Lingkungan Hidup
( 5820 )Batubara Sumbang Penerimaan PPN
JAKARTA. Pemerintah kini mempunyai sumber penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) baru yang berasal dari batubara. Dalam kurun waktu lima bulan, setoran PPN dari komoditas ini hampir mencapai setengah triliun.Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan realisasi penerimaan PPN dari batubara mencapai Rp 439,47 miliar pada periode Januari-Mei 2021. Rata-rata, setoran PPN Batubara mencapai Rp 87,89 miliar per bulan, naik hampir dua kali lipat dari realisasi November 2020 yang sebesar Rp 48,29 miliar. Bahkan, penerimaan PPN batubara menjadi salah satu penopang penerimaan PPN dalam negeri mencapai Rp 109,58 triliun pada Januari-Mei 2021, tumbuh 15,95% year on year (yoy)
(Oleh - HR1)
Bank Mandiri prediksi harga minyak 67,7 dolar AS per barel tahun ini
Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk memperkirakan harga rata-rata minyak mentah (Brent) akan bergerak di kisaran 67,7 dolar AS per barel pada 2021. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro dalam kajiannya yang diterima di Jakarta, Minggu, menyampaikan harga minyak bumi dengan kontrak forward per 24 Juni 2021 untuk pengiriman Desember 2021 dan Desember 2022 masing-masing sebesar 72,34 dolar AS dan 67,2 dolar AS per barel. "Kami melihat, peningkatan harga minyak terus didorong oleh pemulihan bertahap ekonomi global setelah anjlok mencapai titik terendah 19,3 dolar AS per barel pada 21 April 2020 akibat pandemi COVID-19," katanya dalam Industry and Regional Brief Bank Mandiri.
(Oleh - HR1)
Vale Indonesia Gandeng Grup Taigang dan Xinhai dari Tiongkok
JAKARTA, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menggandeng dua mitra strategis asal Tiongkok, Taiyuan Iron & Steel (Group) Co Ltd (Taigang) dan Shandong Xinhai Technology Co Ltd, untuk menggarap fasilitas pengolahan nikel Bahodopi. Para pihak telah menandatangani perjanjian kerangka kerja sama. Dalam perjanjian kerangka kerja sama tersebut, Vale Indonesia, Taigang, dan Xinhai menyepakati secara prinsip hal-hal utama, salah satunya pembentukan perusahaan patungan (JV Co) untuk membangun fasilitas pengolahan nikel di Xinhai Industrial Park, Morowali, Sulawesi Tengah. “JV Co akan membangun delapan lini pengolahan feronikel rotary kiln-electric furnace dengan perkiraan produksi sebesar 73 ribu metrik ton nikel per tahun beserta fasilitas pendukungnya,” jelas manajemen Vale Indonesia dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6). Adapun semua pihak menyetujui bahwa Vale Indonesia akan memiliki 49% saham JV Co. Sedangkan Taigang dan Xinhai akan memiliki 51% saham. Semua pihak juga menyetujui bahwa kebutuhan listrik akan bersumber dari pembangkit listrik tenaga gas untuk mendukung komitmen Vale Indonesia dalam mengurangi emisi karbon.
(Oleh - HR1)
Luhut Resmikan Smelter Nikel di Pulau Obi Senilai US$ 1 M
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang
Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan
meresmikan operasi pengolahan (smelter) bijih nikel
HPAL (High Pressure Acid Leaching) di Pulau Obi,
Halmahera Selatan, Maluku Utara. Keberadaan
smelter senilai US$ 1 miliar ini akan mendorong
percepatan hilirisasi mineral menuju industrialisasi
berbasis baterai dan pengembangan kendaraan
listrik di Indonesia.
Diprediksi pada 2030, masyarakat
secara global mempunyai kesadaran
untuk mengurangi emisi dan akan
mendorong kenaikan permintaan
kendaraan listrik yang nilainya dapat
mencapai 31,1 juta unit. Di Indonesia
sendiri, pemerintah menargetkan
dapat memproduksi 600 ribu unit
kendaraan listrik roda empat dan 2,45
juta roda dua. Peningkatan permintaan
kendaraan listrik dapat menaikkan
permintaan baterai, terutama jenis
NCM (nickel-cobalt-mangan).
“Indonesia memiliki sumberdaya
dan cadangan nikel serta cobalt yang
cukup, didukung oleh mineral lain seperti tembaga, alumunium, dan timah
yang akan menjadi modal besar untuk
bermain dalam industri kendaraan listrik,” kata Luhut dalam keterangannya
di Jakarta, Rabu (23/6)
Selain PT HPL, di KI Pulau Obi juga
terdapat perusahaan smelter lainnya,
yakni PT Megah Surya Pertiwi dan
PT Halmahera Jaya Feronikel. Kedua
perusahaan tersebut memproduksi
ferronickel menggunakan RKEF. Di
samping perusahaan smelter, ada
juga perusahaan pertambangan bijih
nikel, yaitu PT Gane Permai Sentosa
dan PT Trimegah Bangun Persada.
Mengingat banyaknya industri yang
beroperasi di Pulau Obi ini.
“Diharapkan kawasan ini menjadi pusat pengembangan dan pusat pertumbuhan wilayah di Pulau Obi khususnya
dan di Halmahera, serta Maluku Utara
secara umum,” kata Luhut.
(Oleh - HR1)
Menteri ESDM Tegaskan Komitmen Indonesia Menuju Netral Karbon
JAKARTA - Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral
(ESDM) Arifin Tasrif didampingi jajaran pimpinan eselon
I di lingkungan Kementerian
ESDM menerima kunjungan
kerja Menteri Lingkungan
Hidup Republik Ceko Richard
Brabec beserta para delegasi
dari pejabat pemerintah dan
kalangan bisnis Republik
Ceko. Pemerintah menegaskan komitmen Indonesia
menuju netral karbon.
Arifin memaparkan tentang
strategi jangka panjang mengenai penurunan emisi gas
rumah kaca di sektor energi
untuk mencapai netralitas karbon di Indonesia. Netralitas
karbon dapat dicapat melalui
pengembangan potensi EBT
secara masif, interkoneksi
transmisi dan pengembangan
sistem smart grid, penurunan
penggunaan energi fosil, dan
penerapan teknologi energi
bersih pada pembangkit listrik
berbasis energi fosil yang ada,
serta pengembangan kendaraan listrik.
Saat ini, sambung Arifin,
kontribusi EBT sudah mencapai 11,2% yang didominasi dari
Pembangkit Listrik Tenaga Air
(PLTA) dan PLT Panas Bumi
(PLTP). Pemerintah juga tengah menyusun Grand Strategi
Energi Nasional (GSEN) dengan menetapkan penambahan
kapasitas pembangkit EBT
sekitar 38 Giga Watt (GW) di
tahun 2035. “Solar PV jadi prioritas mengingat biaya investasi
yang relatif lebih murah, durasi
instalasi yang singkat, serta
memiliki potensi sumber yang
besar,” ungkap Arifin. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Richard Brabec
yang didampingi oleh Dubes
Besar Republik Ceko untuk
Indonesia, Deputy Minister of
Trade and Industry, President
of Confederation of Industry
Ceko menawarkan kerjasama
yang terkait dengan teknologi
pertambangan yang berkelanjutan dan dekarbonisasi
penyediaan energi. Pihaknya
juga menyampaikan pengalaman dan keahlian Ceko dalam
survei dan pemetaan geologi
(Oleh - HR1)
12 Storage BBM Pertamina Intim Siap Beroperasi
PT Pertamina Patra Niaga sebagai Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) siap mengoperasikan 12 storage atau tangki BBM baru di Indonesia timur (Intim).
Menurut dia, kahadiran tanki ini dapat menjaga ketahanan energi di wilayah tersebut. Kini 12 Storage BBM yang sudah siap beroperasi. Antara lain, Badas (NTB). Pare-Pare (Sulsel). Ternate (Malut), Masohi (Maluku). Kemudian, Bula (Maluku), Dobo (Maluku), Labuha (Maluku), Saumlaki (Maluku). Wayame (Maluku), Namlea (Maluku), Nabire (Papua), Merauke (Papua).
Kapasitas storagenya beragam, antara 500 Kilo Liter (KL) hingga 20.000 KL. Tergantung dari proyeksi kebutuhan energi di wilayah tersebut. Pembangunan storage bagian dari peningkatan kualitas layanan yang dapat Pertamina berikan kepada masyarakat. Pertamina juga terus menyiapkan pembangunan storage BBM maupun LPG di wilayah Indonesia Timur lainnya.
Harga Cabai Rawit Turun, Giliran Cabai Hijau Naik
Memasuki musim kemarau, harga sejumlah komoditi kembali stabil. Seperti yang terlihat di Pasar Besar, Kota Malang. Salah satu komoditi yang mengalami penurunan harga adalah cabai rawit, dari yang semula Rp 40.000 menjadi Rp 25.000 per kilogram. Hal tersebut berpengaruh terhadap stok yang tersedia. Dimana setiap harinya, ia mengumpulkan stok sebanyak 40 kilogram.
Harga cabai merah besar, yang semula Rp 30 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Kualitas cabainya super dan juga bagus-bagus. Meski begitu, ada beberapa komoditi yang justru mengalami kenaikan harga. Komoditi yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai hijau, dari yang semula Rp 20.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram.
Merengguk Triliunan Rupiah dari Bisnis Minyak Jelantah
Harga komoditas energi terus merangkak naik. Bahkan, harga salah satu komoditas andalan Indonesia, minyak sawit mentah (CPO), sudah menyentuh US$ 816 per ton. Harga ini sudah menguat 10% sejak awal tahun (ytd). Bukan hanya CPO, produk turunannya seperti minyak goreng hingga minyak jelantah (limbah minyak goreng) pun laris manis.
Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga menyebut, berdasarkan perkiraan lembaganya, volume minyak jelantah di Indonesia saat ini 18%-22% dari total pemakaian minyak goreng biasa per tahun. Jadi, jika pemakaian minyak goreng biasa 5,8 juta ton per tahun, maka volume minyak jelantah berkisar 1,1 juta ton per tahun. Dengan asumsi harga minyak jelantah senilai Rp 5.000 per kilogram, maka potensi bisnis dan perputaran uang dalam transaksi minyak jelantah Indonesia mencapai Rp 5,5 triliun dalam setahun.
Wakil Ketua Umum III Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir, ekspor minyak jelantah menyasar berbagai negara, termasuk kawasan Eropa yang ternyata punya minat tinggi Fakta ini cukup mengejutkan. Sebab, di satu sisi Eropa menentang produk minyak sawit Indonesia hingga memboikotnya. Namun di sisi lain mereka justru mengimpor minyak jelantah dari Indonesia.
Harga Minyak Berpotensi Dorong Penerimaan Migas
Tren kenaikan harga minyak mentah dunia membawa angin segar bagi anggaran negara. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini bakal memperoleh surplus penerimaan migas.
Mengutip Bloomberg, harga minyak jenis Brent Rabu (16/6) ditutup seharga US$ 74,39 per barel. Angka tersebut menguat 43,61% year to date (ytd) dibandingkan penutupan pada akhir tahun lalu sebesar US$ 51,80 per barel. Bahkan, posisi harga tersebut berada dalam level tertinggi sepanjang tahun. Secara tahunan, harga minyak Brent menguat 82,73% yakni berada di posisi US$ 40,71 pada periode sama tahun lalu.
Dari sisi penerimaan, harga minyak mentah akan mengerek pajak penghasilan (PPh) minyak dan gas bumi (migas) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam (SDA) migas. Catatan Kemkeu, realisasi penerimaan PPh migas Januari - April 2021 sebesar Rp 17,22 triliun, tumbuh 14,88% year on year(yoy). Namun, realisasi PNBP SDA migas sebesar Rp 21,54 triliun hingga akhir April 2021, turun 35,67% yoy.
Bank Lokal Jadi Andalan Kredit Batu Bara
Kelompok negara maju yang tergabung dalam Group of Seven (G7) menyuarakan rencana menghentikan pembiayaan di sektor pertambangan batubara. Produsen batubara nasional mengaku tak mencemaskan rencana kelompok G7. Sebelumnya Kelompok G7 menyebutkan pembangkit listrik berbasis batubara merupakan penyebab terbesar emisi gas rumah kaca.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia mengatakan, produsen batubara memiliki banyak opsi untuk menghimpun pendanaan eksternal di dalam negeri. Beberapa opsi yang bisa dijajaki seperti pinjaman perbankan dalam negeri, penggalangan dana di pasar modal, dan lain-lain.
APBI tak menampik bahwa sikap G7 bisa berdampak terhadap ekspor batubara Indonesia dalam jangka panjang. Permintaan komoditas energi tersebut masih akan tumbuh hingga beberapa tahun ke depan. Apalagi, PLTU existing yang sudah beroperasi umumnya memiliki usia operasi yang tidak pendek, yaitu sekitar 25 tahun. Kalau kami melihat permintaan batubara, rasanya masih cukup bagus.
Head of Corporate Communication PT Indika Energy Tbk (INDY), Ricky Fernando mengemukakan, Indika menjadikan aspek environmental, social and governance (ESG) sebagai prioritas dalam beroperasi. Sumber pendanaan utama Indika Energy berasal dari kas perusahaan, pinjaman bank, dan obligasi internasional. Berdasarkan catatan INDY, mereka memiliki pinjaman kepada Bank Mandiri, Bank Permata, HSBC, Bank Woori Saudara dan Citibank.
Sementara Sekretaris Perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), Sudin Sudirman mengatakan, GEMS selama ini mengandalkan pinjaman dari perbankan lokal untuk urusan pendanaan eksternal. Saat ini Golden Energy mengandalkan fasilitas pinjaman dari Bank Mandiri. Ke depan, GEMS lebih banyak mengandalkan kas internal dan pinjaman bank lokal.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









