Lingkungan Hidup
( 5820 )KEBIJAKAN PANGAN, Penahanan Produk Impor Dinilai Keliru
Ombudsman RI menilai penahanan dan penolakan produk impor hortikultura sebagai langkah keliru. Lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik itu menilai ada disharmoni peraturan, kekeliruan dalam penahanan produk, dan inkonsistensi pelaksanaan pemeriksaan produk hortikultura. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, pada konferensi pers yang digelar secara hibrida di kantor Ombudsman RI, Jakarta, Senin (26/9), menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, Mentan harus memerintahkan Badan Karantina Pertanian untuk segera mengeluarkan produk hortikultura impor tersebut. Sebelumnya, pemilik produk melaporkan 149 kontainer produk hortikultura impor tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, dan Tanjung Perak, sejak 27 Agustus 2022. Volumenya 1.440 ton dan total nilai Rp 31,53 miliar.
Menurut Yeka, Ombudsman turut meminta keterangan dari Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kemenkumham karena ada disharmonisasi dan beda penafsiran regulasi. Pihaknya menilai, pemeriksaan dan penahanan produk impor hortikultura oleh Badan Karantina Pertanian di area pelabuhan (border) tak sejalan dengan Inpres dalam Paket Kebijakan Ekonomi XV. Inpres itu mengamanatkan penyederhanaan tata niaga ekspor impor melalui pergeseran proses pemeriksaan perizinan dari border ke post-border. Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto menyatakan, dalam dua pekan, persoalan itu bisa diselesaikan dengan solusi bersyarat. Menurut dia, produk yang tertahan itu buah-buahan, seperti anggur dan apel, yang tidak diproduksi di dalam negeri dan bukan bahan kebutuhan pokok masyarakat. (Yoga)
Nelayan Bitung Belum Nikmati BBM Bersubsidi
Stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan yang dikelola koperasi di Bitung, Sulawesi Utara, hanya menyediakan solar bersubsidi, dan belum menyediakan pertalite. Akibatnya, kata Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional (Antra) Sulut Rignolda Djamaluddin, Senin (26/9), nelayan tradisional yang menggunakan mesin ketinting dan motor tempel di Bitung dan Manado harus menanggung biaya produksi yang besar untuk melaut. (Yoga)
Pasok Kebutuhan Industri, IKM Komponen Otomatif Harus Tingkatkan Kualitas
JAKARTA, ID – Industri Kecil Menengah (IKM) Komponen otomotif diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya agar bisa memasok kebutuhan otomotif di dalam negeri. Salah satu saluran yang dapat digunakan IKM adalah melalui original equipment manufacturer atau OEM. Dalam industri otomotif, barang atau produk OEM biasa disuplai ke APM (Agen Pemegang Merek), seperti Toyota, Honda, Daihatsu, Isuzu, dan BMW. General Manager PT Astra Honda Motor (AHM) Setyo Budi Anang Yuliarto mengatakan, terdapat berbagai keuntungan bila IKM berhasil menjadi supplier OEM. Keuntungan itu seperti continuous order jangka panjang lebih terjamin, kepastian dalam pembayaran (term of payment/top), pengakuan kompetensi IKM, peluang menjadi bagian dari supply chain perusahaan besar, dan level yang lebih tinggi dengan pemenuhan quality, cost, delivery (QCD). Dia memaparkan, setidaknya ada enam kunci sukses untuk IKM dapat menjadi supplier OEM dan juga memperluas akses pasar. Pertama adalah IKM harus memiliki pabrik yang bersih, tertata rapi, dan dilengkapi dashboard control. IKM harus mau merubah image dan bertransformasi agar menarik bagi calon pelanggan, terutama pelaku industri besar. (Yetede)
Proyeksi Inflasi September 2022 Mencapai 1,1%
Bank Indonesia (BI) memperkirakan, inflasi pada September 2022 sebesar 1,10% month on month (mom). Proyeksi ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga yang dilakukan BI hingga pekan keempat September 2022. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, tertulis Jumat (23/9) menyebut komoditas utama penyumbang inflasi September 2022 sampai minggu ketiga adalah komoditas bahan bakar minyak dan tarif angkutan dalam kota.
Laju Harga Logam Pacu Kinerja Saham
Harga komoditas logam diproyeksi masih bisa mendaki hingga akhir tahun ini, salah satunya nikel. Harga nikel diperkirakan masih dapat menguat karena ditopang pengembangan industri kendaraan listrik atau eletrical vehicle (EV) di dunia. Olivia Laura Anggita, analis Samuel Sekuritas Indonesia menilai, sektor komoditas merupakan salah satu sektor tangguh di tengah era inflasi dan suku bunga tinggi. Olivia meyakini, harga nikel akan tetap melaju hingga akhir tahun ini dan tahun depan. Dia mengestimasi, hingga akhir 2022 ini, harga nikel berada di rentang US$ 23.600. Sedangkan tahun depan, harga nikel masih akan stabil di kisaran US$ 23.000 per ton. Sebagai produsen nikel terbesar dunia dengan cadangan 21 juta metrik ton, tingginya harga nikel jelas menguntungkan Indonesia.
ENERGI TERBARUKAN : Potensi Panas Bumi Sumbar Belum Tergarap Optimal
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengungkapkan potensi panas bumi yang berada di wilayahnya belum tergarap optimal. Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumatra Barat mencatat terdapat 18 titik potensi panas bumi yang tersebar di sejumlah wilayah. Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Sumbar, Firdaus mengatakan dari 18 titik geotermal itu memiliki potensi listrik yang besar. Namun, sejauh ini sebagian besarnya belum tergarap. “Sampai saat ini potensi energi panas bumi itu belum tergarap, dan baru sebagian kecil yang telah dimanfaatkan,” katanya akhir pekan lalu.
CADANGAN MIGAS : PEMETAAN ANDAMAN DIAKSELERASI
Data potensi sumber daya dan cadangan Blok Andaman II di lepas pantai Provinsi Aceh perlu diperkuat guna memastikan nilai keekonomian proyek tersebut.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang meminta operator Blok Andaman II Premier Oil, bagian dari Harbour Energy Company, untuk makin meningkatkan pemetaan atas potensi sumber daya gas pada wilayah kerja tersebut. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu menjaga keekonomian proyek seusai perusahaan induk operator blok itu mengumumkan temuan awal reservoir yang meleset dari ekspektasi perusahaan. “Kami kan bantu mereka itu dari segi keekonomiannya itu tugas kami kalau dia keekonomiannya rendah kan kita bisa melihat dari internal rate of returnnya masih berapa begitu ya,” katanya saat ditemui Bisnis belum lama ini. Hanya saja, dia menilai penentuan keekonomian proyek Blok Andaman II itu masih terlalu dini untuk dilakukan.
Oleh karena itu, dia meminta operator untuk intensif melakukan evaluasi terhadap struktur bawah permukaan sumur eksplorasi sebelum masuk pada tahap pengembangan atau produksi lapangan lebih lanjut. “Uncertainty di sana itu harus banyak sumur sudah dipetakan, namanya kan penentuan status eksplorasi [PSE] baru bisa masuk ke PoD [plan of development alias rencana pengembangan],” kata dia. Sementara itu, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan operator blok Andaman II Premier Oil tidak ingin terburu-buru mengonfirmasi potensi sumber daya gas yang terkandung di wilayah kerja lepas pantai Aceh itu.
Di sisi lain, praktisi sektor hulu migas Tumbur Parlindungan menilai Harbour Energy belakangan tengah mengkaji ulang potensi sumber daya yang terkandung pada Blok Andaman II setelah karakteristik reservoir yang ditemukan meleset dari perkiraan awal perusahaan pada pengeboran Sumur Timpan 1.
Lonjakan Harga Beras Diantisipasi
Pemerintah menegaskan potensi terjadinya lonjakan harga beras telah diantisipasi. Hal ini merespons kekhawatiran masyarakat terkait harga beras yang mulai merangkak naik sepekan terakhir. Perum Bulog, yang kini memiliki stok 800.000 ton cadangan beras pemerintah, memasifkan operasi pasar. Kepastian ketersediaan beras terus dipantau mengingat potensi dampaknya terhadap inflasi. Kendati tak signifikan, harga beras medium dan premium di tingkat nasional cenderung meningkat. Menurut data Panel Harga Badan Pangan Nasional, harga rata-rata nasional beras medium naik dari Rp 10.990 per kg pada 17 September menjadi Rp 11.000 per kg pada 23 September. Sementara harga beras premium naik dari Rp 12.510 per kg jadi Rp 12.520 per kg.
Sekjen Kemendag Suhanto meminta masyarakat tidak khawatir akan kenaikan harga beras. Terkait program cadangan stabilitas harga pangan, jika harga beras lebih tinggi dari harga eceran tertinggi, Perum Bulog akan turun tangan dan menjual murah kepada masyarakat, dengan selisih harga beras dibayar pemerintah. ”(Saat ini) harganya hanya naik 0,9 % dibandingkan tahun lalu,” ujar Suhanto dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Mendag bersama para pemimpin redaksi media massa, Minggu (25/9). Dalam forum tersebut, Mendag Zulkifli Hasan menyebutkan, perbaikan produksi pangan, termasuk beras, tetap menjadi perhatian utama pemerintah. (Yoga)
Indonesia Akan Banding Jika Kalah Gugatan Larangan Impor Nikel
Mendag Zulkifli Hasan mengatakan Indonesia bakal ajukan banding jika kalah dalam gugatan Uni Eropa (UE) terkait larangan ekspor bijih Nikel UE melayangkan gugatan tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lantaran kebijakan larangan ekspor yang diterapkan Indonesia enyebabkan kenaikan harga komoditas turunan nikel di pasar global. Adapun putusan gugatan UE itu saat ini masih menunggu hasil dari diskusi panel. "Nikel tunggu aja panel, keputusan apa baru kita sikapi. Kalau kalah ya banding," kata Zulkifli seperti dikutip dari detik.com pada Senin (26/9). Ia mengatakan keputusan untuk banding itu telah didiskusikan bersama Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Lebih lanjut, Indonesia sendiri masuk dalam keanggotaan WTO. Zulkifli mengatakan larangan seperti itu tidak diperkenankan bagi negara-negara anggota. Di sisi lain, dirinya sempat didatangi Menteri Perdagangan Uni Eropa dan membahas persoalan tersebut. Hanya saja menurutnya Uni Eropa sendiri tidak memiliki kepentingan bisnis apapun menyangkut ekspor bijih nikel. Selain melarang ekspor, menurutnya untuk meningkatkan hilirisasi nikel di Indonesia, ada beberapa alternatif. Salah satunya dengan pengenaan bea keluar. "Untuk hilirisasi itu harga mati bagi kami. Untuk menyelamatkan itu masih banyak jalan menuju Roma. Jadi hilirisasi tidak akan terganggu," tandasnya. (Yoga)
Timbang Matang Ekspor Jagung
Ekspor dinilai menjadi salah satu solusi atas melimpahnya produksi jagung saat panen raya. Namun, langkah mengekspor jagung dinilai perlu dihitung dan direncanakan secara matang agar bisa berkesinambungan dan tidak menimbulkan masalah baru di dalam negeri. Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Moh Ismail Wahab, dalam webinar ”Pro Kontra Ekspor Jagung” yang digelar Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka), Kamis (22/9) menyebutkan, produksi jagung nasional meningkat dari 22,6 juta ton pada tahun 2019 menjadi 22,9 juta ton (2020), dan 23 juta ton (2021). Sejak 2017, Indonesia mulai menekan impor jagung pakan karena kebutuhan jagung nasional dianggap dapat dipenuhi dari produksi lokal.
Sebagai perbandingan, pada 2016, Indonesia masih impor jagung untuk pakan sebanyak 884.679 ton. Menurut Ismail, dari data Badan Pangan Nasional, jagung memang surplus hingga akhir tahun 2022. ”Namun, ekspor lebih baik tidak pada Agustus-September karena produksi nasional sedang turun dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Lebih baik pada Februari-Maret yang posisinya bagus,” ujarnya. Selama ini, kata Ismail, melimpahnya produksi jagung pada saat panen raya berimplikasi pada penurunan harga jagung di tingkat petani. Dengan demikian, ekspor jadi salah satu alternatif solusi. Di sisi lain, perlu perbaikan dan penambahan alat pascapanen, seperti gudang, silo penyimpanan, dan mesin pengering untuk meningkatkan mutu jagung sesuai dengan standar industri. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









