;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Target Nol Karbon 2060 adalah Tanggungjawab Bersama

27 Jul 2021

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar meminta semua pihak bergandengan tangan, bersinergi, dan melangkah bersama dalam satu irama menuju arah Indonesia yang bersih dan sehat yang selaras dengan amanat UUD 1945 yakni Indonesia Nol Emisi Karbon/ Netral Karbon (Net Zero Emission) 2060. Pemenuhan target tersebut merupakan tanggung jawab bersama sehingga seluruh komponen bangsa harus berperan aktif dalam upaya nasional mewujudkan pembangun berkelanjutan melalui target terbaru nasional tersebut. Target mencapai Netral Karbon 2060 telah menjadi komitmen Indonesia kepada masyarakat dunia melalui penyampaian Dokumen Long-term Strategy on Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTSLCCR 2050) kepada UNFCCC sebagai mandat dari Paris Agreement/Perjanjian Paris yang telah diratifikasi menjadi UU No 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change. "Dokumen LTS-LCCR 2050 menegaskan arah kita menuju net zero emissions dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi yang bertumbuh, berketahanan iklim, dan berkeadilan," ujar Menteri Siti Nurbaya saat Indonesia Green Summit 2021, Senin (26/7).

Indonesia Netral Karbon 2060 didasari dari proyeksi pembangunan Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pembangunan dengan emisi sebesar-besarnya pada 2030- 2040 dan terus melandai hingga 2050-2060. Indonesia berkomitmen menurunkan emisi dari lima sektor yakni energi, limbah, industri, pertanian, dan kehutanan. Selain itu, Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan ketahanan iklim melalui ketahanan ekonomi, sosial dan sumber penghidupan, serta ekosistem dan lanskap.

(Oleh - HR1)

Pasokan Bahan Pokok, Rendemen Gula pada Paruh Pertama 2021 Menyusut

27 Jul 2021

Nilai rendemen gula hingga medio 2021 yang tercatat pada data awal penggilingan tebu di dalam negeri lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pasokan gula sampai akhir 2021 belum bisa diperkirakan.Mengacu pada pemantauan pembelian gula/tebu petani di Jawa Timur, salah satu sentra produksi gula, terdapat 3,53 juta ton tebu yang masuk ke pabrik gula per 24 Juli 2021. Tebu tersebut setara dengan 242.328 ton gula, sementara rata-rata rendemen berada di angka 6,86%. Rendemen ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sepanjang 2020 yang bernilai 7,17%. “Ini perlu klarifikasi ke Kementerian Pertanian, bisa saja terjadi karena pergeseran musim. Dari kami hanya melihatnya sebagai pertimbangan untuk memastikan ketersediaan stok dan harga yang terjangkau,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, Senin (26/7).

Terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menyebutkan bahwa rendemen rendah pada awal masa giling merupakan hal yang lumrah karena tingkat kemasakan tebu belum optimal. Dia menambahkan bahwa masa giling masih akan berlanjut setidaknya sampai 2,5 bulan ke depan.“Yang perlu menjadi perhatian sekarang adalah soal sistem pembelian tebu petani dan bagaimana menyangga harga di petani,” kata Budi.Harga lelang gula yang terbentuk sejauh ini berada di kisaran Rp10.500 sampai Rp10.565 per kilogram (kg) di pabrik gula BUMN maupun swasta. Harga lelang tersebut telah sesuai dengan kebijakan floor price yang disepakati asosiasi petani tebu dan pabrik gula BUMN.

(Oleh - HR1)

Kinerja Bisnis Nonmigas, Ekspor Jatim Tetap Moncer

27 Jul 2021

Kinerja ekspor nonmigas Jawa Timur sepanjang Juni 2021 tetap moncer, kendati dihadapkan pada berbagai keterbatasan karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.Badan Pusat Statistik Jatim mencatat kinerja ekspor nonmigas Jatim pada Juni 2021 mencapai US$1,88 miliar atau naik 21,44% dibandingkan dengan Mei 2021, yakni US$1,55 miliar. Pencapaian ini bahkan meningkat 39,51% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya senilai US$1,35 miliar.Kalangan pengusaha Jatim menilai pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejauh ini tidak menghambat kegiatan ekspor. “Meski berjalan normal tentunya para pengusaha tetap menyesuaikan dengan kebijakan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Ayu Rahayu, Wakil Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim yang juga menjabat sebagai Direktur Trans Pacific Atlantic, Senin (26/7).

(Oleh - HR1)

Penyediaan B30 Tempatkan Indonesia Terdepan di Dunia dalam Implementasi Biodesel

27 Jul 2021

Program mandatori B30 atau pencampuran 30% biodiesel dengan 70% minyak solar telah terimplementasi sejak 1 Januari 2020. Pada semester I 2021, volume biodiesel yang telah tersalurkan sebesar 4,3 Juta kilo Liter (kL) atau 46,7% dari target penyaluran biodiesel tahun 2021, dan memberikan manfaat ekonomi setara hingga Rp 29,9 trillun.

Angka tersebut terdiri dan penghematan devisa sebesar Rp 24,6 trillun dan nilai tambah dari Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel sebesar 5,3 triliun. Selain itu, implementasi biodiesel juga telah berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 11,4 juta ton CO2e.

la mengatakan capaian program B30 pada semester tahun 2021 ini menegaskan keberhasilan Indonesia sebagai pioneer B30 dunia. Penyediaan dan pemanfaatan B30 telah menempatkan Indonesia pada posisi terdepan di dunia dalam implementasi biodiesel. Program B30 telah dinikmati oleh para konsumen yang menggunakan mesin dengan bahan bakar diesel, baik di sektor transportasi maupun sektor industri lainnya.

Pada tahun 2021, alokasi biodiesel ditetapkan sebesar 9,2 juta kL, didukung oleh 20 BU BBN yang mengikuti pengadaan FAME dan 20 BU BBM yang wajib melakukan pencampuran BBN Jenis dengan BBM Jenis Minyak Solar, Rata-rata serapan setiap bulannya diperkirakan sebesar 766 ribu kL.


Harga Rokok dan Cabai Naik, Indonesia Inflasi

26 Jul 2021

Bank Indonesia (BI) menyatakan, perkembangan harga komoditas di pasar relatif terjaga hingga pekan keempat Juli 2021. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, berdasarkan hasil survei pemantauan harga bank sentral, hingga pekan keempat Juli 2021 indeks harga konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,01 persen secara month to month (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75 persen year to date (ytd). dan secara tahunan sebesar 1,45 persen (year on year/yoy).

Berdasarkan hasil pemantauan BI, inflasi pekan keempat Juli disebabkan naiknya harga sejumlah komoditas. Cabai rawit menjadi komoditas utama penyumbang inflasi, dengan kenaikan sebesar 0,04 persen mtm, kemudian tomat 0,02 persen, serta bawang merah, bayam, kangkung, rokok kretek filter, dan kacang panjang masing-masing naik sebesar 0,01 persen mtm. Inflasi tahun berjalan sampai dengan Juni 2021 tercatat sebesar 0,74 persen.


Awas Dampak Surplus Bibit

23 Jul 2021

Produksi bibit ayam broiler di Tanah Air diperkirakan surplus 69,4 juta ekor selama Juli 2021. Hal itu dikhawatirkan bakal semakin menekan harga jual ayam di tingkat peternak hingga jauh di bawah ongkos produksinya pada bulan depan.

Kondisi ini bakal semakin menyusahkan peternak unggas rakyat. Sebab, harga jual ayam hidup berulang anjlok di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 19.000 hingga Rp 21.000 per kilogram (kg), seperti terjadi dalam satu bulan terakhir.

Rofii, Subkoordinator Produksi Unggas Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, menyebutkan, produksi bibit ayam (day old chick final stock/DOC FS) pada Juli 2021 mencapai 294 juta ekor. Sementara kebutuhannya diperkirakan 224,64 juta ekor sehingga ada potensi surplus produksi DOC FS 69,4 juta ekor.

Dengan produksi DOC FS sebesar itu, potensi produksi daging ayam (karkas) bulan depan diperkirakan 324.241 ton atau setara 276,42 juta ekor. Padahal, kebutuhan daging ayam nasional diperkirakan 247.695 ton atau setara 211,16 juta ekor. Artinya, ada kelebihan produksi daging ayam sebanyak 76.546 ton.

Peternak berulang menghadapi situasi sulit seiring naiknya biaya produksi karena kenaikan harga pakan, jagung, dan bibit.Pada saat yang sama, harga jual ayam turun karena suplai berlebih atau permintaan yang turun, seperti terjadi saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini.


Luhut Pandjaitan Sebut RI Dapat Tekanan Saat Mau Kembangkan Nikel Jadi Baterai

23 Jul 2021

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mendapat tekanan usai melarang ekspor nikel, Menurutnya, nikel dibutuhkan untuk pengembangan industri baterai lithium di Indonesia. Dia mengatakan ketika pemerintah mulai membangun industri baterai, banyak pihak yang menekan, banyak pihak yang meminta Luhut untuk mengizinkan kembali nikel diekspor.

Indonesia sendiri memang sudah melarang nikel untuk diekspor, sebagai gantinya nikel akan fokus untuk dikembangkan alias memaksimalkan proses hilirisasi. Salah satunya, dikembangkan untuk membuat bateral lithium Luhut pernah mengatakan indonesia akan bisa memproduksi baterai lithium di 2023.

Pemerintah akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai indonesia atau indonesia Battery Corporation (IBC) kerja sama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).

Pabrik baterai mobil listrik milik PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Konsorsium LG serta CATL untuk mobil listrik akan mulai melakukan peletakan batu pertama akhir Juli 2021.


Pertamina Tambah Pasokan 932 Ribu Tabung LPG

22 Jul 2021

Mengantisipasi tingginya konsumsi LPG pada momen Idul Adha 1442 H, PT Pertamina (Persero) Subholding Commercial and Trading Regional Sulawesi menambah pasokan Tabung LPG 3 Kg sebanyak 932.520 tabung se-Sulawesi.

Penambahan alokasi pasokan LPG 3 kg tersebut lebih banyak 6,34 persen dibandingkan konsumsi normal bulan Juli. Adapun rinciannya di enam provinsi ialah, Sulawesi Selatan sebanyak 605. 120 tabung. Sulawesi Tengah 68.320 tabung, Sulawesi Utara 74.840, Sulawesi Tenggara 66.080, Gorontalo 73.920 dan Sulawesi Barat 44. 240.

la mengatakan, penambahan alokasi tersebut dilakukan untuk antisipasi kenaikan konsumsi LPG akibat pembatasan yang diperketat. Sehingga menyebabkan aktivitas di rumah meningkat.


Peta Jalan Industri, Mobil Listrik & Nasib Emiten Nikel

19 Jul 2021

Peta jalan kendaraan listrik di Indonesia sudah meluncur, berikut dengan target operasional pabrik baterai listrik. Bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja dan saham emiten produsen nikel?. Penjualan mobil listrik di dalam negeri pada semester I/2021, memang mengalami perbaikan angka ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Namun, bisnis segmen kendaraan ini bukannya tanpa kendala.Meski meningkat, angka penjualan yang berkisar 1.900 unit pada paruh pertama tahun ini, masih jauh dari kata memuaskan. Apalagi, jika ditarik ke target pemerintah.Atas situasi tersebut, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut harga sebagai faktor kunci.“Kalau ingin berkembang di Indonesia, kita perlu menekan harga mobil listrik di bawah Rp300 juta agar daya beli masyarakat dapat menjangkau,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nagoi dalam seminar daring, Rabu (14/7).

Seperti diutarakan Kementerian BUMN usai pembentukan Indonesia Battery Company (IBC) pada Maret 2021, kemitraan dari berbagai produsen kelas dunia untuk memproduksi kendaraan di Indonesia diharapkan bakal menekan harga. Begitu pula pembentukan holding baterai listrik yang bertugas menyiapkan infrastruktur pengisian daya berikut ketersediaan baterai.Khusus untuk perkara terakhir, bukan cuma Erick Thohir dan Kementerian BUMN yang memberi penegasan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmitra juga yakin dengan makin agresifnya produksi baterai listrik, maka secara otomatis harga mobil listrik juga bakal lebih terjangkau. Dalam roadmap yang disebut Agus, secara spesifik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan penjualan mobil tahunan di Indonesia bisa menembus 2,1 juta unit dan ekspor 900.000 unit, atau total 3 juta unit pada 2030. Dari angka tersebut, sebanyak 20% atau 600.000 unit di antaranya ditargetkan berjenis mobil listrik.

Di sisi lain, produsen nikel seperti enggan terlambat menangkap sinyal yang dimaksud pemerintah. Seperti diketahui, komoditas tambang ini merupakan salah satu bahan baku utama dalam produksi baterai kendaraan listrik.PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) alias Antam misal, menargetkan produksi biji nikel sebanyak 8,44 juta metrik ton sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan realisasi produksi nikel perseroan yang berkisar 4,67 juta metrik ton pada 2020.Sementara itu, penjualan feronikel Antam juga ditargetkan bisa mencapai 26.000 ton nikel dalam feronikel (TNi), naik dari produksi 25.970 TNi pada tahun lalu.Dari sisi penjualan, Antam mematok target bijih nikelnya terjual 6,71 juta metrik ton pada tahun ini, meningkat 104% dari realisasi penjualan 3,3 juta metrik ton sepanjang tahun lalu. Untuk penjualan feronikel, perusahaan masih mematok target 26.000 TNi atau tak beda jauh dari tahun lalu.


(Oleh - HR1)


Kongsi Tsingshan Batal, Freeport Gandeng Chiyoda

19 Jul 2021

Teka-teki pelaksanaan proyek smelter PT Freeport Indonesia mulai terjawab. Pada Kamis (15/7) lalu, Freeport dan PT Chiyoda International Indonesia telah meneken kontrak kerjasama untuk kegiatan engineering, procurement and construction (EPC) proyek smelter Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengungkapkan, saat ini pengerjaan smelter di Gresik telah mencapai 7%. "Hingga Juni 2021, pembangunan Smelter Manyar sudah 7%. Kemajuan ini termasuk menyelesaikan fase front-end engineering design, dimulainya detail engineering, serta kemajuan pada penguatan atau persiapan lahan," ungkap dia kepada KONTAN, Jumat (16/7). Adapun nilai investasi untuk proyek smelter tersebut masih berada di kisaran US$ 3 miliar.