;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

LELANG WILAYAH KERJA MIGAS : Pemerintah Kembali Tawarkan Blok West Kampar

21 Sep 2022

Pemerintah melelang wilayah kerja minyak dan gas bumi atau migas West Kampar dengan mekanisme penawaran langsung. Blok tersebut sebenarnya telah masuk dalam penawaran wilayah kerja migas tahap I/2022.Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji menjelaskan bahwa Blok West Kampar merupakan Wilayah Kerja (WK) Migas berstatus eksploitasi yang ditawarkan dengan skema kontrak bagi hasil cost recovery. Pemerintah berharap penawaran langsung WK West Kampar bisa mempercepat produksi migas di blok tersebut, sehingga bisa memberikan tambahan kontribusi terhadap lifting nasional.

KERJA SAMA PROYEK BAHAN BAKAR HIJAU

21 Sep 2022

Direktur Pemasaran Korporat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Riva Siahaan didampingi Direktur Utama PPN Alfian Nasution berjabat tangan dengan Direktur PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) Budi Santoso disaksikan Direktur Utama PT Adaro Power Dharma Djojonegoro seusai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Green Fuel Project antara BPI dan PPN di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/9). Kerja sama tersebut merupakan salah satu wujud komitmen Adaro mentransformasi bisnis menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan

PENGUATAN DAYA SAING PRODUK PERTANIAN : Pemerintah Siapkan Tarif Impor Kedelai

21 Sep 2022

Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) membeberkan rencana pemerintah untuk menetapkan tarif impor terhadap komoditas kedelai. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pemberlakuan kebijakan tarif impor kedelai dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing kedelai lokal yang harganya saat ini mencapai sekitar Rp10.000 per kilogram. “Harga acuan kedelai sekitar Rp10.000 per kilogram, harga di CBOT Rp7.700 per kilogram saat ini. [Terkait disparitas harga] salah satunya akan dipelajari pengenaan tarif impor,” katanya, Selasa (20/9). Pada rapat terbatas bersama beberapa menteri, Presiden Joko Widodo juga telah meminta jajarannya mendorong produktivitas kedelai dalam negeri, salah satunya dengan menetapkan harga acuan dan menambah area tanam. Sebagaimana diketahui, untuk komoditas kedelai saat ini Indonesia masih mengandalkan impor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2021, Indonesia melakukan impor kedelai sebanyak 2,48 juta ton, sedangkan Kementerian Perdagangan mencatat kebutuhan per bulannya mencapai 200.000 ton

Indonesia Akan Jadi Pusat Produksi Baterai Dunia

21 Sep 2022

JAKARTA, ID – Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia bakal menjadi pusat industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dunia. Kontribusi nikel terhadap total pembuatan baterai sekitar 70-80%. Sedang 20% biaya pembuatan baterai dikontribusi oleh biaya nikel. Investasi yang digelontorkan di industri hulu hingga hilir diperkirakan menembus US$ 21 miliar, dalam lima tahun ke depan. “Membuat baterai kendaraan listrik dari nikel memerlukan waktu tiga sampai empat tahun. Ini untuk membangun keseluruhan infrastruktur produksi, hingga kita bisa mendapatkan baterai kendaraan listrik dari Indonesia,” kata Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC) Toto Nugroho dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (19/9/2022). Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, baterai berkontribusi sekitar 40-50% dari harga mobil listrik. Harga baterai yang saat ini masih mahal menjadi salah satu penyebab mahalnya harga kendaraan listrik. (Yetede)

Arab Saudi Ikut Beli Minyak Rusia

20 Sep 2022

Raksasa minyak dunia, Arab Saudi, ternyata ikut membeli minyak Rusia. Riyadh juga menanamkan triliunan rupiah di sejumlah perusahaan minyak Moskwa. Dilaporkan The New York Times dan CNN, Senin (19/9) Arab Saudi membeli BBM dari Rusia. Dilaporkan lembaga kajian riset komoditas, Kpler, Arab Saudi membeli rata-rata 50.000 barel BBM per hari dari Rusia. Bahkan, sepanjang Juli 2022, Riyadh membeli sampai 76.000 barel BBM per hari dari Moskwa. Hampir seluruh BBM Rusia dipakai Arab Saudi untuk mengoperasikan pembangkit listriknya. Dengan membeli BBM dari Rusia, Arab Saudi bisa menjual BBM dan minyak mentahnya ke negara lain. Seperti kepada China dan India, menurut Kpler, Rusia juga memberi diskon untuk Arab Saudi. Oleh karena itu, lebih untung bagi Arab Saudi untuk menjual minyaknya dan membeli BBM dari Rusia. Dengan asumsi harga rata-rata 90 USD per barel, Riyadh membayar rata-rata 4,5 juta USD per hari ke Rusia. Pada harga itu, Arab Saudi membayar rata-rata 135 juta USD per bulan ke Rusia.

Bukan hanya membeli minyak, Arab Saudi juga memasukkan uang ke industri minyak Rusia lewat investasi. Kingdom Holding Company (KHC), perusahaan investasi Arab Saudi yang dikendalikan Pangeran Waleed bin Talal, menanamkan 526 juta USD ke Gazprom, Rosneft and Lukoil. Public Investment Fund, lembaga investasi milik Pemerintah Arab Saudi dan dikendalikan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mempunyai 16,87 % saham KHC. Sampai sekarang, Putra Mahkota Arab Saudi itu tidak kunjung mengecam Rusia selepas perang Rusia-Ukraina meletus. Independen Mantan Duta Besar AS di Riyadh Robert W Jordan mengatakan, MBS bukan membela Rusia dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pangeran itu hanya berusaha menunjukkan ia dan kerajaan independen dari AS. (Yoga)


MASYARAKAT BERHEMAT HADAPI KENAIKAN HARGA BBM

20 Sep 2022

Kenaikan harga BBM memberi dampak luas kepada seluruh lapisan penduduk Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kenaikan harga BBM juga berdampak ke aspek komoditas, mulai dari kalangan produsen, distributor, hingga konsumen. Kondisi ini menyebabkan terjadinya rentetan peristiwa penyesuaian harga akibat peningkatan biaya BBM yang berperan dalam proses produksi ataupun distribusi. Sektor ekonomi di bidang transportasi dan distribusi adalah yang paling cepat terdampak. Tarif kendaraan umum mengalami kenaikan. Di beberapa kota, jamak ditemukan selebaran yang ditempelkan di pintu-pintu bus atau angkot untuk memberi tahu penumpang bahwa harga baru angkutan umum mulai diberlakukan. Efek domino berikutnya menyentuh harga kebutuhan pokok serta harga barang dan jasa lainnya. Sayangnya, pendapatan masyarakat tidak serta-merta naik menyesuaikan harga-harga baru yang berlaku. Situasi demikian menuntut setiap orang untuk melakukan penyesuaian anggaran belanja.

6 dari 10 responden survei Kompas menyatakan bahwa mereka melakukan penghematan untuk beradaptasi dengan dampak kenaikan harga BBM. Masyarakat perkotaan di region Sumatera dan juga luar Sumatera dan Jawa lebih banyak yang berhemat dibandingkan dengan penduduk perkotaan di wilayah Jawa. Secara tidak langsung, hal ini mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga BBM bisa dikatakan lebih terasa bebannya bagi penduduk perkotaan di luar wilayah Pulau Jawa. Penduduk desa yang sudah mengeluhkan dampak kenaikan harga BBM sebagian besar berasal dari region Sumatera. Warga perdesaan di Sumatera yang merespons kondisi sekarang secara biasa saja ada 3 dari 10 responden. Artinya, 70 persen lainnya merasa tidak biasa atau cenderung berat dengan penyesuaian harga-harga sekarang.

Secara keseluruhan, dari hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa segenap lapisan masyarakat tampak  sedang berhemat. Responden perkotaan yang menyatakan berhemat dalam menyikapi situasi sekarang sebanyak 65 %, sedangkan responden perdesaan yang menyatakan sikap serupa sebesar 58,5 %. Perbedaan tingkat penghematan ini salah satunya akibat perbedaan pola konsumsi masyarakat kota dan desa dalam memenuhi kebutuhan makanan ataupun non makanan. Bagi warga kota, berhemat menjadi langkah untuk memenuhi biaya hidup yang lebih tinggi. Skala prioritas harus disusun, anggaran belanja selain pangan sedapat mungkin dikurangi supaya anggaran belanja makanan dan kebutuhan pokok tidak terganggu. Efisiensi belanja adalah langkah paling masuk akal agar mampu bertahan melewati masa sulit ini. Meskipun bagi sebagian kalangan masyarakat dengan anggaran belanja yang begitu mepet, opsi berhemat menjadi suatu kemewahan. (Yoga)


INDUSTRI BATERAI KENDARAAN LISTRIK : PETA JALAN KEMANDIRIAN BAHAN BAKU DISIAPKAN

20 Sep 2022

Ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik masih harus diuji. Hingga kini, masih ada sekitar 20% bahan baku untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang diperoleh dari impor. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID membeberkan 20% bahan baku untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik dalam negeri masih bergantung pada impor. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa 20% porsi bahan baku baterai kendaraan listrik itu tidak dapat dipenuhi oleh pertambangan mineral logam domestik. Kendati demikian, Dany memastikan, bahan baku utama berupa nikel relatif tersedia dengan jumlah cukup untuk menopang inisiatif industri kendaraan listrik di dalam negeri. “Nikel ini dimiliki oleh Antam, reserved cukup banyak, dan IBC ini ditargetkan berdasarkan milestone menjadi market leader di Asia Tenggara,” kata Danny saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (19/9). Hanya saja, Danny menggarisbawahi sejumlah bahan baku utama lainnya, seperti lithium hydroxide dengan kebutuhan sekitar 70.000 ton per tahun masih diimpor dari China, Australia, hingga Chile. Adapun, proses pemurnian sekaligus pengolahan dua komoditas mineral logam itu ada di China. Selain itu, graphite sebagai salah satu bahan baku pembentuk baterai kendaraan listrik juga masih diimpor dari China, Brasil, dan Mozambik dengan volume mencapai 44.000 per tahun.


Proyeksi Inflasi September 2022 Bisa Tembus 1,09%

19 Sep 2022

Laju inflasi September melonjak signifikan pasca pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar, hingga Pertamax. Sebab, kenaikan harga BBM juga menyeret kenaikan harga barang lainnya. Dari Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada pekan ketiga September 2022, inflasi bulanan pada September diperkirakan mencapai 1,09%.

PENINGKATAN PRODUKSI MIGAS : TARGET LIFTING TERUS DIKEJAR

19 Sep 2022

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas memastikan seluruh persoalan yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama dapat terselesaikan guna menjamin produksi dan lifting tahun ini sesuai target. SKK Migas memanggil kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki target produksi migas besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian lifting nasional. Harapannya, KKKS dapat mendorong produksinya agar bisa mengejar ketertinggalan terhadap target tahun ini. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa pihaknya melihat ada potensi untuk menaikkan produksi migas nasional. Pemanggilan KKKS tersebut diharapkan bisa menghasilkan terobosan untuk mengejar target produksi migas berdasarkan potensi yang ada. “Kami juga menawarkan kepada KKKS sekiranya membutuhkan bantuan dari SKK Migas agar bisa mencapai target yang telah disepakati,” katanya, dikutip Minggu (19/9). Julius menjelaskan bahwa belum tercapainya target lifting migas nasional dari KKKS masih disebabkan oleh sejumlah persoalan yang kerap terjadi, seperti unplanned shutdown, kebocoran pipa, tertundanya kegiatan well service dan workover, penurunan produksi lebih cepat di beberapa sumur, serta jadwal onstream sejumlah proyek yang mundur. Masifnya realisasi program kerja utama hulu migas, seperti pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan, dan upaya menjaga agar tidak terjadi unplanned shutdown pada sisa tahun ini pun diharapkan mampu meningkatkan capaian lifting migas nasional.

Wartsila Optimistis Indonesia Capai Netralitas Karbon pada 2060

19 Sep 2022

JAKARTA, ID – Wartsila Energy menyatakan optimismenya bahwa Indonesia mampu  mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060. Namun, untuk mencapai hal tersebut perlu perencanaan yang matang dan sejak dini dilakukan. “Dekarbonisasi adalah proses bertahun-tahun yang menuntut perencanaan matang, namun target Indonesia menuju ekonomi netralitas karbon dapat dilakukan jika sektor energi sigap mengambil tindakan yang diperlukan saat ini dan beberapa dekade mendatang untuk mewujudkan masa depan netralitas karbon pada tahun 2060,” kata Febron Siregar, Direktur Sales, Indonesia, Wärtsilä Energy, di Jakarta, akhir pekan lalu. Disebutkan bahwa dengan kebutuhan listrik Indonesia yang naik 4% per tahun, pemodelan sistem energi dari Wärtsilä menunjukkan bahwa sistem energi terbarukan (yang didukung kapasitas fleksibel) dapat menjawab tantangan tersebut tanpa menambah biaya produksi listrik. Secara khusus, ketika menghitung perkiraan nilai ekonomi karbon (carbon pricing) dari Badan Energi Internasional (IEA), studi terkait menunjukkan biaya listrik rata-rata dalam skenario ‘Netralitas Karbon’ lebih rendah 23% dibanding skenario. ‘Business As Usual’ dari pemodelan yang tidak membatasi emisi. ((Yetede)