Teknologi
( 1206 )2025, Kemenkominfo Berharap Implementasi 5G Merata
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan Kemenkominfo telah menelaah bahwa pengalaman dari implementasi 4G di Indonesia membutuhkan waktu enam sampai tujuh tahun hingga relatif merata seperti sekarang. "Jadi implementasi 5G merupakan sebuah keniscayaan. Tapi harus kita atur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bangsa dan negara," jelasnya. Dibandingkan generasi teknologi sebelumnya, lanjut Ismail, perkembangan 5G memberikan nuansa berbeda. Ketika Indonesia berimigrasi dari teknologi 3G ke 4G, sebagian isu hanya persoalan kecepatan transformasi informasi data, atau koneksi melalui internet menggunakan teknologi mobile broadband. "Tapi perkembangan 4G ke 5G agak berbeda. Karena,5G memberikan nuansa yang lebih luas dari sekedar masalah user experience," jelas Ismail. (Yetede)
Metaverse Masa Depan Perbankan di Indonesia
Implementasi platform metaverse di sektor perbankan Indonesia sangatlah mungkin dilakukan, bahkan, menjadi masa depan yang tak terelakkan. Aktivitas fisik dan transaksi perbankan pada saatnya bisa dipindahkan ke dunia virtual baru, yakni metaverse, dan momentumnya tinggal menunggu waktunya tiba. Metaverse, atau meta semesta, merupakan bagian dari ruang realitas virtual bersama bagi manusia yang dibuat semirip mungkin dengan dunia nyata, atau dunia tiga dimensi yang menjadi bagian dari perkembangan dunia internet tahap kedua. "Oh, itu sangat bisa (aktivitas perbankan bisa dipindah ke metaverse). Bahkan, transaski perbankan nantinya bisa lebih efisien. Perbankanpun akan makin bisa mengurangi jumlah kantor cabangnya karena menimbulkan biaya tinggi seperti disarankan BI dan OJK," ungkap Doctor Transformasi Digital pertama di Indonesia Bayu Prawira Hie. (Yetede)
Masa Depan Bisnis NFT
Nama Ghozali tiba-tiba menjadi buah bibir pada awal tahun ini. Pemuda asal Semarang ini sukses memunculkan inovasi dengan menjual foto selfie menggunakan non-fungible token (NFT) di beberapa marketplace, seperti Open Sea. Dia mengumpulkan kolase selfie tersebut secara telaten sepanjang 2017—2021 dan berhasil menjualnya dengan omzet penjualan sekitar 284 Ethereum atau setara dengan Rp13 miliar hingga saat ini. Bagaimana menjelaskan fenomena ini bagi masyarakat awam? Fungibility adalah sifat suatu aset yang dapat dipertukarkan dengan aset lainnya berjenis sama. Jika suatu aset bersifat fungible, proses pertukaran akan berjalan mudah.
NFT menggunakan buku besar digital berbasis teknologi blockchain yang memberikan sertifikat kepada publik tentang keaslian dan bukti kepemilikan dari karya tersebut tetapi tidak membatasi pembagian atau penyalinan data digital dalam berbagai bentuk untuk para pembeli dan penikmat karya. Di luar apa yang dipahami masyarakat secara umum, blockchain tidak hanya sekadar digunakan sebagai basis teknologi uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum. Teknologi blockchain memungkinkankan pendaftaran peer-to-peer digital yang mencatat dan menyimpan transaksi antar pihak.
Berapa lama bisnis NFT akan bertahan? Dunia seni digital yang banyak menggunakan NFT sebagai media transaksi semakin menjamur.
Sebuah studi awal oleh David Evans dari University of Chicago pada 2014 menunjukkan betapa berfluktuasinya harga kripto. Pada saat studi itu dilakukan, jika dibandingkan dengan mata uang tradisional seperti Euro, Bitcoin memiliki fluktuasi 18 kali lipat yang membuat motif spekulasi lebih menonjol dalam kepemilikannya.
Pada periode yang hampir sama, studi dari Erik Bohlin dari Chalmers University menunjukkan bahwa negara-negara yang pertama kali melakukan lelang teknologi seluler 3G, yaitu Jerman dan Inggris mengalami winner curse.
Indeks Literasi Digital Indonesia di Level Sedang
Kemenkominfo bersama Katadata Insight Center dan Siber Kreasi melakukan survei terkait indeks literasi digital Indonesia pada 2021. Hasilnya, indeks literasi digital di Tanah Air hanya sedikit membaik, atau masih di level sedang. Skornya hanya naik tipis menjadi 3,49 pada 2021 dari tahun sebelumnya 3,46, dari potensi angka skor maksimun 5,00.
Direktur Jendral Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, pengukuran indeks literasi digital dilakukan untuk mengetahui status literasi digital di Indonesia. "Saat ini semua kegiatan terintegrasi semua ke ruang digital. Perkembangan digital yang dibarengi dengan teknologi harus diimbangi oleh literasi digital yang memadai.
Pengguna ruang digital pun dapat mengoptimalkan ruang digital untuk kegiatan yag lebih produktif," imbuhnya. Sementara itu, Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi menyebutkan, pengetahuan tentang metaverse dan web 3,0 dan perlu mulai dikenalkan dalam program dan kurikulum Gerakan Literasi Digital Nasional. "Dulu kita bicara website, media sosial, sekarang kita harus berhadapan dengan metaverse. Padahal kita belum selesai menanggulangi konten negatif di ruang digital." ujar Dedy. (Yetede)
Akuisisi Microsoft atas Activision Tidak Akan Dihalangi Regulator
Kesepakatan Microsoft senilai US$ 69 miliar untuk mengakuisisi perusahaan video game Activision Blizzard diperkirakan mendapat lampu hijau dari regulator. "Dari perspektif regulasi,Microsoft tidak berada dibawah pengawasan yang sama seperti pendukung teknologi lainnya. (CEO Microsoft Satya Nadella) melihat peluang di segmen konsumen, sementara yang lain terjebak dalam sorotan peraturan dan tidak dapat mengejar aset seperti ini," kata analis Wedbush Dan Ives pada Rabu (19/1). Ada kekhawatiran bahwa Microsoft mungkin membuat Activision dimasa depan menjadi eksklusif untuk konsol Xbox dan komputer Windows. Jika demikian ini akan menyulitkan bagi perusahaan perangkat keras PlayStation saingan yang dibuat oleh Sony yang berbasis di Jepang. (Yetede)
Grab Dukung BIG untuk Wujudkan Kebijakan Satu Peta
Grab, aplikasi terkemuka di Asia Tenggara, menjalin kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG), untuk mendukung Kebijakan Satu Peta (One Map Policy/OMP) yang digagas pemerintah, untuk mewujudkan tata kelola hutan dan pertanahan yang lebih baik. Grab mengumpulkan lebih dari 10.000 titik koordinat (Point of Interest/Pol) di 3 kota dan kabupaten yang menjadi pilot project, yaitu Sukabumi, Sumedang dan Tasikmalaya. Pengumpulan Pol didukung Mitra Grab dengan teknologi pengumpulan data, lalu dimasukkan dalam peta dasar BIG yang dijadikan acuan dasar pembangunan ekonomi daerah. Data tersebut juga dimasukkan ke peta Grab sehingga memudahkan pelaku ekonomi seperti UMKM, diakses masyarakat melalui layanan Grab.
Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan, suatu kehormatan bagi Grab menjadi superapp pertama yang dipercaya BIG untuk turut mensukseskan OMP melalui pengumpulan data Pol di kota dan kabupaten yang ditargetkan. Kepala BIG Muh Aris Marfai menambahkan, kerjasama itu merupakan kontribusi bersama BIG dan Grab memajukan perekonomian Indonesia, khususnya dalam investasi dan perencanaan pembangunan melalui penyediaan data spasial yang andal, cepat dan akurat. (Dini)
Samsung Electronics Proyeksikan Laba Naik 52,5% pada Kuartal IV
Perusahaan elektronik multinasional Samsung Electronics memperkirakan laba operasional untuk kuartal IV-2021 melonjak 52,5%, didorong oleh rekor penjualan. Produsen ponsel pintar di dunia itu memperkirakan laba operasional kuartal IV-2021 sekitar 13,8 triliun won (US$ 11,5 miliar) naik dari 9,05 triliun pada kuartal yang sama pada tahun lalu. Estimasi laba operasional berada dibawah estimasi analisis sebesar 15,2 triliun won menurut laporan Bloomberg News Samsung Electronics tidak memberikan rincian pada jumat tentang kinerja berbagai divisinya. Perusahaan diperkirakan akan merilis hasil penuhnya pada 27 Januari. Sementara virus pandemi telah mendatangkan malapetaka pada ekonomi dunia, kondisi ini membantu banyak perusahaan teknologi berkembang pesat. Produsen chip memori terbesar di dunia tersebut telah secara agresif meningkatkan investasi dalam bisnis semikonduktornya.
Menkominfo Dukung Kemenkes Telesuri Kebocoran Data Pasien
Menteri Komunikasi dan Informatika (menkominfo) Johhny G Plate telah memerintahkan jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan Indonesia (kemenkes) dan memulai proses penelusuran lebih lanjut terkait dugaan kebocoran data pasien yang dikelola oleh Kemenkes sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku. "Kementerian Kesehatan juga tengah melakukan langkah-langkah internal untuk merespon dugaan kebocoran yang terjadi, termasuk salah satunya melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ujar Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Deddy Permadi, dalam pernyataannya, Kamis, (6/1) malam. Mereka diminta untuk memperhatikan kelayakan dan keandalan pemrosesan data pribadi yang dilakukan, baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia. (Yetede)
Operator Telekomunikasi, Saatnya Berlomba Di Bisnis Gim
VP Corporate Comunications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, pelanggannya bermain mobile gaming selama Nataru, melonjak 87 % dibanding hari biasa. Telkom melalui Telkomsel dan PT Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) ingin memperkuat kompetensi dan kapabilitas di vertikal bisnis gim, khususnya gim AAA dengan menggelontorkan dana Rp 197 miliar untuk membangun Telkomsel ekosistem Digital. Gim AAA adalah gim yang diproduksi dan didistribusikan dengan nilai tinggi.
Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan peningkatan penggunaan gim menjadi pendorong peningkatan lalu lintas layanan sehingga memberikan kontribusi pada pelayanan data. Untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran pelanggan bermain gim, XL terus meningkatkan kualitas data melalui fiberisasi.
SPP Head of Corporate Communication PT Indosat Tbk. (ISAT) Steve Saerang mengatakan, layanan digital IMGaming yang diluncurkan September 2021 merupakan one stop portal untuk gamer yang menyediakan berbagai layanan, dari bermain dan berkompetisi, menonton gim dan membeli item dalam permainan. Bergabungnya Indosat dengan PT Hutchinson 3 Indonesia juga membuat kualitas jaringan emiten dengan kode saham ISAT, makin nyaman utuk bermain gim. (Yoga)
Pendapatan Bisnis Pers, Dari Pelanggan Hingga Blockhain
Krisis pandemi Covid-19 menekan kinerja ekonomi dan bisnis global, termasuk media cetak seperti koran dan majalah. Seiring terkendalinya pandemi, pasar media cetak kembali tumbuh pada 2021 walaupun belum mencapai performa sebelum pandemic, yang didorong fenomena kembali membaca media cetak. Aktivitas membaca media cetak tumbuh 4 % pada 2021. Warga dengan aktvitas membaca media cetak tertinggi ada di India dengan pangsa pasar 50 %, sementara di Indonesia menurut survei Reuters Institute di angka 20 % persen.
Pada masa pandemi, kanal digital menjadi garda depan perusahaan pers dengan e-paper dan berita daring. Jalinan relasi dengan pelangan menjadi faktor penting, karena minat orang untuk membayar berita digital masih rendah. Hasil riset Price Waterhouse Coopers (PwC) yang dipublikasikan dalam laporan Global Entertainment and Media Outlook: 2017-2021 Indonesia Data Insight menunjukkan minat audiens Indonesia berlangganan konten digital 19 %. Namun, angka tersebut masih dibagi dengan beberapa jenis konten berbayar, seperti video on demand (VOD) dan musik streaming.
Fenomena lain eksistensi media cetak di masa pandemi adalah tuntutan strategi dan cara pandang bisnis media untuk terus bertahan di saat krisis. Riset Reuters Institute dan Universitas Oxford mengungkapkan, terjadi pergeseran perspektif tentang sumber pendapatan perusahaan yang paling penting bagi media, yaitu dari pengiklan, pelanggan, penyelenggaraan acara (event), e-dagang, dan donatur. Di tengah tekanan bisnis ini, perusahaan media dituntut terus kreatif menciptakan sumber pendapatan baru dengan mengikuti model bisnis ekosistem digital. Alternatif model bisnis pers adalah dengan memanfaatkan sistem blockchain, yang merupakan jaringan pusat data yang menyimpan dan mendistribusikan catatan transaksi serta mencatat nilai dan kepemilikan aset digital, dimana setiap pengguna bisa bertransaksi dengan mata uang digital yang beredar dalam ekosistem blockchain. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









