Lingkungan Hidup
( 5820 )Subsidi Energi Dinilai Belum Tepat Sasaran
Mekanisme penyaluran subsidi energi dinilai mendesak diperbaiki agar lebih tepat sasaran. Jika penyalurannya tidak tepat, gelontoran anggaran untuk subsidi dan kompensasi energi yang tahun ini mencapai Rp 500 triliun akan minim manfaatnya bagi pemulihan ekonomi nasional. Bank Dunia dalam laporan Indonesia Economic Prospects Juni 2022 menyebutkan, anggaran subsidi energi yang bersumber dari APBN sebagian besar menguntungkan rumah tangga kelas menengah atas. Kedua kelompok rumah tangga itu menyerap 42-73 % BBM bersubsidi dan 29 % elpiji bersubsidi. Bank Dunia merekomendasikan pemerintah menghapus subsidi energi guna memperbesar alokasi anggaran untuk bantuan sosial.
Penghentian subsidi energi dapat menghemat dana sebesar 1 % dari PDB. Penghematan dapat dialihkan untuk menambah anggaran untuk bantuan sosial sebesar 0,5 % dari PDB sebagai bantalan ekonomi kelompok rumah tangga bawah. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio N Kacaribu (28/6) menyatakan, saat ini subsidi energi turut dinikmati oleh golongan masyarakat mampu, hanya 23,3 % penggunaan elpiji 3 kg oleh masyarakat golongan miskin, sementara 57,9 % lainnya merupakan golongan masyarakat mampu. (Yoga)
Harga Cabai Tembus Rp 100.000 Per Kilogram
Harga cabai rawit merah di DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir terpantau tinggi, di atas Rp 100.000 per kg. Lya Imbasari, Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta, Selasa (28/6), menjelaskan, saat ini kondisi pasokan cabai yang masuk ke Jakarta memang berkurang. Hal ini dikarenakan di daerah-daerah sentra produksi cabai tengah mengalami kendala produksi. (Yoga)
Jatuh Bangun Ketahanan Energi Indonesia
Sejalan dengan penanganan pandemi
yang membaik, aktivitas manusia mulai bergeliat, demikian pula industri, pusat
bisnis, dan komersial. Secara perlahan, harga minyak mentah merangkak naik.
Pada Januari 2022, jenis Brent tercatat seharga 86 USD per barel. Saat perang
Rusia-Ukraina meletus pada pekan terakhir Februari, harga minyak pada bulan
tersebut melonjak menjadi 96 USD per barel. Puncaknya, minyak mentah sempat
menyentuh harga 139 USD per barel pada awal Maret 2022. Sebagai negara net
importer minyak, Indonesia sama sekali tak diuntungkan dengan tingginya harga
minyak mentah kali ini. Pemerintah dipaksa menambah anggaran subsidi BBM,
khususnya jenis Pertalite (RON 90). PT Pertamina (Persero) menjual Pertalite
seharga Rp 7.650 per liter, sedangkan harga keekonomiannya saat ini di kisaran
Rp 12.000 per liter. Sementara jenis Pertamax (RON 92) dijual Rp 12.500 per
liter di saat harga keekonomiannya menyentuh Rp 17.000 per liter.
”Arus kas Pertamina menjadi negatif sejak awal tahun karena harus menanggung selisih harga jual BBM eceran,” ujar Menkeu Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Banggar DPR pada 19 Mei 2022. Pada Maret 2022 arus kas operasional Pertamina sudah negatif 2,44 miliar USD. Seperti data yang dipaparkan Sri Mulyani dalam rapat tersebut, jika tak ada tambahan penerimaan dari pemerintah (kompensasi atas selisih harga jual BBM eceran oleh Pertamina), pada akhir tahun ini kas Pertamina diperkirakan bisa defisit hingga 12,98 miliar USD. Situasi ini akan menurunkan peringkat kredit Pertamina. Tahun ini, subsidi energi (BBM, elpiji, dan listrik) yang diproyeksikan Rp 134 triliun membengkak jadi Rp 208,9 triliun. Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro (23/6) mengatakan, tingginya harga minyak mentah dunia saat ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengoptimalkan sumber daya dalam negeri. Mengutip data SKK Migas, dari 128 cekungan di Indonesia, masih ada 68 cekungan yang belum diteliti mengenai kandungan sumber daya migasnya. (Yoga)
Pertalite Hanya Bagi Mobil Bermesin di Bawah 2,000 cc
Masyarakat kelas menengah tidak akan leluasa membeli BBM subsidi. Pasalnya, pemerintah bersiap membatasi konsumsi Pertalite dan Solar. Dalam kajian awal, pemilik mobil dengan kapasitas di atas 2.000 cc dilarang membeli Pertalite.
"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 cc)," ungkap Saleh Abdurrahman, Anggota Komite BPH Migas, kepada KONTAN, Senin (27/6).
Cegah Kelangkaan, Pemerintah Siapkan 300 Ribu Ton Minyak Goreng Curah
Pemerintah akan menyediakan 300 ribu ton minyak goreng curah setiap bulan untuk menjaga pasokan sehingga harganya turun. Penasihat Khusus Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Pengembangan Teknologi Berkelanjutan Rachmat Kaimuddin (28/6) mengatakan pasokan tersebut didapat dari hasil DMO. "Kami minta eksportir dukung ini, untuk berkorban dan membantu. Saat ini jumlahnya sekitar 300 ribu ton per bulan atau 3,6 juta ton per tahun," kata Rachmat.
Rachmat menuturkan jumlah tersebut juga jauh di atas kebutuhan
rata-rata minyak goreng curah masyarakat Indonesia yang hanya 230 ribu ton per
bulan. Persediaan yang lebih itu, katanya, dilakukan agar pemerintah
bisa memastikan jumlah minyak goreng curah dalam negeri aman. Rachmat
juga menuturkan alasan penggunaan aplikasi itu untuk membeli minyak goreng agar
tidak ada penimbunan. Selain itu, dengan Peduli Lindungi pemerintah bisa
mengetahui ke mana saja minyak komoditas itu mengalir. (Yoga)
Daftar Perusahaan Sawit Belum Realisasikan Ekspor
Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan nama-nama perusahaan sawit yang belum merealisasikan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang telah disetujui. "Ini ada yg belum merealisasikan persetujuan ekspornya. Industri nabati. Data ini berdasarkan report daripada pelaku sektor usaha. Ini per hari ini," kata Zulkifli dalam rapat bersama pengusaha-pengusaha minyak goreng, Senin (27/7)
Berdasarkan data dari INA Trade Kementerian Perdagangan, terdapat 26 perusahaan sawit yang belum merealisasikan ekspornya. Menurut Zulkifli, laporan terakhir yang telah diterima Kemendag menunjukkan dari 2.251.125 izin ekspor, baru 59,58 % yang terealisasi. Sedangkan, 40 % lainnya masih belum menggunakan izin ekspornya. Menurut Zulkifli data yang masuk seperti itu, tapi bisa juga produsennya belum lapor. (Yoga)
Uji Coba Layani BBM Subsidi dari MyPertamina
JAKARTA, SURYA
Uji coba penjualan BBM subsidi Pertalite dan Solar ke pengguna yang terdaftar mulai dilakukan Pertamina Patra Niaga. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan, dalam menyalurkan BBM subsidi ada aturannya, baik dari sisi kuota atau jumlah maupun dari sisi segmentasi penggunanya. Saat ini segmen pengguna Solar subsidi Ini sudah diatur, sedangkan Pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas. "Kami harus tepat sasaran dan tepat kuota dalam menyalurkan BBM Yang disubsidi pemerintah." jelasnya dalam keterangan resmi. Senin (27/6).
Saat ini masih terjadi di lapangan adanya konsumen yang tidak berhak mengonsumsi Pertalite dan Solar. Untuk memastikan mekanisme penyaluran makin tepat sasaran. Pertamina Patra Naga berinisiatif dan berinovasi melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna yang sudah terdaftar di dalam sistem MyPertamina.
"Kami menyiapkan website My Pertamina yakni https://subsiditepat.mypertamina.id/ yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan Pertalite dan Solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini, untuk kemudian menunggu apakah kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagal pengguna yang terdaftar lanjut Alfian. Uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/Kabupaten yang tersebar di 5 Provinsi antara lain Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta.
PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI : EMP Bentu Pasok Gas ke PLTGU Riau
EMP Bentu Ltd. mulai menyalurkan gas perdana atau first gas in untuk PLTGU Riau dengan kapasitas 275 megawatt (MW) sebagai bagian dari pemenuhan perjanjian jual beli gas sebesar 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Area Manager EMP Bentu Ltd, Yoyok S Purwanto mengatakan bahwa pasokan gas tersebut berasal dari lapangan potensial yang selama ini dikelola oleh EMP Bentu & Korinci Baru, yakni Lapangan Seng-Segat. Selain dari Wilayah Kerja Bentu, pasokan gas juga berasal dari Wilayah Kerja Korinci Baru yang kembali dioperasikan setelah sempat terhenti sejak 2013 lalu. “Dengan penyaluran gas perdana di titik serah Baru Gas Plant ini semakin menambah keandalan pasokan listrik di Riau, karena gas tersebut dimanfaatkan untuk PLTGU Riau milik PT MRPR di Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru,” ujar Yoyok, akhir pekan lalu. Sementara itu, Kepala Divisi MPPF SKK Migas Ardiansyah menyampaikan bahwa tim proyek juga berhasil melakukan terobosan, yaitu dengan mengutamakan penyelesaian pemasangan peralatan utama, sehingga penyaluran gas perdana dapat dilaksanakan melalui balance of plant yang sudah selesai dibangun.
Beli Minyak Goreng Bisa Pakai Peduli Lindungi
Pemerintah dan ID Food atau Holding BUMN Pangan akan mengintegrasikan aplikasi Warung Pangan dengan Peduli Lindungi untuk memperluas distribusi minyak goreng curah. Dengan begitu, masyarakat dapat membeli minyak goreng curah Rp 14.000 per liter melalui aplikasi Peduli Lindungi. Dirut ID Food Frans Marganda Tambunan, Minggu (26/6) mengatakan, 3.900 warung, toko, dan koperasi mitra Warung Pangan telah mendistribusikan minyak goreng curah program pemerintah. (Yoga)
Jatim Bidik Jepang dan Romania untuk Ekspor Ubi Jalar
Jatim membidik Jepang dan Romania sebagai pasar potensial produk pertanian, terutama ubi jalar. Untuk mendukung hal itu, budidaya ubi jalar dikembangkan di Kabupaten Jember. PT Mitratani Dua Tujuh, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jatim, serta petani dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi bekerja sama mengembangkan budidaya ubi jalar di Jember. Penanaman perdana ubi jalar dilakukan pada Sabtu (25/6). Ketua P4S Taruna Bhumi Arum Sabil (26/6) mengatakan, penanaman ubi jalar ditujukan untuk mendorong optimalisasi ekspor produk pertanian. Jatim perlu terus membuka peluang ekspor komoditas pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.
Direktur PT Mitratani Dua Tujuh Arif Suhariadi menyatakan, diperlukan sinergi agar Jatim dapat memanfaatkan potensi pasar ekspor ubi jalar. Dalam kerja sama itu, pihaknya bermitra dengan petani sebagai pembeli pertama hasil panen, sekaligus berusaha memberi petani kepastian harga. ”Penanaman dilaksanakan di lahan seluas 30 hektar dan memakai varietas Benindo (Beniazuma Indonesia) yang digemari bangsa Jepang,” katanya. Kepala DPKP Jatim Hadi Sulistyo mengatakan, pertanian merupakan sektor yang vital bagi perekonomian Jatim. Program kemitraan setidaknya membantu petani dalam menjual hasil panen kepada pihak yang tepat. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









