;

Indonesia Serukan Ekonomi Indonesia Yang Lebih Insklusif

Teknologi Yuniati Turjandini 07 Oct 2021 Investor Daily
Indonesia Serukan Ekonomi Indonesia Yang Lebih Insklusif

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar menilai ekonomi yang inklusif, digitalisasi yang semakin luas, dan ekonomi yang berkelanjutan relevan untuk mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. Ia menyampaikan hal ini dalam Sesi Debat Umum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-15 UNCTAD pada 4-7 Oktober 2021 berlangsung secara hybrid dengan lokasi pertemuan fisik secara terbatas di Jenewa. Swiss, dan Bridgetown, Barbados, kegiatan mengusung tema "From Inequality and Vulnerability to Properity for All" Dan diikuti oleh 195 negara anggota UNCTAD. Pada sesi debat umum ini, Pemerintah Indonesia diwakili oleh Wamenlu Negeri RI mengajak seluruh anggota UNCTAD untuk mengarahkan perhatian kepada 3 elemen utama untuk mengatasi dampak Covid-19.

"Pertama pembangunan ekonomi yang inklusif dengan mengembangkan ekonomi kreatif," ujar Wamenlu, Rabu (6/10). Ia menyampaikan pengembangan kreatif ekonomi dapat membantu negara-negara untuk melakukan diversifikasi ekonomi dan juga membantu transformasi ekonomi. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), wanita, maupun pemuda harus diberdayakan untuk memaksimalkan manfaat peluang-peluang yang diciptakan oleh ekonomi kreatif. Hal ini bertepatan dengan Momentum 2021 yang ditetapkan sebagai Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan (Res/A/74/198)."Kedua memberi dukungan terhadap perluasan digitalisasi." lanjut Wamenlu.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil pada pandemi ini bahwa adalah kegiatan bisnis dapat bertahan dari keterpurukan ekonomi apabila dapat beradaptasi dan menggunakan ekonomi digital, sebagai sarana memasarkan produk dan memperluas jaringan konsumen. Oleh sebab itu, perlu perhatian khusus untuk menjembatani digital antar negara dan antar wilayahnya dengan harga yang terjangkau. Selain itu, akses terhadap infrastruktur digital harus dapat diandalkan, khususnya di negara berkembang. "Ketiga, transisi menuju ekonomi yang berkelanjutan." imbuhnya. Pemerintah dinilai perlu memperkuat kebijakan perdagangan dan investasi untuk berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan lingkungan dari Agenda 2030. (yetede)

Download Aplikasi Labirin :