Waspada Lonjakan Harga Pangan Setelah Lebaran
Tingginya harga sejumlah komoditas pangan menjelang Lebaran diperkirakan berlanjut setelah hari raya usai. Kenaikan harga pasca-Idul Fitri masuk ke fase ketiga dari tahapan kenaikan harga periode Ramadan dan Lebaran. "Sudah beberapa tahun terakhir ada kenaikan harga pangan setelah Idul Fitri," ujar Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, kemarin. Menurut dia, aneka pemicu tetap tingginya harga barang setelah hari raya adalah terbatasnya jumlah pedagang yang kembali berjualan, sedikitnya petani yang melakukan panen karena libur, serta terganggunya distribusi karena arus mudik dan arus balik Lebaran. Kenaikan harga akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan itu biasanya terjadi pada H+1 sampai H+7 Idul Fitri.
Ikappi mencatat, saat ini harga berbagai komoditas di pasar stabil tinggi karena kenaikan permintaan. Sekretaris Jenderal DPP Ikappi, Reynaldi Sarijowan, menyebutkan ada tiga komoditas yang harganya cukup tinggi menjelang Lebaran ini, yakni beras, daging sapi, dan gula pasir. "Tiga komoditas ini sangat mencolok tinggi karena memang penanganannya kurang begitu maksimal dilakukan oleh pemerintah." Menurut dia, Ikappi sejak jauh-jauh hari mengingatkan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah khusus atas tiga komoditas ini. Namun penanganan yang dilakukan pemerintah masih kurang sehingga harga tidak terbendung.
Panel harga Badan Pangan Nasional mencatat harga beras medium berada di angka Rp 11.900 per kilogram, beras premium Rp 13.630 per kilogram, daging sapi murni Rp 139.740 per kilogram, dan harga gula konsumsi Rp 14.390 per kilogram. Selain komoditas tersebut, Ikappi mencatat beberapa harga komoditas yang mengalami kenaikan, antara lain minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam, telur, dan buah-buahan. (Yetede)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023