Lingkungan Hidup
( 5781 )Harga BBM Naik, Inflasi Mulai Melambung
JAKARTA, ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai mendongkrak inflasi nasional. Hingga minggu kedua September 2022, inflasi diprediksi mencapai 0,77% secara bulanan (month to month/mtm), dibandingkan Agustus deflasi 0,21%. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI) pada minggu kedua September 2022, komoditas utama penyumbang inflasi sampai minggu kedua September 2022 adalah bensin sebesar 0,66%, telur ayam ras sebesar 0,03%, beras dan tarif angkutan dalam kota masing-masing sebesar 0,02%, serta tarif angkutan antarkota, rokok kretek filter, dan bahan bakar rumah tangga (BBRT) masing-masing sebesar 0,01% (mtm). “BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” ujar Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono, Jumat (9/9/2022). (Yetede)
Tanpa Subsidi, Harga BBM di Singapura Rp 40.000 Per Liter
JAKARTA, ID - Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengatakan, Singapura adalah salah satu negara di dunia yang tidak menerapkan subsidi terhadap bahan bakar minyak (BBM). Sehingga, saat terjadi lonjakan atau gejolak harga minyak mentah dunia, APBN negara tersebut tidak harus menaggung tambahan beban. Jadi, semua gejolak yang ada di dunia itu tidak ditahan dulu di APBN atau anggaran mereka, tapi passthrough pada masyarakat. Oleh karena itu, harga BBM di Singapura (saat ini) sudah mencapai Sin$ 4 atau sekitar Rp 40 ribu per liter,” ujar Suryopratomo dalam perbincangan eksklusif dengan Investor Daily, pekan lalu. Manurut dia, dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai US$ 65 ribu, Singapura tergolong sebagai negara yang sudah sangat maju. Meski demikian, tetap ada kelompok masyarakat bawah yang tertinggal, sehingga perlu mendapatkan sokongan maupun perlindungan dari pemerintah. (Yetede)
Coal Bidik Penjualan Naik Tiga Kali Lipat
PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (7/9). Emiten tambang batubara ini sukses mengantongi dana IPO Rp 125 miliar.
Usai mendapatkan dana IPO, COAL bersiap memacu bisnisnya. COAL menargetkan volume produksi dan penjualan bisa mencapai 800.000 ton sampai dengan 900.000 ton batubara tahun ini.
Donny Janson Manua, Direktur Utama COAL, mengatakan, target ini lebih tinggi sekitar tiga kali lipat dari realisasi produksi batubara tahun lalu, sekitar 260.000 ton. Pertumbuhan produksi tahun ini akan didorong oleh kesiapan sejumlah unit alat tambang.
Dari sisi kinerja, COAL menargetkan laba bersih tumbuh tiga kali lipat tahun ini. Sebagai perbandingan, tahun lalu COAL mengantongi laba bersih Rp 27 miliar.
Prospek Masih Cerah, Emiten Serius Garap Bisnis EBT
Semakin menipisnya cadangan sumber energi bumi, menarik minat banyak korporasi masuk ke bisnis energi baru terbarukan (EBT). Terbaru, PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) siap membangun proyek EBT di Filipina senilai US$ 100 juta.
Presiden Direktur KEEN Henry Maknawi mengatakan, melalui bisnis EBT, perseroan terus mencari peluang untuk memperluas ekspansi. "Kerjasama ini membuka pintu bagi KEEN untuk ekspansi ke Asia Tenggara," kata Henry.
Bukan cuma KEEN, emiten non EBT pun kepincut melakukan diversifikasi ke bisnis ini. Contohnya PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Demi menggarap bisnis EBT, PTBA menggandeng PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di jalan tol Jasa Marga Group.
PT United Tractors Tbk pun sama. Melalui PT Energia Prima Nusantara (EPN), emiten bersandi UNTR ini menambah kepemilikan saham di PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), operator Pembangkit Listrik Mini Hydro (PLTM).
Harga Memanas, Pesta Pebisnis Batubara Berlanjut
Harga batubara masih terus memanas, bahkan siap menuju level psikologis baru US$ 500 per metrik ton. Tanda-tanda itu mulai tampak. Untuk kontrak pengiriman Oktober 2022, harga batubara Newcastle di Bursa ICE sempat menyentuh rekor tertinggi di level US$ 465 per ton.
Pada penutupan Senin (5/9) lalu, harga batubara di level US$ 439,40 per ton. Dengan level tersebut, harga batubara sudah menanjak 260% dalam setahun terakhir. Ini pula yang membuat emiten batubara berpesta pora menikmati lonjakan harga emas hitam tersebut. Ini tercermin dari kinerja emiten batubara pada semester I 2022. Pendapatan dan laba emiten batubara semakin hot.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menilai, penguatan harga batubara didorong persoalan disrupsi rantai pasokan di tengah permintaan batubara dari negara Eropa.
MENGERUK CUAN EMITEN BATU BARA
Pesona saham emiten-emiten batu bara makin berpendar di tengah momentum harga global komoditas tersebut yang menyentuh rekor tertinggi. Kantong laba yang makin jumbo serta valuasi saham yang kian atraktif pun membuat sejumlah emiten batu bara dinilai layak dilirik investor. Harga batu bara untuk kontrak Oktober 2022 di bursa ICE Newcastle, dibanderol seharga US$463,75 per ton pada akhir perdagangan Senin (5/9). Alhasil, batu bara berhasil melampaui level all-time-high sebelumnya US$446 per ton pada awal Maret 2022. Harga batu bara yang membara memicu momentum reli saham emiten-emiten sektor energi. Bursa Efek Indonesia mencatat, indeks IDX Sector Energy sudah terbang 81,83% sepanjang tahun berjalan 2022. Jika ditelisik, laju indeks berkapitalisasi pasar Rp960 triliun itu moncer lantaran didorong oleh lompatan harga saham emiten-emiten tambang batu bara. Daya dorong terbesar antara lain bersumber dari kenaikan harga saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga kembali naik daun dan menjadi posisi teratas dari sisi volume, nilai, dan frekuensi perdagangan beberapa hari terakhir. Antusiasme investor untuk melakukan trading saham BUMI mengangkat saham emiten Grup Bakrie itu dari level Rp67 pada akhir 2021 ke level Rp216 pada Selasa (6/9) atau meroket 222,38% year-to-date (YtD). Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. mengatakan prospek sektor energi terutama batu bara masih bagus hingga akhir tahun ini dengan proyeksi harga bertahan di kisaran US$400 per ton.
Gamang Menimbang Harga Produk Pangan
Sudah kering berjamur pula, sudah garing kena ramas pula. Pepatah itu seolah-olah menggambarkan nasib para pelaku usaha kecil setelah adanya kenaikan harga BBM. Mereka dihadapkan dengan kenaikan produksi dan harga bahan pokok tapi sulit menaikkan harga produk karena angka penjualan menurun. Umaroh, seorang pemilik warung nasi di daerah Sukamaja, Depok, Jawa Barat, mengaku sudah tidak menghitung untung dari usahanya lagi. Ditengah kenakan harga aneka bahan pangan dan ongkos transportasi ini, ia memilih menahan harga dan porsi makan yang dijualnya karena merasa tidak enak kepada para pelanggannya. "Namanya dagang itu, mau harga belanjaan naik, harga makanan matang tidak bisa naik. Kalau dinaikin, ya, konsumen pada kabur," Ujar Umaroh, saat Tempo mampir ke kedainya, kemarin, 6 September, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumandiri), Hermawaty Setyorinny, mengimbuhkan, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah bak makan buah simalakama. (Yetede)
Kenaikan Harga BBM Berikan Beban Tambahan Rp 50 Triliun
JAKARTA, ID – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) diprediksi memberikan tambahan beban sebesar Rp 50 triliun ke masyarakat. Mayoritas tambahan beban itu akan dipikul kelompok masyarakat yang berada di desil lima hingga sembilan, yang merupakan kelompok terkaya. “Dari tambahan beban Rp 50 triliun tersebut, mayoritas akan ditanggung oleh kelompok masyarakat yang berada di desil lima sampai sembilan, termasuk 10% terkaya,” kata Febrio, Selasa (6/9). Dia menyatakan, dari beban Rp 8 triliun, sebesar 10% masyarakat termiskin akan memperoleh tambahan beban sebesar Rp 1,6 triliun dari kenaikan harga BBM. Selanjutnya, masyarakat di lapisan desil dua atau 20% termiskin akan menanggung Rp 1,7 triliun dan desil ketiga dan keempat masing-masing Rp 2 triliun dan Rp 2,7 triliun. Meski demikian, dia memastikan 40% kelompok masyarakat terbawah tekanannya akan berkurang, karena pemerintah menggelontorkan anggaran bansos Rp 24,17 triliun. Bansos ini mencakup tiga jenis bantuan, yakni bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp 12,4 triliun yang menjangkau lapisan masyarakat terbawah. (Yetede).
UNJUK RASA BBM, Presiden: Sampaikan Aspirasi dengan Tertib
Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM terjadi di sejumlah daerah. Sebagai implikasi dari kenaikan itu, pengunjuk rasa yang umumnya dari kalangan buruh dan mahasiswa menuntut sejumlah hal kepada pemerintah, salah satunya kenaikan upah minimum buruh. Terkait hal itu, Presiden Jokowi kembali mengingatkan agar tuntutan disampaikan dengan tertib dan tak anarkistis. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey T Machmudin, di halaman Kantor Sekretariat Presiden, Jakarta, Selasa (6/9) mengatakan, Presiden menilai wajar jika ada perbedaan pendapat di masyarakat terkait kenaikan harga BBM. Presiden berharap agar unjuk rasa digelar dengan tertib, dalam koridor peraturan yang ada, dan tidak anarkistis. Setiap aspirasi yang disampaikan, lanjut Heru, akan diserap pemerintah
Pada Senin (5/9) malam, Presiden menyampaikan pesan agar unjuk rasa terkait kenaikan harga BBM disampaikan dengan tertib. ”Ya, ini, kan, negara demokrasi. Sampaikan dengan cara-cara yang baik, ya,” kata Presiden. Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di antaranya digelar di Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, dan Kendari. Di Jakarta, kelompok pengunjuk rasa berasal dari kalangan buruh dan mahasiswa. Mereka berunjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR/DPD. Adapun di Medan, massa dari Partai Buruh Sumut berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut. Ketua Komite Eksekutif Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo mengatakan, selain menolak kenaikan harga BBM, pihaknya juga menuntut pengendalian harga bahan pokok yang melambung tinggi akibat kenaikan harga BBM, kenaikan upah minimum, dan pembatalan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (Yoga)
Pengguna Subsidi Didaftar
Walau belum secara resmi diterapkan di semua wilayah, Pertamina Regional Sulawesi terus mendorong pengguna BBM bersubsidi mendaftarkan kendaraannya melalui situs internet atau aplikasi MyPertamina. Sejak disosialisasikan awal Juli lalu, hingga kini tercatat 83.455 kendaraan yang telah terdaftar. Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Laode Syarifuddin Mursali di Makassar, Selasa (6/9) mengatakan, sosialisasi terus dilakukan bertahap. Harapannya, warga tak lagi kaget saat aturan ini diterapkan nantinya.
Sejak 1 September 2022, pembelian pertalite dan biosolar, yang merupakan BBM bersubsidi yang dijual Pertamina, telah menerapkan pindai kode respons cepat (QR Code). ”Untuk yang belum memiliki QR Code masih dapat mengisi BBM bersubsidi seperti biasanya, tetapi dicatat nomor polisi kendaraannya,” ujar Mursali. Sejauh ini, walau bayak warga yang mengetahui soal pendaftaran kendaraan, sebagian masih belum mendaftar karena belum mengetahui caranya. ”Saya sudah dengar juga untuk beli BBM bersubsidi nanti harus mendaftar lewat aplikasi MyPertamina atau lewat web. Tetapi, belum saya daftarkan karena masih bingung,” kata M Riswan (40), pengemudi taksi daring dan pemilik mobil 1.000 cc. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









