;

MENGERUK CUAN EMITEN BATU BARA

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 07 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)
MENGERUK CUAN EMITEN BATU BARA

Pesona saham emiten-emiten batu bara makin berpendar di tengah momentum harga global komoditas tersebut yang menyentuh rekor tertinggi. Kantong laba yang makin jumbo serta valuasi saham yang kian atraktif pun membuat sejumlah emiten batu bara dinilai layak dilirik investor. Harga batu bara untuk kontrak Oktober 2022 di bursa ICE Newcastle, dibanderol seharga US$463,75 per ton pada akhir perdagangan Senin (5/9). Alhasil, batu bara berhasil melampaui level all-time-high sebelumnya US$446 per ton pada awal Maret 2022. Harga batu bara yang membara memicu momentum reli saham emiten-emiten sektor energi. Bursa Efek Indonesia mencatat, indeks IDX Sector Energy sudah terbang 81,83% sepanjang tahun berjalan 2022. Jika ditelisik, laju indeks berkapitalisasi pasar Rp960 triliun itu moncer lantaran didorong oleh lompatan harga saham emiten-emiten tambang batu bara. Daya dorong terbesar antara lain bersumber dari kenaikan harga saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) juga kembali naik daun dan menjadi posisi teratas dari sisi volume, nilai, dan frekuensi perdagangan beberapa hari terakhir. Antusiasme investor untuk melakukan trading saham BUMI mengangkat saham emiten Grup Bakrie itu dari level Rp67 pada akhir 2021 ke level Rp216 pada Selasa (6/9) atau meroket 222,38% year-to-date (YtD). Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. mengatakan prospek sektor energi terutama batu bara masih bagus hingga akhir tahun ini dengan proyeksi harga bertahan di kisaran US$400 per ton.


Tags :
#Batu Bara
Download Aplikasi Labirin :