Lingkungan Hidup
( 5820 )Benih Jagung Bioteknologi Diluncurkan di NTB
Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi jagung nasional, salah satunya lewat penggunaan benih varietas unggul hasil rekayasa genetika seperti benih bioteknologi. Koordinator Kelompok Substansi Penilaian dan Penyebaran Varietas, Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Andi M Saleh menyampaikan hal itu dalam Peluncuran Benih Bioteknologi DEKLAB DK95R dari Bayer di Desa Banggo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (26/7/2023). (Yoga)
Pasokan Elpiji Jatim Ditambah 1 Juta Tabung
Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa menambah pasokan elpiji kemasan 3 kilogram dengan total 1.023.511 tabung. Menurut Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis (27/7/2023), tambahan pasokan dilakukan selama periode 25-31 Juli 2023. Salah satu tujuannya meredam gejolak di masyarakat, menyusul menyeruaknya isu kelangkaan pasokan. (Yoga)
Kelaparan Landa Papua Tengah
Sedikitnya 7.500 warga di dua distrik atau kecamatan di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, menderita kelaparan akibat bencana kekeringan selama dua bulan terakhir. Pemkab Puncak menyatakan enam warga terdampak telah meninggal. Bupati Puncak Willem Wandik dalam keterangan pers di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (27/7) mengatakan, bencana kekeringan yang terjadi di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi menelan enam korban jiwa. Penanganan bencana terkendala karena bantuan belum tersalurkan ke dua distrik tersebut mengingat situasi keamanan yang tidak mendukung. Korban tewas adalah Yenis Telenggen (38), Yemina Murib (42), Ater Tabuni (46), Tenus Murib (46), Tera Murib (39), dan bayi bernama Ila Telenggen.
Rata-rata meninggal dalam kondisi lemas, sakit diare, panas dalam, sariawan, dan sakit kepala. Willem mengatakan, musibah kelaparan dipicu cuaca ekstrem dengan temperatur suhu udara yang sangat dingin dan tanpa hujan., sejak Mei lalu sehingga tanaman warga, seperti ubi dan keladi, gagal panen. Jumlah warga yang mengalami kelaparan di Distrik Agandugume 3.500 orang dan si Distrik Lambewi, ada 4.000 orang. Warga yang kelaparan terpaksa mengonsumsi umbi-umbian yang membusuk sehingga terserang diare. Dalam kondisi kesehatan yang lemah, warga harus berjalan kaki selama dua hari untuk mendapat bantuan makanan yang terdistribusikan ke Distrik Sinak. ”Maskapai penerbangan tak berani membawa bantuan makanan dari Sinak ke Distrik Agandugume yang memiliki fasilitas bandar udara. Mereka takut pesawat ditembaki kelompok kriminal bersenjata di daerah tersebut,” kata Willem. (Yoga)
HULU MIGAS Masela Babak Kedua
Setelah terkatung-katung sejak 2020, kejelasan mitra pengelola Blok Masela menemui titik terang. Di sela-sela hajatan konvensi dan pameran Asosiasi Perminyakan Indonesia atau IPA di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (25/7) Shell resmi melepas hak pengelolaannya di Blok Masela sebesar 35 persen. PT Pertamina (Persero) dan Petronas, perusahaan hulu migas milik Malaysia, masuk menggantikan Shell. Pertamina, melalui anak usahanya, yaitu PT Pertamina Hulu Energi, membeli 20% saham Shell di Blok Masela, sementara Petronas lewat Petronas Masela Sdn Bhd mengambil 15% sisanya. Nilai penjualan 35% saham Shell tersebut adalah 650 juta USD atau Rp 9,75 triliun yang dibayarkan 325 juta USD atau Rp 4,875 triliun dalam bentuk tunai dan sisanya dibayarkan saat final investment decision di Blok Masela tercapai.
Keputusan masuknya perusahaan pelat merah di Blok Masela membawa secercah harapan. Ada angan-angan agar sumber daya gas di Masela dapat segera diproduksikan dan memberikan manfaat bagi Indonesia, terutama bagi warga di sekitar lapangan gas tersebut. Pengelola Blok Masela pun diminta SKK Migas untuk segera merevisi kembali rencana pengembangan lapangan (plan of development/POD) sejak revisi pertama POD disetujui pada 2019. Percepatan pengembangan gas Masela amat dibutuhkan. Pasalnya, proyek tersebut diperkirakan akan menyerap 10.000 tenaga kerja baru dan membawa manfaat ikutan lainnya (multiplier effect) dari pembangunan infrastruktur pengolahan gas di darat. Masela diharapkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia. (Yoga)
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Peralatan Basarnas
KPK menangkap sejumlah orang, termasuk pejabat Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas di Jakarta dan Bekasi, Jabar, Selasa (25/7). Penangkapan tersebut diduga terkait kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan pendeteksi korban reruntuhan. Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, penangkapan yang berlangsung di Jakarta dan Bekasi pada Selasa sekitar pukul 14.00 itu terkait dugaan penyerahan uang dalam kaitan korupsi pengadaan barang dan jasa. Dia menegaskan, pihak-pihak yang ditangkap masih diperiksa. Untuk informasi lebih lengkap, kata Nurul, akan disampaikan KPK setelah memeriksa orang-orang tersebut selama 1x24 jam.
”Ini menunjukkan pengadaan barang dan jasa dengan berbagai perbaikan sistem masih tetap dilaksanakan secara prosedural memenuhi ketentuan, tetapi kenyataannya masih diliputi dengan suap. Ini sangat memprihatinkan karena berdampak pada pengadaan yang tidak dibutuhkan atau pengadaan yang di-mark up sehingga merugikan keuangan negara,” kata Ghufron. Saat ditanya soal apakah proyek itu terkait pengadaan pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas pada tahun anggaran 2023, Ghufron mengatakan, hal itu masih didata. ”Kami sedang dalami item-nya apa saja,” katanya. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan, penyelenggara negara yang ditangkap KPK merupakan pejabat Basarnas. Selain pejabat Basarnas, KPK juga menangkap pihak swasta dan beberapa orang lain di Cilangkap, Jaktim dan Jatisampurna, Bekasi. (Yoga)
Mengantisipasi Lonjakan Harga Pangan
Tak cukup dengan dampak El Nino, Indonesia kini dibayangi ancaman lonjakan kembali harga pangan dunia akibat mundurnya Rusia dari inisiatif biji-bijian Laut Hitam. Seperti dilaporkan Kompas (25/7/2023), setelah beberapa kali diperpanjang, Rusia pada 17 Juli lalu menarik diri dari kesepakatan yang membolehkan pengiriman komoditas pangan komersial dan pupuk dari Ukraina, melalui Pelabuhan Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative/BSGI) tersebut. Langkah Rusia berpotensi menaikkan harga pangan dunia, seperti gandum dan jagung. Ukraina serta Rusia menyumbang 30 % suplai gandum dunia. PBB bahkan mulai bicara kemungkinan bencana kemanusiaan akibat penggunaan pangan sebagai senjata oleh Rusia pada perang Rusia-Ukraina yang melibatkan NATO, yang belum mereda hingga sekarang.
Antisipasi terhadap potensi lonjakan harga pangan di dalam negeri harus segera kita lakukan. Ukraina selama ini menyumbang 20 % pasokan gandum ke Indonesia. Sebagian besar suplai produksi pupuk Indonesia juga dari Belarus dan Rusia. Semua itu dilakukan melalui Laut Hitam. Potensi lonjakan harga pangan dunia ini membuat ketahanan pangan kita kembali dipertaruhkan, di tengah fenomena El Nino yang mengancam pangan global, dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September mengakibatkan musim kemarau lebih panjang dan ekstrem sehingga mengancam produksi pangan kita, serta meningkatkan kebutuhan untuk impor pangan.
Ketergantungan yang besar pada impor pangan selama ini sudah membuat kondisi kita rentan. Selain gandum dan kedelai yang 100 % serta lebih dari 90 % masih harus diimpor, kita juga mengimpor enam dari sembilan bahan pokok, yakni beras, susu, bawang, garam, daging, dan gula. Kenaikan harga pangan yang memunculkan tekanan inflasi pangan akan langsung memukul kesejahteraan masyarakat bawah, dengan separuh lebih pengeluaran rumah tangga masih didominasi pengeluaran untuk makanan. Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pemerintah menempuh berbagai langkah memperkuat stok pangan. Ancaman krisis baru pangan ini menjadi momentum bagi kita untuk lebih keras dan serius lagi membenahi ketahanan pangan di dalam negeri, khususnya produksi dan produktivitas. (Yoga)
Pertamina-Petronas Gantikan Shell di Blok Masela
PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan minyak dan gas bumi Malayasia, Petronas, resmi mengambil alih 35 % hak partisipasi Shell di Blok Masela, Maluku, dengan nilai transaksi 650 juta USD atau Rp 9,8 triliun. Perlu akselerasi agar blok yang kaya akan gas bumi itu segera berproduksi dan dirasakan manfaatnya. Penandatanganan perjanjian jual beli untuk akuisisi kepemilikan hak partisipasi dilakukan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Petronas Masela Sdn Bhd (Petronas Masela) di sela-sela pembukaan konvensi dan pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) 2023 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (25/7).
PHE akan mengelola 20 % dari kepemilikan, sedangkan 15 % lainnya dikelola Petronas Masela. Adapun perusahaan migas asal Jepang, yakni Inpex, merupakan pemilik saham 65 %. Dirut PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, Blok Masela yang juga proyek strategis nasional diharapkan pemerintah bisa on stream (beroperasi) pada tahun 2029. Namun, dalam prosesnya, front end engineering design (FEED) harus diselesaikan, lalu dilanjutkan dengan final investment decision (FID) yang diharapkan tuntas sebelum tahun 2026. Menurut Nicke, ke depan, Blok Masela berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja. Dengan demikian, diharapkan nantinya akan berdampak langsung pada pengembangan ekonomi wilayah Indonesia bagian timur. (Yoga)
MASELA BABAK BARU KETAHANAN ENERGI
Tak bisa disangkal, sejak dulu hingga kini industri hulu migas masih memberikan sumbangan besar terhadap pendapatan negara dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Kurun waktu 2020-2022 saja, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat penerimaan negara dari industri hulu migas senilai Rp700 triliun.Persoalannya, kondisi hulu migas RI saat ini menghadapi beberapa tantangan. Selain sumber migas secara alamiah semakin menyusut, investasi yang mahal dan berisiko juga menjadi kendala untuk menemukan cadangan migas baru. Padahal, kebutuhan konsumsi energi fosil di sektor industri, transportasi, komersial dan rumah tangga terus meningkat signifikan. Terkait hal ini, pengambilalihan hak partisipasi Shell Upstream Overseas Services (l) Limited (SUOS) sebesar 20% oleh PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan 15% oleh Petronas di Blok Masela senilai US$650 juta atau setara Rp9,75 triliun itu menjadi sangat penting. Wilayah kerja migas lepas pantai itu bakal memegang peranan kunci dalam pemenuhan kebutuhan dan ketahanan energi nasional.Blok Masela yang terletak di Laut Arafuru merupakan salah satu prospek ladang migas terbesar di Indonesia. Produksinya diestimasikan dapat mencapai 1.600 juta kaki kubik per hari (MMscfd) gas atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun MTPA dan gas pipa 150 MMscfd, serta 35.000 barel kondensat per hari (bcpd).Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan masuknya PHE diyakini bisa mengakselerasi pengembangan salah satu proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Terlebih lagi, PHE melalui salah satu anak usahanya, juga memiliki pengalaman yang terbukti dalam pengembangan dan pengoperasian Kilang LNG Badak dan juga pemasaran LNG domestik dan internasional. Melalui pengalaman itu, PHE diharapkan bisa memberikan kontribusi optimal, termasuk dalam operasional di Blok Masela.
Direktur Utama PHE Wiko Migantoro membenarkan setelah pengalihan hak partisipasi ini, Pertamina memang meminta untuk segera mempercepat pemanfaatan sumber energi, terutama gas yang ada di Blok Masela. Hal ini dilakukan terkait dengan kebijakan nasional dalam menghadapi transisi energi.
PERTAMINA SOKONG KESEJAHTERAAN DESA
Desa memegang peran strategis dalam pembangunan sosial ekonomi masyarakat daerah sebagai bagian dari pembangunan nasional. Menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat desa menjadi salah satu cita-cita PT Pertamina (Persero) melalui tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) yang diturunkan dalam program Desa Wisata, Desa Energi Berdikari dan pemberdayaan kewirausahaan difabel atau Difabelpreneur.
VP CSR & SMEPP Pertamina Fajriyah Usman mengatakan perseroan menjalankan TJSL dengan tiga tema utama, yang meliputi sustainable environment, sustainable education, dan sustainable economy. Program ini juga merupakan komitmen Pertamina menjalankan environmental, social & governance (ESG) dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).“Kami selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok masyarakat lokasi binaan untuk terus bisa mengembangkan dan memajukan sosial ekonomi masyarakat. Jadi, ketika komunitasnya sudah kuat, dibentuk kelembagaan pengelolaan, dukungan ketersediaan fasilitas dasar untuk mendukung nilai sosial, ekonomi dan lingkungannya,” jelasnya saat ditemui Tim Jelajah BUMN 2023 Bisnis Indonesia belum lama ini. Misalnya untuk pemberdayaan masyarakat yang termarjinalkan seperti kelompok difabel, perseroan berusaha untuk mengubah stigma negatif terhadap mereka. Fajriyah mengatakan, sejak 2019 lalu, perseroan sudah menginisiasi kegiatan Difabelpreneur dan saat ini sudah memiliki tiga kelompok binaan di wilayah Boyolali, Jawa Tengah. Masing-masing kelompok memiliki fokus keahlian berbeda, seperti menjahit, kerajinan batik dan wirausaha menjual BrightGas.
Program ini pun telah memberikan multiplier effect hingga Rp1,8 miliar per tahun dengan 47 program pemberdayaan. Tercatat, dari 47 program yang berjalan total energi yang dihasilkan di antaranya 110.000 Wp PLTS; 16.000 Wp Pembangkit Listrik Tenaga Hybrid (Matahari & Angin); 605.000 m3/tahun Gas Metana & Biogas; 8.000 Watt Micro Hydro(Pemanfaatan Aliran Air) dan 6.500 L/year Biodiesel yang dikonversi dari limbah rumah tangga.
Sejalan dengan itu, Pertamina saat ini memiliki 13 desa wisata binaan. Untuk provinsi Jawa Tengah tersebar di Desa Wisata Pertamina Nglanggeran Yogyakarta; Desa Wisata Pertamina Kolak Sekancil Cilacap, Jawa Tengah; Desa Wisata Pertamina Wonopotro Ecoedutourism Boyolali, Jawa Tengah; Desa Wisata Pertamina Larep Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan Desa Wisata Pertamina Wringinputih Borobodur Magelang, Jawa Tengah serta Desa Wisata Pertamina Karangredjo Borobudur Magelang Jawa Tengah. Sementara di wilayah Jawa Barat dan Timur tersebar di Desa Wisata Pertamina Cinta Bumi Tanggap Api Jambi Merang, Kebun Raya Bogor Jawa Barat; Desa Wisata Pertamina Puntang Kab Bandung Jawa Barat; Desa Wisata Pertamina Kampung Kreasi Sidokumpul Gresik Jawa Timur dan Labuhan Madura, Jawa Timur. Di Riau, terdapat dua desa yakni Desa Wisata Pertamina Permata Hijau Bengkalis, Riau dan Desa Wisata Pertamina Koto Mesjid Riau. Salah satu desa wisata Pertamina yang dikunjungi tim adalah Wringinputih di Magelang, Jawa Tengah. Desa wisata ini mengembangkan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Wringinputih sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan penggerak perekonomian.
Direktur BUMDes Wringinputih Rizal Arif Windriatmoko mengatakan Balkondes Pertamina Wringinputih yang mendapatkan dukungan dari Pertamina memproyeksikan pendapatan hingga Rp3 miliar pada 2023. Angka tersebut meningkat 248,83 persen dari Rp860 juta dibandingkan capaian sepanjang 2022.
Ketua Kawista Desa Mernek Waluyo mengatakan bukan hanya sebagai tempat wisata, tempat ini juga memudahkan kelompok tani mengadakan pertemuan. Kawista juga dikenal sebagai tempat pengujian varietas seiring kerja sama dengan Balai Benih Sukamandi, Purwakarta, Jawa Barat. Mereka menguji benih dengan tujuan mencari yang cocok dengan keadaan geografis di Desa Mernek. Petani di luar Kecamatan Maos juga bisa melakukan pengujian benih di sini.
Konsorsium Pertamina- Petronas Akuisisi 35% Blok Masela Rp 9,75 Triliun
TANGERANG,ID-Konsorsium PT Pertamina dan Petronas secara resmi mengakuisisi 35% kepemilikan hak partisipasi (participacig interest/PI) Shell Upstream Overseas Services (I) Limited (SUOS) di blok Masela. Sebanyak 65% PI masih dipegang Inpex Masela Ltd selaku operator. Dalam konsorsium itu, Pertamina Hulu Energi memegang 20% kepemilikan dan sisanya sebesar 15% dikelola Petronas Masela. Adapun nilai akuisisi yang disepakati sebesar US$ 650 juta atau setara dengan Rp9,75 trilun dengan asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS. Transaksi akuisi dilaksanakan dalam dua termin, yakni US$ 325 juta secara tunai pada tahap awal. Transaksi tersebut memiliki tanggal efektif 1 januari 2023 dan ditargetkan rampung pada kuartal III-2023. Pada awal Agustus nanti, ketiga pemilik hak partipasi akan melakukan pertemuan guna membahas aspek teknis pengelolaan Blok Masela. Wilayah kerja Masela seluas 2.503 km2 yang terletak di Laut Arafura, sekitar 650 km dari Kepulauan maluku, Blok ini berpotensi memproduksi 1.600 juta standar kubik kaki per hari (MMSCFD) atau setara dengan 9,5 juta ton per tahun gas alam cair (LNG). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









