Lingkungan Hidup
( 5820 )Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp 1 Juta Per Gram
Harga emas logam mulia Antam berhasil menembus level Rp 1 juta per gram. Pamor dollar Amerika Serikat (AS) yang memudar seiring dengan rencana The Federal Reserve (Fed) untuk mengerem kenaikan suku bunga membuat emas diburu lagi.
Jumat (2/12), harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam) naik Rp 13.000 per gram jadi Rp 1.004.000 per gram. Level harga ini menjadi tertinggi sejak 14 Maret 2022.
Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, harga emas kembali naik karena dollar AS terus melemah. Pamor dollar AS perlahan turun karena prospek kenaikan suku bunga Fed sudah mulai menurun. Pada rapat The Fed Desember ini, bank sentral AS diperkirakan tak lagi agresif menaikkan suku bunga.
PENGHILIRAN MINERAL : Indonesia Siap Kuasai Produksi Baterai EV
Kekayaan sumber daya mineral yang ada di Tanah Air membuat pemerintah percaya diri Indonesia bakal menguasai produksi baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di dunia.Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa Indonesia memiliki cadangan tembaga, nikel, bauksit, dan timah yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan baterai kendaraan listrik. Hal itu bisa menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk menguasai produksi baterai EV.“Saya pernah hitung-hitung 60% nanti produksi baterai EV dunia itu ada di Indonesia, percaya saya,” katanya dalam Rapimnas Kadin Indonesia, Jumat (2/12).
Saat ini, produksi sumber daya mineral yang dibutuhkan untuk kendaraan listrik masih tersebar, seperti nikel ada di Morowali dan Weda Bay, tembaga di Papua dan Sumbawa, bauksit di Kalimantan Barat dan Bintan, serta timah di Bangka Belitung.
Jokowi melanjutkan bahwa apabila ekosistem besar tersebut telah terbangun, nantinya Indonesia akan menjadi tujuan investasi utama bagi para produsen kendaraan listrik.
Pengusaha Daerah Minta Dilibatkan dalam Hilirisasi
JAKARTA, ID – Pengusaha daerah meminta dilibatkan dalam program hilirisasi mineral yang terus dikembangkan pemerintah. Proyek ratusan triliun rupiah yang menciptakan nilai tambah tinggi ini perlu dijadikan momentum untuk mendorong putera daerah naik kelas menjadi pengusaha berskala nasional. Indonesia dinilai sukses membangun proyek hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi. Program serupa akan dikembangkan pula pada mineral penting yang lain, seperti tembaga yang banyak terdapat di Papua, timah di Bangka Belitung, serta bauksit di Kalimantan Barat dan Bintan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan, hilirisasi mineral akan menciptakan nilai tambah tinggi di dalam negeri. Hilirisasi penting, seperti nikel yang menghasilkan nilai tambah berlipat. Dulu ekspor mentah hanya US$ 1,1 miliar atau kira-kira Rp 18 triliun (tahun 2016). Sekarang nilai ekspor sudah lebih dari Rp 320-an triliun atau melonjak 18 kali. “Padahal, itu hanya dari nikel mentah ke stainless steel, belum jadi baterai electric vehicle (EV) untuk mobil atau pesawat, yang nanti industrinya di sini,” kata Kepala Negara saat membuka Rapimnas Kadin Indonesia 2022 di Jakarta, Jumat (2/12/2022). (Yetede)
Dwi Soetjipto Diprediksi Kembali Pimpin SKK Migas
JAKARTA, ID – Dwi Soetjipto diprediksi akan kembali memimpin Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Sedianya, masa tugas mantan dirut Pertamina ini berakhir pada 30 November kemarin, setelah menjabat selama 4 tahun di SKK Migas. Saat ini pemerintah masih memproses perihal tersebut. Menteri ESDM Arifin Tasrif tidak menyangkal atau mengiyakan adanya perpanjangan masa jabatan Dwi Soejipto sebagai Kepala SKK Migas. “Masih dalam proses. Kepastiannya segera,” kata Arifin di Jakarta, Jumat (2/12). Ketika ditegaskan kembali apakah akan ada perpanjangan masa jabatan, Arifin pun hanya tersenyum. Menurut beberapa sumber, kemungkinan besar Dwi masih dipercaya untuk memimpin SKK Migas. Pasalnya, meski masa jabatan telah berakhir pada 30 November, hingga kini pemerintah belum menunjuk penggantinya. Selain itu, tidak ada nama-nama kandidat yang beredar menjelang pergantian, bahkan hingga saat ini. (Yetede)
GEMPA CIANJUR Bantuan Rumah Rusak Terealisasi Pekan Depan
Pemkab Cianjur, Jabar, menargetkan bantuan dari pemerintah pusat untuk rumah rusak terdampak gempa mulai terealisasi Senin (5/12). Pemkab menyiapkan sejumlah mekanisme pencairan bantuan untuk penyintas. Hingga Kamis (1/12) sore, survei BNPB mencatat jumlah rumah rusak akibat gempa 24.107 unit. Sebanyak 5.631 di antaranya rusak berat, 7.273 rumah rusak sedang, dan 11.203 rumah rusak ringan. ”Saya sudah tanda tangani SK (surat keputusan) dan saya langsung usulkan kepada BNPB yang diteruskan ke Kemenkeu. Hari Senin sudah bisa direalisasikan, mudah-mudahan,” ujar Bupati Cianjur Herman Suherman. Jumlah rumah yang rusak itu belum final karena pendataan masih berjalan. Jumlah bantuan yang diberikan disesuaikan tingkat kerusakannya. Untuk rumah rusak ringan diberi bantuan Rp 10 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak berat Rp 50 juta. Bantuan bagi rumah terdampak berasal dari pemerintah pusat. Warga yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang mendapatkan uang.
Sementara penyaluran bantuan rumah rusak berat terbagi dua mekanisme. Bagi warga yang mampu, pemerintah akan memberikan uang Rp 50 juta sebagai stimulan membangun rumahnya. Sementara penyintas yang berpenghasilan rendah akan dibuatkan rumah layak huni tipe 36 dan antigempa. Pemkab juga masih mengkaji rencana relokasi bagi warga yang daerahnya hancur. Menurut rencana, warga yang direlokasi berasal dari Sarampad, Cijedil, dan Cicadas. Ada tiga lokasi yang diusulkan menjadi daerah relokasi, yaitu kecamatan Cilaku, Mande, dan Pacet. Daerah di Cilaku, tepatnya di Desa Sirnagalih, seluas 2,5 hektar, Mande 4 ha, dan Pacet 10 ha. Mendagri Tito Karnavian mengeluarkan surat edaran tentang Bantuan Keuangan kepada Pemkab Cianjur dalam Rangka Penanganan Masyarakat Terdampak Bencana Alam. Gubernur, bupati, dan wali kota diharapkan memberikan bantuan keuangan kepada Pemkab Cianjur dari APBD sesuai kemampuan keuangan daerah, tertuang dalam surat edaran No 900.1.1/8479/SJ yang dikeluarkan Senin (28/11). Surat ditujukan kepada semua gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia. (Yoga)
Dampak BBM pada Inflasi Berlanjut
Kenaikan harga BBM dan tingginya harga bahan pangan impor masih memengaruhi inflasi nasional. Dampak lanjutan kenaikan harga BBM bahkan sudah terjadi di sektor pertanian, berimplikasi pada kenaikan harga beras dan biaya produksi. BPS, Kamis (1/12) merilis, tingkat inflasi pada November 2022 sebesar 0,9 % secara bulanan, 5,42 % secara tahunan, dan 4,82 % secara tahun kalender. Adapun inflasi inti 0,15 % secara bulanan dan 3,3 % secara tahunan. Secara umum, penyumbang utama inflasi bulanan, antara lain, telur ayam ras (0,02 %) serta beras, tahu, dan tempe masing-masing 0,01 %. Kontributor utama inflasi tahunan adalah bensin (1,15 %), bahan bakar rumah tangga (0,31 %), tarif angkutan udara (0,3 %), dan beras (0,13 %). Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan, penyesuaian harga BBM memang jadi pemicu utama kenaikan inflasi, terlebih di kelompok pengeluaran transportasi.
Dampak lanjutan (second-round effects) sudah mulai terjadi di sejumlah sektor, terutama pertanian. Hal itu tecermin dalam harga beras dan biaya produksi pertanian. Empat bulan terakhir, kenaikan harga beras tak hanya dipengaruhi oleh penurunan produksi jelang akhir tahun, tetapi juga penyesuaian harga BBM. Imbas kenaikan harga BBM juga terindikasi dari nilai tukar usaha petani (NTUP). NTUP November 2022 sebesar 107,25 atau naik 0,46 % secara bulanan. Kenaikan itu ditopang oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani serta kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) seiring kenaikan ongkos angkut, pupuk, dan upah buruh tani. Selain penyesuaian harga BBM, bahan pangan impor juga memengaruhi inflasi. Kedelai impor, misalnya. Kendati turun, harga kedelai global masih lebih tinggi dibanding tahun lalu. Pelemahan rupiah juga turut memengaruhi pembentukan harganya di dalam negeri. Hal itu menyebabkan harga produk turunan kedelai, seperti tahu dan tempe, naik dalam tiga bulan terakhir. Jika dilihat secara tahunan, harga tahu naik 12,43 % dan tempe 13,56 %. (Yoga)
Pasokan Beras Makin Seret
Pergerakan harga beras yang berpengaruh pada inflasi beberapa bulan terakhir menandakan kebutuhan menambah stok yang dikelola Perum Bulog untuk mengintervensi pasar makin mendesak. Pedagang berharap tambahan pasokan bulan ini, termasuk lewat impor, untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. BPS, Kamis (1/12) merilis, rata-rata harga beras per November 2022 mencapai Rp 11.877 per kg, meningkat dari bulan sebelumnya Rp 11.837 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun jelang akhir tahun. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid memperkirakan, aliran beras ke pedagang-pedagang di pasar induk menurun lebih dari 50 %. Realisasi permintaan beras ke Bulog juga belum optimal. Padahal, PIBC merupakan salah satu barome ter beras nasional. ”Kami sangat membutuhkan beras impor. Tak perlu ada kisruh-kisruh (untuk merealisasikannya),” ujarnya, Kamis (1/12).
Keterbukaan pemerintah terhadap rencana hingga realisasi impor, menurut Zulkifli, secara psikologis akan berdampak pada penurunan harga beras di pasar. Dia berharap, beras impor bisa sampai di Indonesia pertengahan Desember 2022, paling lambat sepekan sebelum akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor di Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. Menurut Bayu, pergerakan inflasi dan harga beras itu menandakan daya beli masyarakat tertekan, khususnya pada kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan. Pada musim paceklik, petani pun jadi konsumen dan berada di kelompok tersebut. (Yoga)
Harga Batubara 281,48 Dollar AS Per Ton
Harga batubara acuan untuk Desember 2022 turun menjadi 281,48 USD per ton. Pada November 2022, harga batubara ditetapkan 308,2 USD per ton. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, Kamis (1/12) penurunan harga dipengaruhi turunnya permintaan dari China. Selain itu, India disebutkan tengah menurunkan kapasitas pembangkit listrik tenaga uap. Pada Oktober lalu, harga batubara mencapai 330,97 USD per ton. (Yoga)
Inflasi November 2022 Didominasi Transportasi
Pergerakan harga beras yang berpengaruh pada inflasi beberapa bulan terakhir menandakan kebutuhan menambah stok yang dikelola Perum Bulog untuk mengintervensi pasar makin mendesak. Pedagang berharap tambahan pasokan bulan ini, termasuk lewat impor, untuk mengendalikan harga beras di tingkat konsumen. BPS, Kamis (1/12) merilis, rata-rata harga beras per November 2022 mencapai Rp 11.877 per kg, meningkat dari bulan sebelumnya Rp 11.837 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun jelang akhir tahun. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid memperkirakan, aliran beras ke pedagang-pedagang di pasar induk menurun lebih dari 50 %. Realisasi permintaan beras ke Bulog juga belum optimal. Padahal, PIBC merupakan salah satu barome ter beras nasional. ”Kami sangat membutuhkan beras impor. Tak perlu ada kisruh-kisruh (untuk merealisasikannya),” ujarnya, Kamis (1/12).
Keterbukaan pemerintah terhadap rencana hingga realisasi impor, menurut Zulkifli, secara psikologis akan berdampak pada penurunan harga beras di pasar. Dia berharap, beras impor bisa sampai di Indonesia pertengahan Desember 2022, paling lambat sepekan sebelum akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor di Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. Menurut Bayu, pergerakan inflasi dan harga beras itu menandakan daya beli masyarakat tertekan, khususnya pada kelompok dengan pengeluaran terbesar untuk kebutuhan pangan. Pada musim paceklik, petani pun jadi konsumen dan berada di kelompok tersebut. (Yoga)
Menagih Janji di Kementerian Pertanian
JAKARTA-Dalam sepekan terakhir, Bulog hanya bisa menyerap 35 ribu ton beras. Jumlah tersebut jauh dari komitmen Kementerian Pertanian yang berjanji memasok 600 ribu ton beras kepada Bulog. "Stok saat ini mencapai 553 ribu ton," ujar Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan Bulog, Tomi WIjaya kemarin. Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso alias Buwas, mengatakan cadangan perseroan beras menipis lantaran terus disalurrkan ke program ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Akibat persoalan ini, diskusi soal penyediaan pasokan beras sempat alot dalam rapat bersama DPR pekan lalu. Kementerian Pertanianpun mulai kembali berkomitmen memasok beras untuk Bulog dalam waktu sepekan. Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Bambang Pamudji, pun mengingatkan bahwa penyediaan beras sebanyak 600 ribu ton dapat dilakukan dari penggilingan dan UMKM. "Strategi yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan dinas pertanian, pelaku usaha, serta Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia," tuturnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









