;

Pasokan Bahan Pokok, Rendemen Gula pada Paruh Pertama 2021 Menyusut

Lingkungan Hidup R Hayuningtyas Putinda 27 Jul 2021 Bisnis Indonesia
Pasokan Bahan Pokok, Rendemen Gula pada Paruh Pertama 2021 Menyusut

Nilai rendemen gula hingga medio 2021 yang tercatat pada data awal penggilingan tebu di dalam negeri lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, pasokan gula sampai akhir 2021 belum bisa diperkirakan.Mengacu pada pemantauan pembelian gula/tebu petani di Jawa Timur, salah satu sentra produksi gula, terdapat 3,53 juta ton tebu yang masuk ke pabrik gula per 24 Juli 2021. Tebu tersebut setara dengan 242.328 ton gula, sementara rata-rata rendemen berada di angka 6,86%. Rendemen ini lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sepanjang 2020 yang bernilai 7,17%. “Ini perlu klarifikasi ke Kementerian Pertanian, bisa saja terjadi karena pergeseran musim. Dari kami hanya melihatnya sebagai pertimbangan untuk memastikan ketersediaan stok dan harga yang terjangkau,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, Senin (26/7).

Terpisah, Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menyebutkan bahwa rendemen rendah pada awal masa giling merupakan hal yang lumrah karena tingkat kemasakan tebu belum optimal. Dia menambahkan bahwa masa giling masih akan berlanjut setidaknya sampai 2,5 bulan ke depan.“Yang perlu menjadi perhatian sekarang adalah soal sistem pembelian tebu petani dan bagaimana menyangga harga di petani,” kata Budi.Harga lelang gula yang terbentuk sejauh ini berada di kisaran Rp10.500 sampai Rp10.565 per kilogram (kg) di pabrik gula BUMN maupun swasta. Harga lelang tersebut telah sesuai dengan kebijakan floor price yang disepakati asosiasi petani tebu dan pabrik gula BUMN.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Pangan
Download Aplikasi Labirin :