;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Telkomsel-Beehive Uji Coba Drone di Sumenep

01 Nov 2021

Telkomsel Innovation Center (Tinc) bersama Bee-hive Drones dan Institute Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, menguji coba proyek pesawat tanpa awak (drone) untuk mengirim kebutuhan medis ke pulau terpencil di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (31/10). Drone yang juga dipergunakan untuk mengirim bahan bantuan selain medis itu akan mulai dioperasikan  pada semester 1-2022. Gagasan proyek ini bermula dari kondisi geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri atas gugusan pulai kecil yang sangat membutuhkan sistem logistik terpadu. Selama ini, kebutuhan di gugusan pulau tersebut dilayani oleh kapal. Hanya saja, kapal tidak selalu siap memasok  kebutuhan logistik setiap dibutuhkan. Dronepun dinilai sebagai solusi efektif  dan efisien untuk mengirimkan suplai kebutuhan daerah yang sulit terjangkau dengan moda distribusi konvensional tersebut. Vice President Business Development Telkomsel Jocky Heruseon mengatakan, inisiatif yang dijalankan bersama Beehive Drones itu merupakan salah satu contoh perwujudan komitmen Tinc untuk dapat  berkolaborasi dengan startup di Tanah Air dalam melahirkan solusi digital inovatif yang dapat memecahkan permasalahan ditengah masyarakat.

"Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Telkomsel dalam mendorong pemanfaatan  teknologi digital secara merata untuk memenuhi berbagai  kebutuhan masyarakat Indonesia wilayah 3T (terdalam, terpencil, dan tertinggal)," ungkap Jocky, Minggu (31/10). Beehive Drones merupakan start-up yang tergabung dalam Tinc, sebuah program corporate accelerator garapan Telkomsel. Saat ini, proyek drone Beehive Drones itu tengah berada pada tahapan akhir menuju commersial release. Karena itu, drone ini pun berkesempatan untuk bersinergi dengan ekosistem digital Telkomsel. Sementara itu, CEO Beehive Drones Albertus Gian Desayes menambahkan bahwa uji coba drone di Sumenep tersebut merupakan moment penting  bagi  perusahaannya dan juga bagi lanskap  penyedia layanan sistem penerbangan drone di Indonesia. Karena itu, Beehive Drones juga akan tetap mengandalkan dan mendorong kapal laut dalam alur logistik last-mile delivery di Sumenep dan didukung dengan drone ciptaannya.(Yetede)

Situs Pemerintah Mudah Diretas, Data Warga Dijual Bebas

29 Oct 2021

Pada Mei 2021, di sebuah forum peretas, Raidforums.com, akun dengan nama Kotz mengklaim memiliki lebih dari 270 juta data pribadi warga Indonesia yang berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Di forum itu, Kotz menjual lebih dari 270 juta data itu seharga 0,35 bitcoin atau sekitar Rp 297.850.000 berdasarkan kurs pada Kamis (28/10/2021) pukul 15.08 di Indodax.com. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih membantah data yang dijual di Raidforums berasal dari instansinya. Sementara Polri belum dapat memastikan siapa pelaku pembobolan dan penjualan data tersebut.

Untuk memastikan apakah benar data yang diperjualbelikan di Raidforums.com tersebut data BPJS atau bukan, tim investigasi Kompas menghubungi Kotz dan menelusuri validitas data yang dijual dengan mengirim dua nomor induk kependudukan (NIK). Dari data NIK itu, Kotz merespons dengan memberikan data kependudukan (nama lengkap, alamat, agama, tanggal lahir, golongan darah), gaji selama tiga tahun (2017-2019), dan nomor kartu BPJS Kesehatan (noka). Noka yang diberikan Kotz pun identik dengan nomor yang tertera pada kartu BPJS Kesehatan pemilik NIK. Sementara itu, dari penilaian kerentanan dan penelusuran terhadap aktivitas para peretas di Indonesia, terungkap betapa mudahnya meretas situs-situs pemerintah. Beberapa hari lalu, subdomain situs Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengalami peretasan berupa perubahan muka (defacement).


Aktivitas Siber : Kami Meretas, Maka Kami Ada

29 Oct 2021

Meretas bukan sekadar tentang pelanggaran hukum karena merusak situs sasaran. Ada cerita yang kaya di balik itu semua, salah satunya adalah betapa besarnya potensi remaja Indonesia di dunia teknologi informasi. Di dunia peretasan, Apep (14), bukan nama sebenarnya, menemukan eksistensinya. Remaja pendiam itu mendirikan dan mengetuai kelompok peretas bernama Evoush666Crew yang terdiri atas enam orang. Pada 2021, setidaknya kelompok tersebut telah meretas sekitar 40 situs pemerintah. Berkebalikan dengan keaktifannya di dunia peretasan, Apep merasa tak punya kehidupan di dunia nyata. Remaja itu merasa sulit berteman. Apep tak suka di sekolah dan tak nyaman di rumah. Hampir setiap hari ia mendengar orangtuanya bertengkar. Di forum peretas internasional Zone-H.org, Apep menggunakan nama Kakegurai. Ia baru terlihat aktif di forum itu sejak awal 2021. Menurut dokumentasi di Zone-H.org, situs-situs yang telah menjadi korban peretasan mereka, di antaranya, adalah sejumlah situs pemerintah kota di Nusa Tenggara Timur.

Skena (dunia yang spesifik) peretas Indonesia terbilang semarak. Selain di forum internasional, di forum dalam negeri, Zone-Xsec.com, misalnya, terlihat puluhan peretas dan tim peretas bersaing memperoleh peringkat teratas. Indonesia juga mempunyai peretas yang disegani di dunia internasional, yaitu HMei7. Ia berada di 10 besar dunia untuk peretas dengan teknik defacement (mengubah tampilan). Sosoknya misterius, bahkan di kalangan peretas sekalipun. Tak ada yang mengetahui identitasnya. Konon, dia bisa datang ke pertemuan-pertemuan peretas tanpa ada yang tahu. Dalam catatan Zone-H.org, HMei7 telah meretas 294.497 situs, 178 situs di antaranya situs Pemerintah Indonesia, selama enam tahun terakhir. Maraknya keahlian meretas dalam negeri ini bisa dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai potensi untuk meningkatkan keamanan siber nasional. Hukum tentu harus bertindak tegas pada peretasan yang bersifat kriminal, seperti pencurian data dan pengambilalihan sebuah situs.


Dongkrak Daya Saing Maritim, INSA Dorong Penggunaan Teknologi Informasi

29 Oct 2021

Indonesian National Shipowers’ Association (INSA) mendorong peningkatan pemanfataan teknologi informasi guna memperkuat daya saing industry maritime dalam negeri. Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menjelaskan, di era digitalisasi saat ini dan implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), industry maritime mau tidak mau harus siap menghadapinya dengan memanfaatkan teknologi informasi serta mengubah pola pikir dan cara kerja di sector maritim.

“Selain untuk menghadapi persaingan global, penerapan digitalisasi di insutri maritime diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi di sector maritime,” ungkap Carmelita dalam konferensi pers acara Virtual Expo Maritime Indonesia (VEMI) 2021 secara daring, Kamis (28/10). Selain itu, lanjut dia, penerapan digitalisasi pada system layanan online disektor maritime perlu terus dikembangkan sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien dan cepat pada akhirnya mampu menekan biaya logistik.

Carmelia menyebutkan, pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan  dalam melakukan analisa. Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan dan peluang bisnis di sektor maritim, misalnya mengenai informasi  mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas. "Sinergitas, kolaborasi, dan inovasi disektor maritim, perlu terus dilakukan untuk kemajuan industri maritim kita," papar Camelia. (Yetede)


Gurih Saham Juragan Menara

25 Oct 2021

Tempo, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal kedatangan emiten baru di pengujung tahun ini. PT. Dayamitra Telekomunikasi (Miratel), anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), akan menggelar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Mitratel memiliki peluang merebut investor, apalagi saat ini telah ada dua investor institusi yang berkomitmen untuk masuk. Mitratel dinilai bakal menjadi pesaing berat emiten telekomunikasi yang lebih dulu melantai di BEI. Mitratel bakal menggelar IPO dengan target perolehan dana US$ 1-1,4 miliar atau sekitar Rp 14-19,6 triliun. Wakil Menteri BUMN mengatakan Mitratel siap melepas 25 persen saham ke publik. Pengumuman penawaran saham perdana Mitratel layak dicermati investor karena memiliki prospek valuasi yang menarik di masa depan. 

Dukungan Telkom sebagai induk usaha turut menambah kekuatan Mitratel. Pada September lalu, aset menara telekomunikasi Mitratel bertambah 4.000 unit yang berasal dari anak usaha Telkom lainnya, yaitu PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel). Kesepakatan alih aset tersebut dituangkan dalam perjanjian jual-beli yang dilakukan kedua perusahaan. Dengan pengalihan tersebut, Mitratel memiliki lebih dari 28 ribu menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pertumbuhan menara telekomunikasi Mitratel mencapai 45 persen secara tahunan dengan tenancy ratio 1,57 kali. Angka ini naik dari Juni 2020 yang mencapai 1,54 kali.

Telkom Berencana Gabungkan Bisnis Data Center

23 Oct 2021

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)  berencana menggabungkan bisnis data center dari tiga entitas usaha, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), PT Sigma Cipta Caraka, (Telkomsigma), dan Data Center Telkom.  Vice Presiden Investor Relation Indonesia Andi Setiawan, perseroan kini dalam proses pendalaman atau mempelajari potensi konsolidasi bisnis data center atau pusat data tersebut untuk dikelola dalam satu entitas. "Rencana konsolidasi ini masih dalam tahap kajian dan berikutnya akan dilakukan kajian terhadap opsi unlocking value terbaik yang akan memberikan manfaat terbesar bagi perusahaan," kata Andi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10)

Menurut dia, bisnis data center memiliki potensi valuasi yang lebih tinggi dibandingkan bisnis telekomunikasi, sehingga akan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi Group Telkom secara keseluruhan apabila dilakukan unlocking value. Konsolidasi bisnis data center juga digarapkan dapat berkontribusi terhadap operasional dan kinerja perseroan di masa mendatang.  Langkah penggabungan bisnii data center sekaligus sebagai transformasi Terkom menuju digital telcom company. Sebab data center merupakan bagian penting dari ekosistem digital telkom atas berbagai digital services.

Sebelum data center, Telkom lebih dulu menjalankan strategi konsolidasi dan unlocking value  pada bisnis menara telekomunikasi. Dua anak usaha perseroan telah melakukan  transaksi pengalihan menara. Sebanyak 10.050 menara telekomunikasi milik PT Komunikasi Selular (Terkomsel) dialihkan ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Miratel). Menurut Andi Setiawan, Telkomsel pertama kali melakukan pengalihan menara pada 14 Oktober 2020 sebanyak 6.050 unit. Kemudian, Telkomsel mengalihkan 4.000 unit menara pada 31 Agustus 2021. (yetede)

Indonesia Serukan Ekonomi Indonesia Yang Lebih Insklusif

07 Oct 2021

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menilai ekonomi yang inklusif, digitalisasi yang semakin luas, dan ekonomi yang berkelanjutan relevan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Ia menyampaikan hal ini dalam Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-15 UNCTAD pada 4-7 Oktober 2021 berlangsung secara hybrid dengan lokasi pertemuan fisik secara terbatas di Jenewa. Swiss, dan Bridgetown, Barbados, kegiatan mengusung tema "From Inequality and Vulnerability to Properity for All" Dan diikuti oleh 195 negara anggota UNCTAD. Pada sesi debat umum ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Wamenlu Negeri RI mengajak seluruh anggota UNCTAD untuk mengarahkan perhatian kepada 3 elemen utama untuk mengatasi dampak Covid-19.

"Pertama pembangunan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan ekonomi kreatif," ujar Wamenlu, Rabu (6/10). Ia menyampaikan pengembangan kreatif ekonomi dapat membantu negara-negara untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan juga membantu transformasi ekonomi. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), wanita, maupun pemuda harus diberdayakan untuk memaksimalkan manfaat peluang-peluang yang diciptakan oleh ekonomi kreatif. Hal ini bertepatan dengan Momentum 2021 yang ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (Res/A/74/198)."Kedua memberi dukungan terhadap perluasan digitalisasi." lanjut Wamenlu.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil pada pandemi ini bahwa adalah kegiatan bisnis dapat bertahan dari keterpurukan ekonomi apabila dapat beradaptasi dan menggunakan ekonomi digital, sebagai sarana memasarkan produk dan memperluas jaringan konsumen. Oleh sebab itu, perlu perhatian khusus untuk menjembatani digital antar negara dan antar wilayahnya dengan harga yang terjangkau. Selain itu, akses terhadap infrastruktur digital harus dapat diandalkan, khususnya di negara berkembang. "Ketiga, transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan." imbuhnya. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan perdagangan dan investasi untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan lingkungan dari Agenda 2030. (yetede)

Facebook : Gangguan Layanan Berdampak Luas

06 Oct 2021

Teknologi membuat jarak dan sekat semakin menipis. Matinya jaringan untuk mengakses Facebook, Whatsapp, dan Instagram di Amerika Serikat bisa dirasakan dampaknya di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Facebook Inc telah mengidentifikasi gangguan yang mengakibatkan terhentinya akses ke layanan platform dalam grup tersebut selama beberapa jam. Gangguan ini berdampak luas karena banyak pengguna platform Facebook, Whatsapp, dan Instagram yang memanfaatkan platform tersebut untuk memasarkan usaha, selain sebagai media komunikasi. Di Indonesia, warganet tidak bisa mengakses media sosial Facebook, Whatsapp, dan Instagram pada Senin (4/10/2021) sekitar pukul 22.30 hingga Selasa (5/10/2021) sekitar pukul 05.00. Gangguan aktivitas digital dari perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu dialami penggunanya di negara-negara.

Layanan tiga media sosial dalam grup Facebook Inc ini tepatnya dilaporkan terjadi sekitar 11.30 waktu Eastern Daylight Time (EDT) atau waktu bagian timur Amerika Serikat. Layanan baru beroperasi lagi sekitar 18.00 waktu EDT, setelah sekitar tujuh jam terganggu. Vice President Facebook Santosh Janardhan dalam unggahan situs resmi Facebook, Selasa (5/10/2021) waktu Indonesia, menjelaskan, para insinyur dan teknisi grup ini telah menemukan penyebab terganggunya akses media sosial grup Facebook. Permasalahan ini dikarenakan adanya perubahan konfigurasi dari backbone routers yang mengordinasikan lalu lintas jaringan antara pusat datanya, sehingga komunikasi jadi terganggu.


Bank Digital, Bank Dalam Genggaman Tangan

05 Oct 2021

Masyarakat saat ini sangat menikmati berbagai bentuk layanan penyediaan barang mau pun jasa yang berbasis teknologi digital. Dengan hadirnya teknologi digital tersebut, masyarakat tidak perlu lagi mendatangi tempat dimana penjual barang atau jasa berada,  namun cukup melakukan nya secara daring dari tempat mereka tinggal. Degan dukungan jaringan internet yang semakin meluas, semakin banyak wilayah Indonesia yang mendapatkan akses internet. Saat ini diperkirakan ada sekitar 202,6 juta penduduk Indonesia yang telah mengakses internet di berbagai pelosok Tanah Air.

Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa transformasi digital sebenarnya bukan hanya terjadi di industri jasa keuangan saja, melainkan juga terjadi dalam perilaku masyarakat. Kondisi tersebut didukung dengan fakta bahwa 89% dari penduduk Indonesia telah memiliki smartphone. Sehingga penggunaan aplikasi maupun transaksi yang berbasis digital bukan lagi menjadi suatu impian bagi masyarakat, namun telah menjadi sebuah kebutuhan yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Masyarakat bisa memilih aplikasi bank apa yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka.

Dengan melakukan pembukaan rekening secara daring dari tempat mereka tinggal, menjadikan kebutuhan layanan keuangan  masyarakat tersebut makin menjadi terpenuhi. Bagi bank sendiri, adopsi pembukaan rekening secara daring tanpa harus melalui  kantor fisik bank akan memperluas jaringan nasabah tanpa harus berdomisili dekat dengan kantor bank tersebut. Disinilah kita bisa melihat bahwa bank digital mampu mendongkrak inklusi keuangan bagi masyarakat yang selama ini sulit mendapatkan akses terhadap layanan perbankan. (yetede)

Erick Thohir Sebut Sejumlah BUMN Investasi di Belasan Startup

29 Sep 2021

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan sejumlah perusahaan pelat merah berinvestasi di startup. Hal ini seiring dengan perkembangan prospek bisnis sektor digital di Indonesia. Erick mengatakan salah satu BUMN yang berinvestasi di startup adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Perusahaan itu berinvestasi di 15 startup. "Kami melihat BUMN itu punya investasi di startup," ungkap Erick kepada media, Kamis (23/9). Selain BRI, ada pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang juga menanamkan dana di 15 startup. Kemudian, Telkomsel berinvestasi di 15 startup dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di 54 startup. Erick tak merinci identitas startup yang menjadi ladang investasi sejumlah perusahaan pelat merah. Hanya saja, ia menyebut beberapa startup sudah berstatus unicorn. "Sebagian sudah unicorn, mereka investasi di Bukalapak, salah satu yang kemarin go public," terang Erick. 

Sebelumnya, Direktur Digital Business Telkom Indonesia Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan pihaknya siap mengakuisisi startup dalam waktu mendatang. Hal ini khususnya startup yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. "Telkom terbuka untuk berinvestasi atau semacamnya, apakah itu akuisisi terhadap perusahaan startup atau pihak-pihak yang memang dapat menambah value added Telkom," ungkap Fajrin dalam Telkom Talks-Akselerasi Digital untuk Kemajuan Bangsa Indonesia, Selasa (6/7). Ia mengatakan pihaknya baru-baru ini berinvestasi di Gojek. Investasi itu dilakukan oleh anak usaha mereka, Telkomsel. Selain itu, Telkom Indonesia memiliki venture capital bernama MDI Ventures. Fajrin mengatakan perusahaan itu sudah cukup banyak menanamkan dana di sejumlah startup. (yetede)