Teknologi
( 1193 )Pemerintah Perlu Melihat Kondisi Riil Dengan Jeli
Kendati data ekonomi makro masih menunjukkan
tren positif, sejumlah ekonom meminta pemerintah lebih jeli dalam melihat
realitas di lapangan, utamanya soal ketahanan ekonomi kelompok masyarakat menengah
ke bawah. Survei kinerja UMKM dan rasio gini menjaditolok ukur yang perlu
diwaspadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Guru Besar Fakultas
Ekonomi Bisnis UI, Telisa Aulia Falianty menyoroti adanya ketidaksinkronan antara
data ekonomi makro dan data mikro yang memotret perilaku konsumen untuk
memastikan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. Secara agregat, data makro
sebagian besar masih baik karena kelompok ekonomi kelas atas sedang mendominasi
kinerja yang baik.
”Jadi, kita juga harus cukup kritis
melihat keterkaitan antara data makro dan mikro. Data mikro menggambarkan
realitas di lapangan. Perlu dilengkapi dengan data komprehensif dari berbagai
survei dan pengecekan langsung lapangan untuk kesimpulan yang lebih solid,”
ujar Telisa, Rabu (19/3). Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di
Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/3) malam, menerangkan, pertumbuhan ekonomi
Indonesia secara spasial relatif baik. Hal itu sejalan pertumbuhan ekonomi 5,03
% pada 2024. Data ini mendukung catatan tingkat inflasi inti pada Februari 2025
positif di angka 2,48 %. Inflasi inti di level positif menjadi indikator masih baiknya
daya beli masyarakat, terutama untuk barang-barang sekunder atau tersier.
Kendati demikian, menurut Telisa,
untuk membuktikan struktur fundamental ekonomi RI saat ini tetap kuat, perlu dipastikan
adanya keseimbangan ketahanan ekonomi, yaitu antara kelompok ekonomi kelas
atas, menengah, dan bawah. Alasannya, dalam sejarah krisis keuangan, stabilitas
data ekonomi makro tidak cukup karena sifat dari efek domino atau contagion dan
self-fulfilling panics atau krisis akibat ekspektasi pesimis investor bisa
datang dengan cepat dan mengikis fundamental makro sedikit demi sedikit. ”Terlebih
lagi, kita perlu memastikan bahwa fundamental itu seimbang dari sisi kekuatan
dan daya tahan antara kelompok atas, menengah, dan bawah tersebut,” ujarnya. (Yoga)
Anak Muda Marah pada Korupsi
Marah pada korupsi yang menggurita di
negaranya, anak-anak muda Serbia tiada henti berunjuk rasa. Empat bulan
terakhir, Serbia diguncang unjuk rasa anak-anak muda. Unjuk rasa terbaru, terbesar
sejauh ini berlangsung pada Sabtu (15/3). Dilaporkan, 100.000 hingga 300.000
orang turun ke jalan, mulai dari ibu kota Belgrade hingga kota-kota kecil, menentang
korupsi masif di pemerintahan Serbia. Pemantik unjuk rasa besar-besaran di Serbia
adalah korupsi. Pemicunya, insiden ambruknya atap stasiun kereta di Novi Sad,
kota terbesar kedua, yang menewaskan 15 orang, November 2024, yang baru
direnovasi pada 2022, tetapi sudah ambruk dan menelan korban jiwa. Insiden itu
mengungkap adanya borok korupsi.
Setelah diguncang demonstrasi, aparat
hukum Serbia mengusut kasus stasiun Novi Sad. Sejumlah pejabat, termasuk PM
Milos Vucevic, Menhub dan Infrastruktur Tomislav Momirovi, serta penggantinya,
Milan Duric, mundur. Namun, di mata anak-anak muda pengunjuk rasa, harapan
mereka tak berhenti di situ. Mereka menginginkan perubahan menyeluruh, yang
bisa memupus kanker korupsi di Serbia. Sedemikian kuat gurita korupsi di
Serbia, segala perkara hingga urusan mencari pekerjaan tak lepas dari praktik
korupsi. Sangat bisa dimaklumi jika anak-anak muda di negara itu marah dan
menumpahkannya lewat serangkaian unjuk rasa.
Ivana, mahasiswa Universitas Novi Sad,
mengatakan, ”Ijazah saya tidak akan berguna selama korupsi dan kolusi mewabah.
Lapangan kerja terbuka bukan karena saya terampil. Saya bisa dapat kerja kalau
mau menyuap atau jadi kroni,” ujarnya (Kompas, 18/3/2025). Data Transparency
International memperlihatkan, Serbia menduduki peringkat ke-105 dari 180 negara
soal indeks persepsi korupsi. Hal ini diperburuk oleh catatan Freedom House
yang menempatkan Serbia sebagai negara dengan kebebasan terbatas dengan nilai 56 dari skala 0-100. (Yoga)
Persaingan Nike dan Adidas
Bagi sebagian orang, jika sudah menggunakan
Adidas, mereka enggan beralih ke Nike, begitu pula sebaliknya. Salah satunya
Fildaz Raeditya (33) yang selama 10 tahun setia menggunakan produk Adidas tanpa
pernah membeli merek lain. Dari berbagai produk yang pernah ia coba sebelumnya,
Adidas menjadi pilihan yang paling nyaman di kakinya, sesuai dengan selera, dan
memberikan rasa percaya diri yang lebih. ”Durability (daya tahan) Adidas luar
biasa. Total ada delapan pasang sepatu yang saya miliki. Dari yang termurah, Rp
300.000 untuk model Superstar, hingga yang termahal Rp 3 juta, yaitu Microacer,
favorit saya. Yang paling sering dipakai Adizero SL,” ujarnya, Selasa (18/3).
Menurut Didit, kesetiaannya pada
Adidas didasarkan pada konsep klasik yang ditawarkan merek tersebut. Selain
itu, beberapa seri Adidas juga menghadirkan sentuhan futuristik, bahkan menggabungkan
kedua konsep itu dalam satu desain. Yavi Diamanta. Hingga usia 30 tahun, tetap
setia pada Nike dan tak pernah beralih ke merek lain. ”Nike punya kampanye yang
luar biasa. Bold, well-crafted, dan erat dengan dunia atlet. Gue suka banget
atlet-atlet Nike. Cerita bagaimana Nike bisa merekrut Michael Jordan, misalnya,
itu gila banget. Belum lagi deretan sepatu ikonik Nike yang sudah menjadi
bagian dari kultur,” ujar Yavi. Menurut dia, model Air Jordan 1 adalah sepatu
yang tak lekang oleh waktu.
Dua koleksi lainnya yang menjadi
favoritnya adalah Nike Blazer Mid 77 dan Jordan 1 Purple Court. Dari kecil dia memang
suka dan merasa paling cocok dengan Nike, dan tidak tertarik membeli merek lain.
Persaingan merebut hati konsumen tak hanya terlihat dari cerita Yavi dan Didit.
Dua jenama, Nike dan Adidas, juga bersaing ketat berdasarkan sejumlah data.
Mengutip laporan Brand Finance, di sektor aparel atau fashion, kedua merek ini
masuk 10 besar merek dengan nilai tertinggi di dunia pada 2024. Nike, mencatat
nilai merek sebesar 29,873 miliar USD, menempati peringkat kedua. Posisi Nike
digeser Louis Vuitton dari Perancis yang kini berada di peringkat pertama
dengan nilai pasar 32,235 miliar USD.
Pada 2024, Adidas berada di peringkat
kedelapan dengan nilai pasar 14,448 miliar USD. Dengan kekuatan branding-nya
yang solid, kedua jenama ini juga mencatat pendapatan besar. Berdasarkan data
Statista yang dipublikasikan pada 14 Januari 2025, pendapatan Adidas mencapai 23,683
miliar euro pada 2024, meningkat dari tahun sebelumnya di 21,427 miliar euro.
Nike mencatat pendapatan 47,78 miliar euro pada 2024, naik dari 42,65 miliar
euro pada 2023. Pendapatan besar yang diraih Nike dan Adidas juga didukung oleh
luasnya jaringan toko ritel serta jumlah pekerja yang tersebar di seluruh
dunia. (Yoga)
Manuver Sang Bohir Menguasai Bisnis Limbah
Rumah berlantai dua di kampung padat penduduk di Cikarang Barat, Bekasi,
Jabar, ramai dipenuhi puluhan pemuda, suatu siang akhir Februari lalu. Para
pemuda itu rupanya baru menyelesaikan tugas dari sang pemilik rumah, yakni berunjuk
rasa di depan areal perusahaan di kawasan industri di Cikarang Barat. Tugas
yang mereka jalankan sepertinya akan sukses. Perusahaan yang mereka geruduk
melalui unjuk rasa akhirnya melunak. ”Demonya tadi enggak lama. Hanya lima
menit, perusahaan mau audiensi. Sepertinya akan ada kesepakatan untuk tanda
tangan kontrak kerja sama,” kata salah satu pemuda di bawah Aliansi Pemuda
Bangun Desa (APBD). Keberadaan mereka di teras rumah itu membuka tabir aktor di
balik huru-hara yang kerap terjadi di kawasan industri, yaitu sang bohir limbah
(dari bahasa Belanda, bouwheer).
Bohir ini punya kepentingan menguasai limbah dari perusahaan yang baru
saja didemonstrasi. Limbah ekonomis yang ingin dikuasai itu berupa
potongan-potongan besi sisa produksi perusahaan. Bisnis limbah terlihat sepele.
Bohir hanya perlu punya cukup modal. Setelah itu ia harus mampu meyakinkan
perusahaan agar bersedia dibeli sisa produksi industrinya (limbah) yang akan
diangkut dan dijual ke tempat peleburan limbah. Walaupun tampak sederhana, nilai
keuntungannya fantastis. Misalnya, bohir limbah membeli sisa produksi
perusahaan berupa potongan aluminium seharga Rp 12.500 per kg, aluminium itu
dijual lagi ke tempat peleburan dengan harga Rp 25.000 per kg. Bayangkan,
berapa keuntungan yang didapat jika menguasai limbah perusahaan yang mencapai
ratusan ton per bulan?
Kondisi ini membuat mereka tak mau tahu meski perusahaan sudah mengikat
kontrak kerja sama secara profesional dengan perusahaan pengolah limbah lain.
Rendy Swendi, pemilik perusahaan pengelola limbah PT Risky Citra Sejati,
mengaku sudah empat tahun menggeluti bisnis limbah. Ia adalah sosok di balik
hadirnya puluhan pemuda di rumahnya hari itu. Rendy siang itu didampingiRanio
Abadillah. Ia sempat membantu Rendy berdialog dengan perusahaan yang sebelumnya
digeruduk massa suruhan. Ranio bukan orang sembarangan. Ia anggota DPRD Kabupaten
Bekasi periode 2014-2019.
Rendy beranggapan, walau telah bertahun-tahun industri berdiri di
kampungnya, warga sekitar tidak kebagian manfaat apa pun. ”Perusahaan yang kami
demo tadi limbahnya dikelola sendiri. Perusahaan jual sendiri ke tempat
peleburan. Ini, enggak boleh,” kata Rendy, Senin (24/2). Ranio menjelaskan,
unjuk rasa yang mereka lakukan bagian dari ikhtiar mendapat kesempatan kerja
sama dengan perusahaan. Dengan cara main seperti itu, urusan berebut limbah
alias sampah dari industri berpotensi penuh drama. Konsekuensinya, pihak
perusahaan harus siap menelan pil pahit setiap menghadapi tekanan ormas pesanan
bohir-bohir limbah. (Yoga)
Indonesia Membutuhkan Investasi yang Sehat dan Aman
Ada duri dalam daging di dunia investasi di Indonesia. Pelaku usaha terpaksa
menghadapi berbagai tantangan, mulai dari birokrasi dan perizinan yang lamban,
pungutan liar alias pungli, hingga pemerasan serta perilaku premanisme dari
berbagai aktor. Mereka berakrobat menghadapi persoalan tersebut sendirian. Mulai
dari usaha kecil sampai investor besar, termasuk penanaman modal asing (PMA),
kerap menghadapi masalah yang seharusnya tidak perlu ada. ST, pemilik
perusahaan manufaktur di Pulau Jawa, bercerita bagaimana oknum anggota
legislatif daerah mencoba mengintimidasi perusahaannya. Rombongan anggota legislatif
itu suatu hari tiba-tiba mendatangi pabriknya.
Mereka mengaku ada pengaduan warga soal limbah dari pabriknya. ”Pertanyaan
ketua rombongannya, ’Ini perusahaan asing, ya?’ Saya bilang, ini perusahaan saya,
orang Indonesia. Dia bilang, ’Kamu, kan, cuma dipakai nama saja.’ Marah saya,
gebrak meja. Memangnya kalau punya asing, Bapak boleh peras?” tutur ST. ST ”unjuk
kekuatan” dengan menyebut kenalannya petinggi partai yang separtai dengan
sebagian rombongan anggota legislatif tersebut. Rombongan legislatif pun
melunak. ST percaya diri menunjukkan aktivitas di area pabriknya sesuai aturan.
WA, pimimpinan PMA di Jabar, mengaku banyak uang yang harus dikeluarkan untuk pungli
yang dilakukan di tingkat masyarakat bawah hingga birokrat.
Dana rutin yang disiapkan mencapai 20 % dari perputaran total per tahun.
PW, pengusaha lain di Jabar, mengeluhkan tidak adanya kepastian hukum membuat
munculnya biaya tidak terprediksi. Ada oknum-oknum tertentu yang harus dibayar.
Misalnya, saat perusahaan digeruduk kelompok ormas, mereka harus mengeluarkan
biaya untuk oknum aparat kepolisian agar diamankan. Padahal, belum tentu
terjamin keamanannya. AP, manajer PMA di Jabar, pernah didemo perusahaannya oleh
ormas dan dimintai sejumlah uang oleh oknum aparat.
”Kita butuh investasi yang sehat, yang aman,” kata AP. Indonesia perlu
belajar dari negara tetangga dalam memperlakukan investor. Di Thailand, investor
diperlakukan istimewa. Yang terbaru adalah penyederhanaan prosedur visa untuk memfasilitasi
kegiatan investasi di Thailand. Negara-negara tetangga itu belakangan mampu
menarik investasi besar dari sejumlah perusahaan teknologi dunia.Pada tahun
2024, Google dikabarkan akan membangun pusat data di Thailand. Apple juga
menggelontorkan investasi 15 miliar USD di Vietnam, karena negara-negara itu
memberikan beragam insentif untuk kemudahan usaha. (Yoga)
Pengangkatan Calon ASN Dipercepat oleh Presiden Prabowo
Setelah menuai kritik, Presiden Prabowo memutuskan mempercepat
pengangkatan calon ASN atau CASN. Calon PNS atau CPNS akan diangkat paling
lambat Juni 2025, sedangkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK
selambatnya Oktober 2025. Semua kementerian/lembaga (K/L) dan pemda diminta
menindaklanjuti keputusan dengan menyusun perencanaan pengangkatan bagi para
CASN tersebut. Keputusan pemerintah untuk mempercepat pengangkatan CASN ini
disampaikan Mentsetneg, Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Kemenpan dan RB,
Jakarta, Senin (17/3). Pengangkatan CASN tersebut sebelumnya menuai polemik
setelah ada keputusan penundaan seusai rapat Komisi II DPR dengan Kemenpan dan RB
serta Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (5/3).
Kala itu, Menpan dan RB, Rini Widyantini menyampaikan pengangkatan CPNS
ditunda menjadi serentak pada 1 Oktober 2025, sedangkan PPPK pada 1 Maret 2026.
Sebelum ada keputusan penundaan, pengangkatan CPNS sudah dijadwalkan pada 22
Februari hingga 23 Maret 2025. Peserta PPPK tahap satu dijadwalkan diangkat Februari
2025 dan tahap dua pada Juli 2025. Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo telah
memutuskan mempercepat pengangkatan CPNS dan PPPK. Untuk CPNS, pengangkatan
diselesaikan paling lambat Juni 2025, sedangkan PPPK paling lambat Oktober
2025. Berdasarkan data Kemenpan dan RB,total ada 248.970 CPNS dan 1.017.111
calon PPPK yang harus diangkat. (Yoga)
Peluang Pekerja RI di Arab Saudi
Pemerintah Arab Saudi menawarkan kesempatan kerja bagi 600.000 pekerja
migran Indonesia. Pemerintah Indonesia menerima tawaran Pemerintah Arab Saudi
tersebut. Presiden Prabowo memberi persetujuan kepada Menteri Pelindungan
Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding di Istana Kepresidenan Jakarta,
Jumat (14/3) untuk mencabut moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI)
ke Arab Saudi (Kompas.id, 14/3/2025). Moratorium TKI tersebut tertuang dalam Kepmenaker
No 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja
Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah. Kepmenaker
yang ditandatangani Menaker Hanif Dhakiri pada 26 Mei 2015 tersebut dilator
belakangi banyaknya masalah pekerja, termasuk penyiksaan pekerja, di sejumlah negara
Timur Tengah.
Dari 600.000kesempatankerja yang ditawarkan Arab Saudi, sebanyak 400.000
lowongan masih untuk pekerja informal. Namun, 200.000 lowongan pekerja formal
sisanya mesti ditangkap secara serius oleh Pemerintah Indonesia. Kualitas pekerja
diharapkan makin meningkat di sektor formal, di samping pekerja informal yang
kebanyakan adalah pekerja rumah tangga. Kementerian P2MI harus terlebih dulu
menyiapkan skema pelatihan dan penempatan para PMI. Persiapan kompetensi para PMI
dinilai penting agar Indonesia bisa mengirim tenaga kerja sekaligus mendapatkan
devisa secara optimal. Di samping itu, kita berharap evaluasi mendalam atas
upaya pelindungan PMI sejak moratorium diterapkan 10 tahun lalu juga perlu
dilakukan, terlebih sejak berlakunya UU Pelindungan PMI, terutama evaluasi
pelindungan pekerja di Arab Saudi selama moratorium, termasuk pelindungan dari aspek
hukum dan HAM. (Yoga)
Premanisme Mencengkeram Industri
Premanisme berjenjang yang menyasar sektor industri diduga melibatkan
ormas hingga aparat. Mereka menekan pelaku usaha lewat surat rekomendasi,
permohonan audiensi, hingga berunjuk rasa mengepung pabrik dengan mobilisasi
massa. Situasi ini membuat pelaku usaha tergencet. Dan tak leluasa menjalankan
bisnisnya. Tak jarang terjadi keributan jika pelaku usaha tak mematuhi tuntutan
mereka. Ironisnya, sebagian aparat diduga bermain di air keruh dengan
mencari-cari kesalahan pelaku usaha. Tim Investigasi Kompas menemukan fakta ini
di Jabar dan Banten selama Januari-Februari 2025. Awal Februari lalu, LA,
manajer perusahaan asing di Karawang, Jabar, mengeluarkan setumpuk surat, mulai
dari permintaan audiensi hingga pemberitahuan unjuk rasa, yang berasal dari
ormas, LSM, dan karang taruna. Surat-surat itu juga berisi permintaan mengelola
limbah perusahaan, yaitu potongan besi yang bernilai ekonomi tinggi.
Masalahnya, perusahaan ini sudah bekerja sama dengan vendor pengelola
limbah lain. ”Kami mau bangun pabrik baru. Mereka ingin jadi pengelola limbah
untuk pabrik yang akan dibuat. Kami masih menggunakan vendor yang sebelumnya
untuk pabrik baru karena lokasinya masih satu atap dengan pabrik saat ini,”
ujar LA. Perusahaan didemo ormas pada Desember 2024 yang membuat resah investornya
dari negara di Asia Timur, menyangkut rencana pembangunan pabrik baru bernilai
ratusan miliar rupiah. Untuk meyakinkan situasi masih terkendali, LA mendatangi
investor di negara asalnya. LA kemudian bersurat ke Presiden Prabowo tanggal 21
Desember 2024. Isinya, ”memohon perlindungan keamanan dan kenyamanan dalam
berinvestasi”. Beberapa hari setelah surat dikirim, pejabat dari Mabes Polri mendatangi
perusahaan LA. Pejabat Polri itu juga bertemu dengan beberapa pihak, termasuk
kepolisian setempat.
Dari bukti percakapan antara pejabat Mabes Polri dan LA didapat
kesimpulan, ”Kepolisian setempat kalah sama premanisme, ada kemungkinan oknum
kepolisian terlibat mengganggu pelaku usaha.” Indikasi ketidakmampuan polisi
membendung premanisme di Karawang tergambar di lapangan. Polisi terindikasi
tebang pilih menangani unjuk rasa di perusahaan, khususnya di kawasan industri
berstatus obyek vital nasional. Untuk perusahaan LA yang mendapat ”atensi dari
Istana”, Kapolres Karawang menyurati ormas di daerah itu dan meminta membatalkan
unjuk rasa. Alasannya, perusahaan berada di kawasan industri yang berstatus
obyek vital nasional, merujuk UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan
Menyampaikan Pendapat di Muka Umum yang mengecualikan obyek vital nasional
sebagai lokasi unjuk rasa.
”Surat sakti” yang ditandatangani Kasat Intelijen dan Keamanan Polres
Karawang, Ajun Komisaris Agustana Eka Kusuma ini efektif. Perusahaan LA tak
lagi diganggu ormas hingga kini. Namun, perusahaan lain yang juga berlokasi di
sekitar kawasan itu tetap dikepung massa. Contohnya, unjuk rasa ormas di depan
sebuah pabrik pada akhir Januari 2025. Sekitar 100 orang berpakaian hitam
hendak memblokade akses keluar-masuk ke pabrik itu. Ironisnya, unjuk rasa itu bersamaan
dengan kegiatan sosialisasi pungutan liar (pungli) oleh Sekretaris Satgas Saber
Pungli RI, Irjen Andry Wibowo. Pada acara itu, Andry menegaskan, salah satu
pelaku pungli di kawasan industri adalah ormas. Di saat yang sama, ormas sedang
beraksi di tempat itu. (Yoga)
Ampun, Tolong Pak Presiden... Atasi Premanisme
Investor mana yang tidak kesal jika perusahaannya diganggu kelompok
massa yang hanya ingin meraup keuntungan pribadi? Ketika jaminan keamanan dari aparat
tidak dapat diraih, bersurat ke Presiden pun terpaksa ditempuh. Itulah yang
dialami LA, manajer perusahaan asing (penanaman modal asing atau PMA) di Jabar.
Akhir 2024, banyak surat pemberitahuan unjuk rasa dan audiensi dating dari
berbagai ormas. Biasanya isi surat menyebut silaturahmi atau permohonan
audiensi. Beberapa surat gamblang menyebutkan permintaan proyek untuk mengelola
limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dan non-B3. Limbah menjadi komoditas
primadona yang diperebutkan komunitas tersebut. ”Limbah ini nilainya miliaran.
Jadi, kalau limbah tidak dapat, akhirnya nego ke pengusaha limbah untuk dapat
duit yang jumlahnya tidak kecil, rerata limbahnya besi,” kata LA.
Unjuk rasa di perusahaan LA diduga berawal dari beredarnya informasi
tentang rencana perusahaan mendirikan bangunan baru di samping pabrik. Padahal,
perusahaan telah bekerja sama dengan perusahaan pengelola limbah. Artinya,
semua sisa produksi metal dari pabrik lama dan baru bakal ditangani vendor yang
sama. Cuplikan surat ormas A berbunyi, ”Kami pimpinan ormas A bermaksud melaksanakan
aksi unjuk rasa kepada perusahaan X untuk membangun mitra kerja sama mengelola
limbahB3 dan non-B3 pabrik melalui badan usaha yang sah sesuai ketentuan
aturan. Demi terciptanya kesejahteraan sosial yang berkeadilan dan kemajuan organisasi
kami.” Rumusan surat serupa juga tertulis di ormas B.
Perusahaan LA sudah menolak permohonan audiensi mereka. Namun, unjuk
rasa di depan pagar pabrik tetap berlanjut, bahkan mereka mengancam untuk demo
lagi. Saat unjuk rasa berlangsung, LA meminta vendor pengelola limbahnya untuk
menjaga gerbang pabrik agar tidak jebol. Vendor pengelola limbah menjaga
mati-matian. Kalau sampai pertahanannya lolos,taruhannya mereka tidak dibayar. Sementara
oknum aparat justru mengizinkan pengunjuk rasa berorasi di depan gerbang pabrik.
Pengamanan aparat tidak gratis, ada biaya tambahan yang diminta oknum aparat
tersebut. Menjelang Tahun Baru atau Lebaran, tumpukan surat dari ormas/LSM kian
banyak. ”Saya balas. Kalau maksa, saya lawan,” kata LA. Untuk menghadapi
situasi ini, LA menyiapkan dua strategi. Langkah pertama adalah berkirim surat
ke Presiden Prabowo akhir 2024, berisi permohonan perlindungan keamanan dan
kenyamanan berinvestasi.
Surat itu mendapatkan respons Presiden Prabowo yang ditandai dengan
kedatangan pejabat Polri ke perusahaan LA. Strategi kedua, jika surat tidak direspons,
semua karyawan diminta untuk siaran langsung (live) di media sosial sambil embacakan
permohonan bantuan keamanan ke pemerintah. Unjuk rasa mengepung pabrik
berpotensi mengganggu investasi karena menghambat pengiriman produk. Misalnya ada
demo satu hari penuh di depan gerbang pabrik, membuat truk pengirim barang tak
bisa lewat, padahal produk harus segera dikirim ke pabrik lain. Dampak lain,
barang terlambat atau gagal diterima klien dan perusahaan terkena penalti.
Biaya kerugian yang dibebankan bisa mencapai miliaran rupiah. Di luar sana ada
banyak perusahaan yang menghadapi permasalahan sama, yaitu premanisme, tetapi
takut bersuara. Ampun, tolong, Pak Presiden..... Bantu kami atasi Premanisme. (Yoga)
Kadis PUPR dan Anggota DPRD OKU Sumsel Jadi Tersangka Suap
KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka suap proyek di Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),
Sumsel. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka seusai operasi tangkap tangan
(OTT) KPK tersebut diduga terlibat pemufakatan jahat pengurusan dan perencanaan
proyek. Penerima suap adalah Kadis PUPR OKU, Nopriansyah, Ketua Komisi III DPRD
OKU, M Fahrudin, anggota Komisi III DPRD OKU, Ferlan Juliansyah dan Ketua
Komisi II DPRD OKU, Umi Hartati. Dua tersangka lain merupakan pemberi suap dari
pihak swasta, yakni M Fauzi alias Pablo dan Ahmad Sugeng Santoso. Mereka
terjaring dalam OTT KPK di OKU, Sabtu (15/3). Ketua KPk, Setyo Budiyanto saat
konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Minggu (16/3), menjelaskan,
kasus bermula dari pembahasan RAPBD OKU Tahun Anggaran 2025 pada Januari 2025.
Agar RAPBD tersebut dapat disahkan, anggota DPRD menemui pihak
pemerintah dahulu. ”Kemudian, pada pembahasan tersebut, perwakilan dari DPRD
meminta jatah pokir (usulan dari anggota DPRD untuk pengadaan barang dan jasa)
seperti yang diduga sudah dilakukan, kemudian disepakati bahwa jatah pokir
tersebut diubah menjadi proyek fisik di Dinas PUPR,” kata Setyo. Hasil
kongkalikong DPRD dan Pemda OKU menyepakati jatah pokir Rp 45 miliar. Ini
dihitung dari nilai proyek untuk Ketua dan Wakil Ketua DPRD OKU sebesar Rp 5 miliar,
sedangkan anggota DPRD Rp 1 miliar. Namun, akibat efisiensi anggaran, jatah
pokir terpangkas jadi hanya Rp 35 miliar. Jatah proyek pokir Rp 35 miliar itu
diubah menjadi fee atau komisi untuk anggota DPRD sebesar 20 % (Rp 7 miliar)
dan Dinas PUPR 2 persen (Rp 700 juta). Akibatnya, total anggaran Dinas PUPR di
APBD OKU 2025 menggelembung dari Rp 48 miliar menjadi Rp 96 miliar.
Jatah pokir dan penerimaan fee itu diwujudkan dalam bentuk sembilan
proyek, yakni rehabilitasi rumah dinas bupati (Rp 8,3 miliar), rehabilitasi
rumah dinas wakil bupati (Rp 2,4 miliar), dan pembangunan kantor Dinas PUPR OKU
(Rp 9,8 miliar), pembangunan jembatan di Desa Guna Makmur (Rp 983 juta), peningkatan
jalan poros Desa Tanjung Manggus dan Desa Bandar Agung (Rp 4,9 miliar), peningkatan
jalan Desa Panai Makmur dan Desa Guna Makmur (Rp 4,9 miliar), peningkatan jalan
unit 16, Kedaton Timur (Rp 4,9 miliar), peningkatan Jalan Letnan Muda M Sidi
Junet (Rp 4,8 miliar), dan peningkatan jalan Desa Makarti tama (Rp 3,9 miliar).
Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu menuturkan, pihaknya bakal lanjut mengejar
keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat daerah dan legislator setempat. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









