Teknologi
( 1193 )BONUS HARI RAYA Untuk Pengemudi Ojek Daring
Fauzan (38) pengemudi ojek daring
di Jaksel, tidak percaya dirinya tak memperoleh bonus hari raya atau BHR. Dari
22 hingga 24 Maret 2025 atau periode platform transportasi daring menjanjikan
distribusi BHR, dia berkali-kali cek saldo dompet elektroniknya, namun,
hasilnya nihil. Tidak ada penambahan saldo yang khusus terkait BHR. Hanya ada
pemasukan dari mengantar penumpang. Fauzan mengaku tidak tahu alasan yang
menyebabkan dirinya tak mendapatkan BHR. Dia selalu rajin bekerja dan tidak
pernah melanggar kode etik platform. ”Saya sangat berharap bisa memperoleh BHR.
Saat Presiden Prabowo mengumumkan pengemudi mendapat BHR sampai Rp 1 juta, saya
senang sekali,” ucapnya. Fauzan jadi lebih giat bekerja. Bahkan, dia bekerja dari
pagi hingga sore, hampir setiap hari. Sejak 24 Maret 2025 sampai sekarang, ia
banyak mendapat pesanan jasa kirim bingkisan Lebaran.
Sedang Ahmad (40) pengemudi ojek online
(ojol) atau ojek daring asal Serpong, Tangsel, Banten, mendapat BHR senilai Rp
850.000. Dia mengetahui bahwa tidak semua mitra pengemudi ojek daring
mendapatkan BHR. Dia meyakini, itu bagian dari jatah rezeki yang masih bisa ia terima.
Ahmad mengklaim selalu menjaga performa sebagai mitra pengemudi dan mengikuti
kode etik yang diharuskan platform. Selama setahun terakhir, Ahmad yang sudah
memiliki dua anak ini selalu mulai bekerja pada pukul 10.00 WIB dan pulang pukul
22.00 WIB atau 23.00 WIB. Setiap hari, Ahmad memperoleh penghasilan antara Rp
100.000 dan Rp 200.000. Pada Ramadhan 2025, dia merasakan sedikit peningkatan. Meski
nominal penghasilan sehari-hari selama Ramadhan ditambah BHR tidak terlalu besar,
dia tetap bersyukur.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia,
Tirza Munusamy, mengatakan, pemberian BHR di Grab mengacu pada imbauan
Presiden, 10 Maret 2025 di Istana Negara, Jakarta. Intinya, BHR diberikan atas
dasar keaktifan kerja mitra pengemudi. Penyaluran BHR dilakukan berdasarkan mekanisme
yang telah ditetapkan Grab. ”Kami mempertimbangkan berbagai faktor. Selain keaktifan
mitra pengemudi, kami mencermati pula kemampuan finansial perusahaan,” ujarnya dalam
keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025) malam. Untuk Mitra Jawara Teladan paling
aktif sejauh ini, menurut dia, telah memperoleh nominal BHR tertinggi, yaitu Rp
1,6 juta untuk mitra pengemudi roda empat dan Rp 850.000 untuk mitra pengemudi
roda dua. (Yoga)
Cisco-Nvidia Perkuat Keamanan Data Center
Cisco dan Nvidia telah memperkenalkan Cisco Secure AI Factory sebagai solusi untuk mengamankan infrastruktur atau pusat data yang menjalankan kecerdasan buatan (AI). Solusi ini mengintegrasikan keamanan di semua lapisan, mulai dari aplikasi, beban kerja, hingga infrastruktur, menggunakan teknologi seperti Cisco AI Defense dan Hybrid Mesh Firewall. Inovasi ini bertujuan untuk menyederhanakan penerapan dan pengelolaan infrastruktur AI yang aman bagi perusahaan dengan berbagai skala.
Jensen Huang, CEO Nvidia, menekankan bahwa solusi ini memberikan fondasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan AI dengan aman, sekaligus melindungi data dan infrastruktur mereka. Sementara itu, Chuck Robbins, CEO Cisco, menyatakan bahwa integrasi jaringan dan keamanan sangat penting untuk memaksimalkan potensi AI dengan cara yang sederhana dan aman.
Melalui kolaborasi ini, Cisco dan Nvidia membawa pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan infrastruktur AI pelanggan, menawarkan model penerapan yang fleksibel serta arsitektur yang sudah terbukti. Cisco Secure AI Factory with Nvidia memberikan infrastruktur AI yang dapat ditingkatkan dan berperforma tinggi, serta memastikan keamanan di setiap tahap penerapan AI.
Penemuan Kasus TBC Ditargetkan Mencapai 90 %
Penanganan tuberkulosis (TBC) program prioritas hasil terbaik cepat atau quick win di bidang kesehatan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Ditargetkan 90 % kasus bisa ditemukan pada 2025 dan 95 % dari kasus tersebut mendapat pengobatan. Untuk itu, pemerintah menyiapkan sejumlah inovasi dan strategi demi mencapai akselerasi penanganan TBC di Indonesia. Pelibatan multisektor, termasuk pemda, komunitas, dan masyarakat, diperkuat. ”TBC masuk program cek kesehatan gratis dan program khusus quick win tuberkulosis. Jadi, TBC jadi super-superprioritas pemerintahan saat ini,” ucap Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina Isturini, dalam temu media Hari TBC Sedunia, di Jakarta, Senin (24/3).
Target lainnya, yakni 90 % kasus TBC sensitive obat, tuntas diobati, 80 % kasus TBC resisten obat, tuntas diobati, dan 100.000 orang dengan TBC laten mendapat terapi pencegahan TBC (TPT). Target yang ditetapkan itu tak mudah. Sebab, capaian yang dilaporkan pada 2024 belum optimal. Pada 2024, kasus TBC yang ditemukan masih 81 % dari total estimasi 1.092.000 kasus, namun yang diobati mencapai 90 % dari kasus yang ditemukan. Angka keberhasilan pengobatan 84 % untuk TBC sensitif obat dan 58 % untuk TBC resisten obat. Capaian yang rendah ditemukan pada pemberian TPT yang baru 19,2 %. Di Indonesia, hanya Provinsi Banten yang mencapai target dengan 67 % pemberian TPT pada kontak serumah dengan kasus TBC.
Menurut Ina, sejumlah inovasi disiapkan dalam mengakselerasi program TBC 2025, terutama terkait penemuan kasus, pengobatan, pencegahan, serta promosi kesehatan dan keterlibatan multisektor. Untuk temuan kasus, penapisan dan penemuan aktif akan dilakukan dengan sinar-X. Penapisan ini akan diintegrasikan dengan program cek kesehatan gratis yang saat ini berjalan. Diagnosis TBC akan diperkuat dengan mesin TCM (tes cepat molekuler), PCR (polymerase chain reaction), dan sinar-X. Dari 2.400 mesin TCM yang ada akan ditambah 330 mesin tahun ini. Penggunaan mesin sinar-X portabel akan diperluas di puskesmas. ”Penambahan manfaat mesin PCR diharapkan menambah akses pemeriksaan TBC,” kata Ina. (Yoga)
Bencana di Jabodetabek Dipicu Alih Fungsi Lahan
Wilayah Jakarta, Bogor, Depok,
Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek terus menghadapi peningkatan frekuensi
dan intensitas bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, akibat
peningkatan populasi hingga pembangunan infrastruktur yang mengabaikan tata
ruang dan alih fungsi lahan hijau dari hutan dan pepohonan menjadi bangunan di daerah aliran sungai (DAS). Hal ini juga berpotensi
mendatangkan bencana lebih besar di masa mendatang. Kepala BMKG, Dwikorita
Karnawati mengimbau pemerintah agar jangan mengabaikan masalah pembangunan tata
ruang yang berdampak pada kelangsungan lingkungan dan iklim. Tata ruang yang
berkelanjutan penting untuk mengurangi dampak bencana hidrometeorologi di masa
depan.
”Mohon jangan abaikan tata ruang yang
memperhatikan perubahan lingkungan. Ini harus segera dibahas bersama, jangan sampai ada lagi alih fungsi lahan yang bisa mendatangkan bencana lebih parah” kata
Dwikorita dalam webinar bertema Refleksi Banjir Jabodetabek: ”Strategi Tata Ruang
dan Mitigasi Cuaca Ekstrem”, Senin (24/3). Bencana hidrometeorologi seperti
banjir tidak semata-mata disebabkan tingginya curah hujan. Ada faktor lain yang
berkontribusi besar, seperti kondisi lingkungan, alih fungsi lahan, dan perubahan
iklim. ”Kita lihat pada banjir yang terjadi awal Maret 2025 di Jabodetabek.
Dampaknya sangat parah, padahal kumpulan awannya di sana paling kecil daripada
wilayah lain,” ujar Dwikorita. Ia pun khawatir bahwa kondisi DAS Ciliwung dan
faktor urbanisasi turut memicu banjir yang lebih parah. Sebab, pertumbuhan
pesat urbanisasi di kawasan Jabodetabek telah mengurangi daya serap air, yang
dapat memperburuk kondisi saat hujan deras turun. (Yoga)
Polisi turut Meminta "Jatah" THR
Belum usai kasus pemerasan yang
dilakukan oknum ormas yang meminta THR kepada pengusaha, kini aparat penegak hukum
dan pegawai pasar turut ”minta jatah” ke warga. Kondisi ini sungguh menyesakkan
di tengah kesulitan warga menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pekan lalu,
jajaran Polres Metro Bekasi Kota mengungkap adanya ormas GMBI yang memeras
pengusaha di Cikiwul, Bantargebang, Kota Bekasi, Jabar. Kini, sang penegak hokum
pun berbuat demikian. Di platform media sosial X @NalarPolitik, beredar secarik
surat berkop Polsek Metro Menteng Jakpus yang ditujukan kepada pimpinan Hotel
Mega Pro, Menteng, Jakpus. Surat tersebut berisi permohonan pemberian
partisipasi Lebaran untuk anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Pegangsaan.
Dalam surat tersebut juga dirinci
empat nama anggota Bhabinkamtibmas yang perlu diberi THR, tiga diantaranya
adalah anggota kepolisian dan satu orang staf. Kapolsek Menteng, Komisaris
Rezha Rahandhi membenarkan surat tersebut. Setelah verifikasi lapangan, surat
itu tak teregistrasi di Polsek Menteng. Surat itu dibuat oleh Bhabinkamtibmas
Pegangsaan, Aipda Anwar tanpa sepengetahuan atasannya. ”Surat itu dibuat tanpa
diketahui dan diverifikasi Kepala Unit Pembinaan Masyarakat selaku atasan langsung,”
kata Rezha. Penyidik Propam Polres Metro Jakpus telah memeriksa empat orang yang
tercantum dalam surat tersebut, mulai dari pembuat surat hingga Kepala Unit Binmas
Polsek Menteng dan penerima surat.
Atas ulahnya, Aipda Anwar sudah
ditahan dalam penempatan khusus selama 20 hari untuk pemeriksaan pelanggaran
kode etik. Anggota Kompolnas, Choirul Anam, menyayangkan peristiwa ini. Anam
meminta supaya polisi tersebut ditindak, bahkan diberi hukuman tegas. ”Polisi
tidak boleh melakukan permintaan dalam bentuk apa pun dengan dalih apa pun,
termasuk meminta THR,” ujarnya. Apa yang dilakukan Aipda Anwar telah mencoreng
citra Polri yang sedang gencar menindak kasus pemerasan oleh ormas atau
instansi lain. (Yoga)
13 orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyalahgunaan Minyakita
Satgas Pangan Polri telah menetapkan
13 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Minyakita. Kemendag juga telah memberi
sanksi administratif kepada 106 pelaku usaha yang melanggar tata niaga Minyakita.
Namun, kendati tindakan hukum dan administratif telah dilakukan, hargaMinyakita
masih tetap tinggi. Karenanya, pengawasan peredaran Minyakita perlu diperketat,
pasokannya juga perlu ditingkatkan guna mengantisipasi potensi penurunan jumlah
Minyakita di pasar akibat penarikan Minyakita tak sesuai takaran. Anggota Satgas
Pangan Polri, Brigjen Djoko Prihadi, Senin (24/3) mengatakan, polisi bersama
kementerian / lembaga terkait mengawasi perdagangan Minyakita selama Ramadhan-Lebaran
2025, dan mendapatkan informasi dan temuan terkait penyalahgunaan Minyakita. Pelakunya
adalah industri minyak goreng ilegal. Modusnya juga beragam, mulai dari
pemalsuan merek Minyakita, penggunaan lisensi Minyakita industri minyak goreng
resmi, dan mengurangi isi atau volume Minyakita.
”Terkait kasus Minyakita tak sesuai
takaran, kami telah menetapkan 13 tersangka. Upaya penegakan hukum itu merupakan
hasil tindak lanjut dari sembilan informasitentang Minyakita tak sesuai takaran
yang kemudian kami kembangkan menjadi 15 kasus,” kata Djoko dalam Rakor Pengendalian
Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta. Satgas Pangan
Polri mencatat, per 24 Maret 2025, Bareskrim Polri telah menangani 2 kasus
dugaan penyalahgunaan Minyakita dengan satu tersangka, Polda Jabar 2 kasus
dengan 2 tersangka, dan Polda Banten 1 kasus dengan 2 tersangka. Polda Gorontalo
menangani 2 kasus dengan 4 tersangka, Polda Jatim 2 kasus dengan 2 tersangka,
dan Polda Metro Jaya 3 kasus dengan 2 tersangka. (Yoga)
Gelombang Merger Bawa Optimisme Baru
Kian Melemahnya Magnet Jakarta bagi Pendatang
Jakarta tak
lagi menjadi magnet yang menarik bagi pendatang. Jumlah pendatang setelah Lebaran
2025 diperkirakan lebih kecil ketimbang tahun sebelumnya. Aturan administrasi ketat,
kemajuan teknologi, hingga perubahan gaya hidup diduga melatarbelakanginya. Berdasarkan
data Disdukcapil Jakarta, jumlah pendatang seusai Lebaran 2025 diperkirakan 10.000-15.000
orang. Jumlah itu lebih kecil ketimbang tahun 2024 yang sebanyak 16.207 orang
dan tahun 2023 sebanyak 25.931 orang. Arini (28), perantau asal Surabaya, Jatim,
yang sudah tinggal dua tahun di Jakarta, mengatakan, biaya hidup di Jakarta
sangat mahal. Jika hanya bergaji UMR, mau tidak mau harus berhemat. ”Belum lagi
biaya untuk mudik dan lain-lain. Kos layak di Jakarta saja harganya bisa sepertiga
dari gaji,” ujar Arini, Minggu (23/3).
Menurut
Arini, dengan gaji UMR di kota lain, warga kemungkinan masih bisa menabung.
Sementara gaji UMR di Jakarta butuh perhitungan tepat dan gaya hidup yang tidak
sembarangan untuk menabung. ”Jika bisa mengulang waktu, mending cari kerja di Surabaya.
Tidak ada biaya mudik,” ucapnya. Ika Vandari (26), karyawan di Jakarta,
berpendapat, magnet Jakarta untuk mencari pekerjaan kian memudar. Saat ini,
banyak orang yang lebih menginginkan kerja jarak jauh atau WFH (work from home).
”Saya juga sebenarnya ingin beralih WFH. Kemajuan teknologi mendorong banyak orang
untuk bisa bekerja lebih fleksibel tanpa meninggalkan kota asal,” kata Ika,
yang baru tinggal di Jakarta satu tahun.
Pengamat
tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menilai, Jakarta sudah tidak lagi menarik bagi pendatang.
Salah satu alasannya, kemajuan teknologi. Dia mencontohkan, masyarakat bisa
berjualan daring di lokapasar atau menjadi pengendara ojek daring di daerah
asal. ”Ini yang membuat kesempatan kerja di daerah menjadi sama tanpa harus ke
Jakarta,” katanya. ”Daya tarik Jakarta bagi kaum urbanis baru itu sudah tidak
menarik seperti dulu lagi. Kota-kota, seperti Bekasi dan Tangerang, itu tumbuh sebagai
kota tujuan pendatang baru dengan aturan yang lebih fleksibel dibandingkan
Jakarta,” ujar Yayat. (Yoga)
Terancam Disitanya, Aset KBRI di Paris
Aset propeti milik Kedutaan Besar
Republik Indonesia atau KBRI di Paris, Perancis, terancam disita perusahaan
satelit swasta Navayo International AG, salah satu operator satelit yang pernah
menjalin kerja sama dengan Kemenhan pada 2015. Hal ini terjadi karena pemerintah
tak kunjung memenuhi kewajiban sesuai putusan pengadilan arbitrase Singapura, yang
merupakan buntut dari persoalan korupsi pada penyewaan satelit untuk mengisi
slot orbit 123 BT. Untuk itu, Pemerintah RI berkomitmen akan membayar kewajiban
itu karena putusan arbitrase bersifat final. Namun, karena ada temuan
kecurangan (fraud), pemerintah juga mengancam balik Navayo untuk dijadikan
tersangka secara pidana.
Ancaman balik itu disampaikan Menko
Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra saat
konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/3). Yusril menjelaskan, lima rumah
pejabat diplomatik KBRI Paris terancam disita oleh juru sita yang ditunjuk
Navayo pada 2024. Pada 29 Juli 2024, juru sita memasuki tanpa izin rumah dinas
yang didiami Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Paris. ”Proses penyitaan berlanjut
pada 20 Agustus 2024 di mana juru sita mendatangi secara paksa aset KBRI Paris
hingga mengakibatkan kerusakan pada kunci pintu-pintu apartemen,” ucapnya.
Navayo merupakan salah satu operator
satelit yang menjalin kerja sama dengan Kemenhan pada 2015. Presiden Joko
Widodo, saat itu, menugasi Kemenhan mengisi slot 123 BT. Akan tetapi, penyewaan
satelit terindikasi tak sesuai prosedur, di antaranya untuk sewa satelit dengan
Avanti dan Navayo. Berdasarkan hasil penyidikan Kejagung, dari penyewaan
satelit ini ditaksir kerugian negara mencapai Rp 453 miliar. Dalam perkara ini,
empat orang telah diadili, salah satunya bekas Dirjen Kekuatan Pertahanan Kemenhan
Laksamana Muda (Purn) Agus Purwoto. Terkait sewa satelit itu, pada 2021,
Pemerintah RI menerima tagihan 21 juta USD dari Navayo berdasarkan putusan
arbitrase Singapura. Terkait dengan putusan arbitrase Singapura itu, muncul ancaman
penyitaan aset KBRI di Paris.
Kemenhan sebagai pihak yang
bertanggung jawab atas pengadaan satelit diwajibkan membayar 24,15 juta USD
atau Rp 397 miliar. Yusril menegaskan, meski permohonan penyitaan sudah dikabulkan
Pengadilan Perancis, Pemerintah RI akan melakukan perlawanan untuk menghambat
eksekusi. ”Saya pada 28 Maret ini akan menghadiri konferensi atau pertemuan
OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) di Paris dan juga
sekaligus akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Kehakiman Perancis,”
ujarnya. BPKP pun sudah mengeluarkan audit bahwa Navayo melakukan wanprestasi
karena tak memenuhi kewajibannya. Menurut perhitungan BPKP, nilai pekerjaan yang
dilakukan Navayo hanya Rp 1,9 miliar. Nilai ini disebut sangat jauh dari nilai
kontrak yang ditandatangani dengan Kemenhan. (Yoga)
Polemik UU TNI, Masyarakat Sipil Siap Melawan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









