;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Zona Gempa dan Rumah Tahan Gempa

24 Nov 2022

Gempa bumi M 5,6 yang mengguncang Cianjur dan Sukabumi, Jabar, pada Senin (21/11) dan menewaskan ratusan orang, bukanlah yang pertama dan bisa berulang. Bencana kali ini harus menjadi pelajaran memperkuat mitigasi agar gempa berikutnya tak menelan korban jiwa. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa M 5,6 kali ini berada 10 km barat daya Kabupaten Cianjur dan 15 km timur laut Kota Sukabumi. Hiposenter gempa 10,152 km di bawah tanah. Catatan sejarah menunjukkan Kabupaten Cianjur Sukabumi, yang dilalui sesar darat Cimandiri, berulang kali dilanda gempa. Gempa kali ini pun bukan terkuat yang bisa terjadi di jalur sesar ini. Laporan Supartoyo dan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dalam ”Katalog Gempa Bumi Merusak di Indonesia 1612-2014” menyebutkan, pada 10 Oktober 1834 terjadi gempa yang merusak bangunan dan memicu retakan jalan Bogor-Cianjur. Diperkirakan intensitas guncangannya mencapai VIII-IX modified mercalli intensity (MMI). Setelah kemerdekaan Indonesia, gempa bumi juga berulang kali melanda Cianjur-Sukabumi, pada 2 November 1969 (M 5,4), 26 November 1973 (M 4,3), dan 10 Februari 1982 (M 5,5).

Gempa bumi berkekuatan M 5,1 terjadi pada 12 Juli 2000. Supartoyo melaporkan, di Sukabumi 35 orang mengalami luka-luka, 365 bangunan rusak berat, dan 633 bangunan rusak ringan. Gempa juga menyebabkan kerusakan RS Cibadak. Rangkaian gempa di Cianjur-Sukabumi ini pada umumnya berkekuatan skala menengah. Bahaya gempa bumi yang sumbernya sesar darat bukan hanya kekuatannya, juga kedekatan sumber gempa dengan permukiman. Sekalipun kekuatannya relatif kecil, pusat gempa yang dangkal membuat efek guncangannya lebih kuat. Berdasarkan rekaman intensity meter BMKG, gempa di Cianjur-Sukabumi ini memiliki getaran terkuat VII dalam skala MMI, lebih kecil dibandingkan intensitas gempa pada 1834, sebagaimana dilaporkan Supartoyo. Skala MMI ini merekam efek guncangan gempa di tanah yang bisa direspons bangunan. Selain dipengaruhi kekuatan gempa dan kedalamannya, juga jalur penjalaran gelombang dan kondisi tanah setempat.

Risiko gempa bumi di jalur Cianjur-Sukabumi sebenarnya telah disadari sejak zaman Belanda. Menurut kesaksian astronom sepuh Bambang Hidayat (88), Belanda dulu melarang masyarakat di Cianjur dan Sukabumi membangun rumah tembok serta merekomendasikan penggunaan bahan kayu dan bambu. Di kawasan Cugenang, yang dalam gempa kali ini mengalami longsor dan banyak menelan korban jiwa, keberadaan hunian tidak diperbolehkan. Bambang yang pernah menjadi Kepala Observatorium Bosscha dan Guru Besar Departemen Astronomi ITB mengatakan, larangan itu kemungkinan terkait dengan keberulangan gempa. Setelah kemerdekaan, larangan membangun rumah tembok dianggap sebagai politik Belanda untuk merendahkan martabat masyarakat Indonesia. Bangunan tembok dianggap simbol kemakmuran, sebaliknya rumah kayu dan bambu simbol ketertinggalan. Padahal, rumah tembok lebih rentan terhadap guncangan gempa, sekalipun bisa direkayasa agar tahan gempa. Sementara itu, secara tradisional, masyarakat Indonesia sebenarnya telah memiliki kemampuan membangun rumah kayu dan bambu yang tahan gempa. (Yoga)


Nilai Ekonomi Padi dan Kopi Hilang Rp 42 Triliun

24 Nov 2022

Dampak perubahan iklim membuat lahan pertanian tidak dapat ditanami kopi dan beras sehingga mengganggu kebutuhan masyarakat Indonesia. Perubahan iklim juga berpotensi menghilangkan nilai  ekonomi komoditas beras dan kopi hingga lebih dari Rp 42 triliun per tahun. Demikian rangkuman hasil penelitian skala nasional terbaru bertajuk ”Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektor Pertanian Indonesia: Fokus Komoditas Padi dan Kopi”. Penelitian dilakukan oleh Edvin Aldrian dan Elza Surmaini,  tim pakar iklim dan meteorologi BRIN serta beberapa tim lainnya. Penelitian itu mengungkap, perubahan iklim akan mengurangi produktivitas komoditas kopi dan beras. Hasil penelitian menemukan bahwa Indonesia dapat kehilangan nilai ekonomi produksi padi rata-rata Rp 42,4 triliun per tahun pada 2051-2080. Kehilangan ini bahkan akan meningkat menjadi Rp 56,45 triliun per tahun pada 2081-2100. Kerugian serupa juga ditemukan akibat kehilangan nilai ekonomi produksi kopi arabika sebesar rata-rata Rp 3,9 triliun per tahun pada 2051-2080. Kehilangan diproyeksikan akan kembali meningkat sebesar Rp 6,8 triliun per tahun pada 2081-2100.

”Ini merupakan masalah serius yang harus diatasi sesegera mungkin sebelum dampaknya memunculkan efek domino yang lebih buruk di masa depan,” ujar Edvin yang juga Wakil Ketua Kelompok Kerja I Panel Antar pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) dalam siaran pers, Rabu (23/11). Laporan itu juga menunjukkan, 63-100 % lahan yang saat ini dapat ditanami kopi arabika tidak akan lagi sesuai untuk budidaya. Sementara produktivitas padi nasional turun hingga 8 juta ton pada 2100 atau setara  kebutuhan beras untuk 42 juta jiwa. Gangguan untuk menanam kopi arabika terjadi akibat panjang bulan kering yang penting dalam proses pembentukan bunga. Sementara dampak perubahan iklim terhadap lahan persawahan terjadi karena meningkatnya kadar garam atau salinitas akibat kenaikan muka air laut yang sudah dipastikan menurunkan produksi beras. Kajian ini menggunakan dua skenario kenaikan muka air laut untuk menghitung dampaknya terhadap produktivitas beras di Indonesia. Hasilnya, berkurangnya lahan sawah akan menurunkan produksi beras sebesar 3,5 juta ton tahun 2100 atau setara pemenuhan konsumsi beras 17,7 juta orang. (Yoga)


Dua Dekade, Blok Masela Seperti Menunggu Godot

24 Nov 2022

Proyek Gas Abadi Blok Masela bak menunggu godot alias menunggu sesuatu yang tak jelas. Nasib proyek yang bergulir sejak lebih dari dua dekade, hingga kini masih kabur. Perebutan hak partisipasi (PI) atau saham Blok Masela justru tampak lebih dominan ketimbang kemajuan pengembangan blok gas jumbo itu. Sederet kontraktor migas kakap mulai bermunculan untuk meminang 35% PI Blok Masela milik Royal Dutch Shell. Selain Shell asal Belanda itu, kini Inpex Corporation tercatat sebagai pemilik 65% mayoritas PI Blok Masela. Sejauh ini Pertamina, Medco Energi, Petronas dan ExxonMobil turut mengincar 35% PI blok migas yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku tersebut. Kabar terbaru, raksasa migas asal China, PetroChina Company Ltd, juga melirik Blok Masela. "PetroChina juga termasuk yang berminat," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Nusa Dua Bali, Rabu (23/11). Direktur eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, plan of development (POD) proyek Blok Masela berkali-kali diubah, dan memicu mundurnya Shell dari proyek Blok Masela. Blok Masela juga membutuhkan dana pengembangan yang besar. Kondisi ini menyebabkan Inpex kesulitan mencari mitra penggantinya.


TARGET NET ZERO EMISSION : INDUSTRI MIGAS PERLU DIVERSIFIKASI

24 Nov 2022

Pemerintah meminta perusahaan hulu minyak dan gas bumi melakukan diversifikasi dalam operasionalnya agar bisa menyelaraskan kegiatannya dengan upaya transisi energi yang menargetkan net zero emission pada 2060. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang transisi energi dan upaya mengurangi emisi karbon menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan hulu minyak dan gas bumi atau migas. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan berdasarkan laporan Emission Gap yang dikeluarkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), total emisi pada 2021 mencapai 52,8 giga ton CO2. Dari jumlah tersebut, energi fosil, termasuk migas menyumbang sebesar 37,9 giga ton CO2 atau sekitar 72% dari keseluruhan emisi. Hal itu membuat sejumlah lembaga pendanaan global menghentikan pembiayaan untuk proyek eksplorasi dan eksploitasi migas baru, dan beralih mendanai proyek energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, lanjut dia, perusahaan migas harus melakukan diversifikasi operasi dengan memperbesar investasi di luar bisnis utamanya, terutama di sektor energi yang lebih hijau.

Batas Harga Gas Eropa Terlalu Tinggi Bagi Sebagian Negara

24 Nov 2022

ATHENA, ID - Beberapa negara anggota Uni Eropa (UE) dilaporkan tidak senang dengan batas harga gas alam yang diusulkan sebesar 275 euro per megawatt jam (Mwh). Pembatasan harga yang bertujuan untuk mencegah tagihan biaya setinggi langit bagi konsumen itu dinilai terlalu tinggi bagi sebagian negara. UE memperkenalkan pembatasan harga gas itu, walaupun sangat kontroversial, untuk mengatasi krisis energi akut menyusul invasi Rusia ke Ukraina sejak akhir Februari 2022. Para pemimpin dari 27 negara anggota UE sudah memberikan dukungan politik terhadap gagasan tersebut pada akhir Oktober 2022. Menyusul negosiasi selama beberapa bulan. Namun, beberapa negara menuntut perlindungan konkret sebelum menyetujui proposal tersebut. Sementara yang lain mengatakan batas harganya terlalu tinggi. “Batas harga pada tingkat yang diusulkan oleh komisi (Eropa) sebenarnya bukan batas harga,” ujar Kostas Skrekas, menteri lingkungan dan energi Yunani, kepada CNBC pada Selasa (22/11/2022) waktu setempat, beberapa jam setelah usulan harga batas atas itu ditetapkan oleh Komisi Eropa. Skrekas menjelaskan bahwa batasan harga 275 euro bukan lah batasan harga yang diharapkan. (Yetede)

Rekomendasi Beli ke Saham Batu Bara Paling Dominan

23 Nov 2022

JAKARTA, ID – Rekomentasi beli (buy) terhadap saham-saham emiten batu bara mendominasi saran para analias kepada investor untuk beberapa waktu ke depan. Kenaikan harga saham emiten emas hitam ini diperkirakan masih akan berlanjut bahkan hingga tahun depan. Di antara saham emiten batu bara yang disebut bakal tetap mencetak gain adalah ITMG, ADRO, HRUM, PTBA, dan BUMI. Langkah transisi menuju energi bersih masyarakat dunia dengan mengurangi konsumsi batu baru hingga nol pada 2040 untuk beberapa negara belum berdampak signifikan terhadap harga komoditas ini. Ketegangan geopoplitik akibat perang Rusia-Ukraina yang mengganggu rantai pasok, membuat harga komoditas-komoditas energi dunia, termasuk batu bara, tetap tinggi. Terlebih, musim dingin segera tiba. Dari 15 rekomendarsi yang diberikan oleh enam sekuritas atas lima saham emiten baru bara, rekomentasi buy on weakness tercatat sebanyak delapan, speculative buy (1), buy (4), hold (2), dan tak ada rekomentasi sell. Keenam sekuritas itu adalah MNC Sekuritas, Ciptadana Sekuritas Asia, Sucor Sekuritas, CGS CIMB Sekuritas Indonesia, Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan Ekuator Swarna Investama. (Yetede)

Terhambat Evakuasi dan Bantuan

23 Nov 2022

JAKARTA-Hamdan, 40 tahun, sepanjang hari berjibaku membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan rumah yang ambruk akibat gempa, Jawa Barat, bermagnitudo 5,6 tersebut. Sebagai Ketua Rukun Tetangga (RT) 04 di Desa Cibereum, Cianjur, Jawa Barat, Hamdan merasa bertanggung jawab terhadap warga-warganya yang masih tertimbun tanah dan belum mendapat pertolongan, "Kami temukan 13 jenazah yang tertimbun dan diperkirakan masih banyak lagi," kata dia ketika ditemui pada Selasa, 22, November 2022. Hamdan menceritakan, yang yang berlangsung siang bolong pada Senin lalu itu merobohkan sedikitnya 50 rumah di kampungnya. Dari jumlah tersebut, terdapat enam titik kawasan terparah. Ketika gempa berlangsung, masyarakat mendengar deru dan dentuman keras, diiringi bumi yang bergoyang. Lalu ribuan bangunan runtuh seketika. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 6.570 rumah rusak berat dan mengakibatkan 58.362 warga mengungsi. Jumlah korban juga terus bertambah dari 162 jiwa kini menjadi 268 jiwa, (Yetede)

Kalah dalam Sengketa Bisa Hambat Hilirisasi

23 Nov 2022

Hilirisasi nikel nasional bisa terhambat jika Indonesia kalah dalam kasus sengketa nikel di Organisasi PerdaganganDunia (WTO). Direktur Eksekutif Next Policy sekaligus ekonom dari UI, Fithra Faisal Hastiadi, Selasa (22/11) berpendapat, Indonesia saat ini sangat membutuhkan nikel untuk menopang program Pengembangan Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi dan industri baja tahan karat. Jika kalah dalam sengketa itu, program tersebut bisa terganggu dan terhambat, sementara pertumbuhan industri baja tahan karat bakal melambat. Maka, dalam pengajuan banding, Indonesia harus memiliki alasan dan bukti kuat, nikel dibutuhkan di dalam negeri untuk menopang industri nasional dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Indonesia juga perlu memberikan bukti kuat jika menggunakan argumen keterbatasan cadangan nikel. Indonesia, masih punya cukup waktu menyiapkan materi banding mengingat Badan Banding (AB) WTO masih vakum, lantaran AS memblokir penunjukan hakim baru sejak 2019. ”Jika tetap kalah dalam banding di AB WTO, RI dapat mencari peluang dan solusi lain melalui perundingan Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Indonesia bisa meminta Uni Eropa (UE) berinvestasi di sektor pengolahan nikel atau produk-produk berbahan baku nikel di Indonesia,” ujarnya ketika dihubungi dari Jakarta.

Senin lalu, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan, Indonesia kalah melawan UE di Badan Penyelesaian Sengketa (DSB) WTO terkait larangan ekspor nikel yang dilakukan Indonesia sejak 2020. Dalam laporan final putusanpanel WTO atas sengketa nomor DS 592 pada 17 Oktober 2022, kebijakan larangan ekspor nikel serta kewajiban pengolahan dan pemurnian nikel RI melanggar ketentuan WTO Pasal XI.1 GATT 1994. Panel WTO juga menolak pembelaan yang diajukan RI terkait keterbatasan jumlah cadangan nikel nasional dan pelaksanaan tata kelola penambangan berbasis lingkungan. Namun, menurut Arifin, keputusan itu belum berkekuatan hukum tetap sehingga Indonesia bisa mengajukan banding. Indonesia juga tetap akan berupaya mempertahankan hilirisasi nikel (Kompas, 22/11). Kemendag berpendapat serupa. Meski enggan menginformasikan rencana dan materi banding, Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menyatakan Indonesia masih dapat menyampaikan keberatan atas putusan DSB itu. (Yoga)


Telepon, G20, dan Pangan

23 Nov 2022

Dunia boleh sedikit merasa lega. ”Hunger games” Rusia berhasil kembali dihentikan sementara. Melalui telepon, Prakarsa Butir Laut Hitam atau Black Sea Grain Initiative diperpanjang 120 hari ke depan sejak 19 November 2022. Pada 17 November 2022, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin. Salah satu hasil dari percakapan jarak jauh itu adalah Rusia sepakat memperpanjang prakarsa ekspor biji-bijian dan bahan pangan serta transportasi aman dari Pelabuhan Ukraina. Rusia dan Ukraina menandatangani Black Sea Grain Initiative pada 22 Juli 2022 atas peran Turki dan PBB. Sejak ditandatangani pada 22 Juli 2022 dan berakhir pada 18 November 2022, prakarsa itu berhasil menjadi pijakan pengiriman sekitar 11,2 juta ton bahan pangan, termasuk gandum, dari tiga pelabuhan di Ukraina. Program Pangan Dunia PBB (WFP) juga mengabarkan 300.000 ton pupuk Rusia mulai bergulir ke sejumlah negara. Kedua upaya positif itu akan menurunkan harga pangan dan pupuk serta menghindarkan dari krisis pangan global. ”Pembaruan Black Sea Grain Initiative merupakan kabar baik bagi ketahanan pangan global dan negara berkembang. Hal itu menjadi ”suar harapan” serta bukti capaian kepemimpinan dan multilateralisme, bahkan di tengah perang” cuit Sekjen Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) Rebeca Grynspan.

Pembaruan Black Sea Grain Initiative itu terjadi sehari setelah berakhirnya KTT G20 di Bali, Indonesia,16 November 2022. Namun, Presiden RI Jokowi sudah mendapat ”bocoran” terkait hal itu saat berkomunikasi dengan Putin, 2 November 2022. Kantor berita Rusia, TASS, melaporkan, dalam pembicaraan itu, Putin menyampaikan kesiapan Rusia memasok gandum dalam jumlah signifikan ke negara-negara miskin tanpa ongkos sebagai bantuan kemanusiaan. Putin memaparkan sejumlah pendekatan fundamental Rusia untuk mengimplementasikan kesepakatan paket Istanbul. Hal itu berkenaan dengan ekspor gandum Ukraina dari pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam serta melepas ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar global (Kompas, 2/11). Telepon Erdogan cukup ”sakti” dalam mengatasi persoalan pangan dan pupuk terkini. Pada saat hampir bersamaan, presidensi G20 Indonesia juga mampu melahirkan Deklarasi Bali. Deklarasi itu memuat sejumlah langkah krusial di sektor perdagangan pangan dan pupuk hari ini hingga ke depan. Deklarasi itu tidak hanya memuat pernyataan sikap dan dukungan terhadap sejumlah inisiatif penyelesaian konflik Rusia-Ukraina dan dampaknya, juga komitmen dan aksi nyata mengatasi persoalan pangan global. Salah satu poinnya adalah meningkatkan prediktabilitas pasar, meminimalkan distorsi, meningkatkan kepercayaan bisnis, serta memperlancar rantai pasok perdagangan pangan dan pupuk. (Yoga)


Angkutan Batubara di Jambi Distop Sementara

23 Nov 2022

Polda Jambi akhirnya menutup sementara akses angkutan batubara melintasi jalan umum. Penutupan berlangsung sampai kemacetan mereda dan jalan yang rusak selesai diperbaiki. Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Dhafi, Selasa (22/11), mengatakan, larangan berlaku bagi angkutan yang melintasi jalur rawan kemacetan di Jalan Sarolangun-Jambi. Truk tidak dibolehkan keluar dari mulut tambang sampai ada informasi lebih lanjut. (Yoga)