Teknologi
( 1193 )BSSN: 2021, Ada 741 Juta Serangan Siber di Tanah Air
Badan Siber dan Sandi
Negara (BSSN) mencatat adanya sekitar 741 juta serangan di ruang internet
(siber) Indonesia pada Januari-Juli 2021.
Tertinggi, serangan terjadi pada Mei sebanyak 186.202.637 serangan. Sebagian
besar merupakan serangan malware,
DDoS, trojan, dan insiden data leaks.
Sektor yang paling banyak diserang
oleh pelaku kejahatan ruang internet
tersebut adalah sektor pemerintahan
mencapai 44,5%, selanjutnya, keuangan 21,8%, penegakan hukum 10,1%,
telekomunikasi 10,4%, transportasi
10,1%, serta BUMN lainnya 2,1%.
“Tingginya tingkat pemanfaatan TIK
(teknologi informasi dan komunikasi)
berbanding lurus dengan risiko dan ancaman keamanan. Dalam strategi BSSN,
kita perlu dukungan dari berbagai pihak.
Kerja sama internasional juga sangat penting,” ujar Kepala BSSN Hinsa Siburian,
dalam konferensi virtual, Selasa (24/8).
Pengembangan Perusahaan StartUp, Angin Segar Sektor Edutech
Kebijakan pemerintah untuk mendorong adaptasi teknologi dalam memperluas akses internet dan mendukung proses belajar daring menjadi katalis positif bagi perusahaan rintisan di bidang teknologi pendidikan untuk tumbuh. Untuk tahun depan pemerintah menyediankan anggaran bagi pendidikan senilai Rp541,7 trilliun. Anggaran tersebut diutamakan untuk beberapa kegiatan, seperti peningkatan kompetensi guru, serta penguatan pendidikan vokasi dan karakter. Perusahaan rintisan (startup)berbasis teknologi pendidikan (edutech), Pahamify menyembut baik kebijakan pemerintah untuk mendorong adaptasi teknologi dalam rangka memperluas akses internet dan mendukung proses belajar daring pas 2022.
CEO Zenius Rohan Monga mengatakan hingga saat ini, perusahaan melalui Zenius untuk Guru terus berkolaborasi dengan pemerintah dengan bekerjasama bersama dinas-dinas pendidikan lokal untuk mengadakan lokarya bagi para Guru di daerah.
Pengamat telekomunikasi institut Teknologi Bandung Ian Joseph Matheus Edward mengatakan dampak RAPBN terhadap perusahaan rintisan berbasis pendidikan sangat besar lantaran sampai hari ini, platform tersebut menjadi salah satu motor penggerak belajar daring di Indonesia. "Potensi peningkatan edutech kedepannya harus bisa hingga (naik) dua digit," tuturnya.
Terkait dengan potensi tersebut, Assosoasi Model Ventura dan Startup Indonesia menilai hingga akhir 2021 pemerintah dinilai perlu menggenjot infrastruktur untuk menukung pembelajaran daring yang lebih effisien pada 2022. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedi Permadi mengatakan pemerintah tengah melakukan penyediaan berbagai infrastruktur telekomunikasi untuk lapisan masyarakat di Indonesia, termasuk para peserta didik dan tenaga pendidik, agar dapat menikmati akses internet yang maksimal. Satelit Multifungsi Satria-1 juga akan diluncurkan pada 2023 yang diharapkan bisa menydiakan akses internet cepat di 150.000 titik fasilitas publik, termasuk 93,900 fasilitas pendidikan. (YTD)
Menkominfo: Koneksi Ponsel Capai 345,3 Juta, Lampaui Total Penduduk RI
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan jumlah koneksi ponsel di Indonesia mencapai 345,3 juta, lebih banyak dari total penduduk. Pandemi ini membawa perubahan yang masif di semua lini, serta mendorong semua aktivitas dan interaksi beralih ke digital.
Selain itu jaringan internet aktif di Tanah Air tercatat digunakan oleh 200 juta pengguna atau setara dengan 73,3 persen dari populasi Indonesia. Menurut ia, situasi tersebut pun membuat Indonesia menjadi negara kelima terbesar pengguna internet di dunia..
Sebelum adanya pandemi, kata dia, suka tidak suka seluruh dunia harus melakukan digitalisasi karena adanya disrupsi teknologi. Kemudian pandemi pun datang dan mempercepat transformasi digital karena mengakibatkan masyarakat di dunia, termasuk Indonesia baik rakyat biasa maupun unit usaha harus bermigrasi dari aktivitas fisik ke digital. Maka dari itu, Menkominfo, menuturkan sudah terdapat enam arah strategis Indonesia dalam mengakselerasi transformasi digital.
Telkom Sambut IPO Kredivo
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyambut positif terkait
keinginan Kredivo untuk menjadi perusahaan publik dengan valuasi sekitar US$
2,5 milliar. Kredivo merupakan starup portofolio dari anak
perusahaan Telkom melaui MDI Ventures setelah berinvestasi di Kredivo sejak
2018 dan tahun berikutnya bersama Terkomsel
Mitra Inovasi.
Direktur Strategis Portofolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, “Ini merupakan buah manis dari strategis dan komitmen investasi Telkom di bisnis digital yang dijalankan melalui MDI Ventures dan MDI sudah on the track. Bukan hanya potensi capital gain yang mungkin diperolah, tapi hal terpenting dari investasi ini adalah synergi value dengan startup portofolio MDI yang akan mendukung mengembangan bisnis digital Telkom, khususnya pada domain platform dan services,” jelas Budi dalam keterangan tertulis kepada Investor Dayli, Senin (9/8).
Hadirnya Kredivo sebagai unicorn akan menambah catatan positif MDI Ventures dalam berinvestasi. Sebelumnya Nium, starup Portfolio MDI juga menjadi unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara dengan valuasi di atas UUS$ 1 milliar. “Semoga langkah sukses Kredivo ini dapat diikuti startup lokal yang lahir sebagai Unicorn baru. Telkom Group melalui MDI akan terus berupaya mendukung terwujudnya hal tersebut. Dalam waktu dekat mudah-mudahan akan menyusul startup portofolio MDI lain yang melakukan IPO di bursa dalam negeri,” papar Budi.
Pendidikan : Dana Rp 3,7 Triliun untuk Digitalisasi
Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan perangkat teknologi dan informasi. Hal ini dilakukan dengan mendorong produksi dalam negeri didukung Google Indonesia Modernisasi perangkat keras di sekolah-sekolah mulai tahun 2021. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan, pada 2021 Kemendikbudristek menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,7 triliun untuk pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, terbanyak untuk laptop Chromebook yang merupakan produksi dalam negeri. "Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Google dan perusahaan elektronik dalam negeri, dan nantinya melibatkan siswa SMK untuk perakitan dan pascapenjualan."
Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, Google berkomitmen membantu transformasi pendidikan digital di Indonesia. Tak hanya mendukung teknologi yang terjangkau demi menyukseskan belajar jarak jauh atau daring, tetapi juga turut meningkatkan kompetensi guru, pelajar, dan orangtua untuk memanfaatkan teknologi pendidikan yang disediakan Google. "Pandemi Covid19 menunjukkan pentingnya alat tepat untuk bekerja sama dan PJJ . " Sejumlah jenis laptop memakai Chrome OS akan dibuat di Indonesia. Google Indonesia bekerja sama dengan enam produsen lokal untuk merakit Chromebook di Indonesia, yakni Axioo, Advan, Evercross, SPC, Zyrex, dan TSMID.
Lahirkan Unicorn Baru, Laba Telkomsel Diproyesikan Melesat
Dengan bisnis yang besar dan kuat di sektor teknologi yang kini tumbuh pesat, saham
emiten telekomunikasi itu valuasinya dinilai murah dan berpotensi harganya melejit kembali.
Selain investasi lewat anak usahanya ke 50 lebih startup mulai menguntungkan, saham PT
Telekomunikasi Indonesia Tbk
(TLKM) juga menarik karena
dividennya besar. Laba Telkom
diproyeksikan tumbuh kuat, seiring
transformasi yang terus dilakukan
BUMN ini ke digital telco.
Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, yang
sedang hype adalah emiten sektor berbasis teknologi dan fenomena bank-bank digital yang ramai
mendapat valuasi premium dari pasar.
Pasalnya, sektor ini dinilai memberikan pertumbuhan yang tinggi.
“Fenomena bank-bank digital yang
ramai mendapat valuasi premium
dari pasar atau emiten-emiten sektor teknologi, hal itu tidak lepas
karena prospek pertumbuhan yang
bisa diberikan. Di sisi lain, banyak
saham-saham first liner mengalami
kondisi yang sama dengan TLKM,
seperti UNVR yang sahamnya terus
turun, serta saham consumer good
lainnya INDF yang harga sahamnya
tidak banyak bergerak dalam 5 tahun
terakhir. Namun, kalau melihat
harga saham TLKM saat ini, menurut saya sangat menarik karena
bisnisnya yang kuat dan besar di
sektor yang menjadi makin kuat
(sejak era pandemi). Namun, harga ini masih jauh
di bawah rekor tertinggi saham
Telkom sekitar Rp 4.800 per unit
pada 2 Agustus 2017.
Sementara itu, market capitalization Telkom sekitar Rp 328 triliun
atau terbesar ketiga setelah PT Bank
Central Asia Tbk (BCA) dan PT
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI),
dengan dividend yield sekitar 5,08%.
Sedangkan kapitalisasi pasar BCA
Rp 727 triliun dan BRI Rp 457 triliun
Bank Dunia: Indonesia Harus Percepat Pemerataan Adopsi Teknologi
Direktur
Bank Dunia untuk Indonesia, Satu Kahkonen mengatakan, tingkat pertumbuhan
perekonomin digital di Indonesia adalah paling pesat di
Asia Tenggara. Hal ini dapat
memberikan peluang bagi
Indonesia untuk memaksimalkan kekuatan dari berbagai
teknologi digital ini, terutama
dalam menangani beberapa
tantangan mendasar untuk
mencapai pertumbuhan, menciptakan perekonomian yang
lebih kompetitif dan inklusif.
“Inovasi digital menjadi faktor yang sangat penting dalam
bentang lahan bisnis di masa
yang akan datang. Aplikasi
dari teknologi digital punya
banyak sekali potensi. Kita
bisa memfasilitasi pemulihan
ekonomi dan membentuk
pembangunan Indonesia dengan meningkatkan daya saing
di masa yang akan datang,
namun demikian manfaat dari
ekonomi digital tidak bisa kita
anggap langsung ada begitu
saja, karena tidak semua orang
akan bisa dapat manfaat dari
teknologi digital ini,”tuturnya.
(Oleh - HR1)
Data Bocor Diduga Hasil Pembobolan
Sebanyak 2 juta data nasabah yang diduga berasal dari perusahaan asuransi jiwa BRI Life diretas dan diperjualbelikan di internet. Data diduga berasal dari proses pembobolan situs. Pihak BRI Life menyatakan tengah menelusuri hal itu dan berkoordinasi dengan penegak hukum guna proses lebih lanjut. Informasi peretasan dan bocornya data nasabah BRI Life terungkap dan viral di media sosial sejak Selasa (27/7/2021).
Akun Twitter @UnderTheBreach milik Alon Gal, petinggi perusahaan keamanan siber Hudson Rock, mencuit telah terjadi kebocoran besar pada BRI Life. Data yang diretas mencapai 2 juta klien, 463.000 dokumen, dan dijual seharga 7.000 dollar AS atau sekitar Rp 101 juta (dengan kurs Rp 14.428 per dollar AS). Akun itu juga mengunggah foto kartu tanda penduduk (KTP) nasabah. Sekretaris Perusahaan BRI Life Ade Nasution mengatakan, pihaknya bersama tim independen spesialis keamanan siber tengah menelusuri jejak digital guna investigasi dan meningkatkan perlindungan data pemegang polis BRI Life. ”BRI Life berupaya maksimal untuk melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Ade dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Terkait dugaan itu, BRI Life akan melaporkan dan berkoordinasi dengan penegak hukum untuk proses lebih lanjut. Ia menegaskan, BRI Life tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila ada permintaan data pribadi dari pihak yang mengatasnamakan atau mengaitkan dengan kepemilikan polis di BRI Life, kata Ade, pemegang polis diharapkan menghubungi layanan resmi melalui nomor 1500087, Whatsapp 0811-935-0087, atau e-mail cs@brilife.co.id. Menurut Chairman Communication and Information System Security Research Center Pratama Persadha, dari sampel yang dia peroleh, data yang bocor meliputi data mutasi rekening, bukti transfer setoran asuransi, KTP, tangkapan layar perbincangan Whatsapp nasabah dengan pegawai BRI Life, dokumen pendaftaran asuransi, kartu keluarga, beberapa formulir pernyataan diri, dan polis asuransi jiwa.
Pratama menduga, klaim Hudson Rock tentang kebocoran atau penjualan data nasabah BRI Life kemungkinan besar benar. ”Apabila diperhatikan, dari tangkapan layar yang dibagikan Hudson Rock, data jelas diambil karena pembobolan laman sebab menyebutkan nama pengguna atau akun log-in, kata kunci, dan internet protocol,” ujarnya. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi menyampaikan, sejak Selasa lalu, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika melakukan investigasi untuk mendalami sampel data yang diduga bocor. Kementerian telah memanggil direksi BRI Life. ”Belum ada kesimpulan dari proses investigasi yang sedang berjalan,” ucapnya.Sinyal Darurat Perlindungan Data
Berbagai kalangan mendesak penyelesaian Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) sebagai respons atas maraknya pembobolan data. Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, Sukamta, menganggap kasus pembobolan data nasabah PT Asuransi BRI atau BNI Life sebagai sinyal darurat penerbitan aturan tersebut.
Sukamta mengakui pembahasan RUU PDP tersendat karena perbedaan pendapat antara DPR dan pemerintah. Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan ada temuan 29 kasus pembobolan data di berbagai lembaga selama tiga tahun terakhir. Selain peretasan kasus semacam ini muncul karena permainan orang dalam.
Pembobolan data nasabah BRI Life yang mencuat lewat Twitter selama dua hari terakhir belum termasuk enam kasus yang dicatat Kementerian Kominfo pada tahun ini. Dalam perkara teranyar ini, peretas diduga mencuri 250 gigabita data nasabah asuransi, kemudian dijual seharga US$ 7.000 atau Rp 101,5 juta di kanal online.
Manajemen BRI Life menyatakan data yang diretas merupakan data 25 ribu pemegang polis syariah individu. BRI Life menangani persoalan ini bersama kepolisian serta Badan Siber dan Sandi Negara.
Direktur Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira Adhinegara, pun setuju penerbitan UU PDP semakin penting untuk mencegah kasus baru sekaligus agar ada sanksi jelas untuk pembobolan data.
Bhima pun mendesak Otoritas Jasa Keuangan menyelidiki kasus ini karena sering mengancam nasabah industri keuangan. Setiap kasus bisa dipicu alasan beragam, tapi cenderung karena kelemahan sistem dan human error.
Kepala Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Nailul Huda, khawatir bila Indonesia tak kunjung mengantongi regulasi perlindungan data di era ekonomi digital, kasus seperti pembobolan data bakal berulang.
Produsen Lokal Kebanjiran Proyek Laptop Sekolah
Produsen komputer jinjing (laptop) lokal ketiban berkah dari proyek pengadaan laptop pemerintah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat total anggaran pengadaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencapai Rp 17 triliun hingga tahun 2024.Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek, M. Samsuri mengatakan, saat ini kegiatan belanja produk TIK di sektor pendidikan difokuskan untuk mendorong digitalisasi sekolah sebagai upaya mewujudkan infrastruktur kelas dan sekolah masa depan.Tercatat, kebutuhan belanja fasilitas TIK di sektor pendidikan hingga 2024 berdasarkan proyeksi Kemendikbudristek sebesar Rp 17 triliun. Untuk tahun ini, total belanja TIK sektor pendidikan senilai Rp 3,7 triliun dengan perincian Rp 1,3 triliun (189.165 laptop) dari anggaran Kemendikbudristek dan Rp 2,4 triliun (242.565 laptop) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun 2021. Presiden Direktur PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) Timothy Siddik mengungkapkan, pihaknya bersyukur ada proyek pengadaan laptop dari pemerintah. "Kami sudah mendapatkan order 165.000 unit, nanti bisa sampai 317.000 unit sampai akhir tahun," ungkap dia, dalam konfrensi pers virtual, kemarin.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









