Rusia Kurangi Pasokan Gas, Eropa Mulai Resah
Pemimpin dan warga di Eropa mulai ketar-ketir menghadapi kemungkinan krisis ekonomi, energi, dan politik yang datang bersamaan pada musim dingin mendatang. Raksasa energi Rusia, Gazprom, pekan lalu, telah memangkas hingga separuh atau lebih pasokan gas ke lima negara Uni Eropa, termasuk Jerman. Negara dengan postur ekonomi terkuat di UE itu sangat bergantung pada gas Rusia untuk pembangkitan tenaga listrik dan industri listrik. Gazprom memangkas 60 % pasokan gas dari Rusia ke Jerman, yang selama ini dialirkan lewat pipa Nord Stream 1. Perusahaan raksasa energi Rusia itu juga memangkas separuh pasokan untuk Italia. Selain itu, Austria, Ceko, dan Slowakia juga mengalami penurunan pasokan.
Sebelumnya, Rusia menutup aliran gas ke Polandia, Bulgaria, Denmark, Finlandia, Perancis, dan Belanda. Awalnya hal itu dianggap sepele. Polandia, misalnya, secara bertahap menyetop gas Rusia sejak akhir tahun lalu. Beberapa negara lain bahkan sudah menemukan pasokan alternatif. Di sisi lain, langkah Gazprom itu membuat harga gas alam naik tajam menjelang musim dingin. Kenaikan itu berdampak positif berupa peningkatan pendapatan Rusia. Strategi itu juga memberi tekanan lebih berat pada Eropa. Seiring itu, penghentian total bisa membuat harga gas melonjak ke angka rekor 206 euro (sekitar Rp 3,2 juta) per megawattjam mulai 7 Maret, yang selanjutnya memicu inflasi. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023