;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Harga Batubara Terus Membara

11 Oct 2022

Sejak awal Januari hingga 10 Oktober 2022, indeks sektor energi melesat 75,30%, jauh di atas sektor mana pun. Pada periode yang sama, IHSG hanya naik 6,2%. Kalangan analis merekomendasikan hold saham batu bara dan buy untuk saham batu bara berkinerja fundamental bagus dan memiliki manajemen dengan good corporate governance (GCG) yang baik. Meski demikian, ancaman resesi ekonomi global tetap perlu diwaspadai. Sebab, resesi bisa menurunkan permintaan energi, termasuk minyak dan batu bara. Hal lain yang perlu dicermati adalah terjadinya konvergensi kebijakan moneter ketat setelah negara-negara maju dan negara-negara berkembang terpolarisasi guna menentukan nasibnya sendiri-sendiri untuk bertahan. Kondisi ini  memicu ketidakpastian yang lebih panjang. Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia mengungkapkan, harga batu bara masih di level yang kuat, bahkan hingga tahun depan. “Seperti hukum ekonomi, harga menguat karena faktor supply dan demand. Menurut Hendra, permintaan batu bara relatif kuat. Meski secara keseluruhan lebih rendah dari estimasi awal, permintaan tahun ini diperkirakan lebih tinggi dari realisasi tahun silam. Hendra Sinadia menjelaskan, langkah negara-negara Eropa mengoperasikan kembali pembangkit batu bara telah mengerek permintaan terhadap ‘emas hitam’ global. 

Harga batu bara acuan (HBA) pada Oktober 2022 terdongkrak US$ 11,75 per ton menjadi US$ 330,97 per ton dibanding posisi September di level US$ 319,22 per ton. Berdasarkan data Kementerian ESDM, kenaikan HBA Oktober dipengaruhi naiknya rata-rata indeks bulanan penyusunan HBA, yaitu ICI naik 3,63%, Platts naik 4,41%, GNCC naik 3,98%, dan NEX naik 3,08%. Selain naiknya rata-rata indeks, negara-negara Eropa seperti Jerman, Belanda, dan Belgia telah menghidupkan kembali pembangkit batu baranya sebagai dampak pemangkasan pasokan gas oleh Rusia. Faktor lainnya adalah kebocoran jaringan gas di Laut Baltik yang membuat pasokan gas menurun, sehingga harganya melonjak. Catatan Investor Daily menunjukkan, pergerakan HBA pada Oktober merupakan yang tertinggi sejak awal 2022. Nilai tertinggi sebelumnya terjadi pada Juni. Saat itu, HBA terkerek hingga menyentuh US$ 323,91 per ton. Faktor geopolitik Eropa sebagai imbas konflik Rusia - Ukraina dan krisis listrik di India akibat gelombang hawa panas masih menjadi faktor utama pengerek harga batu bara. Setelah itu, HBA cenderung fluktuatif. HBA Agustus ada di angka US$ 321,59 per ton dan September di posisi US$ 319,22 per ton. Bertahan Sampai 2023 Di sisi lain, analis energi, Komaidi Notonegoro mengemukakan, harga batu bara yang kini melambung diprediksi akan tetap bertahan hingga tahun 2023, saat dunia didera resesi ekonomi. (Yoga)

BSI Dukung Penguatan Global Halal Hub

10 Oct 2022

Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia berpeluang menjadi pusat produk dan destinasi halal dunia. Atas hal tersebut, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen mendukung penuh akselerasi sertifikasi halal dan inisiatif-inisiatif penguatan ekosistem Global Halal Hub. Pada Rakor Tingkat Tinggi Akselerasi Sertifikasi Halal dan Penguatan Ekosistem Global Halal Hub, disepakati inisiatif program strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk dan destinasi halal dunia tahun 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inisiatif itu menunjukkan semangat penguatan kolaborasi. BI bersama Kementerian atau Lembaga yang hadir berkomitmen membentuk suatu ekosistem terintegrasi yang akan mengoptimalkan potensi untuk menjadi produsen produk halal dan memperkuat perannya sebagai pelaku usaha global. 

 Menurut Perry Warjiyo, Pertama, program-program strategis tersebut antara lain, berjamaah untuk memperkuat Global Halal Hub, fokus pada produk fashion dan makanan halal dengan pasar Timur Tengah, mempersiapkan misi dagang Bersama, memperbanyak aggregator dan akses global, serta digitalisasi proses dan penguatan kapasitas SDM. Menurut Dirut BSI Hery Gunardi, inisiatif strategis tersebut selaras upaya BSI yang  mengembangkan Islamic ecosystem. “BSI mendukung inisiatif program tersebut dan berkomitmen memperkuat sinergi dengan BI serta berbagai Lembaga/institusi lain untuk mendukung akselerasi sertifikasi halal dan penguatan ekosistem Global Halal Hub sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Hery Gunardi. (Yoga)

‘Sayonara’ Pembangkit Listrik Batu Bara

10 Oct 2022

Tekad pemerintah untuk tidak lagi memberi ruang bagi pembangkit listrik berbasis batu bara di dalam negeri semakin bulat. Penerbitan Peraturan Presiden No. 112/2022 menjadi pijakan pemerintah untuk menghadirkan ‘senja kala’ bagi pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. Selama ini, PLTU menjadi andalan bagi pemerintah melalui PT PLN (Persero) untuk menghadirkan listrik ke pelosok Nusantara. Hal itu pun terbukti dari porsi batu bara dalam bauran energi nasional yang masih sekitar 38%, dan menjadi yang paling dominan dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Sementara itu, energi baru dan terbarukan (EBT) hanya memiliki porsi 11,5% dalam bauran energi, masih di bawah minyak bumi yang sebanyak 31,2%, dan gas bumi sebesar 19,3%. Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wanhar mengatakan, Perpres tersebut secara jelas telah mengamanatkan untuk membuat peta jalan atau roadmap terkait dengan percepatan pengakhiran operasional PLTU, baik milik PLN maupun yang berkontrak jual beli dengan pengembang listrik swasta. Artinya, Kementerian ESDM juga berharap pengembangan PLTU yang dilakukan oleh independent power producer (IPP) harus diatur. Wanhar mengatakan, pihaknya juga mereviu Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN). Menurutnya, pemerintah ingin memberi batasan-batasan kuota PLTU yang mungkin masih dapat dioperasikan sehubungan dengan target 23% pada 2025.

KEPASTIAN RON PERTALITE : MENGUJI KUALITAS BBM BERSUBSIDI

10 Oct 2022

Kualitas Pertalite mendapat sorotan setelah sejumlah masyarakat menyampaikan pengalamannya saat menggunakan bahan bakar minyak itu. Research Octane Number atau RON Pertalite pun diduga telah diturunkan, karena dirasa lebih boros dari sebelumnya. Persoalan kualitas Pertalite mulai dibicarakan setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tersebut menjadi Rp10.000. Sejak saat itu, masyarakat beramai-ramai menguji kualitas Pertalite dan tidak sedikit yang berkesimpulan kualitas Pertalite telah menurun dari sebelum harganya dinaikkan. Terakhir, ada masyarakat yang mengunggah pengujian kualitas sejumlah BBM, termasuk Pertalite dengan sebuah alat ke media sosial. Dalam unggahan tersebut terlihat bahwa RON Pertalite hanya 86, dari yang semestinya 90.PT Pertamina (Persero) dan pemerintah sebenarnya telah merespons kekhawatiran masyarakat tersebut dengan melakukan pengujian terhadap Pertalite dari sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berbeda. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan, kementeriannya telah meminta Lembaga Minyak dan Gas Bumi atau Lemigas untuk menghimpun sejumlah sampel Pertalite dari beberapa SPBU yang ada di Jakarta. Irto Ginting, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga sebagai sub-holding commercial and trading Pertamina, mengatakan bahwa alat pengujian RON yang akurat harus mengacu kepada metode standar seperti ASTM RON method, sehingga seluruh proses pengujian dapat divalidasi dan alat yang digunakan selalu dikalibrasi.

PEMBANGUNAN SMELTER : Investor Asing Siap Masuk Sorong

10 Oct 2022

Pemerintah memastikan bakal ada investor baru yang akan masuk ke dalam negeri untuk membangun fasilitas pemurnian dan pengolahan atau smelter nikel di Sorong, Papua. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa saat ini ada investor asing dari kawasan Asia yang membangun smelter di dalam negeri. Smelter itu nantinya bakal mengambil bijih nikel dari PT Aneka Tambang Tbk. atau Antam. “Kemarin sudah ada investor dari luar negeri sudah bertemu dengan saya, sekarang sedang minta untuk kerja sama dengan Antam, karena ore nikelnya akan diambil dari punya Antam,” kata Bahlil pekan lalu. Nantinya, kata Bahlil, calon mitra anyar itu akan mengambil bagian pada tahapan pemurnian dan pengolahan nikel di Sorong. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya juga meminta pembangunan smelter di Sorong dipercepat.

SPI: Tren Beras Naik Bisa Sampai Januari 2023

10 Oct 2022

Serikat Petani Indonesia (SPI) memperkirakan, tren kenaikan harga beras bisa berlanjut hingga Januari 2023. Selain karena suplai ke pasar yang minim akibat saat ini merupakan musim panen gadu, kenaikan harga BBM turut memengaruhi peningkatan harga beras di pasaran. Kepala Pusat Perbenihan Nasional SPI Kusnan menuturkan, tren kenaikan harga beras, meski lonjakannya tidak terlalu signifikan, dipengaruhi : Pertama, saat ini sedang musim panen gadu, sehingga stok gabah dan beras di petani menipis, pun suplai ke pasar. Kedua, musim tanam antar wilayah yang tidak sama. Ketiga, kenaikan harga BBM bersubsidi. “Meski kecil, ada dampak (pengaruh BBM) juga. Kenaikan harga beras bisa sampai Januari 2023. Baru nanti pada Februari ada panen besar,” ungkap Kusnan saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Minggu (09/10). Kusnan menjelaskan, perubahan harga gabah dan beras di petani memang relatif cepat. Pada musim tanam 1 (MT-1) dan MT-2 misalnya, harga gabah kering panen (GKP) di petani hanya Rp 3.800-4.200 per kilogram (kg), petani saat itu hanya mencapai titik impas. Sedangkan pada MT-3 harga mencapai Rp 5.200 per kg, hal itu karena memang panen berkurang. 

“Cadangan menipis, ada juga faktor berebut gabah di lapangan, sekarang sudah Rp 5.500- 5.800 per kg, apalagi bulan depan. Harga BBM naik juga memengaruhi ongkos dalam membawa beras dari daerah surplus ke daerah lain yang kurang,” tutur dia.  Menurut Kusnan, dampak BBM makin terasa pada saat petani memulai musim tanam pada Desember 2022 hingga tahun depan. Dampaknya ke biaya tenaga kerja, biaya diesel untuk pompa bagi sawah yang menggunakan irigasi teknis, dan biaya panen karena penggunaan harvester. “Bagaimana mengompensasi hal ini, idealnya pemerintah segera menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) minimal menjadi Rp 5.000 per kg untuk GKP. Sudah tiga tahun, HPP tidak naik. Kenaikan HPP untuk antisipasi panen besar Februari 2023 nanti, jangan sampai petani tidak bisa jual gabahnya,” ungkap dia. Dalam laporan BPS, pada September 2022, di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras kualitas premium Rp 10.252 per kg atau naik 3,55% dari bulan sebelumnya, beras kualitas medium Rp 9.785 per kg atau naik 4,56%, dan rata-rata harga beras luar kualitas Rp 9.466 per kg atau naik 4,37%. Dibandingkan September 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2022 itu untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik 8,43%, lalu 9,18%, dan 10,21%. (Yoga)

Dana Darurat untuk Tangani Banjir

10 Oct 2022

Pemerintah menyiapkan anggaran tanggap darurat bencana untuk menangani banjir di berbagai daerah. Sejumlah balai besar wilayah sungai, yang merupakan pelaksana teknis di beberapa provinsi, pun menyiapkan dana Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar untuk penanganan bencana. “Itu berupa dana tanggap darurat. Sedangkan di pusat sendiri dialokasikan dana tanggap darurat bencana sebesar Rp 450 miliar,” kata Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA Kementerian PUPR, Adenan Rasyid, kepada Tempo, kemarin, 9 Oktober 2022. Menurut Adenan, alokasi dana tanggap darurat dari pusat tersebut digunakan apabila dana tanggap darurat bencana di daerah sudah habis. 

Sejumlah daerah dilanda banjir dalam beberapa hari terakhir. Di Aceh Timur, Provinsi Aceh, misalnya, sebanyak 2.436 warga mengungsi akibat air bah yang menggenangi rumah mereka kemarin. Banjir menggenangi enam kecamatan di Kabupaten Aceh Timur sejak Jumat lalu. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara memperkirakan kerugian sektor pertanian akibat banjir di Aceh Utara mencapai Rp 32,1 miliar. Area pertanian yang digenangi air mencapai 2.848 hektare di 12 kecamatan. Kawasan tersebut pun berpotensi gagal panen atau puso lantaran genangan air merendam sudah lebih dari tiga hari. Sebab, batang padi akan cenderung rusak dan membusuk jika genangan lebih dari tiga hari. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebutkan dalam tiga hari ke depan terdapat delapan provinsi yang berpotensi hujan lebat kategori siaga atau berpotensi banjir, meliputi sebagian wilayah Aceh, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalbar, dan Sulteng. (Yoga)


Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi

10 Oct 2022

BMKG merilis peringatan cuaca ekstrem masih berlanjut hingga sepekan mendatang di sebagian  wilayah Indonesia. Banjir, longsor, angin kencang, dan pohon tumbang bisa saja terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kewaspadaan masyarakat dan semua pihak perlu ditingkatkan mengingat cuaca ekstrem sejak awal Oktober telah memicu bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian. Di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, hingga Minggu (9/10), banjir belum sepenuhnya surut. Jalan nasional Banda Aceh-Medan di Lhoksukon masih terendam banjir meski ketinggiannya mulai berkurang. Di Lhoksukon ketinggian air mencapai 50 cm. Banjir di Aceh Utara menggenangi 142 desa di 14 kecamatan. Banjir terjadi setelah beberapa sungai utama meluap. Hujan dalam intensitas tinggi membuat debit air sungai naik sangat cepat. Sebanyak 39.000 warga di Aceh Utara dilaporkan mengungsi. Di Kalbar, sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Melawi, dan Sanggau kembali direndam banjir. Daniel dari tim Satgas Informasi BPBD Kalbar mengatakan, banjir di Ketapang terjadi di Kecamatan Jelai Hulu sejak Jumat hingga Minggu (7-9/10). Dengan ketinggian air 50-170 sentimeter, 147 rumah yang dihuni 189 keluarga kini teredam. Sejumlah titik jalan juga tak bisa dilintasi. Sekolah, pusat kesehatan desa, surau, dan kantor desa tidak berfungsi ideal.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, BMKG telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem sebelumnya untuk periode 2-8 Oktober 2022. ”Berdasarkan analisis terkini, dinamika atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup signifikan mengakibatkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah dalam sepekan ke depan,” ujarnya. Analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan sirkulasi siklonik yang membentuk pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan. Selain itu, aktifnya fenomena gelombang atmosfer, seperti Madden Julian Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin, secara tidak langsung juga meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. BMKG memprediksi potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang untuk periode 9-15 Oktober 2022 dapat melanda sejumlah wilayah. Untuk wilayah Sumatera, potensi cuaca ekstrem bisa terjadi di Aceh, Sumut, Kepri, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumsel, dan Lampung. Potensi cuaca ekstrem juga bisa terjadi di seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga Papua Barat. (Yoga)


Banjir Melanda, Warga Bersiaga

09 Oct 2022

Hujan lebat yang turun di berbagai daerah telah memicu banjir yang tidak hanya membuat warga mengungsi, tetapi juga menelan korban jiwa. Warga di Sumatera, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, Bali, NTB, Maluku, dan Papua dihimbau bersiaga menghadapi kondisi cuaca hujan sepekan ke depan. Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah di Bali, Sabtu (8/10), tiga orang tewas akibat kendaraannya terperosok di badan jalan yang ambles dan longsor di Kabupaten Bangli. Kepala Pelaksana BPBD dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli Wayan Wardana mengungkapkan, hujan lebat di wilayah Bangli dan sekitarnya sejak Jumat (7/10) malam memicu bencana di wilayah Tembuku, Susut, dan Bangli. Wardana mengatakan, BPBD Bangli bersama tim SAR gabungan juga mengevakuasi korban insiden jalan ambles di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Tembuku.

Banjir dan longsor juga melanda Kabupaten Banyumas dan Cilacap di Jateng, Sabtu (8/10). Putri Laura (14) tewas tertimbun longsor saat tidur di rumahnya di Desa Karangsari, Kebasen, Banyumas. ”Kejadian sekitar pukul 01.00,” kata Kepala BPBD Banyumas Budi Nugroho di Purwokerto. Longsor terjadi pada wilayah perbukitan. Selain longsor, pada Sabtu dini hari banjir juga terjadi di sejumlah titik di Banyumas. RSUD Banyumas sempat terendam banjir. ”Pagi ini (banjir di RSUD) sudah surut. Tadi pagi sudah saya rapatkan bersama semua camat yang daerahnya terdam- pak,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein. Setelah hampir 10 jam perjalanan kereta api di jalur selatan terganggu akibat rel ambles, pada Sabtu pukul 12.25 jalur itu sudah bisa dilalui. 

Banjir juga menelan korban di Jabar. Ading (108) dilaporkan hanyut di Sungai Cijalupang, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat malam. Hingga Sabtu (8/10), tim gabungan masih mencari korban. ”Penanganan kemarin hingga pukul 23.00 dan dihentikan karena minimnya penerangan di titik sungai," tutur Kepala Diskar Kota Bandung Gun Gun Sumaryana. Menurut Kabid Pengendalian Daya Rusak Air Dinas SDA dan Bina Marga Kota Bandung Dini Dianawati, banjir di sejumlah titik sejak Selasa (4/10) dan beberapa hari berikutnya berasal dari luapan Sungai Citepus dan Sungai Cinambo.  Prakirawan BMKG Bandung, Muhammad Iid Mujtahidin, menyampaikan, potensi cuaca ekstrem masih ada hingga akhir Oktober 2022 di daerah Bandung. Kondisi ini, lanjutnya, perlu diwaspadai karena hujan deras disertai angin kencang dan kilat dapat saja melanda wilayah Bandung dan berdampak pada bencana hidrometeorologi. Selain itu, musim kemarau basah juga memberikan potensi bencana di daerah miring yang rawan longsor. (Yoga)

Nelangsa Sopir Terjerat Biosolar

09 Oct 2022

Sudah dua bulan terakhir, pengendara truk di Palembang, Sumsel, harus mengantre hingga dua jam untuk membeli biosolar di SPBU. Kondisi ini membuat pekerjaan mereka terhambat dan ongkos transportasi meningkat 20 %.  Alex (34) menatap layar gawai sembari mengantre biosolar di SPBU Jalan MP Mangkunegara, Kota Palembang, Sumsel, Sabtu (8/10). Antrean truk bercampur kendaraan pribadi itu memakai bahu jalan sehingga arus lalu lintas di ruas jalan agak tersendat. Alex ingin mengisi 80 liter biosolar sebelum truknya memuat pasir, Senin (10/10). Sudah dua bulan terakhir dia terpaksa mengantre biosolar. Kondisi ini tidak efisien karena frekuensi perjalanannya mengantar barang berkurang 50 %. Dari sehari sekali Palembang-Jambi, kini menjadi dua hari sekali. Biasanya Alex mengisi biosolar di kota. Jika tidak di Palembang, ia mengisi BBM di Jambi. Strategi ini lebih manjur ketimbang antre tanpa kepastian karena SPBU di luar kota kerap kehabisan biosolar. Dia pun heran, mengapa penghasil migas, seperti Sumsel, malah kesulitan mendapatkan minyak.

Adi (28), supir truk logistik mengatakan, untuk mendapatkan biosolar, dirinya harus mengantre 3 jam. Kondisi ini membuat waktu tempuh perjalanan semakin panjang. ”Jika dulu ke Pulau Bangka hanya butuh 1 hari, sekarang bisa 2,5 hari. Selain karena antre pengisian BBM di SPBU, waktu tunggu di pelabuhan penyeberangan juga cukup lama,” ucapnya. Adi sempat mengira, saat harga biosolar naik dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, antrean truk di SPBU akan hilang. Kenyataannya, antrean masih tetap saja panjang. Apalagi jika pengiriman dari Pertamina tidak lancar. ”Input” data Pengawas SPBU 24.30105 Palembang, Azwar, menjelaskan, antrean yang terjadi di tempatnya disebabkan proses input data yang membutuhkan waktu. Apalagi jika ada pengendara yang nomor pelat kendaraannya berbeda dengan STNK. Azwar tidak mau SPBU yang diawasinya itu mendapatkan sanksi dari Pertamina. ”Tujuannya agar penyaluran BBM bersubsidi bisa tepat sasaran,” ungkapnya. Terkait jumlah pasokan, lanjut Azwar, tidak ada pengurangan. Bahkan, pada beberapa kejadian, proses pengisian harus ditunda karena pasokan masih tersedia. Kepala BPH Migas Erika Retnowati menyatakan tidak ada kelangkaan BBM bersubsidi di SPBU. Bahkan, mulai 1 Oktober 2022, pemerintah menyetujui penambahan kuota solar dari  15,1 juta kl menjadi 17,83 juta kl dan penambahan pertalite dari 23,05 juta kl menjadi 29,91 juta kl. (Yoga)