Teknologi
( 1200 )Impian Hidup Ideal di Dunia Rekaan
Anak muda zaman sekarang, sering membuka platform metaverse untuk sekadar mengecek avatar atau karakter pengganti mereka di dunia maya. Di dunia metaverse, kita bisa jadi siapa pun dan pergi ke mana pun atau melakukan apa pun yang kita mau.Tren avatar di dunia metaverse semakin populer semasa pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas warga dan kebijakan bekerja dari rumah. Istilah metaverse diciptakan dalam novel fiksi ilmiah, Snow Crash, karya Neal Stephenson tahun 1992. Berasal dari ”meta” yang berarti melampaui dan ”universe” atau semesta. Cerita novel itu kemudian diwujudkan sutradara Steven Spielberg di filmnya, Ready Player One, selain itu, film The Matrix juga bertema serupa.
Di dunia virtual bersama tersebut, orang bisa membeli tanah, barang dan jasa, jalan-jalan ke mana saja, dan datang ke ajang apa saja. Transaksi di dalamnya kerap menggunakan mata uang kripto. Banyak platform realitas virtual ini didukung oleh teknologi blockchain, mata uang kripto, dan non-fungible token (NFT) yang memungkinkan aset digital terdesentralisasi untuk dikumpulkan dan dimonetisasi. Sepatu merek Nike atau merek terkenal Gucci pun sudah merambah metaverse. Dunia mode berperan besar dalam platform ini dan penciptanya sudah menjual pakaian secara virtual hingga 1,6 miliar helai di Zepeto. Dari setiap penjualan 5.000 zems, Zepeto memperoleh 106 dollar AS. Para pengguna Zepeto membeli mata uang zems ini dengan uang asli. (Yoga)
Aktivisme Digital, Yang Muda, yang Peduli
Pertengahan 2021, jagad media sosial diramaikan unggahan dari BEM UI berupa meme wajah Presiden Joko Widodo bertulis ”Jokowi The King of Lip Service”. Respons pro dan kontra bermunculan, Ketua BEM UI Leon Alvinda mengalami doxing dan medsosnya sempat diretas. Banyak anak muda, terutama generasi Z dan generasi milenial akhir, ramai bersuara membela hak kebebasan berpendapat. Hasil pemetaan Drone Emprit menunjukkan, mayoritas yang aktif dalam percakapan via Twitter terkait isu ini berusia muda, yakni 49,56 persen berusia 19-29 tahun. Sejalan paparan Damien Spry, dosen University of South Australia, medsos jadi media terbanyak digunakan. 89 % sumber berita saat ini berasal dari berita daring dan media sosial. Bagi anak muda, medsos adalah wahana berekspresi untuk banyak hal.
Co-Founder Arisearose Calista Fahira Ridrany Jasmine, komunitas anak muda yang berawal di Instagram dan mempunyai lebih 19.000 pengikut ini aktif bergerak menyuarakan sejumlah isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga sosial politik. Sejalan hal itu, mereka perlahan mengantarkan literasi digital kepada para pengikutnya. Anita Wahid juga turut serta dalam Siberkreasi serta menggerakkan Mafindo dan Public Virtue, memberi pesan bagi anak muda untuk tetap bergerak. Aktivisme digital merupakan sebuah keniscayaan dan anak muda yang memegang kendali.Akan tetapi, literasi digital perlu dipegang tidak hanya dari kreasi pembuatan konten, tetapi juga etika dan keamanan. (Yoga)
Membawa ”Blockchain” ke Kebun Petani
Pekan lalu, PT Sewu Segar Nusantara, produsen buah segar merek Sunpride, perkenalkan pemanfaatan teknologi rantai blok atau blockchain pada produk pisang mas, yang memungkinkan konsumen, pengecer, dan pelaku di rantai pasok melacak asal-usul dan riwayat perjalanan buah. Awalnya, proyek ini gandeng petani pisang mas Lumajang, Jawa Timur, sebagai produsen di hulu, serta PT Lion Super Indo sebagai gerai pemasar di hilir, dimana faktor ketertelusuran (traceability) terpenuhi sehingga kualitas dan keamanan pangan lebih terjamin. Pembeli pun bisa melacak asal pisang yang mereka beli.
Keunggulan blockchain adalah konsensus entri benar meski banyak pihak berperan dalam sistem akuntansi digital desentral ini. Teknologi rantai blok memungkinkan peserta mengakses setiap data. Namun, setelah di-masukkan dan diverifikasi, data tak bisa dimodifikasi hingga keamanan terjamin, maka blockchain layak jadi solusi atas problem sejumlah komoditas pangan dan pertanian Indonesia. Pemalsuan rempah pala asal Siau, Sulawesi Utara, bisa dihindari dengan sematkan riwayat perjalanan produk dengan teknologi blockchain. (Yoga)
Mitratel Menjadi Jawara Emiten Manara di Bursa
Kapitalisasi pasar PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk bakal langsung menyodok menjadi jawara baru di jajaran emiten pebisnis menara telekomunikasi. Merujuk hasil initial public offering (IPO) emiten yang akan menggunakan kode saham MTEL ini, jatah saham alokasi terpusat bertambah dari sebelumnya 2,5% menjadi 5%. Dengan demikian, total saham yang akan dimiliki masyarakat sebanyak-banyaknya akan bertambah menjadi sebanyak 23.493.524.800 saham. Porsi saham milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Metra Digital Investama mencapai 60,02 miliar saham. Dengan demikian, total jenderal saham MTEL yang ditempatkan dan disetor penuh sebanyak-banyaknya adalah 83,52 miliar saham.
Pemerintah akan Atur Penyelenggraan Infrastruktur Pasif Telekomunikasi di Daerah
Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kementerian terkait untuk membuat aturan pembangunan dan penyelenggaraan infrastruktur pasif telekomunikasi di daerah agar berjalan lebih baik.Hal tersebut merupakan amanah dari UU No.11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, klaster pos, telekomunikasi dan penyiaran (postelsiar). "Ini merupakan perintah UU Cipta Kerja dan turunannya, Kemenkominfo akan berkoordinasi dengan Kemendagri dan Kementerian terkait lainnya untuk menjual aturan turunannya, sehingga jelas pelaksanaannya," ujar Plt Dirjen Penyelenggraan Pos dan Informatika (PPI) yang juga Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika. Menurut dia salah satu yang ditegaskan dalam UU Cipta Kerja, pemerintah pusat dan daerah (Pemda) menstabilitasi dan atau memberikan kemudahan pembangunan infrastruktur telekomunikasi serta dapat berperan menyediakan fasilitas bersama infrastruktur pasif dengan biaya terjangkau. Karena itu, pemeritah pusat harus mencari solusi terbaik agar tujuan pemda merapikan kabel udara (telekomikasi) tercapai dengan lebih baik dan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan telekomunikasi yang terjangkau dan bagus dapat terwujud. (Yetede)
Telkom Dukung Program Digitalisasi di Mandalika
PT Telkom Indonesia (persero) Tbk (Telkom), perusahaan telekomunikasi digital pelat merah, mendukung program digitalisasi di kawasan Mandalika International Street Sircuit melalui penyediaan konektivitas, platform, dan layanan digital.Telkom hadir sebagai digital telco partner yang siap mendukung digitalisasi di kawasan Mandalika International Street Circuit, sebagai tempat diselenggarakannya rangkaian event inernasional bergengsi seperti World Superbike dan MotoGP. Untuk memastikan kesiapan infrastuktur jaringan ICT milik TelkomGroup dikawasan Mandalika International Street Circuit, telah dilakukan aktivitas uji jaringan dikawasan tersebut.
Dewan Komisaris Telkom, Rizal Malarangeng menambahkan, Telkom secara sungguh-sungguh telah mendukung dan menyiapkan infrastruktur backbone, di mandalika sehingga semakin maju dikenal di kancah internasional melalui event-event besar, seperti yang sebelumnya dilakukan pada penyelenggara PON XX Papua. "Terima kasih atas kontribusi Telkom. Semoga NTB dapat menjadi digital province terdepan," Ujar Rizal. Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah mengungkapkan apresiasi dan optimisme atas dukungan Telkom menghadirkan infrastruktur serta layanan ICT di Mandalika sebagai tuan rumah World Superbike pada November 2021 dan MotoGP pada Maret 2022.
Lebih jauh, Direktur Pengembangan Bisnis Tourism Development Corporation Ema Widyastuti mengatakan bahwa kawasan Mandalika adalah kawasan kedua yang ditugaskan pemerintah kepada ITDC untuk dikembangkan, dengan luas mencapai, 3,5 kali lipat dari luas kawasan Nusa Dua yang telah dikembangkan sebelumnya. Meski demikian, pengembangan kawasan ini dirasakan jauh lebih cepat secara eksponensial dikarenakan dukungan mitra yang sangat andal untuk secara bersama-sama memajukan Mandalika, salah satunya Telkom. (Yetede)
Transformasi Digital Dapat Tingkatkan Kinerja Sektor Pelayaran dan Kepelabuhan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dunia sempat menghadapi tantangan dengan terganggunya suppy chain logistic terutama karena meningkatnya kapal logistik antar negara, persediaan kontainer yang terbatas. serta pelabuhan internasional yang mengalami bottleneck. Sektor pelayaran dan kepelabuhanan diharapkan bisa segera beradaptasi dengan transformasi digital. "Sektor pelayaran dan pelabuhan harus dapat beradaptasi dengan tingginya demand ini dan mencari jalan keluar agar logistic cost yang merupakan jantung dari perdagangan internasional bisa terjaga,"Ujar Airlangga dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (30/10). Kondisi pandemi Covid yang terjadi sejak 2020 telah mengakselerasi transformasi digital di negara aspek. Ekonomi digital tumbuh menjadi kekuatan baru dan diyakini dapat terus tumbuh lebih besar.
Dalam penerapan digitalisasi kepelabuhan dan memperbaiki kondisi logistik di Indonesia, pemerintah telah membangun National Logistic Ecosystem (NLE). Ekonomi logistik nasional ini menyelaraskan lalu-lintas barang dan dokumen baik internasional maupun domestik yang berorientasi pada kerja sama antar-instansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, penghapusan repitisi dan duplikasi, serta didukung oleh teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem logistik yang telah ada. Dengan demikian, eksportir dan importir hanya perlu melakukan transaksi melalui sebuah platform daring NLE. "Dengan NLE, diharapkan dapat terjadi efisiensi pemrosesan logistik dan penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5% menjadi sekitar 17% pada 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Penataan Ekonomi Logistik Nasional," ucapnya. (Yetede)
Telkomsel-Beehive Uji Coba Drone di Sumenep
Telkomsel Innovation Center (Tinc) bersama Bee-hive Drones dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, menguji coba proyek pesawat tanpa awak (drone) untuk mengirim kebutuhan medis ke pulau terpencil di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (31/10). Drone yang juga dipergunakan untuk mengirim bahan bantuan selain medis itu akan mulai dioperasikan pada semester 1-2022. Gagasan proyek ini bermula dari kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas gugusan pulai kecil yang sangat membutuhkan sistem logistik terpadu. Selama ini, kebutuhan di gugusan pulau tersebut dilayani oleh kapal. Hanya saja, kapal tidak selalu siap memasok kebutuhan logistik setiap dibutuhkan. Dronepun dinilai sebagai solusi efektif dan efisien untuk mengirimkan suplai kebutuhan daerah yang sulit terjangkau dengan moda distribusi konvensional tersebut. Vice President Business Development Telkomsel Jocky Heruseon mengatakan, inisiatif yang dijalankan bersama Beehive Drones itu merupakan salah satu contoh perwujudan komitmen Tinc untuk dapat berkolaborasi dengan startup di Tanah Air dalam melahirkan solusi digital inovatif yang dapat memecahkan permasalahan ditengah masyarakat.
"Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital secara merata untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia wilayah 3T (terdalam, terpencil, dan tertinggal)," ungkap Jocky, Minggu (31/10). Beehive Drones merupakan start-up yang tergabung dalam Tinc, sebuah program corporate accelerator garapan Telkomsel. Saat ini, proyek drone Beehive Drones itu tengah berada pada tahapan akhir menuju commersial release. Karena itu, drone ini pun berkesempatan untuk bersinergi dengan ekosistem digital Telkomsel. Sementara itu, CEO Beehive Drones Albertus Gian Desayes menambahkan bahwa uji coba drone di Sumenep tersebut merupakan moment penting bagi perusahaannya dan juga bagi lanskap penyedia layanan sistem penerbangan drone di Indonesia. Karena itu, Beehive Drones juga akan tetap mengandalkan dan mendorong kapal laut dalam alur logistik last-mile delivery di Sumenep dan didukung dengan drone ciptaannya.(Yetede)
Situs Pemerintah Mudah Diretas, Data Warga Dijual Bebas
Pada Mei 2021, di sebuah forum peretas, Raidforums.com, akun dengan nama Kotz mengklaim memiliki lebih dari 270 juta data pribadi warga Indonesia yang berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Di forum itu, Kotz menjual lebih dari 270 juta data itu seharga 0,35 bitcoin atau sekitar Rp 297.850.000 berdasarkan kurs pada Kamis (28/10/2021) pukul 15.08 di Indodax.com. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih membantah data yang dijual di Raidforums berasal dari instansinya. Sementara Polri belum dapat memastikan siapa pelaku pembobolan dan penjualan data tersebut.
Untuk memastikan apakah benar data yang diperjualbelikan di Raidforums.com tersebut data BPJS atau bukan, tim investigasi Kompas menghubungi Kotz dan menelusuri validitas data yang dijual dengan mengirim dua nomor induk kependudukan (NIK). Dari data NIK itu, Kotz merespons dengan memberikan data kependudukan (nama lengkap, alamat, agama, tanggal lahir, golongan darah), gaji selama tiga tahun (2017-2019), dan nomor kartu BPJS Kesehatan (noka). Noka yang diberikan Kotz pun identik dengan nomor yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan pemilik NIK. Sementara itu, dari penilaian kerentanan dan penelusuran terhadap aktivitas para peretas di Indonesia, terungkap betapa mudahnya meretas situs-situs pemerintah. Beberapa hari lalu, subdomain situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengalami peretasan berupa perubahan muka (defacement).
Aktivitas Siber : Kami Meretas, Maka Kami Ada
Meretas bukan sekadar tentang pelanggaran hukum karena merusak situs sasaran. Ada cerita yang kaya di balik itu semua, salah satunya adalah betapa besarnya potensi remaja Indonesia di dunia teknologi informasi. Di dunia peretasan, Apep (14), bukan nama sebenarnya, menemukan eksistensinya. Remaja pendiam itu mendirikan dan mengetuai kelompok peretas bernama Evoush666Crew yang terdiri atas enam orang. Pada 2021, setidaknya kelompok tersebut telah meretas sekitar 40 situs pemerintah. Berkebalikan dengan keaktifannya di dunia peretasan, Apep merasa tak punya kehidupan di dunia nyata. Remaja itu merasa sulit berteman. Apep tak suka di sekolah dan tak nyaman di rumah. Hampir setiap hari ia mendengar orangtuanya bertengkar. Di forum peretas internasional Zone-H.org, Apep menggunakan nama Kakegurai. Ia baru terlihat aktif di forum itu sejak awal 2021. Menurut dokumentasi di Zone-H.org, situs-situs yang telah menjadi korban peretasan mereka, di antaranya, adalah sejumlah situs pemerintah kota di Nusa Tenggara Timur.
Skena (dunia yang spesifik) peretas Indonesia terbilang semarak. Selain di forum internasional, di forum dalam negeri, Zone-Xsec.com, misalnya, terlihat puluhan peretas dan tim peretas bersaing memperoleh peringkat teratas. Indonesia juga mempunyai peretas yang disegani di dunia internasional, yaitu HMei7. Ia berada di 10 besar dunia untuk peretas dengan teknik defacement (mengubah tampilan). Sosoknya misterius, bahkan di kalangan peretas sekalipun. Tak ada yang mengetahui identitasnya. Konon, dia bisa datang ke pertemuan-pertemuan peretas tanpa ada yang tahu. Dalam catatan Zone-H.org, HMei7 telah meretas 294.497 situs, 178 situs di antaranya situs Pemerintah Indonesia, selama enam tahun terakhir. Maraknya keahlian meretas dalam negeri ini bisa dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai potensi untuk meningkatkan keamanan siber nasional. Hukum tentu harus bertindak tegas pada peretasan yang bersifat kriminal, seperti pencurian data dan pengambilalihan sebuah situs.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









