjadi perusahaan publik dengan valuasi sekitar US$ 2,5 milliar. Kredivo merupakan starup portofolio dari anak perusahaan Telkom melaui MDI Ventures setelah berinvestasi di Kredivo sejak 2018 dan tahun berikutnya bersama Terkomsel Mitra Inovasi.

Direktur Strategis Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, “Ini merupakan buah manis dari strategis dan komitmen investasi Telkom di bisnis digital yang dijalankan melalui MDI Ventures dan MDI sudah on the track. Bukan hanya potensi capital gain yang mungkin diperolah, tapi hal terpenting dari investasi ini adalah synergi value dengan startup portofolio MDI yang akan mendukung mengembangan bisnis digital Telkom, khususnya pada domain platform dan services,” jelas Budi dalam keterangan tertulis kepada Investor Dayli, Senin (9/8).

Hadirnya Kredivo sebagai unicorn akan menambah catatan positif MDI Ventures dalam berinvestasi. Sebelumnya Nium, starup  Portfolio MDI juga menjadi unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara dengan valuasi di atas UUS$ 1 milliar. “Semoga langkah sukses Kredivo ini dapat diikuti startup lokal yang lahir sebagai Unicorn baru. Telkom Group melalui MDI akan terus berupaya mendukung terwujudnya hal tersebut. Dalam waktu dekat mudah-mudahan akan menyusul startup portofolio MDI lain yang melakukan IPO di bursa dalam negeri,” papar Budi.


Pendidikan : Dana Rp 3,7 Triliun untuk Digitalisasi

04 Aug 2021

Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan perangkat teknologi dan informasi. Hal ini dilakukan dengan mendorong produksi dalam negeri didukung Google Indonesia Modernisasi perangkat keras di sekolah-sekolah mulai tahun 2021. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan, pada 2021 Kemendikbudristek menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,7 triliun untuk pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, terbanyak untuk laptop Chromebook yang merupakan produksi dalam negeri. "Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Google dan perusahaan elektronik dalam negeri, dan nantinya melibatkan siswa SMK untuk perakitan dan pascapenjualan." 

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, Google berkomitmen membantu transformasi pendidikan digital di Indonesia. Tak hanya mendukung teknologi yang terjangkau demi menyukseskan belajar jarak jauh atau daring, tetapi juga turut meningkatkan kompetensi guru, pelajar, dan orangtua untuk memanfaatkan teknologi pendidikan yang disediakan Google. "Pandemi Covid19 menunjukkan pentingnya alat tepat untuk bekerja sama dan PJJ . " Sejumlah jenis laptop memakai Chrome OS akan dibuat di Indonesia. Google Indonesia bekerja sama dengan enam produsen lokal untuk merakit Chromebook di Indonesia, yakni Axioo, Advan, Evercross, SPC, Zyrex, dan TSMID.

Lahirkan Unicorn Baru, Laba Telkomsel Diproyesikan Melesat

03 Aug 2021

Dengan bisnis yang besar dan kuat di sektor teknologi yang kini tumbuh pesat, saham emiten telekomunikasi itu valuasinya dinilai murah dan berpotensi harganya melejit kembali. Selain investasi lewat anak usahanya ke 50 lebih startup mulai menguntungkan, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga menarik karena dividennya besar. Laba Telkom diproyeksikan tumbuh kuat, seiring transformasi yang terus dilakukan BUMN ini ke digital telco. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, yang sedang hype adalah emiten sektor berbasis teknologi dan fenomena bank-bank digital yang ramai mendapat valuasi premium dari pasar. Pasalnya, sektor ini dinilai memberikan pertumbuhan yang tinggi. “Fenomena bank-bank digital yang ramai mendapat valuasi premium dari pasar atau emiten-emiten sektor teknologi, hal itu tidak lepas karena prospek pertumbuhan yang bisa diberikan. Di sisi lain, banyak saham-saham first liner mengalami kondisi yang sama dengan TLKM, seperti UNVR yang sahamnya terus turun, serta saham consumer good lainnya INDF yang harga sahamnya tidak banyak bergerak dalam 5 tahun terakhir. Namun, kalau melihat harga saham TLKM saat ini, menurut saya sangat menarik karena bisnisnya yang kuat dan besar di sektor yang menjadi makin kuat (sejak era pandemi). Namun, harga ini masih jauh di bawah rekor tertinggi saham Telkom sekitar Rp 4.800 per unit pada 2 Agustus 2017. Sementara itu, market capitalization Telkom sekitar Rp 328 triliun atau terbesar ketiga setelah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dengan dividend yield sekitar 5,08%. Sedangkan kapitalisasi pasar BCA Rp 727 triliun dan BRI Rp 457 triliun

Bank Dunia: Indonesia Harus Percepat Pemerataan Adopsi Teknologi

30 Jul 2021

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen mengatakan, tingkat pertumbuhan perekonomin digital di Indonesia adalah paling pesat di Asia Tenggara. Hal ini dapat memberikan peluang bagi Indonesia untuk memaksimalkan kekuatan dari berbagai teknologi digital ini, terutama dalam menangani beberapa tantangan mendasar untuk mencapai pertumbuhan, menciptakan perekonomian yang lebih kompetitif dan inklusif. “Inovasi digital menjadi faktor yang sangat penting dalam bentang lahan bisnis di masa yang akan datang. Aplikasi dari teknologi digital punya banyak sekali potensi. Kita bisa memfasilitasi pemulihan ekonomi dan membentuk pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing di masa yang akan datang, namun demikian manfaat dari ekonomi digital tidak bisa kita anggap langsung ada begitu saja, karena tidak semua orang akan bisa dapat manfaat dari teknologi digital ini,”tuturnya.

(Oleh - HR1)

Data Bocor Diduga Hasil Pembobolan

29 Jul 2021

Sebanyak 2 juta data nasabah yang diduga berasal dari perusahaan asuransi jiwa BRI Life diretas dan diperjualbelikan di internet. Data diduga berasal dari proses pembobolan situs. Pihak BRI Life menyatakan tengah menelusuri hal itu dan berkoordinasi dengan penegak hukum guna proses lebih lanjut. Informasi peretasan dan bocornya data nasabah BRI Life terungkap dan viral di media sosial sejak Selasa (27/7/2021).

Akun Twitter @UnderTheBreach milik Alon Gal, petinggi perusahaan keamanan siber Hudson Rock, mencuit telah terjadi kebocoran besar pada BRI Life. Data yang diretas mencapai 2 juta klien, 463.000 dokumen, dan dijual seharga 7.000 dollar AS atau sekitar Rp 101 juta (dengan kurs Rp 14.428 per dollar AS). Akun itu juga mengunggah foto kartu tanda penduduk (KTP) nasabah. Sekretaris Perusahaan BRI Life Ade Nasution mengatakan, pihaknya bersama tim independen spesialis keamanan siber tengah menelusuri jejak digital guna investigasi dan meningkatkan perlindungan data pemegang polis BRI Life. ”BRI Life berupaya maksimal untuk melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Ade dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Terkait dugaan itu, BRI Life akan melaporkan dan berkoordinasi dengan penegak hukum untuk proses lebih lanjut. Ia menegaskan, BRI Life tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila ada permintaan data pribadi dari pihak yang mengatasnamakan atau mengaitkan dengan kepemilikan polis di BRI Life, kata Ade, pemegang polis diharapkan menghubungi layanan resmi melalui nomor 1500087, Whatsapp 0811-935-0087, atau e-mail cs@brilife.co.id. Menurut Chairman Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha, dari sampel yang dia peroleh, data yang bocor meliputi data mutasi rekening, bukti transfer setoran asuransi, KTP, tangkapan layar perbincangan Whatsapp nasabah dengan pegawai BRI Life, dokumen pendaftaran asuransi, kartu keluarga, beberapa formulir pernyataan diri, dan polis asuransi jiwa.

Pratama menduga, klaim Hudson Rock tentang kebocoran atau penjualan data nasabah BRI Life kemungkinan besar benar. ”Apabila diperhatikan, dari tangkapan layar yang dibagikan Hudson Rock, data jelas diambil karena pembobolan laman sebab menyebutkan nama pengguna atau akun log-in, kata kunci, dan internet protocol,” ujarnya. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyampaikan, sejak Selasa lalu, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika melakukan investigasi untuk mendalami sampel data yang diduga bocor. Kementerian telah memanggil direksi BRI Life. ”Belum ada kesimpulan dari proses investigasi yang sedang berjalan,” ucapnya.

Sinyal Darurat Perlindungan Data

29 Jul 2021

Berbagai kalangan mendesak penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai respons atas maraknya pembobolan data. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Sukamta, menganggap kasus pembobolan data nasabah PT Asuransi BRI atau BNI Life sebagai sinyal darurat penerbitan aturan tersebut.

Sukamta mengakui pembahasan RUU PDP tersendat karena perbedaan pendapat antara DPR dan pemerintah. Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan ada temuan 29 kasus pembobolan data di berbagai lembaga selama tiga tahun terakhir. Selain peretasan kasus semacam ini muncul karena permainan orang dalam.

Pembobolan data nasabah BRI Life yang mencuat lewat Twitter selama dua hari terakhir belum termasuk enam kasus yang dicatat Kementerian Kominfo pada tahun ini. Dalam perkara teranyar ini, peretas diduga mencuri 250 gigabita data nasabah asuransi, kemudian dijual seharga US$ 7.000 atau Rp 101,5 juta di kanal online.

Manajemen BRI Life menyatakan data yang diretas merupakan data 25 ribu pemegang polis syariah individu. BRI Life menangani persoalan ini bersama kepolisian serta Badan Siber dan Sandi Negara.

Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, pun setuju penerbitan UU PDP semakin penting untuk mencegah kasus baru sekaligus agar ada sanksi jelas untuk pembobolan data.

Bhima pun mendesak Otoritas Jasa Keuangan menyelidiki kasus ini karena sering mengancam nasabah industri keuangan. Setiap kasus bisa dipicu alasan beragam, tapi cenderung karena kelemahan sistem dan human error.

Kepala Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, khawatir bila Indonesia tak kunjung mengantongi regulasi perlindungan data di era ekonomi digital, kasus seperti pembobolan data bakal berulang.


Produsen Lokal Kebanjiran Proyek Laptop Sekolah

27 Jul 2021

Produsen komputer jinjing (laptop) lokal ketiban berkah dari proyek pengadaan laptop pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat total anggaran pengadaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencapai Rp 17 triliun hingga tahun 2024.Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri mengatakan, saat ini kegiatan belanja produk TIK di sektor pendidikan difokuskan untuk mendorong digitalisasi sekolah sebagai upaya mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan.Tercatat, kebutuhan belanja fasilitas TIK di sektor pendidikan hingga 2024 berdasarkan proyeksi Kemendikbudristek sebesar Rp 17 triliun. Untuk tahun ini, total belanja TIK sektor pendidikan senilai Rp 3,7 triliun dengan perincian Rp 1,3 triliun (189.165 laptop) dari anggaran Kemendikbudristek dan Rp 2,4 triliun (242.565 laptop) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2021. Presiden Direktur PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) Timothy Siddik mengungkapkan, pihaknya bersyukur ada proyek pengadaan laptop dari pemerintah. "Kami sudah mendapatkan order 165.000 unit, nanti bisa sampai 317.000 unit sampai akhir tahun," ungkap dia, dalam konfrensi pers virtual, kemarin.

Lebih lanjut, Timothy mengemukakan pasar laptop di Tanah Air mencapai 3,5 juta unit, dan produsen lokal hanya menguasai 5%. Adapun 95% dikuasai laptop impor. Saat ini kapasitas produksi laptop merek Zyrex itu mencapai 430.000 unit per tahun. "Kami ekspansi dari 4 line perakitan menjadi 8 line perakitan," kata dia. Produsen laptop merek Advan juga ketiban berkah dan sudah mendapatkan order 20.000 unit laptop. "Kami berharap bisa menjual hingga 70.000 unit laptop tahun ini untuk pendidikan. Adapun harganya di bawah Rp 4 juta per unit," kata Chandra Tansri, CEO PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan), kemarin.

(Oleh - HR1)

Zyrex Siap Penuhi Laptop Sekolahan

27 Jul 2021

PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX), produsen laptop merek Zyrex mendapatkan order dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 165.000 unit. Presiden Direktur PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, Timothy Siddik mengatakan, pihaknya mendapatkan order senilai Rp 700 miliar. "Kami menambah line perakitan dari empat line menjadi delapan line. Sehingga kapasitas kami sekarang sebanyak 430.000 unit," ungkap dia dalam konfrensi pers, Senin (26/7). Tahun ini, pemerintah pusat sudah menyiapkan dana senilai Rp 1,3 triliun untuk pengadaan 190.000 unit laptop. Sedangkan untuk pengadaan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota sekitar 240.000 unit. Kata Timothy, pihaknya juga siap memenuhi kebutuhan laptop di tingkat pemerintah daerah. "Sekarang di pemda harus memakai laptop dengan TKDN 40%, kami sudah 40%," ungkap dia.

Adapun harga laptop untuk segmen pendidikan sekitar Rp 4 juta ke bawah. Dia menjelaskan, sejauh ini dari 3 juta unit penjualan laptop di Indonesia, produsen lokal hanya di bawah 5%. Sehingga masih banyak peluang yang bisa diambil untuk produsen lokal. Apalagi, kata Timothy, saat ini pemain asing tidak masuk ke segmen pendidikan di pusat dan daerah. "Mereka melihat itu terlalu rendah segmentasinya," ujar dia. Untuk itu, ZYRX memang masuk ke segmentasi pendidikan dimana ada sekitar 45 juta siswa yang belum memiliki laptop. "Soal spek tentu saja kita harus diskusi, jangan sampai memakai spek terlalu tinggi, padahal penggunaannya hanya untuk internet cepat dan mengetik," kata dia. Timothy menjelaskan, saat ini Zyrex bukan saja berbisnis laptop, melainkan membangun ekosistem bisnis lainnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Saat ini lini bisnis Zyrex adalah komputer, laptop, tablet dan server. Turunan dari bisnis itu adalah interactive kiosk and smart whiteboard, smart home, smart office, dan internet of things. "Kalau IoT tahun depan kami masuk. Nanti segmennya perumahan, perkantoran dan pabrik," terang Timothy.

Pemerintah Borong TIK Lokal Rp 17 T Hingga 2024

23 Jul 2021

Pemerintah terus mendorong belanja produk dalam negeri (PDN) di sektor pendidikan, khususnya produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Pemerintah berencana memborong TIK lokal untuk bidang pendidikan senilai Rp 17 triliun hingga 2024. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah berupaya tidak mengimpor barang untuk bidang pendidikan, khususnya TIK. Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri. “Jadi harus dibasmi orang-orang yang masih bermain-main di sini, karena belanja TIK lokal masih rendah, dibandingkan impor. Saya kira selama empat tahun ke depan, pemerintah akan membelanjakan Rp 17 trilliun untuk TIK lokal. Kami mau ini secara bertahap TIK dibuat di dalam negeri,” ujar dia dalam konfrensi pers virtual, Kamis (22/7). Luhut memerinci, untuk anggaran 2021, total kebutuhan Kemendikbud ristek dan pemerintah daerah untuk pengadaan laptop mencapai 431.730 unit senilai Rp 3,7 triliun, terdiri atas 189.165 unit senilai Rp 1,3 triliun melalui APBN 2021 dan 242.565 unit senilai Rp 2,4 triliun melalui dana alokasi khusus (DAK) fisik pendidikan. “Saat ini, telah dilakukan pernyataan kontrak atas penggunaan PDN senilai Rp 1,1 triliun,” ucap dia.

(Oleh - HR1)

Transaksi Uang Elektronik Terus Naik

23 Jul 2021

Di saat banyak bisnis akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, transaksi  e-commerce dan uang elektronik malahan melejit. Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi e-commerce pada semester satu 2021 meningkat sebesar 63,36% yoy menjadi Rp 186,75 triliun. BI juga memproyeksikan, sampai akhir tahun transaksi tersebut meningkat 48,4% yoy mencapai Rp 395 triliun.

Pertumbuhan ini seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking, ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7). Lalu untuk nilai transaksi uang elektronik di periode yang sama juga melonjak 41,01% yoy atau senilai Rp 132,03 triliun dan diproyeksikan tumbuh 35,7% yoy mencapai Rp 278 triliun untuk keseluruhan tahun 2021. BI terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran sesuai BSPI 2025 dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, ujarnya.