Lingkungan Hidup
( 5820 )OPEC+ Sepakat Kurangi Produksi Minyak
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama negara mitra sepakat memangkas produksi minyak hingga akhir tahun 2023. Langkah ini dilakukan karena merosotnya harga minyak dunia, terutama setelah sanksi dari Uni Eropa, G7, dan Australia berlaku per Senin (5/12/2022). Setiap anggota dan mitra hanya memproduksi 2 juta barel per hari hingga akhir 2023. (Yoga)
Ekspor Olahan Nikel Sultra Capai Rp 71 Triliun
Nilai ekspor besi dan baja Sulawesi Tenggara, terutama dari pengolahan nikel, sepanjang Januari-Oktober 2022, mencapai 4,7 miliar USD atau Rp 71 triliun. Meski terus naik, ekspor olahan nikel dinilai belum berpengaruh besar terhadap ekonomi daerah dan masyarakat. Data BPS Sultra, periode Januari hingga Oktober 2022 menunjukkan, total ekspor Sultra 4,8 miliar USD. Adapun total volume ekspor mencapai 2,2 juta ton. Nilai dan volume ini meningkat masing-masing 36 % dan 24 % dibandingkan periode sama tahun 2021. Sebanyak 99,53 % atau 4,7 miliar USD (Rp 71 triliun) berasal ekspor fero nikel (feNi), nickle pig iron (NPI), dan baja tahan karat yang diproduksi sejumlah pabrik peleburan (smelter) nikel di wilayah ini.
Adapun 1 % lainnya adalah komoditas ikan, udang, dan olahan daging. Saat ini, ada tiga smelter nikel di Sultra, yakni PT Aneka Tambang (Tbk) di Kabupaten Kolaka dan Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) serta PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. PT DNI dan PT OSS merupakan investasi asing asal China. Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sultra Siti Saleha mengungkapkan, ekspor Sultra memang terus didominasi bidang pertambangan. ”Yang paling besar itu memang bidang pertambangan, khususnya pengolahan nikel. Setelahnya baru sektor kelautan dan perikanan, yaitu udang, ikan, dan olahan lainnya. Persentasenya sangat timpang,” kata Saleha, di Kendari, Senin (5/12/2022). (Yoga)
BNPB: 1.979 Juta Jiwa Mengungsi Akibat Awan Panas Semeru
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah adanya luncuran awan panas guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jatim, Minggu (4/122). Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merinci 11 titik pengungsian itu meliputi 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip. “Kemudian, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMPN 2 Pronojiwo,” kata Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/12).
Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jatim, memuntahkan awan panas guguran pada Minggu (4/12) sejak pukul 02.46 WIB sejauh tujuh kilometer. Awan panas guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Hendra Gunawan meminta agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak dan sektoral arah tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak. “Status Gunung Semeru dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) terhitung hari Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB,” kata Hendra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/12). (Yoga)
OPEC+ Mempertahankan Produksi Minyak Dua Juta BPH
LONDON, ID – OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, menyatakan setuju mempertahankan target produksi minyaknya sebesar 2 juta barel per hari (bph) dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (4/12/2022). Keputusan diambil menyusul kondisi pasar minyak yang sedang berupaya menilai dampak dari perlambatan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait permintaan, dan pembatasa harga oleh kelompok G7 terhadap pasokan minyak Rusia. OPEC+ berpendapat bahwa pihaknya telah memangkas produksi karena prospek ekonomi yang lebih lemah. Apalagi harga minyak telah menurun sejak Oktober akibat perlambatan pertumbuhan di Tiongkok dan global, serta suku bunga yang lebih tinggi turut mendorong spekulasi pasar bahwa kelompok tersebut dapat memangkas produksi lagi. (Yetede)
Bulog: Beras Impor Tiba Bulan Ini
Perum Bulog menilai stok beras pemerintah terus berkurang. Impor diharapkan mendongkrak stok guna mengendalikan harga di tingkat konsumen. Kepastian soal impor itu diharapkan meredam spekulasi sekaligus mengirim sinyal kepada para pelaku perberasan untuk melepaskan stoknya ke pasar. Mantan Wakabulog sekaligus Sekretaris Menteri Negara Pangan 1993-1999, Sapuan Gafar, berpendapat, impor beras akan mengurangi spekulasi harga. ”Impor ini hanya mengerem spekulasi. Artinya, (harga beras) masih akan naik sedikit-sedikit atau istilahnya increasing at decreasing rate sampai Februari. Apabila kedatangan beras impor sudah pasti dari sisi jumlah dan waktu, operasi pasar sebaiknya diperbesar,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (4/12). Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) ditingkat yang cukup meski tidak mencapai target yang ditentukan pemerintah, yakni 1,2 juta ton pada akhir tahun. ”Insya Allah Desember ini ada tambahan (beras) dari impor yang mengamankan stok kita.
Saya akan buka ketika (berasnya) sampai di sini,” katanya saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (2/12). Budi merinci, asumsi tanpa pengadaan, stok beras Bulog sekitar 300.000 ton di akhir tahun ini. Namun, penyerapan dalam negeri telah mencapai sekitar 150.000 ton. Dengan demikian, stok beras tanpa impor sekitar 450.000 ton pada akhir tahun. Impor akan menambah stok hingga di atas 500.000 ton. Sebelumnya, BPS mencatat, komoditas beras mengalami inflasi dalam lima bulan terakhir. Pada November 2022, rata-rata harga beras Rp 11.877 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun menjelang akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor ke Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. (Yoga)
Rusia Tolak Batas Harga Uni Eropa
Kremlin menolak skema harga jual minyak Rusia yang ditetapkan sepihak oleh Uni Eropa (UE). Perang ekonomi yang dilancarkan AS bersama sekutu melawan Rusia terus menyasar obyek-obyek baru setelah rangkaian paket sanksi yang telah digelontorkan sejak awal 2022. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Sabtu (3/12) menyatakan, Moskwa tidak akan menerima batas harga jual minyak Rusia yang ditetapkan UE. Saat ini, Kremlin sedang mengkaji situasi. Sejumlah persiapan untuk merespons sedang dibuat. ”Kami tidak akan menerima batas harga tersebut dan kami akan menginformasikan kepada media bagaimana respons akan bekerja setelah kajian selesai,” kata Peskov sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, TASS. Pada Jumat (2/12), UE sepakat menetapkan harga jual minyak Rusia yang dikirim melalui kapal tanker pada 60 USD per barel. Gagasan yang diinisiasi AS ini juga diikuti G7 dan Australia. G7 terdiri dari AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris. Batas harga yang diterapkan Barat tersebut tetap memungkinkan negara-negara non-UE untuk terus mengimpor minyak mentah Rusia melalui laut. Namun, UE akan melarang perusahaan pengiriman dan asuransi untuk menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali minyak Rusia dijual seharga kurang dari 60 USD per barel.
Ini bisa mempersulit pengiriman minyak mentah Rusia dengan harga di atas batas. Artinya, negara-negara yang bukan bagian kesepakatan itu akan terdampak. Harga pasar minyak mentah Rusia saat ini 67 USD per barel, sedikit lebih tinggi daripada batas harga yang disepakati UE. Oleh karena itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai kesepakatan itu tidak akan serius memukul perekonomian Rusia. Jika pun memukul, hanya dalam jangka pendek. Batas harga 60 USD per barel itu mulai berlaku Senin (5/12) atau segera setelahnya. Ini bersamaan dengan embargo UE pada pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut yang mencegah pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut ke UE yang menyumbang dua pertiga impor minyak dari Rusia. Upaya ini berpotensi merugikan Rusia hingga miliaran euro. Rusia, negara pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, berulang kali mengancam akan menghentikan pengiriman minyak mentah ke negara-negara yang mengadopsi kesepakatan itu. Rusia sudah mengantongi 67 miliar euro atau 71 miliar USD dari penjualan minyak ke UE sejak dimulainya perang pada 24 Februari 2022. (Yoga)
Waswas dengan Stok Beras
Polemik perlu tidaknya Indonesia mengimpor beras kembali terulang, kali ini bukan karena data yang berseberangan, melainkan soal sudut pandang. Kementan menganggap produksi surplus sehingga tak perlu impor, sedangkan Perum Bulog menilai stok dan pasokan makin kritis sehingga perlu tambahan dari luar negeri. Perdebatan terkait hal itu membuat Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu (23/11) menjadi panas. Dengan mengacu data BPS, produksi beras nasional tahun ini diperkirakan mencapai 31,9 juta ton. Dengan perkiraan kebutuhan konsumsi domestik 30,2 juta ton, ada potensi surplus beras 1,7 juta ton tahun ini. Jika ditambah dengan akumulasi surplus 5,2 juta ton tahun lalu, total surplus pada akhir tahun ini bisa mencapai 6,9 juta ton. Dengan beberapa data itu, Kementan meyakini Indonesia tidak memerlukan impor beras. Dirjen Tanaman Pangan Kementan Suwandi bahkan menyanggupi kesimpulan rapat untuk menyetor data 600.000 ton stok beras di penggilingan dalam tempo enam hari guna memperkuat stok beras yang dikelola Bulog. Tapi, menurut Bulog, stok beras di penggilingan tak sebesar yang disampaikan Kementan. Ketika beberapa penggilingan dicek, kata Dirut Perum Bulog Budi Waseso, stok yang siap diserap jauh lebih kecil. Salah satu perusahaan penggilingan di Jember, Jatim, misalnya, disebut memiliki stok 100.000 ton. Namun, setelah dicek stok yang siap hanya 7.000 ton.
Situasi serupa terjadi di penggilingan lain di Malang, Tegal, Indramayu, dan Semarang. Tak hanya pengadaan dari produksi dalam negeri yang dilematis, Bulog juga khawatir karena stok beras yang dikuasainya kurang dari 1 juta ton tentu amat riskan sebagai cadangan pemerintah. Sejumlah pihak menilai stok beras pemerintah yang dikelola Bulog dalam kondisi kritis dan berisiko menggoyang stabilitas. Apalagi, per 25 November 2022, stok beras yang dikuasai Bulog tinggal 571.000 ton. Dengan perkiraan kebutuhan pengeluaran sekitar 150.000 ton serta pengadaan yang seret, stok beras berpotensi makin tipis di akhir Desember 2022 atau Januari 2023 atau jauh di bawah stok yang ditargetkan pemerintah, yakni 1,2 juta ton. Sepekan sejak rapat itu, Kamis (1/12) Kementan memenuhi janjinya dengan menyodorkan data stok beras di penggilingan yang siap diserap Bulog. Jumlahnya mencapai 610.632 ton, tersebar di 24 provinsi, dan rentang harga Rp 9.359 per kg hingga Rp 11.700 per kg. Namun, sebagaimana data Kementan, ada problem soal harga dan kualitas yang membuatnya tidak bisa diserap oleh Bulog. Sebab, pemerintah mensyaratkan standar mutu dan harga untuk pengadaan gabah/beras oleh Bulog. Selain itu, penyerapan gabah/beras oleh Bulog saat harganya tinggi justru akan menambah sengit persaingan pasar yang akan mendongkrak harga beras di pasaran lebih tinggi lagi. (Yoga)
Gerakan Pangan untuk Redam Harga
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (NFA) mendorong Gerakan Pangan Murah untuk meredam kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru. Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, Sabtu (3/12) mengatakan, sampai akhir November 2022, kegiatan itu telah 253 kali digelar di 27 provinsi dan 82 kabupaten/kota. Sebanyak 534 ton komoditas pangan, termasuk telur ayam ras, telah disalurkan. (Yoga)
Kenaikan Harga Gabah Topang NTPP
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai tukar petani (NTP) pada November 2022 mencapai 107,81, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang 107,27. Direktur Statistik Harga BPS Windhi Putranto, Sabtu (3/12) menyatakan, kenaikan NTP itu, antara lain, disumbang kenaikan NTP subsektor tanaman pangan (NTPP). NTPP naik dari 100,41 pada Oktober jadi 100,43 pada November dan sejalan dengan kenaikan harga gabah. (Yoga)
EKSPANSI PERTAMINA SHIPPING : Bisnis Angkutan LNG Diperluas
PT Pertamina International Shipping (PIS) berpeluang melebarkan sayap bisnis pelayaran seperti pengangkutan LNG dan ekspansi lainnya setelah berkolaborasi dengan Nippon Yusen Kaisha (NYK). Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan kerja sama dengan NYK menempuh negosiasi yang cukup panjang. Kolaborasi Pertamina International Shipping (PIS) dengan NYK mencakup investasi, dan kolaborasi bisnis strategis yang siap menguasai pasar LNG internasional. “Dari beberapa calon investor yang telah diundang, dan akhirnya NYK terpilih tentunya karena reputasi, pengalaman, serta keahlian yang dimiliki perusahaan di bidang yang selaras dengan PIS,” ujar Nicke dalam siaran pers, dikutip Minggu (4/12). CEO PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi memaparkan keuntungan yang bisa didapat perusahaan di antaranya akselerasi pembangunan kapabilitas perseroan. NYK seperti diketahui adalah salah satu perusahaan perkapalan terbesar di dunia, dan bahkan Top 2 Gas Carrier Owner di dunia. Keuntungan lainnya adalah potensi eksplorasi bisnis baru, dan juga bagian dari transisi energi PIS untuk masuk ke bisnis yang lebih ramah lingkungan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









