;
Kategori

Teknologi

( 1206 )

Momen Nataru Trafik Data Indosat Naik Hingga 24%

04 Jan 2022

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Steve Saerang dalam rilisnya mengatakan kenaikan trafik data harian Indosat Ooredoo pada momen Nataru mencapai 24 persen. Dimana, 98 persen diantaranya dapat terlayani jaringan 4G.

Indosat Ooredoo mencatatkan peningkatan trafik data sebesar 14 persen 25 Desember 2021 dan naik sebesar 24 persen pada 1 Januari 2022 dibandingkan dengan trafik hari normal.


Pertumbuhan Trafik Telkomsel 20%, Didominasi Belanja Online

04 Jan 2022

Trafik akses broadband Telkomsel meningkat 10 persen dari rerata payload hari biasa 2021. Sedangkan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, trafik layanan data kali ini melonjak hingga 22 persen.

Menurutnya selama momen malam Natal 2021 aktivitas masyarakat dalam mengakses layanan digital meningkat sebesar enam persen dibandingkan dengan hari biasa di tahun 2021, atau tumbuh sekira 22 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada malam pergantian Tahun Baru 2022, lonjakan trafik data mencapai 10 persen dibandingkan hari biasa 2021, atau meningkat hingga 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.


Telkom Akuisisi Anak Usaha Rp 2,1 Triliun

30 Dec 2021

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengakuisisi saham anak usahanya, PT Sigma Tata Sedaya (STS) senilai Rp 2,1 triliun. Transaksi afiliasi tersebut dilakukan  perseroan dengan cara menyetorkan uang tunai dan modal dalam bentuk lain (inbreng).Direktur Startegic Porfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menjelaskan,  bahwa perseroan telah melakukan penyertaan modal berupa uang tunai dan dalam bentuk lain kepada STS senilai Rp2,1 triliun. "Nilai itu merupakan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy&Rekan Berdasarkan Laporan Penilain Aset HDC Nomor:00546/2.005902/PI/09/0242/1.XII/2021 tanggal 20 Desember 2021," kata Budi dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/12). Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Ardiansyah  sebelumnya mengungkapkan, pihaknya berencana mengembangkan bisnis  data center dengan mengintegrasi beberapa perusahaan. (Yetede)

Indonesia Buka Peluang Investasi Teknologi Digital

27 Dec 2021

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kemenkominfo, Ismail mengatakan, Indonesia masih membutuhkan pemerataan akses konektivitas digital kerena kondisi alam dan peningkatan kebutuhan warganya. "Indonesia adalah negara berkembang yang luas dengan 17.000 pulau, sehingga membutuhkan pemerataan akses konektivitas, terutama untuk konsumsi industri  dan rumah tangga," jelas Ismail, pada diskusi virtual 5G Connectivity for making Indonesia Expo 2020 Dubai. Tahun 2021, ada empat fokus Kemenkominfo untuk meningkatkan akses jaringan 4G di daerah tertinggal dengan mempercepat  pembangunan pemancar penguat sinyal (base transceiver station/BTS)  dan pemanfaatan jaringan pita lebar tulang punggung Palapa Ring. Semua spektrum frekuensi jaringan 5G di Indonesiapun diperkirakannya memacu pertumbuhan PDB menjadi Rp 2.874 triliun pada akhir 2021 dan mencapai Rp 3.549 triliun tahun 2035. (Yetede)

2022, Pencurian Data Masih Jadi Ancaman

27 Dec 2021

Lemabaga Communication & Information System Security Research Center (CIS-SReC) memprediksikan, ancaman syber pada 2022 tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun 2021. Kasus pencurian data dan serangan ransomware masih akan menjadi ancaman utama dalam kejahatan siber. "Pada tahun 2021 ini, Indonesia mencatat rekor buruk pada kasus kebocoran BPJS masuk pada urutan pelanggara data terbesar yang dicatat oleh berbagai lembaga siber di seluruh dunia," ujar Pakar Keamanan Siber sekaligus Chairman Lembaga CISSReC Pratama Persadha. Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa belajar kesalahan tersebut dan tidak mengulanginya pada tahun-tahun mendatang. Karena, serangan siber akan lebih umum, lebih kuat, lebih maju ditahun-tahun mendatang. "Pencurain data atau serangan siber bisa ditekan dengan pendekatan hukum lewat Undang-Undang, juga pendekatan SDM dan teknologi," kata Pratama. (Yetede)

Impian Hidup Ideal di Dunia Rekaan

26 Dec 2021

Anak muda zaman sekarang, sering membuka platform metaverse untuk sekadar mengecek avatar atau karakter pengganti mereka di dunia maya. Di dunia metaverse, kita bisa jadi siapa pun dan pergi ke mana pun atau melakukan apa pun yang kita mau.Tren avatar di dunia metaverse semakin populer semasa pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas warga dan kebijakan bekerja dari rumah. Istilah metaverse diciptakan dalam novel fiksi ilmiah, Snow Crash, karya Neal Stephenson tahun 1992. Berasal dari ”meta” yang berarti melampaui dan ”universe” atau semesta. Cerita novel itu kemudian diwujudkan sutradara Steven Spielberg di filmnya, Ready Player One, selain itu, film The Matrix juga bertema serupa.

Di dunia virtual bersama tersebut, orang bisa membeli tanah, barang dan jasa, jalan-jalan ke mana saja, dan datang ke ajang apa saja. Transaksi di dalamnya kerap menggunakan mata uang kripto. Banyak platform realitas virtual ini didukung oleh teknologi blockchain, mata uang kripto, dan non-fungible token (NFT) yang memungkinkan aset digital terdesentralisasi untuk dikumpulkan dan dimonetisasi. Sepatu merek Nike atau merek terkenal Gucci pun sudah merambah metaverse. Dunia mode berperan besar dalam platform ini dan penciptanya sudah menjual pakaian secara virtual hingga 1,6 miliar helai di Zepeto. Dari setiap penjualan 5.000 zems, Zepeto memperoleh 106 dollar AS. Para pengguna Zepeto membeli mata uang zems ini dengan uang asli. (Yoga)


Aktivisme Digital, Yang Muda, yang Peduli

26 Dec 2021

Pertengahan 2021, jagad media sosial diramaikan unggahan dari BEM UI berupa meme wajah Presiden Joko Widodo bertulis ”Jokowi The King of Lip Service”. Respons pro dan kontra bermunculan, Ketua BEM UI Leon Alvinda mengalami doxing dan medsosnya sempat diretas. Banyak anak muda, terutama generasi Z dan generasi milenial akhir, ramai bersuara membela hak kebebasan berpendapat. Hasil pemetaan Drone Emprit menunjukkan, mayoritas yang aktif dalam percakapan via Twitter terkait isu ini berusia muda, yakni 49,56 persen berusia 19-29 tahun. Sejalan paparan Damien Spry, dosen University of South Australia, medsos jadi media terbanyak digunakan. 89 % sumber berita saat ini berasal dari berita daring dan media sosial. Bagi anak muda, medsos adalah wahana berekspresi untuk banyak hal.

Co-Founder Arisearose Calista Fahira Ridrany Jasmine, komunitas anak muda yang berawal di Instagram dan mempunyai lebih 19.000 pengikut ini aktif bergerak menyuarakan sejumlah isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga sosial politik. Sejalan hal itu, mereka perlahan mengantarkan literasi digital kepada para pengikutnya. Anita Wahid juga turut serta dalam Siberkreasi serta menggerakkan Mafindo dan Public Virtue, memberi pesan bagi anak muda untuk tetap bergerak. Aktivisme digital merupakan sebuah keniscayaan dan anak muda yang memegang kendali.Akan tetapi, literasi digital perlu dipegang tidak hanya dari kreasi pembuatan konten, tetapi juga etika dan keamanan. (Yoga)


Membawa ”Blockchain” ke Kebun Petani

15 Dec 2021

Pekan lalu, PT Sewu Segar Nusantara, produsen buah segar merek Sunpride, perkenalkan pemanfaatan teknologi rantai blok atau blockchain pada produk pisang mas, yang memungkinkan konsumen, pengecer, dan pelaku di rantai pasok melacak asal-usul dan riwayat perjalanan buah. Awalnya, proyek ini gandeng petani pisang mas Lumajang, Jawa Timur, sebagai produsen di hulu, serta PT Lion Super Indo sebagai gerai pemasar di hilir, dimana faktor ketertelusuran (traceability) terpenuhi sehingga kualitas dan keamanan pangan lebih terjamin. Pembeli pun bisa melacak asal pisang yang mereka beli.

Keunggulan blockchain adalah konsensus entri benar meski banyak pihak berperan dalam sistem akuntansi digital desentral ini. Teknologi rantai blok memungkinkan peserta mengakses setiap data. Namun, setelah di-masukkan dan diverifikasi, data tak bisa dimodifikasi hingga keamanan terjamin, maka blockchain layak jadi solusi atas problem sejumlah komoditas pangan dan pertanian Indonesia. Pemalsuan rempah pala asal Siau, Sulawesi Utara, bisa dihindari dengan sematkan riwayat perjalanan produk dengan teknologi blockchain. (Yoga)


Mitratel Menjadi Jawara Emiten Manara di Bursa

22 Nov 2021

Kapitalisasi pasar PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk bakal langsung menyodok menjadi jawara baru di jajaran emiten pebisnis menara telekomunikasi. Merujuk hasil initial public offering (IPO) emiten yang akan menggunakan kode saham MTEL ini, jatah saham alokasi terpusat bertambah dari sebelumnya 2,5% menjadi 5%. Dengan demikian, total saham yang akan dimiliki masyarakat sebanyak-banyaknya akan bertambah menjadi sebanyak 23.493.524.800 saham. Porsi saham milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Metra Digital Investama mencapai 60,02 miliar saham. Dengan demikian, total jenderal saham MTEL yang ditempatkan dan disetor penuh sebanyak-banyaknya adalah 83,52 miliar saham.