Lingkungan Hidup
( 5781 )Mendorong UMKM Masuk Rantai Pasok Industri
Dace (44) akhirnya putus hubungan dengan tengkulak. Ia tak lagi menerima ijon dari orang-orang yang mengelilingi Desa Tanjungsari di Kabupaten Bogor, Jabar, untuk menawar kopi para petani dengan harga murah, berkat program KUR mikro berbasis kluster yang diterima Dace secara simbolis dari Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Rabu (12/4). Ia membawa pulang pinjaman Rp 50 juta yang bisa dipakai hingga setahun ke depan untuk mengolah 2 hektar kebun kopi robusta miliknya. ”Ini untuk tambah modal sehari-hari urus kopi. KUR ini sangat membantu untuk beli bibit sama panen. Kalau pakai modal sendiri, petani enggak akan bisa,” kata Dace saat ditemui di selasar kantor Kemenkop dan UKM di Jakarta. Dana KUR itu ia dapat dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Dalam program KUR berbasis kluster itu, Dace dinaungi PT Bogor Kopi Indonesia. Perusahaan itulah yang satu-dua tahun terakhir menggantikan peran tengkulak langganannya sebagai pembeli tetap (offtaker) hasil panen Dace.
Dace hanyalah satu dari sekian petani yang kini menjadi pemasok biji hijau bagi PT Bogor Indonesia. Realino Daru, penyelia pemasaran BNI Bogor, menyebutkan sedikitnya puluhan petani kopi di desa-desa sekitar Tanjungsari bermitra dengan PT Bogor Kopi Indonesia. Seiring waktu hingga pengajuan KUR, lanjut Realino, para petani itu dibina agar mampu meningkatkan kualitas panen kopi sesuai kebutuhan pabrik. ”Standar kopi petani binaan ini jadi grade A. Kapasitas produksinya juga stabil, bisa 2 ton per tahun,” ujarnya. Program KUR berbasis kluster tahun ini makin didorong pemerintah melalui Kemenkop dan UKM. Lewat skema ini, pelaku UMKM, termasuk petani, diharapkan mampu memperkuat peran dalam rantai pasok industri sebagai penyedia bahan baku. Teten Masduki yakin, jika UMKM menjadi bagian dari industri, kesempatan untuk meningkatkan skala ekonomi bisnis akan lebih besar. Begitu pula kualitas dan standar produknya. (Yoga)
Selama Ramadhan, Si Jago Merah Hanguskan Rp 38,6 Miliar di DKI
Ada 154 kebakaran selama bulan puasa 2023 di Jakarta. Nilai kerugian yang timbul mencapai Rp 38,6 miliar. Kadis Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, sejak 23 Maret 2023 sampai 22 April 2023 tercatat ada 154 kebakaran di Jakarta. Jumlah wilayah dengan frekuensi kebakaran tertinggi ada di Jaksel, yakni 38 kasus, diikuti Jaktim 35 kasus, Jakbar30 kasus, Jakpus 28 kasus, dan Jakut 23 kasus. ”Penyebab kebakaran tertinggi selama Ramadhan 2023 oleh listrik. Presentasenya 62,99 %,” kata Satriadi, Senin (24/4). Satriadi menambahkan, tren kebakaran selama Ramadhan didominasi obyek bangunan permukiman, yakni 452 obyek atau 41,56 %. (Yoga)
Utang Pengadaan Minyak Goreng Perburuk Iklim Usaha
Kegagalan pemerintah membayar utang pengadaan minyak goreng kemasan dinilai akan memperburuk iklim usaha di Indonesia. Hal itu juga berpotensi membuat pengusaha ritel ”kapok” melaksanakan penugasan dari pemerintah. Dalam jangka panjang, utang pemerintah kepada peritel itu juga akan memengaruhi para pengusaha kelapa sawit. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, belum ada titik terang terkait pembayaran utang pemerintah kepada peritel untuk pengadaan minyak goreng kemasan selama 2022 sebesar Rp 344 miliar. Ini berpotensi akan menyebabkan kerugian besar.
”Ini menjadi bad debt (piutang tak tertagih). Kami enggak tahu kapan akan dibayar. Kalau bad debt enggak terbayar, artinya pemerintah membuat rugi. Ini akan menjadi kerugian di neraca keuangan perusahaan kami,” kata Roy ketika dihubungi via telepon pada Minggu (23/4). Berdasarkan data Aprindo, piutang tersebut dimiliki 31 unit usaha ritel besar ataupun kecil yang dinaungi Aprindo. Berdasar Permendag No 3 Tahun 2022, pemerintah akan membayar biaya yang ditanggung pengusaha untuk mengadakan minyak goreng kemasan yang harganya saat itu Rp 17.000-Rp 24.000 per liter, kemudian dijual seharga Rp 14.000 per liter. Selisih biaya dibayarkan lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kendati demikian, belakangan permendag tersebut justru dicabut. Mendag Zulkifli Hasan dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR menyatakan takut menyalahi hukum jika tetap membayarkan utang tersebut. (Yoga)
Analisis Penting untuk Perbaikan Kilang
Analisis strategis, peremajaan, serta pembangunan kilang-kilang minyak baru dinilai penting dilakukan di Indonesia untuk mencegah kecelakaan terulang. Kehadiran investor juga dibutuhkan untuk membangun kilang baru. Sementara itu, PT Pertamina (Persero) menargetkan semua kilang pada kondisi terbaik pada 2026. Sebelumnya, dua kecelakaan pada fasilitas Pertamina terjadi dalam rentang sebulan. Pada Jumat (3/3) malam, kebakaran terjadi di Integrated Terminal BBM Plumpang, Jakarta. Sementara pada Sabtu (1/4) malam, ledakan terjadi pada kompresor gas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai, Riau.
Pengamat migas yang juga dosen Teknik Perminyakan UPN Veteran Yogyakarta, Topan Herianto, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (23/4) berpendapat, ada dua hal yang dapat dilihat dari dua kecelakaan itu, yakni sistem keamanan (safety) dan fasilitas yang sudah berumur. Menurut dia, analisis strategis dan menyeluruh serta investigasi penting untuk antisipasi kejadian serupa di kemudian hari. ”Apabila nanti masih terjadi kebakaran kilang. Lalu, misalnya, baru pulih dalam dua minggu, pasokan (BBM) dalam negeri akan berkurang,” kata Topan. (Yoga)
Pertamina Geothermal Terbitkan Obligasi Hijau
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk akan menerbitkan obligasi hijau senilai sekitar Rp 5,9 triliun. Obligasi itu memiliki bunga 5,15 persen per tahun dan jatuh tempo pada 2028. Corporate Secretary Pertamina Geothermal Energy Muhammad Baron dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat (21/4/2023), menyatakan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk melunasi utang. (Yoga)
Cukai Minuman Manis Membawa Manfaat
Riset terbaru menunjukkan, pemberlakuan cukai minuman berpemanis telah meningkatkan kesehatan masyarakat dan menghemat biaya perawatan. Bukti ini didapatkan dari penelitian di kota Oakland, Amerika Serikat, yang memberlakukan cukai minuman berpemanis sejak Juli 2007. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLOS Medicine, Selasa (18/4/2023). Pembelian minuman berpemanis gula turun 26,8 % dibandingkan dengan kota-kota serupa yang tidak dikenai cukai. (Yoga)
Waspada Lonjakan Harga Pangan Setelah Lebaran
Tingginya harga sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran diperkirakan berlanjut setelah hari raya usai. Kenaikan harga pasca-Idul Fitri masuk ke fase ketiga dari tahapan kenaikan harga periode Ramadan dan Lebaran. "Sudah beberapa tahun terakhir ada kenaikan harga pangan setelah Idul Fitri," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, kemarin. Menurut dia, aneka pemicu tetap tingginya harga barang setelah hari raya adalah terbatasnya jumlah pedagang yang kembali berjualan, sedikitnya petani yang melakukan panen karena libur, serta terganggunya distribusi karena arus mudik dan arus balik Lebaran. Kenaikan harga akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan itu biasanya terjadi pada H+1 sampai H+7 Idul Fitri.
Ikappi mencatat, saat ini harga berbagai komoditas di pasar stabil tinggi karena kenaikan permintaan. Sekretaris Jenderal DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menyebutkan ada tiga komoditas yang harganya cukup tinggi menjelang Lebaran ini, yakni beras, daging sapi, dan gula pasir. "Tiga komoditas ini sangat mencolok tinggi karena memang penanganannya kurang begitu maksimal dilakukan oleh pemerintah." Menurut dia, Ikappi sejak jauh-jauh hari mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah khusus atas tiga komoditas ini. Namun penanganan yang dilakukan pemerintah masih kurang sehingga harga tidak terbendung.
Panel harga Badan Pangan Nasional mencatat harga beras medium berada di angka Rp 11.900 per kilogram, beras premium Rp 13.630 per kilogram, daging sapi murni Rp 139.740 per kilogram, dan harga gula konsumsi Rp 14.390 per kilogram. Selain komoditas tersebut, Ikappi mencatat beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan, antara lain minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, dan buah-buahan. (Yetede)
Lebaran & Keamanan Pangan
Menjelang Idulfitri 1444 H ini, penjual parsel lebaran kembali merebak. Berbagai sentra penjualan parsel hari raya kembali ramai dengan pedagang parsel di dalam kios-kios maupun di pinggir jalan. Tidak hanya pedagang yang memang setiap hari berdagang parsel tetapi juga pedagang parsel dadakan. Demikian juga supermarket, minimarket, dan toko makanan besar yang juga menjual parsel. Isian parsel pun makin beragam, baik yang berisi makanan dan minuman, kosmetik, peralatan rumah tangga, sampai dengan peralatan elektronik. Hari raya di Indonesia memang identik dengan parsel sebagai hadiah bagi relasi dan sebagainya. Salah satu isu yang sering muncul saat ramainya penjualan dan pemberian parsel sebagai hadiah di masa hari raya adalah barang-barang isian parsel. Dari tahun ke tahun masih sering ditemukan isi parsel yang tidak layak atau tidak memenuhi standar untuk digunakan atau dikonsumsi. Apalagi parsel isi makanan sekarang ini sangat bervariasi, mulai dari parsel model klasik dalam berbagai ukuran sampai dengan hampers dalam ukuran yang lebih kecil berisi beberapa jenis makanan bahkan produk khusus seperti kopi, cokelat, dan sebagainya. Ada juga parsel yang berisi kosmetik yang sedang digandrungi di pasar seperti produk skincare maupun jenis vitamin. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, terdapat beberapa titik kerawanan dalam isian parsel dari sisi keamanan pangan dan obat-obatan. Kerawanan paling banyak terjadi adalah adanya bahan makanan yang menjadi isian parsel yang sudah melewati batas kadaluarsa.
Kerawanan kedua adalah adanya makanan kemasan atau kosmetik yang menjadi isian parsel yang tidak memiliki izin edar, meskipun dalam kemasan yang baik dan memiliki merek. Demikian pula dengan bahan makanan yang kondisi kemasannya rusak seperti cembung. Produk dengan kondisi kemasan yang sudah tidak normal misalnya terjadi pada makanan dalam kaleng atau kotak dus yang sudah berbentuk cembung. Kondisi ini terjadi pada ikan olahan, susu steril, kental manis, dan sejenisnya yang banyak digunakan menjadi isian parsel Lebaran. Sementara untuk produk tanpa izin edar bisa ditemukan pada produk kosmetika, produk olahan dan obat tradisional Pengawasan terhadap pangan, obat dan kosmetik terhadap parsel menjelang Lebaran ini tetap harus terus ditingkatkan melalui berbagai lini pengawasan yang dilakukan oleh BPOM. BPOM perlu mendorong semua balai yang dimiliki di setiap daerah terutama yang memiliki pasar dan penjualan parsel lebaran yang besar. Demikian pula dengan sumber daya yang dimiliki oleh balai-balai tersebut seperti tenaga penguji/auditor, mobil laboratorium keliling dan sebagainya. Karena pengawasan tidak hanya terkait dengan persoalan kedaluwarsa dan izin edar, tetapi kandungan bahan yang bisa membahayakan seperti formalin, rhodamin, dan sebagainya, termasuk akibat kemasan yang sudah rusak atau tidak dalam kondisi baik yang menyebabkan isinya tercemar. Langkah BPOM yang terus melanjutkan pengawasan dan pemeriksaan patut didukung bahkan perlu didorong untuk ditingkatkan lagi seiring dengan potensi permasalahan yang kian banyak dari perkembangan tren konsumsi produk maupun tren penjualan barang saat ini.
DINAMIKA HARGA BATU BARA : WASPADAI PENURUNAN PENERIMAAN NEGARA
Pemerintah perlu mulai mewaspadai impak penurunan harga batu bara acuan terhadap penerimaan negara di tengah berbagai sentimen eksternal yang membuat harga emas hitam terus merosot di pasar global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menetapkan harga batu bara acuan atau HBA April 2023 yang kompak mengalami penurunan signifikan dari posisi bulan sebelumnya, mengikuti tren di pasar global. HBA untuk batu bara 6.322 GAR dipatok sebesar US$265,26 per ton. Harga acuan batu bara kalori tinggi itu susut 6,29% dari posisi perdagangan bulan sebelumnya di level US$283,08 per ton. Kemudian, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 5.200 kcal per kilogram GAR ditetapkan US$102,53 per ton, turun 24,99% dari bulan lalu yang diputuskan US$136,7 per ton. Selanjutnya, HBA dalam kesetaraan nilai kalori 4.200 kcal per kilogram GAR diputuskan US$87,81 per kilogram, anjlok 14,13% dari bulan sebelumnya US$102,26 per ton. Sejumlah ekonom pun meminta pemerintah untuk mengantisipasi risiko susutnya penerimaan negara dari sektor batu bara selepas harga terkontrak komoditas itu yang mengalami tren pelemahan sejak akhir tahun lalu. Pasalnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga saat ini sebagian besar ditopang oleh setoran sektor industri hulu tambang batu bara sejak siklus komoditas 2 tahun belakangan.
“Tren penurunan harga batu bara sebetulnya sudah kelihatan jelas sekali dalam beberapa bulan terakhir, terutama kuartal IV/2022 lalu yang memang tajam, tidak lepas dari kekhawatiran pelemahan perekonomian Eropa dan Amerika Serikat,” kata Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal saat dihubungi, Rabu (19/4). Selain itu, Faisal menambahkan bahwa pencabutan kebijakan Zero Covid Policy dari China belakangan dianggap tidak sesuai dengan prediksi sejumlah analis ihwal pemulihan ekonomi pesat dari negara tersebut. Kekhawatiran yang sama disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyusul penurunan HBA bulan ini. Josua berpendapat, turunnya HBA April 2023 disebabkan oleh impor batu bara dari China yang lebih rendah dari pembelian sepanjang bulan sebelumnya.
Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan proyeksi PNBP dari sektor batu bara bakal tetap stabil selepas formulasi perhitungan harga acuan sebagai tolok ukur pungutan royalti diubah bulan lalu.
PEMBIAYAAN JETP : PLN Ajak IEA Susun Proyek Transisi Energi
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, mengatakan bahwa pertumbuhan permintaan listrik di Indonesia yang bergerak dinamis memerlukan perencanaan matang dalam penyusunan peta jalan penyediaan tenaga listrik yang sesuai dengan transisi energi. “PLN dan IEA akan menjadi pionir, menunjukkan kepada dunia bahwa roadmap transisi energi dapat dibangun melalui kolaborasi. Dapat dibangun secara komprehensif dari hulu ke hilir,” katanya, Rabu (19/4). Dalam kerja sama tersebut, kedua pihak akan bekerja sama dalam pemantapan roadmap net zero emission yang sudah dibuat oleh Indonesia. Kedua pihak juga akan mempertajam skema JETP dalam menggaet kolaborasi investasi untuk membiayai proyek transisi energi di Indonesia. Dia menjelaskan, PLN bakal menghadapi tantangan pengelolaan emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan yang diperkirakan mencapai 433 juta ton pada 2030. Executive Director of IEA Fatih Birol menjelaskan, pihaknya mendukung penuh langkah Indonesia dalam transisi energi dan menekan emisi karbon yang pada ujungnya akan berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









