Penyerapan Beras Domestik Produktif, Uregnsi Impor Terkikis
Bisnis, Jakarta - Perum Bulog optimistis impor beras untuk cadangan beras pemerintah atau CBP tidak perlu dilakukan. Dengan penyerapan beras dalam negeri yang berlanjut dan penyaluran lewat kanal penyaluran yang ada, stok kelolaan diyakini berada dalam posisi aman sebagaimana amanat pemerintah. Dengan kondisi stok saat ini, Bulog telah memenuhi kriteria stok CBP yang diamanatkan pemerintah di angka 1 juta ton sampai 1,5 juta ton. Perusahaan pun berencana kembali menyerap beras kala panen putaran selanjutnya yang jatuh pada Agustus dan September.
Proyeksi stok yang aman sampai akhir tahun bisa dicapai jika Bulog hanya menyalurkan beras lewat kanal kegiata ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH), tanggap darurat bencana, dan penyaluran secara komersial. Di sisi lain, pmerintah sebelumnya memberi tugas pada Bulog untuk bisa menyerap 900.000 ton beras sampai Juni. Penyerapan gabah atau beras Bulog yang masih dibawah target pemerintah bukan hal baru sebagai konsekuensi dari kebijakan yang tidak akomodatif.
Banyak regulasi perberasan yang mengakibatkan Bulog sulit menyerap sesuai target. Salah satunya penyaluran beras yang terbatas pada kanal tertentu, sehingga membuat BUlog harus menyimpan stok CBP dalam jumlah besar tanpa kepastian ke mana beras akan disalurkan. Beras pengadaan 2018 dan 2019 yang masih tersisa menunjukkan adanya kekeliruan dalam manajemen stok yang perlu dibenahi. Bahkan tak mungkin serapan beras Bulog saat ini bisa menghadapi permasalahan penurunan mutu.
(Oleh - IDS)
Tags :
#BerasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023