Lingkungan Hidup
( 5820 )MASYARAKAT BERHEMAT HADAPI KENAIKAN HARGA BBM
Kenaikan harga BBM memberi dampak luas kepada seluruh lapisan penduduk Indonesia, baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Kenaikan harga BBM juga berdampak ke aspek komoditas, mulai dari kalangan produsen, distributor, hingga konsumen. Kondisi ini menyebabkan terjadinya rentetan peristiwa penyesuaian harga akibat peningkatan biaya BBM yang berperan dalam proses produksi ataupun distribusi. Sektor ekonomi di bidang transportasi dan distribusi adalah yang paling cepat terdampak. Tarif kendaraan umum mengalami kenaikan. Di beberapa kota, jamak ditemukan selebaran yang ditempelkan di pintu-pintu bus atau angkot untuk memberi tahu penumpang bahwa harga baru angkutan umum mulai diberlakukan. Efek domino berikutnya menyentuh harga kebutuhan pokok serta harga barang dan jasa lainnya. Sayangnya, pendapatan masyarakat tidak serta-merta naik menyesuaikan harga-harga baru yang berlaku. Situasi demikian menuntut setiap orang untuk melakukan penyesuaian anggaran belanja.
6 dari 10 responden survei Kompas menyatakan bahwa mereka melakukan penghematan untuk beradaptasi dengan dampak kenaikan harga BBM. Masyarakat perkotaan di region Sumatera dan juga luar Sumatera dan Jawa lebih banyak yang berhemat dibandingkan dengan penduduk perkotaan di wilayah Jawa. Secara tidak langsung, hal ini mengindikasikan bahwa dampak kenaikan harga BBM bisa dikatakan lebih terasa bebannya bagi penduduk perkotaan di luar wilayah Pulau Jawa. Penduduk desa yang sudah mengeluhkan dampak kenaikan harga BBM sebagian besar berasal dari region Sumatera. Warga perdesaan di Sumatera yang merespons kondisi sekarang secara biasa saja ada 3 dari 10 responden. Artinya, 70 persen lainnya merasa tidak biasa atau cenderung berat dengan penyesuaian harga-harga sekarang.
Secara keseluruhan, dari hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa segenap lapisan masyarakat tampak sedang berhemat. Responden perkotaan yang menyatakan berhemat dalam menyikapi situasi sekarang sebanyak 65 %, sedangkan responden perdesaan yang menyatakan sikap serupa sebesar 58,5 %. Perbedaan tingkat penghematan ini salah satunya akibat perbedaan pola konsumsi masyarakat kota dan desa dalam memenuhi kebutuhan makanan ataupun non makanan. Bagi warga kota, berhemat menjadi langkah untuk memenuhi biaya hidup yang lebih tinggi. Skala prioritas harus disusun, anggaran belanja selain pangan sedapat mungkin dikurangi supaya anggaran belanja makanan dan kebutuhan pokok tidak terganggu. Efisiensi belanja adalah langkah paling masuk akal agar mampu bertahan melewati masa sulit ini. Meskipun bagi sebagian kalangan masyarakat dengan anggaran belanja yang begitu mepet, opsi berhemat menjadi suatu kemewahan. (Yoga)
INDUSTRI BATERAI KENDARAAN LISTRIK : PETA JALAN KEMANDIRIAN BAHAN BAKU DISIAPKAN
Ambisi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik masih harus diuji. Hingga kini, masih ada sekitar 20% bahan baku untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang diperoleh dari impor. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) holding industri pertambangan Mining Industry Indonesia atau MIND ID membeberkan 20% bahan baku untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik dalam negeri masih bergantung pada impor. Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan bahwa 20% porsi bahan baku baterai kendaraan listrik itu tidak dapat dipenuhi oleh pertambangan mineral logam domestik. Kendati demikian, Dany memastikan, bahan baku utama berupa nikel relatif tersedia dengan jumlah cukup untuk menopang inisiatif industri kendaraan listrik di dalam negeri. “Nikel ini dimiliki oleh Antam, reserved cukup banyak, dan IBC ini ditargetkan berdasarkan milestone menjadi market leader di Asia Tenggara,” kata Danny saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (19/9). Hanya saja, Danny menggarisbawahi sejumlah bahan baku utama lainnya, seperti lithium hydroxide dengan kebutuhan sekitar 70.000 ton per tahun masih diimpor dari China, Australia, hingga Chile. Adapun, proses pemurnian sekaligus pengolahan dua komoditas mineral logam itu ada di China. Selain itu, graphite sebagai salah satu bahan baku pembentuk baterai kendaraan listrik juga masih diimpor dari China, Brasil, dan Mozambik dengan volume mencapai 44.000 per tahun.
Proyeksi Inflasi September 2022 Bisa Tembus 1,09%
Laju inflasi September melonjak signifikan pasca pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar, hingga Pertamax. Sebab, kenaikan harga BBM juga menyeret kenaikan harga barang lainnya. Dari Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada pekan ketiga September 2022, inflasi bulanan pada September diperkirakan mencapai 1,09%.
PENINGKATAN PRODUKSI MIGAS : TARGET LIFTING TERUS DIKEJAR
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas memastikan seluruh persoalan yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama dapat terselesaikan guna menjamin produksi dan lifting tahun ini sesuai target.
SKK Migas memanggil kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki target produksi migas besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian lifting nasional. Harapannya, KKKS dapat mendorong produksinya agar bisa mengejar ketertinggalan terhadap target tahun ini. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa pihaknya melihat ada potensi untuk menaikkan produksi migas nasional. Pemanggilan KKKS tersebut diharapkan bisa menghasilkan terobosan untuk mengejar target produksi migas berdasarkan potensi yang ada. “Kami juga menawarkan kepada KKKS sekiranya membutuhkan bantuan dari SKK Migas agar bisa mencapai target yang telah disepakati,” katanya, dikutip Minggu (19/9). Julius menjelaskan bahwa belum tercapainya target lifting migas nasional dari KKKS masih disebabkan oleh sejumlah persoalan yang kerap terjadi, seperti unplanned shutdown, kebocoran pipa, tertundanya kegiatan well service dan workover, penurunan produksi lebih cepat di beberapa sumur, serta jadwal onstream sejumlah proyek yang mundur.
Masifnya realisasi program kerja utama hulu migas, seperti pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan, dan upaya menjaga agar tidak terjadi unplanned shutdown pada sisa tahun ini pun diharapkan mampu meningkatkan capaian lifting migas nasional.
Wartsila Optimistis Indonesia Capai Netralitas Karbon pada 2060
JAKARTA, ID – Wartsila Energy menyatakan optimismenya bahwa Indonesia mampu mencapai target netralitas karbon pada tahun 2060. Namun, untuk mencapai hal tersebut perlu perencanaan yang matang dan sejak dini dilakukan. “Dekarbonisasi adalah proses bertahun-tahun yang menuntut perencanaan matang, namun target Indonesia menuju ekonomi netralitas karbon dapat dilakukan jika sektor energi sigap mengambil tindakan yang diperlukan saat ini dan beberapa dekade mendatang untuk mewujudkan masa depan netralitas karbon pada tahun 2060,” kata Febron Siregar, Direktur Sales, Indonesia, Wärtsilä Energy, di Jakarta, akhir pekan lalu. Disebutkan bahwa dengan kebutuhan listrik Indonesia yang naik 4% per tahun, pemodelan sistem energi dari Wärtsilä menunjukkan bahwa sistem energi terbarukan (yang didukung kapasitas fleksibel) dapat menjawab tantangan tersebut tanpa menambah biaya produksi listrik. Secara khusus, ketika menghitung perkiraan nilai ekonomi karbon (carbon pricing) dari Badan Energi Internasional (IEA), studi terkait menunjukkan biaya listrik rata-rata dalam skenario ‘Netralitas Karbon’ lebih rendah 23% dibanding skenario. ‘Business As Usual’ dari pemodelan yang tidak membatasi emisi. ((Yetede)
Ruang Besar Pertumbuhan Industri Coklat
BANDUNG- Managing Director Barry Callebaut Indonesia, Ciptadi Sukono, mengungkapkan bahwa mayoritas produk makanan dan minuman ringan di Indonesia menggunakan cokelat sebagai bahan bakunya. Setelah cokelat, bahan baku berikutnya yang mendominasi adalah keju di urutan kedua dan vanila di urutan ketiga. Meski mendominasi pasar, ucap dia, berdasarkan data Euromonitor yang dirilis pada Juli 2021, konsumsi cokelat masyarakat Indonesia ternyata tergolong rendah, yaitu hanya 0,3 kilogram per orang per tahun. Angka itu menempatkan Indonesia pada posisi keempat di dunia setelah Australia (5,1 kilogram), Singapura (1,1 kilogram), dan Malaysia (0,5 kilogram). "Masih terdapat ruang pertumbuhan aplikasi dan konsumsi cokelat di Indonesia. Volume produksi cokelat juga meningkat 3-4%," ucap Ciptadi, di dalam acara kunjungan di pabrik kako dan cokelat milik Barry Callebaut di Kabupaten Bandung dan kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Yetede)
PENGENDALIAN INFLASI, Narasi Piring Kosong
Piring kosong kembali mengemuka belakangan ini. Tak hanya jadi simbol memerangi kelaparan dan mengurangi sisa atau sampah makanan, piring kosong juga menjadi simbol meredam dampak kenaikan tingkat inflasi. Istilah itu pertama kali populer dalam KTT Ketahanan Pangan Dunia di Roma, Italia, Juni 2008. Sejumlah organisasi masyarakat mendatangi forum itu dengan membawa piring kosong, simbol hak atas pangan. Piring kosong itu juga simbol harapan, jangan sampai KTT menghasilkan kebijakan kosong bagi kaum marjinal. Pada 2020, Presiden China Xi Jinping menggunakan istilah piring kosong untuk mengatasi sampah makanan yang makin menggunung di China. Banyak media setempat dan internasional menyebut kebijakan itu sebagai ”kampanye piring kosong” atau ”operasi piring kosong” Xi Jinping.
”Setiap butir makanan di piring merupakan hasil kerja keras. Kita harus tetap menjaga rasa krisis tentang ketahanan pangan,” ujar Xi Jinping dalam pidato soal misi pengurangan sampah makanan di China (The Guardian, 12 Agustus 2020). Pada 6 Juli 2022, FAO membangun kembali narasi tentang kisah piring-piring kosong, ”A Tale of Empty Plates”. Narasi itu membungkus gerakan memerangi kelaparan dan bahaya rawan pangan akibat imbas pandemi Covid-19, konflik geopolitik, serta kenaikan harga pangan dan energi. Dalam narasi itu, FAO menyebutkan, pada 2021, sebanyak 828 juta orang di dunia menghadapi bahaya kelaparan. Jumlah itu tiga kali lipat dari populasi di Indonesia. Di Indonesia, 1,9 juta orang atau 0,7 % total populasi masuk dalam kategori keluarga rawan pangan. Setiap hari masih banyak orang yang tidak mendapat makanan cukup. Di sisi lain, masih banyak orang menganggap sepiring makanan itu kebanyakan sehingga menyisakan dan membuangnya. (Yoga)
KINERJA EMITEN LOGAM BERKILAU
Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik Rusia-Ukraina yang terus memanas, pergerakan harga emas sebagai safe haven terus berfluktuasi. Momentum tersebut diproyeksikan dapat mendorong kinerja emiten logam tetap terjaga hingga akhir tahun ini. PT Aneka Tambang Tbk., misalnya, menorehkan pertumbuhan nilai penjualan bersih sebesar Rp18,77 triliun pada semester I/2022, naik 8,6% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp17,28 triliun. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Elisabeth RT Siahaan optimistis kinerja perusahaan tetap terjaga hingga akhir tahun. Hal ini tercermin dari kinerja keuangan Antam pada paruh pertama tahun ini tumbuh Rp3,74 triliun atau 50% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,49 triliun. Kendati terjadi kenaikan biaya energi dan bahan baku, imbuhnya, laba kotor perusahaan mencapai Rp4,03 triliun atau tumbuh 27% year-on-year (YoY) dibandingkan dengan semester I/2021 sebesar Rp3,17 triliun. “Pada tahun ini, penjualan produksi emas Antam mencapai Rp12,28 triliun, menyusul volume penjualan logam emas sebesar 13,47 ton atau lebih tinggi ketimbang semester I/2021 sebesar 13,34 ton,” tuturnya Jumat, (16/9).
DIPLOMASI PERDAGANGAN RI Gagas Aliansi Produsen Bahan Baku Wahana Listrik
Indonesia mengupayakan kerja sama dengan negara-negara pemilik cadangan litium di Amerika Selatan. Indonesia berharap bisa membentuk jaringan penyedia bahan baku pokok kendaraan listrik. Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan I Gede Ngurah Swajaya mengatakan, kendaraan listrik selaras dengan agenda Indonesia. Di masa presindensi G20, Indonesia mendorong transisi energi. “Wujud agenda ini adalah produksi kendaraan listrik,” kata Swajaya, Jumat (16/9) di Jakarta. Indonesia memiliki cadangan nikel, timah, tembaga, dan bauksit yang dibutuhkan dalam produksi kendaraan listrik. Sementara lima negara Amerika Selatan punya 59,9 % cadangan litium global. ”Dalam industri kendaraan listrik, litium bahan vital,” katanya. Penjajakan kerja sama diantaranya lewat Indonesia-Latin America and the Caribbean Business Forum 2022 (INA-LAC 2022). Digelar sejak 2019, INA-LAC menjadi andalan diplomasi ekonomi Indonesia di Amerika Latin. Setelah digelar secara virtual pada 2020-2021, INA-LAC 2022 akan digelar secara hibrida pada 17-18 Oktober 2022 di Tangerang, Banten.
Di Amerika Selatan, cadangan litium utama ada di enam negara. Bolivia dan Argentina mempunyai 45 % cadangan terbukti litium global. Sementara Chile dan Meksiko punya 11 % dan 1,9 %. Adapun Brasil dan Peru punya masing-masing 1 %. Sementara AS dan Kanada punya masing-masing 10,3 % dan 3,3 %. Dengan demikian, hampir seluruh cadangan terbukti litium global ada di Benua Amerika. Anggota Kontak Masyarakat Sipil Indonesia-Afghanistan, Hamid Awaluddin, menyebut, litium salah satu alasan sejumlah pengusaha Indonesia berusaha berinvestasi di Afghanistan. Berdasarkan kajian Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), cadangan litium Afghanistan ditaksir lebih besar dibandingkan dengan gabungan cadangan Bolivia dan Argentina. (Yoga)
Gandum sebagai Bahan Baku, Apakah Bisa Tergantikan?
Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang atau Franky merogoh mangkuk berisi tumpukan untaian mi kering yang terbuat dari tepung sorgum di hadapannya, pertengahan minggu lalu. Ketika dipegang, mi dengan rona merah pucat itu sontak hancur dan melebur menjadi serpihan kecil menyerupai serbuk tepung. Franky mengibas sisa serbuk tepung yang menempel di jarinya. ”Saya pernah coba kasih ini ke burung peliharaan, dia tidak mau, langsung di-lepeh, dibuang lagi,” katanya sambil terkekeh. Mi kering yang dipegang Franky itu merupakan salah satu contoh produk pangan olahan sorgum yang sedang dipelajari di pusat laboratorium PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mi tersebut 100 persen terbuat dari tepung sorgum merah. Bahan baku biji sorgum mentah dikirimkan oleh Kementan baru-baru ini ketika wacana pengembangan sorgum sebagai alternatif bahan baku industri untuk menggantikan gandum kembali digaungkan pemerintah di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan ancaman krisis pangan.
Lantaran tidak memiliki campuran kandungan gluten dari tepung terigu yang berasal dari gandum, tingkat kepadatan dan kekenyalan mi sorgum jauh berbeda dengan mi yang beredar di pasaran pada umumnya. ”Baru dipegang saja hancur, apalagi kalau dimasukkan ke air panas untuk dimasak. Malah jadi bubur sorgum itu, bukan mi sorgum,” ujar Franky. Selain mi, produk olahan lain dari sorgum yang sedang diriset oleh Bogasari adalah makanan ringan berupa kue kering dan roti. Berbeda dengan mi sorgum, tingkat kepadatan, kerenyahan, tekstur, dan rasa kue kering dari sorgum tidak jauh berbeda dengan biskuit umumnya. Orang awam bisa saja ”tertipu” dan mengira biskuit itu terbuat dari tepung terigu, bukan sorgum. Herni Sutanto, Vice President Quality and Product Development PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari Flour Mills, mengatakan, untuk menghasilkan produk makanan ringan khas Indonesia yang umumnya diproduksi di level kecil dan menengah, tepung sorgum masih bisa digunakan 100 % untuk menggantikan tepung terigu. Namun, penggunaan 100 % tepung sorgum sulit diterapkan untuk produk makanan yang diproduksi dalam skala besar seperti mi instan atau produk tertentu seperti roti yang membutuhkan kandungan gluten agar bisa mengembang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









