;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Ekspor Daerah, Komoditas Potensial Dipacu

02 Aug 2021

Pemprov Sumbar berusaha membangun pengetahuan petani untuk meningkatkan kualitas panenan agar diterima pasar ekspor."Kami punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Tetapi, persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. Ini harus menjadi perhatian ke depan," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi, Jumat (30/7)  "Kami punya banyak produk unggulan terutama rempah yang dibutuhkan oleh pasar internasional. Tetapi, persoalannya adalah kualitas produk yang belum memadai. "Pemprov, lanjutnya, akan menurunkan penyuluh ke tingkat petani untuk memberikan transfer ilmu agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Terkait kualitas, tuturnya, perlu adanya lembaga yang bisa mengeluarkan sertifikat untuk memastikan kualitas produk telah sesuai dengan permintaan pasar internasional.

Selanjutnya, kuantitas atau volume produksi harus ditingkatkan sehingga bisa memenuhi permintaan pasar yang besar. Dia menjelaskan, saat ini produk-produk unggulan di Sumbar, seperti kayu manis, minyak atsiri, pala, cassiavera, bahkan kopi belum memiliki luasan kebun yang memadai sehingga secara volume masih terbatas. "Untuk produk-produk unggulan ini perlu ditambah luasan lahan agar bisa memenuhi permintaan pasar," katanya. Adrian eksportir asal Sumbar sekaligus pemilik PT Cas-sia Coop,  selama ini sukses mengembangkan pabrik kulit manis dengan kualitas ekspor yang merambah pasar Eropa dan Amerika Serikat " Sumbar punya lahan yang subur, petani yang tangguh, bahkan pelabuhan untuk pengapalan produk keluar negeri."

Pengalamannya di dunia ekspor produk kayu manis dan nilam, kualitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam perdagangan internasional. Ada standar yang harus diikuti agar produk bisa dilirik oleh pembeli. "Saat ini kualitas produk rempah yang dihasilkan petani sebagian belum bisa mencapai standar. " Selain penyuluh dari pemerintah, lanjutnya, dibutuhkan akademisi dan Balai Riset dan Standardisasi Industri untuk mendukung standarisasi produk.

Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati mengatakan ekspor Sumbar Januari-Mei 2021 mencapai US$1,1 miliar atau melambung 94,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai ekspor asal Sumbar yang dikirim melalui pela-buhan di Sumbar pada Mei 2021 tercatat US$229,14 juta, naik 6,85% dibandingkan bulan sebelumnya. PUSAT EKSPOR Sementara itu, dari Sumatra Utara, Pemprov setempat mengusulkan agar Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle memiliki pusat ekspor produk-produk usaha kecil menengah . Dia berharap UKM yang secara ekonomi terdampak signifikan selama pandemi, mampu bangkit dengan pusat ekspor IMT-GT.

"Kerja sama yang erat di antara negara-negara IMT-GT akan mempercepat pemulihan ekonomi di ketiga negara dan salah satunya dengan mempermudah ekspor-impor produk-produk UKM," kata Afifi . Selain pusat ekspor, bidang kerja sama ekonomi lainnya yang diusulkan Pemprov Sumut adalah mempromosikan program Beli Kreatif Danau Toba dan memperkuat kerja sama di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Menurut Afifi, untuk memperlancar konektivitas ini perlu transportasi yang tepat, yaitu kapal laut. 

Sementara itu, Chairman CMGF ke-18 IMT-GT Dato Mohd Amar bin Abdullah yang merupakan Menteri Besar Kelantan berharap anggota IMT-GT memperkuat partisipasinya pada kerja sama ini. Selain itu, bersama-sama membahas isu-isu yang berkenaan dengan Indonesia-Malaysia-Thailand untuk kebaikan bersama. Dalam kesempatan lain, PT Bank Sumut bersama Dekranasda Provinsi Sumatra Utara menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sumut untuk menggelar lelang produk-produk UMKM secara online melalui Kedai Lelang. Sebanyak 53 produk-produk UMKM berupa tenunan dan kain khas budaya Melayu diikutsertakan dalam lelang produk UMKM yang dilakukan secara virtual tersebut.

Selama ini Bank Sumut telah memiliki Sentra Usaha Kecil dan Mikro yang difokuskan untuk mengembangkan pembinaan kepada pelaku UMKM. "Dekranasda Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat mencapai keberhasilan pemasaran produk kerajinan daerah ke tingkat yang lebih tinggi, "ujarnya. Kepala Kanwil DJKN Sumut Tedy Syandriadi menyampaikan pelaksanaan lelang ini bertujuan memperkenalkan branding lelang, menggali potensi pasar produk UMKM, dan meningkatkan penerimaan negara.

Thai Oil Jadi Investor Strategis, Chandra Asri Raih Investasi Hingga US$ 1,7 Miliar

30 Jul 2021
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk , perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, memilih Thai Oil PCL , kilang refinery unggulan dari PTT PCL, sebagai investor strategis. Chandra Asri memperoleh komitmen investasi senilai total US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,6 triliun dari Thai Oil dan SCG Chemicals Co Ltd untuk pengembangan kompleks petrokimia CAP II. Chandra Asri dan Thai Oil telah menandatangani perjanjian-perjanjian definitif untuk dilanjutkan ke penambahan modal Chandra Asri melalui penawaran umum terbatas atau rights issue. Nilai investasi Thai Oil yang bakal memperoleh 15% saham Chandra Asri setelah rights issue dan SCG Chemicals yang akan mempertahankan 30,57% saham Chandra Asri, mencapai US$ 1,3 miliar. Pemegang saham utama Chandra Asri, yaitu PT Barito Pacific Tbk dan SCG Chemicals mendukung penuh aksi korporasi ini untuk menyuntikkan ekuitas ke Chandra Asri. Hasilnya akan digunakan untuk pengembangan proyek CAP II berskala global oleh anak usaha perseroan, PT Chandra Asri Perkasa. "Ini adalah momen yang luar biasa bagi Chandra Asri. Hasil dari rights issue akan secara signifikan meningkatkan rencana kami untuk mengembangkan kompleks petrokimia kedua, seiring dengan langkah perseroan untuk mempercepat pengambilan FID pada 2022," kata Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Chandra Asri Erwin Ciputra dalam keterangan tertulis. Kemitraan ini juga akan berkolaborasi secara komersial antara Thai Oil dan Chandra Asri, dimana Thai Oil dapat memasok nafta untuk Chandra Asri dari Clean Fuel Project senilai US$ 4,8 miliar yang dijadwalkan selesai pada 2023. Dengan pengembangan ini, produk Chandra Asri tidak hanya ethylene, polyethylene, propylene, serta polypropylene, tetapi menjadi industri petrokimia Indonesia pertama yang menghasilkan butadiene.

Windfall Profit dari Minyak di APBN

28 Jul 2021

Tren kenaikan harga minyak mentah dan batubara terus berlangsung. Kenaikan harga dua komoditas ini bisa menjadi keuntungan bagi penerimaan negara atau windfall profit. Pada perdagangan Selasa (27/7), harga minyak Brent kontrak September 2021 ada di level US$ 74,71 per barel, naik 0,33% dari penutupan perdagangan Senin. Angka ini jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 2021 yakni US$ 45 per barel.

Hitungan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, dengan asumsi harga minyak dunia per 1 Juni 2021 di sekitar US$ 66,91 per barel, berarti hingga Selasa (27/7), ada kenaikan harga US$ 7,8. Sementara itu, mengacu pada analisis sensitivitas Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel pendapatan negara akan naik Rp 3,7 triliun-Rp 4,5 triliun. Sementara, belanja negara meningkat Rp 3,1 triliun hingga Rp 3,6 triliun. Namun, APBN tetap mendapat surplus Rp 0,6 triliun hingga Rp 0,8 triliun dari kenaikan ICP tersebut. Overall ini kabar baik dari sisi penerimaan, harga minyak dan menyeret kenaikan penerimaan komoditas lainnya," kata Bhima, kemarin.

PPKM Pengaruhi Penjualan Emas Sumba Opu

28 Jul 2021

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar berdampak pada aktivitas pejualan emas. Hanya ada beberapa penjual di tiap toko dan juga beberapa pembeli.

Tidak terlalu (tidak terlalu ramai saat PPKM), tapi lumayan. Kostari, pedagang emas lainya menuturkan bahwa saat PKKM, kurang masyarakat menjual emasnya. "Kurang, kurang, harga tidak menentu, orang takut jual emasnya, " tuturnya.

Kostari mengeluhkan bahwa PPKM berdampak pada pendatapan karena waktu operasional yang dibatasi. "Dibatasi, aturan sore tutup, " keluhnya. Olehnya itu, ia berharap PPKM di Kota Makassar tidak diperpanjang lagi. Untuk harga emas sekarang, Kostari menyebut bahwa 22 karat Rp800 ribu per gram.


PTPN XIV Target Giling 23 Ribu Ton Gula

28 Jul 2021

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV gelar giling perdana tebu di Pabrik Gula (PG) Bone, Arasoe, Sulawesi Selatan. Manajer Pabrik Gula Bone, H Aminuddin menyampaikan, adapun target gula sebanyak 23.392 ton dengan randemen 8,1 persen.

Acara dibuka secara simbolis dengan memasukkan batang tebu ke meja penggilingan, penekanan sirene dan penandatanganan prasasti dimulainya giling PG Bone tahun 2021. Aminuddin mengaku optimis dapat mencapai target tahun ini melihat kesiapan stekholder baik on farm maupun off farm dapat bekerja sesuai jadwal.

Sebelumnya PG Takalar telah terlebih dahulu melaksanakan giling tebu 2021. Beberapa hari setelah ini buka giling tebu 2021 akan dilaksanakan PG Camming. Sebagai PG yang sarat dengan prestasi di tahun-tahun sebelumnya. tahun ini PTPN XIV berharap banyak dari kinerja PG Bone.


Target Nol Karbon 2060 adalah Tanggungjawab Bersama

27 Jul 2021

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meminta semua pihak bergandengan tangan, bersinergi, dan melangkah bersama dalam satu irama menuju arah Indonesia yang bersih dan sehat yang selaras dengan amanat UUD 1945 yakni Indonesia Nol Emisi Karbon/ Netral Karbon (Net Zero Emission) 2060. Pemenuhan target tersebut merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh komponen bangsa harus berperan aktif dalam upaya nasional mewujudkan pembangun berkelanjutan melalui target terbaru nasional tersebut. Target mencapai Netral Karbon 2060 telah menjadi komitmen Indonesia kepada masyarakat dunia melalui penyampaian Dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTSLCCR 2050) kepada UNFCCC sebagai mandat dari Paris Agreement/Perjanjian Paris yang telah diratifikasi menjadi UU No 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change. "Dokumen LTS-LCCR 2050 menegaskan arah kita menuju net zero emissions dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang bertumbuh, berketahanan iklim, dan berkeadilan," ujar Menteri Siti Nurbaya saat Indonesia Green Summit 2021, Senin (26/7).

Indonesia Netral Karbon 2060 didasari dari proyeksi pembangunan Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pembangunan dengan emisi sebesar-besarnya pada 2030- 2040 dan terus melandai hingga 2050-2060. Indonesia berkomitmen menurunkan emisi dari lima sektor yakni energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap.

(Oleh - HR1)

Pasokan Bahan Pokok, Rendemen Gula pada Paruh Pertama 2021 Menyusut

27 Jul 2021

Nilai rendemen gula hingga medio 2021 yang tercatat pada data awal penggilingan tebu di dalam negeri lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pasokan gula sampai akhir 2021 belum bisa diperkirakan.Mengacu pada pemantauan pembelian gula/tebu petani di Jawa Timur, salah satu sentra produksi gula, terdapat 3,53 juta ton tebu yang masuk ke pabrik gula per 24 Juli 2021. Tebu tersebut setara dengan 242.328 ton gula, sementara rata-rata rendemen berada di angka 6,86%. Rendemen ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sepanjang 2020 yang bernilai 7,17%. “Ini perlu klarifikasi ke Kementerian Pertanian, bisa saja terjadi karena pergeseran musim. Dari kami hanya melihatnya sebagai pertimbangan untuk memastikan ketersediaan stok dan harga yang terjangkau,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, Senin (26/7).

Terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menyebutkan bahwa rendemen rendah pada awal masa giling merupakan hal yang lumrah karena tingkat kemasakan tebu belum optimal. Dia menambahkan bahwa masa giling masih akan berlanjut setidaknya sampai 2,5 bulan ke depan.“Yang perlu menjadi perhatian sekarang adalah soal sistem pembelian tebu petani dan bagaimana menyangga harga di petani,” kata Budi.Harga lelang gula yang terbentuk sejauh ini berada di kisaran Rp10.500 sampai Rp10.565 per kilogram (kg) di pabrik gula BUMN maupun swasta. Harga lelang tersebut telah sesuai dengan kebijakan floor price yang disepakati asosiasi petani tebu dan pabrik gula BUMN.

(Oleh - HR1)

Kinerja Bisnis Nonmigas, Ekspor Jatim Tetap Moncer

27 Jul 2021

Kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur sepanjang Juni 2021 tetap moncer, kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.Badan Pusat Statistik Jatim mencatat kinerja ekspor nonmigas Jatim pada Juni 2021 mencapai US$1,88 miliar atau naik 21,44% dibandingkan dengan Mei 2021, yakni US$1,55 miliar. Pencapaian ini bahkan meningkat 39,51% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai US$1,35 miliar.Kalangan pengusaha Jatim menilai pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini tidak menghambat kegiatan ekspor. “Meski berjalan normal tentunya para pengusaha tetap menyesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Ayu Rahayu, Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim yang juga menjabat sebagai Direktur Trans Pacific Atlantic, Senin (26/7).

(Oleh - HR1)

Penyediaan B30 Tempatkan Indonesia Terdepan di Dunia dalam Implementasi Biodesel

27 Jul 2021

Program mandatori B30 atau pencampuran 30% biodiesel dengan 70% minyak solar telah terimplementasi sejak 1 Januari 2020. Pada semester I 2021, volume biodiesel yang telah tersalurkan sebesar 4,3 Juta kilo Liter (kL) atau 46,7% dari target penyaluran biodiesel tahun 2021, dan memberikan manfaat ekonomi setara hingga Rp 29,9 trillun.

Angka tersebut terdiri dan penghematan devisa sebesar Rp 24,6 trillun dan nilai tambah dari Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel sebesar 5,3 triliun. Selain itu, implementasi biodiesel juga telah berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 11,4 juta ton CO2e.

la mengatakan capaian program B30 pada semester tahun 2021 ini menegaskan keberhasilan Indonesia sebagai pioneer B30 dunia. Penyediaan dan pemanfaatan B30 telah menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di dunia dalam implementasi biodiesel. Program B30 telah dinikmati oleh para konsumen yang menggunakan mesin dengan bahan bakar diesel, baik di sektor transportasi maupun sektor industri lainnya.

Pada tahun 2021, alokasi biodiesel ditetapkan sebesar 9,2 juta kL, didukung oleh 20 BU BBN yang mengikuti pengadaan FAME dan 20 BU BBM yang wajib melakukan pencampuran BBN Jenis dengan BBM Jenis Minyak Solar, Rata-rata serapan setiap bulannya diperkirakan sebesar 766 ribu kL.


Harga Rokok dan Cabai Naik, Indonesia Inflasi

26 Jul 2021

Bank Indonesia (BI) menyatakan, perkembangan harga komoditas di pasar relatif terjaga hingga pekan keempat Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga bank sentral, hingga pekan keempat Juli 2021 indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,01 persen secara month to month (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75 persen year to date (ytd). dan secara tahunan sebesar 1,45 persen (year on year/yoy).

Berdasarkan hasil pemantauan BI, inflasi pekan keempat Juli disebabkan naiknya harga sejumlah komoditas. Cabai rawit menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, dengan kenaikan sebesar 0,04 persen mtm, kemudian tomat 0,02 persen, serta bawang merah, bayam, kangkung, rokok kretek filter, dan kacang panjang masing-masing naik sebesar 0,01 persen mtm. Inflasi tahun berjalan sampai dengan Juni 2021 tercatat sebesar 0,74 persen.