Lingkungan Hidup
( 5820 )Pengguna Internet Meningkat, Pemerintah Berencana Bangun Pusat Data
Pemerintah berencana membangun sendiri data center sebagai Pusat Data Nasional (PDN). PDN yang direncanakan akan menyatukan 2.700 data center Pemerintah tersebut, akan dibangun di Bekasi, Batam, Ibu Kota Negara Baru dan Labuanbajo.
Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Ardi Sutedja menilai sejatinya memang Pemerintah perlu menyelenggarakan PDN. Namun untuk penyelenggaraan PDN, Pemerintah tidak perlu membangun. Pemerintah seharusnya melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha penyelenggara data center sehingga memanfaatkan kapasitas data center yang idle yang dimiliki oleh pelaku usaha tersebut.
Sejatinya data center terdiri dari 2 bagian yaitu server sebagai tempat menampung data dan fisik gedung sebagai tempat meletakkan server. Dengan kolaborasi tersebut diharapkan Pemerintah dapat memangkas anggaran yang sangat besar. Terlebih lagi di saat ini anggaran dan utang Pemerintah sudah sangat besar untuk menghadapi pandemi Covid-19.
Lebih jauh lagi, penyelenggara data center Indonesia telah mampu menyediakan data center spesifikasi Tier 4, yaitu spesifikasi tertinggi untuk standar data center internasional. Dengan kondisi seperti ini, Pemerintah sudah dapat langsung memanfaatkan data center tersebut untuk difungsikan
Harga Cabai Merah Kembali Mahal Harga Ayam Anjlok
Harga cabai merah sejak Rabu (30/6) naik di pasaran Kota Medan dari Rp16.000 per Kg menjadi Rp28.000 per Kg. Sementara itu harga cabai rawit sejak Rabu Rp50.000 per Kg anjlok di level harga Rp32.000 per Kg pada, Sabtu (3/7).
Menurut beberapa pedagang mengatakan, naiknya harga cabai tersebut karena stok dari gunung lambat masuk ke Medan. Ada yang masuk tapi stoknya tidak banyak. Melihat kondisi di lapangan seperti itu, katanya membuat dia harus sigap mencari info dari distributor. Sementara pedagang lain mengatakan, jika cabai produk luar tidak masuk ke Sumut maka harga jual cabai lokal akan mahal.
Menurut data dari Dinas Tanaman Pangan jika harga jual cabai merah di tingkat petani Rp25.000 per Kg, petani sudah meraih untung bersih. Jika harga cabai merah murah di pasar bisa jadi harga jual cabai merah di tingkat petani pun anjlok.
Sementara itu harga ayam ras atau ayam potong sempat mahal di level harga Rp33.000, per Kg Kamis (1/7). Namun anjlok di level harga Rp30.000 per Kg. Meskipun harga ayam turun, tapi stoknya berkurang. Info berkurangnya stok ayam itu tidak jelas, Kita mau beli dalam jumlah besar, tapi stoknya yang kurang dari pihak grosir.
Ketahanan Pangan, Stok Beras Nasional Melimpah
JAKARTA — Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman. Alhasil, wacana impor yang sempat mengemuka beberapa bulan lalu untuk menjamin pasokan komoditas pangan itu lambat laun mulai memudar.Berdasarkan laporan Perum Bulog, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan stok beras mencapai 1,39 juta ton yang terdiri atas stok cadangan beras pemerintah 1,37 juta ton dan stok komersial 13.969 ton.Dengan asumsi penyaluran beras untuk stabilisasi harga dan pasokan serta antisipasi bencana alam sebanyak 80.000 ton per bulan, stok tersebut diperkirakan bisa memenuhi kebutuhan selama 17,4 bulan.
Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian Musdhalifah Machmud mengutarakan hal serupa. Dia menyebutkan stok beras Bulog yang berada di atas 1,3 juta ton dalam situasi aman.Namun, Musdhalifah mengaku belum bisa banyak berkomentar soal potensi kebutuhan beras pemerintah untuk bantuan sosial, seiring dengan implementasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali pada 3-20 Juli mendatang.Sementara itu, penyaluran untuk stabilisasi harga dan pasokan mencapai 190.000 ton dan tanggap darurat sebesar 3.000 ton. Terdapat pula penyaluran beras dalam golongan anggaran sebesar 41.000 ton.Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaluddin Iqbal mengatakan stok kelolaan Bulog telah mencapai volume yang dimandatkan pemerintah, yakni 1 juta ton sampai 1,5 juta ton. Dia pun memastikan langkah yang diambil Bulog bakal mengacu pada aspek stabilisasi harga di tingkat hulu, ketersediaan stok sesuai kriteria pemerintah, dan stabilitas harga di hilir.
(Oleh - HR1)Lonjakan Covid-19 Mulai Tekan Daya Beli
Meledaknya kasus positif Covid-19 usai libur Lebaran Juni lalu, mulai memberikan tekanan terhadap daya beli konsumen. Daya beli pada bulan Juni terindikasi menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga konsumen (IHK) Juni mengalami deflasi sebesar 0,16%, kali pertama sepanjang 2021. Turunnya harga secara keseluruhan pada bulan laporan didorong oleh normalisasi harga setelah momen Lebaran pada bulan sebelumnya.
Menurut data BPS, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberi andil besar pada deflasi Juni 2021. Beberapa di antaranya, cabai merah dengan andil 0,09%, daging ayam ras dengan andil 0,06%, cabai rawit dengan andil 0,04%, dan angkutan udara dengan andil 0,03%. BPS juga mencatat, inflasi inti Juni sebesar 0,14%, turun dari 0,24% pada Mei. "Memang ada penurunan. Sedikit banyak memang berpengaruh. Namun, inflasi inti masih positif. Sehingga daya beli masih terjaga," kata Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (1/7). Adapun tingkat inflasi inti secara tahunan yang tercatat 1,49% year on year (yoy), lebih tinggi dari 1,37% yoy pada bulan sebelumnya.Para Pemain Batubara Besar Kian Berkibar
Prospek industri batubara terangkat kenaikan harga emas hitam. Akhir pekan lalu, harga batubara ICE Newcastle kontrak Juli 2021 menembus US$ 131 per ton. Angka itu sudah menanjak 63,75% dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Harga tersebut juga merupakan level tertinggi harga batubara sejak Januari 2011 silam. Tren positif pasar batubara diperkirakan masih berlanjut hingga akhir tahun ini.
Tak ayal, produsen batubara dengan produksi jumbo ikut menikmati untung dari memanasnya harga batubara. Kementerian ESDM mencatat, ada 10 produsen yang membukukan volume produksi batubara terbesar pada kuartal I 2021 Posisi teratas ditempati PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu entitas PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Berdasarkan catatan KONTAN, KPC membukukan produksi pada kuartal I 2021 sebesar 14,5 juta ton. Posisi kedua adalah PT Adaro Indonesia, anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang mencatatkan produksi 10,80 juta ton. Posisi selanjutnya adalah PT Kideco Jaya Agung, anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY), yang mencatatkan produksi 9,2 juta ton. Masuk 10 besar lainnya yaitu PT Arutmin Indonesia (Grup BUMI) dengan volume produksi 5 juta ton dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar 4,5 juta ton.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan realisasi produksi batubara nasional per kuartal I 2021 mencapai 144 juta ton. Realisasi ini setara 23% dari target produksi tahun ini. "Realisasi produksi batubara triwulan I 2021 sebesar 144 juta ton atau 23% dari target produksi 625 juta ton," ujar Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko, kepada KONTAN, Rabu (30/6).
Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia mengungkapkan, hingga Mei 2021, realisasi produksi telah mencapai sekitar 44% dari target. Dengan demikian, hingga paruh pertama tahun ini diprediksi produksi batubara bisa mencapai 50%. "Kalau melihat tren produksi meningkat di kuartal III dan kuartal IV, ada kemungkinan realisasi bisa tercapai," ujar dia.Nanas Jadi Komoditi Pertanian Andalan Buat Masyarakat Sipahutar
Tapanuli Utara (SIB) Petani nanas di Kecamatan Sipahutar mengungkapkan, tanaman nanas merupakan tanaman yang diandalkan masyarakat. Pasalnya, hasil pertanian nanas menjadi sumber mata pencaharian yang rutin bagi petani di Sipahutar.
Menurut salah seorang petani di Desa Onan Runggu Kecamatan Sipahutar, Opung Rinto br Panjaitan tanaman nanas memang sangat cocok di Kecamatan Sipahutar dan hasil pertanian nenas menjadi sumber mata pencaharian masyarakat petani di sana. Sebab, petani nanas setiap minggu bisa menjual ke toko.
Kondisi saat ini, petani nanas mengeluh karena harga nanas mengalami penurunan. Saat ini nanas dibeli toko dari petani Rp 2000 per buah. Sebelumnya harga nanas mencapai Rp 2500 per buah. Dengan kondisi ini, keuntungan petani sangat minim. Menurutnya, dengan harga pupuk yang semakin mahal, seharusnya harga nanas bisa meningkat.
Bisnis Buah Jadi Usaha yang Menjanjikan di Masa Pandemi Covid-19
Di balik wabah Covid-19 yang hingga saat ini masih terus mengalami peningkatan, ternyata bisnis penjualan buah segar juga menjanjikan bahkan muncul pedagang buah musiman.
Ny Surle Manullang, pedagang buah di Jalan Cemara Medan mengaku sejak pandemi Covid-19 permintaan konsumen terhadap buah segar terus meningkat namun disusul harga buah juga meningkat tajam.
Harga buah yang paling mahal saat ini, buah naga mencapai Rp 25 ribu per kg dan pisang barangan lokal yang dikenal rasanya cukup manis. Diakuinya, saat ini bisnis buah menjadi salah satu usaha yang banyak dilirik pedagang sehingga pedagang buah musiman banyak tumbuh di sepanjang jalan di kota Medan.
Selain itu, diakuinya saat ini juga banyak tumbuh pasar modern yang khusus menjual buah, baik buah lokal maupun import sehingga pedangang buah di pasar tradisional pun juga mengalami dampak penjualan.
Stok Beras 1,43 Juta Ton
Pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.
Meskipun ada pembatasan ketat, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat.
Untuk beras, stok di Perum Bulog ada di kisaran 1,39 juta ton. Masih dalam kisaran stok aman yaitu 1 juta hingga 1,5 juta ton. Bahkan untuk stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 41 ribu ton.
Sumber Protein Terimbas Harga Pasar
Tren kenaikan harga jagung lokal dan kedelai di pasar internasional berdampak pada struktur harga sumber pangan protein di dalam negeri, khususnya telur dan daging ayam serta tahu dan tempe. Jagung adalah komponen utama pakan ayam ternak. Adapun kedelai, selain menjadi bahan baku tahu dan tempe, ampas olahan minyaknya juga digunakan untuk pakan.
Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Timbul Sihombing menyebutkan, sebanyak 80-85 struktur biaya industri pakan tergantung dari bahan baku. ”Harga jagung sebagai bahan baku utama naik, begitu juga dengan soybean meal (bungkil kedelai) yang berasal dari impor,” katanya pada diskusi daring bertajuk ”Geliat Industri Perunggasan: Harga Pakan, DOC, dan Ayam Hidup” yang diadakan Katadata, Rabu (30/6/2021). Data GPMT menunjukkan, harga jagung dengan kadar air 15 persen ditingkat pabrik pada Mei 2021 sebesar Rp 5.720 per kilogram (kg), melambung dari posisi pada Mei 2020 yang senilai Rp 3.870 per kg. Kenaikan tersebut berkontribusi Rp 740 per kg pada harga pakan. Selain itu, ketahanan stok jagung di dalam pabrik 34 hari, padahal biasanya 59 hari.
Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Penting Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim memaparkan, harga pakan ayam pedaging pada Juni 2021 sebesar Rp 8.030 per kg atau naik 8,1 persen dibandingkan Januari 2021. Harga pakan ayam petelur juga naik dari Rp 6.787 per kg menjadi Rp 7.980 per kg dalam periode yang sama. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, pemerintah sedang mengusulkan untuk menugaskan Perum Bulog menyerap jagung di Nusa Tenggara Barat dan mengangkutnya ke Pulau Jawa.
Di sisi lain, Sekretaris Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Makmun menilai, stok jagung nasional tergolong cukup. Hal itu tampak dari volume pembelian jagung pakan ditingkat pabrik yang mencapai 2,7 juta ton sepanjang Januari-Mei 2021. Jumlah itu tak berbeda jauh dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Permendag Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen menyebutkan, harga acuan penjualan jagung dengan kadar air 15 persen di tingkat konsumen Rp 4.500 per kg. Harga acuan penjualan kedelai impor Rp 6.800 per kg.
Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Aip Syarifuddin menyebutkan, harga kedelai yang dibeli produsen saat ini Rp 10.500 per kg. Harga ini lebih tinggi dibandingkan Mei 2020 yang sebesar Rp 9.000 per kg. Imbasnya, harga tempe di tingkat konsumen jadi sekitar Rp 15.000 per kg. Padahal, biasanya Rp 10.000-Rp 12.000 per kg. Menurut dia, fluktuasi harga kedelai di pasar global sejak Oktober 2020 merepotkan produsen tahu dan tempe dalam negeri. ”Fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh permintaan China yang meningkat. China juga lebih mudah mendapatkan kedelai lantaran membeli semua tingkat kualitas, mulai dari tertinggi hingga terendah,” tutur Aip saat dihubungi.Penghiliran Nikel, IBC Tatap Pasar Eropa & China
Indonesia Battery Corporation (IBC) mengincar kelanjutan kemitraan dengan LG Group dan CATL untuk membuka akses pasar konsumen baterai kendaraan listrik di luar negeri. Target menyasar pasar global itu seiring ambisi Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik global. Sejauh ini, IBC telah bergabung dengan mitra konsorsiumnya, yakni LG Group dari Korea Selatan dan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China untuk membangun pabrik baterai kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu ke hilir.Dalam membangun ekosistem di Tanah Air, IBC dan kedua mitranya telah menyepakati membentuk joint venture (JV) di setiap rantai nilai industri baterai, mulai dari tambang, baterai sel, hingga recycling.
Direktur Utama IBC Toto Nugroho mengatakan bahwa holding baterai menargetkan kapasitas produksi baterai yang akan dikembangkan dapat mencapai 140 gigawatt hour (GWh). Produksi baterai tersebut akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan sebagian akan diekspor. Untuk membidik pasar ekspor, menurutnya, Indonesia telah memiliki posisi yang strategis dengan adanya kerja sama dengan LG Group dan CATL.
Selain itu, pengembangan pabrik recycling atau daur ulang untuk sel baterai juga menjadi prioritas jangka pendek IBC. Menurut Toto, pengembangan daur ulang baterai sangat penting untuk memungkinkan adanya keberlanjutan dari industri baterai yang akan dikembangkan di dalam negeri.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









