Teknologi
( 1200 )Pengiriman Ponsel Pintar Turun 17,3 Persen pada Triwulan I-2022
Pengiriman telepon seluler (ponsel) pintar dari produsen ke pasar pada triwulan I-2022, menurut riset analis pasar International Data Corporation/IDC, mencapai 8,9 juta unit, turun 17,3 % ketimbang triwulan I-2021. Menurut Head of Center of Innovation and Digital Economy Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, Minggu (19/6), China sebagai produsen manufaktur ponsel besar dunia masih kekurangan pasokan cip. Hal itu berimbas ke pasar Indonesia yang lebih dari 50 % pasarnya diisi oleh ponsel produksi China. (Yoga)
BCA Meningkatkan Keamanan Siber
Bank Central Asia (BCA) menganggarkan modal kerja (capex) senilai Rp 5 triliun untuk pengembangan teknologi informasi (TI) pada tahun ini. EVP Secretariat & Corporate Communication Bank BCA, Hera F. Haryn mengatakan, sekitar Rp 500 miliar dialokasikan untuk keamanan siber.
Indonesia Butuh Lebih Banyak Talenta Digital
Indonesia perlu memiliki banyak talenta digital untuk menghadapi dunia bisnis dengan daya saing digital yang ketat. ”Transformasi digital kini merupakan poin kunci yang menjadi concern semua pihak. Kami ingin menghadirkan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh transformasi digital,” ujar pendiri sekaligus CEO Binar Academy Alamanda Shantika, Kamis (9/6) di Jakarta. (Yoga)
Selisik di Balik Sensasi NFT
Blockchain adalah teknologi yang menjadi dasar bitcoin, ether, dan NFT. Blockchain bisa dibilang adalah buku catatan transaksi yang terdistribusi. Pengajar ilmu komputer ITB, Budi Rahardjo, menganalogikan, blockchain bekerja dengan cara seperti sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di mana setiap pemilih juga mencatat hasil suara. Dalam konteks blockchain, setiap transaksi mata uang kripto akan dicatat pada jaringan ribuan komputer di seluruh dunia yang juga akan memvalidasi setiap transaksi. Alhasil, orang yang tidak memiliki akses sah tidak bisa memanipulasi informasi yang ada karena datanya tersimpan dan terdistribusi di ribuan ”buku catatan”. Selain itu, buku catatan ini bersifat publik, di mana setiap orang bisa melihatnya. Nah, selain transaksi aset kripto seperti bitcoin dan ether, status kepemilikan setiap aset NFT memiliki catatannya di blockchain. Dengan demikian, setiap aset NFT memiliki catatan unik di blockchain. Dengan pencatatan ini, setiap aset NFT bisa dilihat kepemilikannya dan juga terdeteksi apabila berpindah tangan.
NFT tidak selalu berbentuk file gambar. Memang, dua contoh besar kesuksesan penjualan NFT, seperti kolase karya Beeple (terjual dengan harga 69 juta USD atau Rp 1 triliun) dan kumpulan foto swafoto milik Ghozali (mencapai Rp 13 miliar), keduanya adalah file gambar. Aset NFT bukan berarti file gambar JPG-nya tidak bisa digandakan. Hal yang tidak bisa digandakan adalah rekaman catatan yang ada di blockchain. ”NFT mungkin bisa dianalogikan sebagai sertifikat keaslian yang Anda dapat ketika membeli sebuah patung mahal, misalnya. Patung itu memang bisa ditiru atau digandakan, tetapi karena punya sertifikatnya, Anda bisa membuktikan kalau Anda adalah pemilik aslinya,” tutur kolumnis teknologi New York Times, Kevin Roose. Klaim kepemilikan NFT pada dasarnya sebuah cara mengklaim kepemilikan suatu benda digital. Kemampuan untuk meng-copy dan mem-paste membuat konsep scarcity atau kelangkaan menjadi semacam hal yang agak mustahil di dunia digital. Konsep kelangkaan terhadap aset digital inilah yang membuat harganya bisa melambung.
Dengan NFT, seorang seniman bisa menciptakan karya seni, baik itu visual maupun audio, yang langka secara digital. Dengan harga yang tinggi ini, Tidak ada yang bisa memberi garansi harga NFT dan nilai aset kripto. Semua tergantung mekanisme pasar; makin tinggi minat dan permintaan, makin tinggi pula harganya. Namun, kini pasar NFT dan aset kripto pun sedang melandai. Dalam sebulan terakhir, volume penjualan NFT Ethereum di platform NFT terbesar, OpenSea, telah turun sebesar 68,4 %, menurut firma pelacak pasar NFT, DappRadar. Rerata harga jual NFT di sejumlah platform pun menurun. Di platform BloctoBay, misalnya, harga jual NFT turun 66 % menjadi setara 51,64 USD. Dengan mendinginnya pasar, pemanfaatan NFT sudah mulai bergerak ke fungsi utility atau kegunaan. Misalnya, NFT dijadikan sebagai tiket konser atau kegiatan tertentu. Bahkan, sejumlah platform NFT musik seperti Royal dan Opulous memungkinkan fans yang membeli NFT dari musisi kegemaran mereka turut mendapatkan bagian royalti. Hal ini dimungkinkan melalui sebuah smart contract yang terprogram pada kode setiap aset. (Yoga)
TEKNOLOGI NIRKABEL : PERLU KOLABORASI 5G BAGI INDUSTRI
Pemerintah memperkirakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G bisa menjadi solusi dalam memacu produktivitas industri manufaktur. Namun, dalam menghadirkan 5G di Indonesia masih cukup menantang sehingga perlu kolaborasi berbagai pihak. Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Aju Widya Sari mengatakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G memiliki latensi rendah yang mendukung penggunaan internet of things (IoT) dan robotika dengan kontrol penuh oleh industri. Dia menjelaskan sektor industri khususnya di era 4.0 membutuhkan teknologi 5G dengan dukungan private network atau jaringan khusus. Oleh karena itu, Kemenkominfo mendukung teknologi 5G melalui penyiapan konektivitas melalui Palapa Ring. Industri yang membutuhkan 5G adalah mobile broadband yang memerlukan internet kecepatan tinggi. Selanjutnya, teknologi 5G dibutuhkan kawasan industri, pabrikasi, manufaktur, hingga pertambangan yang pasti dalam prosesnya membutuhkan teknologi.
Dalam kesempatan yang sama, Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menyatakan teknologi 5G berpotensi mendukung sektor industri manufaktur dan kota pintar (smart city) di Indonesia. “Kata kuncinya adalah kolaborasi. Itu sangat penting sekali untuk mewujudkan kehadiran 5G baik dari sisi pemerintah, operator, hingga teknologi enabler,” tuturnya. Sementara itu, VP Network Architecture and Design Telkomsel Marfani menyatakan ada sejumlah tantangan dalam menghadirkan teknologi 5G private network di sektor industri. Menurutnya, tantangan yang mungkin muncul adalah Indonesia yang belum cukup siap secara ekosistem untuk mengadopsi teknologi 5GEXCL Tuntaskan Akuisisi Hipernet Indodata
PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah merampungkan pembelian 2.805 saham atau setara dengan 51% saham PT Hipernet Indodata (HI). Sekretaris Perusahaan XL Axiata Ranty Astari Rachman menyebutkan proses pengambilalihan saham Hipernet Indodata telah selesai dengan nilai transaksi mencapai Rp 335,32 miliar. Adapun per 2 Juni 2022, XL Axiata mengempit 51% saham Hipernet Indodata. Kemudian, kepemilikan saham PT Mitra Indo Asia sebesar 34,31%, dan PT Magna Karya Archipelago 14,69%. Ranty bilang akuisisi saham ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan produk yang ditawarkan oleh EXCL kepada pelanggan perusahaan
Desa dan Sampah Makanan
Kompas (19/5) menghitung nilai sampah makanan di Indonesia setara Rp 330 triliun per tahun. Masalah sampah pangan harus menjadi perhatian untuk dicari solusinya, dari hulu sampai hilir. Potensi sampah makanan berasal dari susut pangan (food loss) dan limbah pangan (food waste). Susut pangan merujuk pada makanan atau bahan pangan yang terbuang sebelum diolah, sedangkan limbah pangan adalah sisa makanan yang (sebelumnya) layak konsumsi, tetapi (akhirnya) dibuang karena penyediaannya melebihi konsumsi atau makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsa.
Mendalami masalah sampah makanan kategori susut pangan dapat ditelusuri dari rantai pasok bahan pangan. Biasanya rantai pasok pangan terdiri dari: petani, pengumpul, grosir, pengecer (toko), dan konsumen. Desa menempati ujung paling hulu dalam rantai pasok pangan. Sebagian besar komoditas pangan diproduksi atau dibudidayakan di desa sehingga susut pangan (sampah bahan pangan) menjadi tantangan utama yang harus dihadapi desa. Secara kuantitatif, sampah bahan pangan terjadi ketika pasokan melebihi permintaan. Ketika panen tiba dan pasokan berlebih, sementara di sisi lain, pasar tidak dapat menyerap seluruh hasil panen.
Kunci utama mengurangi sampah bahan pangan adalah tindakan pascapanen. Pengolahan dan penanganan setelah panen, penyimpanan (gudang, cold storage), pengemasan, dan distribusi yang baik dapat menjaga kualitas pangan dalam jangka waktu lebih lama. Penanganan pascapanen dapat mencegah atau memperlambat pembusukan komoditas pangan sehingga mengurangi sampah bahan pangan. Teknologi informasi juga dapat berperan dalam mengurangi sampah bahan pangan. Di Indonesia muncul beberapa aplikasi yang menghubungkan produsen pangan dengan konsumen secara langsung. Selain memperpendek rantai pasok bahan pangan, aplikasi tersebut juga mempermudah produsen menemukan peminat produknya dan dengan demikian mengurangi potensi sampah bahan pangan. (Yoga)
Dua Tahun Program Kartu Prakerja
April 2022 lalu Program Kartu Prakerja genap dua tahun. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja dan kewirausahaan. Struktur organisasi program ini terdiri dari Komite Cipta Kerja sebagai penentu kebijakan, Tim Pelaksana dan Manajemen Pelaksana sebagai pelaksana operasional. Selama masa pandemi Covid-19 program ini berfungsi ganda memberikan bantuan pelatihan dan bantuan sosial yang bersumber dari APBN. Peserta Program Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan daring menerima bansos selama empat bulan.
Program Kartu Prakerja telah menghasilkan capaian yang patut dibanggakan. Pertama, jumlah penerima 11,4 juta orang, tersebar di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Sebagian besar tinggal di pedesaan dengan latar belakang penganggur dan belum pernah mengikuti pelatihan apa pun sebelumnya. Kedua, sebagian besar penerima Kartu Prakerja telah menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan bansos selama empat bulan sebesar total Rp 2,4 juta per orang. Survei PRESISI dan Manajemen Pelaksana menunjukkan sebagian besar penerima menggunakan bansos yang diterimanya untuk membeli kebutuhan pokok. Ini tentu meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat yang selama masa pandemi melesu sehingga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, survei BPS (Sakernas) Agustus 2021 menunjukkan, sebagian besar penerima Kartu Prakerja merasakan meningkatnya kompetensi mereka setelah mengikuti pelatihan
Dengan kian membaiknya kondisi perekonomian dan menurunnya pandemi, ke depan Program Kartu Prakerja menghadapi tantangan meningkatkan kompetensi angkatan kerja untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha khususnya industri. Untuk bisa bersaing di tingkat regional dan global, industri nasional butuh tenaga kerja kompeten yang berimbang penguasaan aspek teknis dan aspek sikapnya (attitude). Penguasaan aspek teknis memerlukan praktik penggunaan alat yang kurang efektif diterapkan pada moda pelatihan daring (online). Karena itu, Program Kartu Prakerja ke depan perlu mengembangkan moda pelatihan luring (offline) dan/atau pelatihan bauran (blended). Tantangannya kemudian adalah jika bansos dihilangkan atau dikurangi apakah masyarakat masih berminat mengikuti program ini? Hal ini perlu dipertimbangkan dan dicarikan solusinya agar minat masyarakat untuk mengikuti Program Kartu Prakerja tetap tinggi. (Yoga)
EMITEN TELEKOMUNIKASI : SENTIMEN POSITIF TERJAGA
Sejumlah emiten telekomunikasi royal membagi dividen setelah mengukir kinerja mengilap pada 2021. Kinerja positif diproyeksi berlanjut tahun ini kendati dibayangi berbagai tantangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai prospek emiten sektor telekomunikasi makin positif seiring dengan tren digitalisasi yang berlanjut. “Apalagi jumlah pengguna internet makin meningkat yang menyebabkan kebutuhan data dan internet turut naik. Dari sisi supply diperkirakan bertambah, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya,” katanya, Minggu (29/5). Kucuran dividen yang ditopang oleh peningkatan laba bersih emiten telekomunikasi cukup besar tercermin dari tata-rata dividend payout ratio berada di atas 50%.
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan dividen setara dengan 60% laba bersih 2021 senilai Rp24,76 triliun. Kucuran dividen juga datang dari PT XL Axiata Tbk. (EXCL) yang menyetujui pembagian dividen untuk pemegang saham senilai Rp522 miliar atau 50% dari keuntungan untuk tahun buku 2021. Emiten menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) juga akan membagikan dividen total Rp800 miliar dari laba bersih 2021 atau meningkat dari dividen tahun sebelumnya Rp692 miliar. Di sisi lain, Nico menjelaskan bahwa emiten telekomunikasi juga ramai melakukan aksi korporasi penggabungan usaha untuk memperkuat bisnisnya. Hal ini tidak hanya akan mendorong kinerja emiten, tetapi juga mendukung prospek industri telekomunikasi.Google dan Kuncie Kerja Sama Kembangkan Talenta Digital
Kuncie, platform pengembangan ketrampilan talenta-talenta di Indonesia, bersama Google, raksasa teknologi global asal Amerika Serikat, mengumumkan kerjasama peluncuran modul pembelajaran bernama Gapura Digital dan Google Primer. "Kami berkomitmen untuk menjadi platform pembelajaran terbaik bagi para entrepreneur dan profesional di Indonesia. Kami percaya, kolaborasi dengan Google melalui Gapura Digital dan Google Primer, dapat memberikan nilai tambah," kata CEO Kuncie Mario Nicolas, dalam keterangannya, Rabu (25/5). Google akhirnya memilih Kuncie sebagai mitra kolaborasi dalam program grow with Google karena dinilai memiliki visi dan misi yang sejalan dengan inisiatif tersebut. Selain itu, Kuncie menawarkan keunggulan yang berbeda dari e-learning platform lainnya. "Kami percaya, bergabungnya Google dalam ekosistem kami bisa membantu para entrepreneur dan para profesional untuk meningkatkan performa bisnisnya. Kami berharap bisa menyiapkan dan meningkatkan skill lebih dari 1 juta digital talent di Indonesia hingga tahun depan," ungkap Mario. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









