Lingkungan Hidup
( 5781 )Menanti Komitmen Penutupan PLTU
JAKARTA — Penutupan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara tua pada 2025 dianggap sebagai langkah penting untuk mengejar target bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, dan target pensiun seluruh PLTU batu bara pada 2050. Dengan mempensiunkan PLTU batu bara, masalah surplus listrik yang kini dialami PLN bisa terselesaikan. "Bersamaan dengan itu, pasokan dari pembangkit listrik energi terbarukan bisa ditambah," ujar Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, kepada Tempo, kemarin.
Fabby mengatakan, ada beberapa PLTU yang bisa dipensiunkan karena usianya sudah tua. Dua di antaranya adalah PLTU Suralaya di Cilegon, Banten, dengan kapasitas pembangkitan 1,6 gigawatt; dan PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur, dengan kapasitas pembangkitan 1 gigawatt. Penutupan dua pembangkit ini bisa memberi ruang untuk pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT). Meski demikian, Fabby menyadari bahwa penutupan PLTU tua tidak bisa dilakukan begitu saja karena statusnya sebagai aset negara. Namun tahapan itu perlu dilakukan jika pemerintah memang berkomitmen mengejar transisi energi. Karena itu, yang terpenting, pengakhiran operasi harus dilakukan secara hati-hati. (Yetede)
Harga Batubara Loyo, ADRO Kejar Efisiensi
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) akan fokus melakukan sejumlah efisiensi di tahun ini. Salah satunya menekan pengeluaran kontraktor untuk penambangan batubara.
Maklum, kontraktor jadi salah satu penyumbang biaya terbesar operasional penambangan Adaro. Efisiensi ini juga perlu dilakukan ADRO seiring harga batubara yang sulit diprediksi. Terlebih, dibandingkan tahun 2022, harga batubara sejak awal tahun ini sudah cenderung melandai.
Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir memperkirakan, harga batubara tahun ini tak sebagus tahun 2022. "Karena itu, kami terus melakukan efisiensi agar profitabilitas perseroan tetap menarik," ungkap pria yang lebih akrab disapa Boy Thohir ini, Rabu pekan lalu (19/4).
Meski melakukan efisiensi, Boy memastikan, ADRO tidak akan mengubah target kinerja tahun ini. Pada 2023, ADRO menetapkan target penjualan batubara bisa berada di kisaran 62 juta ton sampai 64 juta ton.
Analis UOB Kay Hian Sekurtas Limartha Adhiputra, menilai, dengan laba bersih tahun 2022 yang melonjak 167% secara tahunan, rasio pembayaran dividen final untuk tahun buku 2022 setidaknya bisa mencapai 60%.
Pada tahun ini, Limartha memproyeksi kinerja ADRO akan terkoreksi. Estimasinya, pendapatan ADRO akan tergerus 25,7% secara tahunan menjadi US$ 6,02 miliar pada tahun ini. Laba bersih ADRO tahun ini juga diprediksi ikut terpangkas 41,1% secara tahunan.
PLN Gandeng IEA Jalankan Roadmap Transisi Energi
PT PLN (Persero) menggandeng International Energy Agency (IEA) untuk mematangkan Just Energy Transition Partnership Investment and Policy Plan (JETP IPP) dalam mengakselerasi transisi energi Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak. DIrektur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerja sama kedua lembaga ini sudah terjalin lama dan kolaborasi kali ini khusus dalam mencapai target pengurangan emisi karbon dunia, PLN dan IEA memperkuat kerja sama. "Kami memiliki visi yang sama untuk menyongsong masa depan. Masa depan energi berkelanjutan, yang membawa kemakmuran dan kemuliaan bagi bangsa dan dunia." ujar Darmawan. Salah satu tantangannya adalah proyeksi pertumbuhan permintaan listrik dan juga kondisi demand di Indonesia yang dinamis. " PLN dan IEA akan menjadi plonir, menunujukkan kepada dunia bahwa roadmap transisi energi dapat dibangun melalui kolaborasi. Dapat dibangun secara komprehensif dari hulu ke hilir," tambah Darmawan.
ENERGI BARU TERBARUKAN : PLN Ajak Pengusaha Prancis Kembangkan Hidrogen
PT PLN (Persero) mengajak pengusaha Prancis mengembangkan teknologi hidrogen untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel atau PLTD yang masih digunakan di sejumlah wilayah di Tanah Air.Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN Hartanto Wibowo mengatakan, PLN berencana membangun pembangkit listrik berbasis hidrogen untuk menggantikan PLTD di Tanah Air.Hal tersebut membuat perusahaan setrum pelat merah itu fokus menjalin kolaborasi dengan France Hydrogen agar bisa mengembangkan teknologi hidrogen dengan tetap berbasis kepada pemanfaatan potensi alam Indonesia.
President Director France Hydrogen Phillipe Boucly pun berharap perusahaan yang ada di bawah naungan asosiasi tersebut dapat membantu PLN untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis hidrogen.Menurutnya, hidrogen telah menjadi komoditas penting yang dapat menggantikan energi fosil. Dia pun percaya diri perusahaan Prancis memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengembangkan teknologi hidrogen.
Eropa sendiri diperkirakan membutuhkan 20 juta ton hidrogen pada 2030, di mana 10 juta ton di antaranya akan diproduksi sendiri, sedangkan 10 juta ton sisanya diimpor dari luar benua tersebut dalam bentuk 6 juta ton hidrogen, serta 4 juta ton amonia dan produk turunan lainnya.
Harga CPO Tertekan Uni Eropa dan India
Harga minyak CPO dunia diperdagangkan di kisaran 3.600-3.700 ringgit Malaysia per ton dua pekan terakhir. Harga tersebut tertekan karena UU Bebas Deforestasi Uni Eropa disetujui oleh parlemen serta kebijakan substitusi minyak nabati di India. Per Selasa (25/4) CPO di Bursa Derivatif Malaysia diperdagangkan pada harga 3.601 ringgit Malaysia (RM) per ton, naik 0,7 % secara bulanan dan turun 43,73 % secara tahunan. Harga CPO itu merosot jauh dari harga 4 April 2023 yang mencapai 3.945 RM. Trading Economics menyebutkan, hal itu dipengaruhi oleh penurunan produksi CPO serta harga minyak nabati dan minyak mentah dunia. Parlemen Uni Eropa (UE) yang menyetujui UU Bebas Deforestasi UE (EUDR) juga turut menekan harga CPO.
Selain itu, India mengurangi impor CPO sekitar 400.000 ton dan menggantinya dengan minyak biji bunga matahari dan kedelai. India memberlakukan kebijakan itu untuk periode April-Juni 2023. Pada 19 April 2023, India telah membatalkan pembelian 75.000 ton CPO untuk pengiriman Mei 2023, termasuk dari Indonesia. India merupakan negara pengimpor minyak sawit terbesar dunia pada 2022, yakni mencapai 9,03 juta ton. Kemudian disusul China dengan impor sebanyak 7,2 juta ton. Pada 2022, total impor minyak sawit global mencapai 42,69 juta ton. Sekjen Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto, Selasa, mengatakan, harga CPO dunia pada pekan terakhir April 2023 memang cenderung turun. Penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia akibat libur Lebaran 2023 memang berpengaruh, tetapi tidak terlalu terlihat besar dampaknya. ”Faktor utama penurunan harga CPO lebih karena pergerakan pasar global. Harganya cenderung naik dan turun,tidak bisa terus-menerus stabil,” ujarnya. (Yoga)
Market Cap MBM Rp 95 Triliun Tertinggi di Sektor Nikel
JAKARTA, ID – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) atau MBM resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/4/2023), setelah sukses menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan harga pelaksanaan Rp 795 per saham. Analis menilai, valuasi saham MBMA premium dan melampaui rata-rata industri. Dalam debutnya, harga saham MBMA ditutup pada level Rp 885 atau naik 11,32%. Market cap perusahaan ini mencapai Rp 95,58 triliun, tertinggi di sektor nikel lantaran melampaui duapemain lama, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masing-masing Rp 50,4 triliun dan Rp 65,5 triliun. Jumlah itu juga melewati sang pendatang baru PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel Rp 91 triliun. Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, belum lama ini, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 795, PER saham MBMA premium, yakni 186,8 kali. Ini dengan asumsi laba bersih per September 2022 sebesar US$ 23 juta disetahunkan. Sementara itu, PER saham ANTM, INCO, dan NCKL mencapai 13,2 kali, 21 kali, dan16,5 kali, merujuk data RTI. “Namun, menurut kami, valuasi tersebut cukup beralasan, mengingat perusahaan ini masih dalam tahap awal dan sebagian besar proyeknya belum mulai beroperasi,” tulis broker itu, dikutip Selasa (25/4/2023). (Yetede)
Lebaran, Pasokan Listrik dan BBM Tertangani dengan Baik
JAKARTA,ID – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik tertangani dengan baik pada saat liburmenjelang lebaran hingga puncak arus mudik yakni Kamis (20/04/2023). “Alhamdulillah berhasil kita tangani dengan baik, tidak ada kelangkaan BBM di jalur-jalur mudik, stok BBM juga terjaga aman,” Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat melakukan inspeksi mengenai pasokan BBM di Jakarta, Sabtu malam *22/04/2023). Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC). Nicke menambahkan, bahwa laporan dari PIEDCC dikeluarkan setiap hari sehingga bisa terus dimonitor secara langsung. Setelah berhasil mengamankan stok BBM saat arus mudik, Pertamina akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah tujuan mudik dan daerah wisata. “Tiga hari ini kita akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah-daerah tujuan mudik dan daerah-daerah wisata, dan selanjutnya kita akan siap-siap menyambut arus balik,” ungkap Nicke. Dalam kesempatan tersebut, Nicke juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin membeli BBM, dapat menggunakan metode pembayaran nontunai untuk mempercepat antrian di SPBU. (Yetede)
Harga Pangan Terkendali
JAKARTA, ID–Harga komoditas pangan pokok selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa-Lebaran 2023 relatif terkendali. Hal tersebut berkat kerja sama semua pemangku kepentingan di sektor pangan, baik Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA), Satgas Pangan Polri, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pemerintah daerah (pemda), maupun instansi/kementerian/lembaga terkait lainnya. Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas, terdapat sejumlah pangan pokok yang harganya usai Lebaran lebih rendah dari sebelum Lebaran.
Rerata nasional harga beras premium pada 18 April 2023 mencapai Rp 13.640 per kilogram (kg) menjadi Rp 13.600 per kg pada 25 April 2023, sedangkan beras medium dari Rp 11.910 per kg menjadi Rp 11.890 per kg, daging sapi murni dari Rp 138.050 per kg menjadi Rp 138.010 per kg, gula konsumsi dari Rp 14.410 per kg menjadi Rp 14.390 per kg, dan minyak goreng kemasan sederhana dari Rp 18.130 per kg menjadi Rp 18.060 per kg, untuk pangan pokok lainnya cenderung naik dengan perbandingan periode yang sama.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan, mulai dari HBKN Natal Tahun Baru hingga Puasa-Lebaran, harga pangan pokok untuk pertama kalinya mengalami penurunan, paling tidak menunjukkan tren stabil. itu karena kersediaan cukup, distribusi lancar, dan kerja sama semua pihak berjalan baik. “Alhamdulillah, mulai dari Natal, Tahun Baru, sampai Puasa kemarin, harga bahan pangan pokok untuk pertama kalinya turun,paling tidak stabil. Ini berkat kerja sama seluruh pihak hingga membuat ketersediaan terjaga, distribusi lancar, sehingga harga ini stabil bahkan cenderung turun,” kata dia seperti dikutip dari salah satu media nasional, Selasa (25/04/2023). (Yetede)
Menyelamatkan Lahan dengan Pupuk Hijau
Ada yang tak lazim saat musim panen padi tahun ini. Biasanya musim panen diikuti penurunan harga beras dan gabah. Pada musim panen, apalagi panen raya seperti saat ini, produksi beras biasanya akan melimpah. Produksi serentak, kemampuan menyimpan gabah yang rendah, dan kebutuhan likuiditas petani yang tinggi sering membuat harga gabah/beras jatuh saat panen raya. Apalagi periode itu biasanya berbarengan dengan musim hujan, yang membuat petani sulit mengeringkan gabah. Harga gabah jatuh karena kualitasnya rendah.
Namun, hingga April 2023, harga gabah/beras tetap tinggi dan bahkan cenderung terus naik. Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pada 14 April 2023, harga beras medium bergerak di angka Rp 13.250-13.450 per kilogram. Selain lebih tinggi dari harga pada Januari (Rp 12.600-12.800 per kilogram), Februari (Rp 12.950-13.100 per kilogram), dan Maret 2023 (Rp 13.150-13.300 per kilogram), harga ini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) baru beras medium yang sebesar Rp 10.900-11.800 per kilogram (tergantung wilayah). Apa penyebab harga beras terus naik? Apa ada kebijakan yang salah sehingga membuat pasar beras mengalami anomali?
Dari pengalaman berpuluh-puluh tahun lalu, diketahui bahwa titik kritis cadangan beras terjadi setiap 31 Desember. Cadangan beras pemerintah (CBP) minimal harus cukup untuk memenuhi masa tiga bulan (Desember-Februari) penyaluran, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini terkait dengan irama tanam serentak yang menghasilkan panen yang ajek: musim panen raya (Februari-Mei dengan 60-65 persen dari total produksi), panen gadu (Juni-September dengan 25-30 persen dari total produksi), dan musim paceklik (Oktober-Januari). (Yetede)
Anomali Pasar Beras dan Sengkarut Impor
Ada yang tak lazim saat musim panen padi tahun ini. Biasanya musim panen diikuti penurunan harga beras dan gabah. Pada musim panen, apalagi panen raya seperti saat ini, produksi beras biasanya akan melimpah. Produksi serentak, kemampuan menyimpan gabah yang rendah, dan kebutuhan likuiditas petani yang tinggi sering membuat harga gabah/beras jatuh saat panen raya. Apalagi periode itu biasanya berbarengan dengan musim hujan, yang membuat petani sulit mengeringkan gabah. Harga gabah jatuh karena kualitasnya rendah.
Namun, hingga April 2023, harga gabah/beras tetap tinggi dan bahkan cenderung terus naik. Menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, pada 14 April 2023, harga beras medium bergerak di angka Rp 13.250-13.450 per kilogram. Selain lebih tinggi dari harga pada Januari (Rp 12.600-12.800 per kilogram), Februari (Rp 12.950-13.100 per kilogram), dan Maret 2023 (Rp 13.150-13.300 per kilogram), harga ini telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) baru beras medium yang sebesar Rp 10.900-11.800 per kilogram (tergantung wilayah). Apa penyebab harga beras terus naik? Apa ada kebijakan yang salah sehingga membuat pasar beras mengalami anomali?.
Dari pengalaman berpuluh-puluh tahun lalu, diketahui bahwa titik kritis cadangan beras terjadi setiap 31 Desember. Cadangan beras pemerintah (CBP) minimal harus cukup untuk memenuhi masa tiga bulan (Desember-Februari) penyaluran, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini terkait dengan irama tanam serentak yang menghasilkan panen yang ajek: musim panen raya (Februari-Mei dengan 60-65 persen dari total produksi), panen gadu (Juni-September dengan 25-30 persen dari total produksi), dan musim paceklik (Oktober-Januari). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









