Aneh, Data Pangan Bermasalah
Setiap kali ada rencana impor
beras, kita selalu ribut soal data.
Kita bingung dengan data yang
ada. Di sisi lain, rencana impor
beras itu sendiri memang aneh.
Harian Kompas (25/11/2022) mengabarkan, realisasi impor
beras untuk cadangan pangan yang dikelola Perum Bulog
masih menanti realisasi komitmen pengadaan dalam negeri
dari Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI sebelumnya, Kementan
menyatakan menyanggupi pengadaan beras domestik sebanyak 600.000 ton dalam enam hari.
Apabila tidak tercapai, data yang diyakini Kementan yang
menunjukkan surplus produksi hingga jutaan ton dinilai tidak
valid. Perum Bulog mengatakan, realisasi impor akan menunggu hasil realisasi komitmen tersebut. Jika pengadaan
tercapai, mereka akan melepas rencana impor yang sudah
disiapkan.
Kontroversi seperti ini sering terjadi, bukan kali ini saja.
Karena itu, masalah ini menjadi sesuatu yang aneh. Sesama
lembaga pemerintah dan juga badan usaha pemerintah tidak
memiliki kesamaan pandangan tentang problem strategis,
yakni pangan. (Yetede)
Postingan Terkait
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023